BerandaPemerintahHadapi Ancaman El Nino 2026, Bapanas Klaim Cadangan Pangan Indonesia Tetap Melimpah

Hadapi Ancaman El Nino 2026, Bapanas Klaim Cadangan Pangan Indonesia Tetap Melimpah

Prediksi yang menyebutkan Indonesia termasuk negara yang paling rentan dalam menghadapi fenomena El Nino di tahun 2026 bersama India, Brasil, dan Kolombia, ditanggapi Badan Pangan Nasional (Bapanas). Kondisi stok pangan pokok strategis dilaporkan masih aman dari segi ketersediaan secara nasional, termasuk stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang dikelola BUMN sektor pangan.

“Terkait dengan kondisi stok, artinya secara prinsip bahwa berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan yang disusun Bapanas, bahwa semua stok pangan kita, relatif aman,” kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta dikutip Rabu (29/7/2026).

- Advertisement -

“Mulai dari beras, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, dan gula konsumsi, poin pentingnya, stok yang kita miliki sampai akhir tahun relatif bagus. Ini prinsip yang harus kami sampaikan selalu, sehingga kondisi pangan yang kita miliki masih cukup baik,” tambah Deputi Bapanas Ketut.

Sebagai komparasi, dalam data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), El Nino yang melanda Indonesia sebelumnya mulai terjadi pada Oktober tahun 2023 sebagai puncaknya. Tentunya dari sisi ketahanan pangan, Bapanas memastikan stok CPP terus diperkuat dari produksi dalam negeri.

Bahkan kuantitas stok CPP yang ada saat ini dapat dikatakan lebih kuat dibandingkan stok CPP sebelum menghadapi puncak El Nino pada tahun 2023 lalu. Apalagi pangan Indonesia sejak tahun 2025 sudah menghentikan impor pangan secara signifikan.

Dalam catatan Bapanas, stok CPP sebelum puncak El Nino 2023, tepatnya di awal September 2023 terdiri dari beras 1,52 juta ton, jagung masih nihil, daging ayam ras 15,94 ton, gula pasir 37,87 ribu ton, dan minyak goreng 3,74 kiloliter. CPP tersebut merupakan stok yang dikelola oleh Perum Bulog dan ID FOOD.

Sementara stok CPP per 28 Juli 2026 sebagai persiapan kemungkinan terjadinya El Nino telah ditingkatkan secara eksponensial. Stok CPP dalam bentuk beras meningkat hingga 245,4 persen dengan berada di angka 5,25 juta ton dibandingkan sebelum puncak El Nino 2023.

Selanjutnya, stok CPP jagung pun saat ini masih terdapat 166 ribu ton. Ini meningkat sejak September tahun 2023 yang kala itu masih nol. Untuk stok CPP daging ayam ras cukup melesat 138,4 persen dibandingkan September 2023 karena per hari ini stoknya ada 38 ton.

Dalam catatan Bapanas pula, stok CPP yang ada saat ini juga mencatatkan gula konsumsi sebanyak 2 ribu ton dan minyak goreng sebanyak 1 ribu kiloliter. Adapun mayoritas pasokan CPP bersumber dari penyerapan produksi pangan dalam negeri.

Untuk itu, bermodalkan CPP dalam bentuk beras yang sangat kuat, Bapanas mendorong Perum Bulog untuk terus menggerojok pasokan, terutama ke pasar-pasar rakyat. Ini dapat melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras.

“Beras memang stabil. Pasokan bagus tapi memang ada beberapa yang agak naik sedikit. Namun demikian, kami sepakat dengan Bapak Dirut Bulog. Pertama, GPM mohon digencarkan. Kedua, mohon juga digencarkan SPHP beras medium di pasar-pasar terutama, karena beberapa pasar kami lihat masih berbatas,” pinta Deputi Bapanas Ketut.

“Ini akan bisa mempengaruhi harga. Oleh karena itu, ada 2 poin penting tadi. Gerakan Pangan Murah dan SPHP di pasar-pasar. Mohon segera digerakkan dengan masif,” tutup Ketut.

Terpisah, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan strategi mitigasi pemerintah dalam menghadapi musim kering sudah terimplementasi dengan baik. Indonesia lebih siap mengatasi dampak musim kekeringan sampai El Nino.

“Saya kira iklim ini kita bisa jaga dengan baik. Ini kekeringan bisa kita jaga dengan baik. Setiap Agustus kan kemarau. Agustus, September, Oktober. November hujan. Biasa tanggal, saya ingat itu, tanggal 26 Oktober sudah hujan. Memang musimnya (begitu) tapi kita sudah antisipasi,” jawab Amran saat ditanya awak media (27/7/2026).

“Kami memang sudah siapkan jauh hari sebelumnya menghadapi El Nino. Dulu pengalaman kita (El Nino) tahun 2023, alhamdulillah kita lolos. Kalau bulan Agustus sampai September, memang musim kering. Insya Allah pangan kita aman, terutama beras,” sambung Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman.

Adapun prediksi puncak musim kemarau di Indonesia dapat pada terjadi pada Juli hingga September 2026. Puncak kemarau pada Juli mencakup 83 Zona Musim (ZOM) atau 12,26 persen luas daratan Indonesia. Lalu Agustus puncak kemarau terjadi di 369 ZOM (48,84 persen luas daratan) dan pada September pada 169 ZOM (25,41 persen luas daratan).

BMKG mengungkapkan musim kemarau di Indonesia pada tahun 2026 ini diprediksi lebih kering dan lebih panjang dibanding rata-rata normalnya. Selain itu, BMKG memprediksi fenomena El Nino akan terus bertahan hingga awal tahun 2027 dengan peluang intensitasnya mencapai kategori sangat kuat hingga 75 persen.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM