Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menginstruksikan jajaran Pemerintah Kabupaten Bantul untuk segera mengeksekusi program-program pro-rakyat. Instruksi ini ditekankan Sri Sultan pada puncak peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Bantul, Senin (20/07) di Lapangan Trirenggo, Bantul.
Sri Sultan menegaskan bahwa visi misi kepala daerah tidak boleh sekadar menjadi wacana, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Gubernur DIY ini meminta agar program yang membawa manfaat bagi masyarakat terus dioptimalkan, sementara kebijakan yang belum tepat sasaran segera dievaluasi.
“Jika masih ada yang belum benar dan tepat, agar segera disempurnakan. Supaya visi Bupati yang ditargetkan bisa segera terwujud melalui eksekusi program yang pro-rakyat,” tegas Sri Sultan.
Gubernur DIY tersebut juga mengingatkan bahwa percepatan program tersebut mutlak diperlukan agar pemerintah dan masyarakat Bantul mampu beradaptasi di tengah cepatnya perubahan zaman. Sebagai fondasi, mengutip nilai luhur dari Serat Wedhatama Sri Sultan mengingatkan bahwa kehidupan manusia sejatinya ditopang oleh tiga pilar utama yaitu wirya (kedudukan), arta (harta), dan winasis (ilmu/kecerdasan).
“Jika sampai kosong dari ketiga hal tersebut, manusia ibarat daun jati kering (aji godong jati aking). Mudah terombang-ambing dan berujung pada kesengsaraan,” papar Sri Sultan..
Oleh karena itu, Sri Sultan berpesan agar kecerdasan atau winasis aparatur maupun warga Bantul dibarengi dengan kematangan mental dan kerendahan hati. Sri Sultan mengibaratkan hal tersebut dengan giri lusi janma tan kena kinira yatau layaknya cacing yang perlahan mampu mendaki gunung, yang bermakna larangan untuk bersikap sombong atau merendahkan pihak lain. Sri Sultan berharap peringatan Hari Jadi ke-195 ini menjadi momentum bagi Bantul untuk terus mengasah akal budi dan menyingkirkan laku buruk demi tercapainya kesejahteraan masyarakat luas.
Instruksi dan wejangan dari Sri Sultan tersebut sekaligus merespons laporan Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, sebelumnya. Halim mendeklarasikan lima pedoman kerja yang disebut Nawala Bupati, sebagai wujud nyata dari tema peringatan Dharmaning Satriya Akarya Raharjaning Nagari.
Fokus pertama Nawala Bupati diarahkan pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang meneladani jiwa ksatria para leluhur demi mewujudkan kemajuan daerah. Kedua, potensi alam pesisir selatan juga akan dioptimalkan tata kelolanya sebagai gerbang utama kemakmuran warga.
Untuk menopang kemajuan tersebut, poin ketiga menekankan pada pemerataan prasarana dan infrastruktur yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat. Sementara itu, untuk komitmen keempat dari sisi sosial, Halim mengajak warganya untuk terus memperkuat semangat gotong royong, guyub rukun, dan tepa selira.
Komitmen kelima secara khusus menyoroti kinerja internal Pemkab Bantul. Terkait hal ini, Halim memberikan penekanan tegas pada reformasi kualitas pelayanan publik. “Kami akan terus mendorong aparatur pemerintah agar lebih profesional, responsif, dan empatik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, tentunya dengan menerapkan inovasi serta penguasaan teknologi informasi,” tegas Abdul Halim.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






