Kementerian Agama (Kemenag) memperkuat upaya menciptakan ruang aman dan nyaman bagi anak melalui penguatan regulasi, ekosistem pendidikan, Kurikulum Cinta, dan pembinaan guru.
Langkah tersebut menjadi bagian dari kontribusi Kemenag dalam mendukung Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gernas RANA).
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin menyampaikan hal tersebut saat mewakili Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam Temu Pimpinan Redaksi Media bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta Menteri Komunikasi dan Digital di Media Center Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta.
Forum tersebut digelar Kemenko PMK bersama Kemenkomdigi untuk memperkuat kolaborasi dalam merespons tantangan keamanan dan kesejahteraan anak, baik di ruang fisik maupun digital. Kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat peran media sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun ekosistem yang aman, nyaman, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.
Kamaruddin mengatakan, perhatian Kemenag terhadap ruang aman dan nyaman bagi anak tidak terbatas pada lembaga pendidikan, tetapi juga mencakup lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Ruang yang nyaman dan aman bagi anak ini di lembaga pendidikan, di keluarga, kemudian di masyarakat,” ujar Kamaruddin, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, Kemenag telah mengambil sejumlah langkah teknis dari sisi regulasi dan penguatan ekosistem pendidikan. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui penguatan Kurikulum Cinta serta pembinaan guru agar berbagai unsur pendidikan dapat bersinergi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak.
“Kementerian Agama telah melakukan atau mengambil sejumlah langkah-langkah teknis dari sisi regulasi dan ekosistem pendidikan, penguatan Kurikulum Cinta, kemudian pembinaan guru agar semuanya bisa bersinergi untuk menciptakan ruang yang nyaman bagi anak dan juga sekaligus aman bagi mereka untuk belajar, untuk tumbuh berkembang, dan untuk menjadi generasi emas di masa yang akan datang,” jelasnya.
Kamaruddin menegaskan, penciptaan ruang aman bagi anak membutuhkan perhatian yang menyeluruh. Anak tidak hanya membutuhkan lingkungan belajar yang aman, tetapi juga lingkungan keluarga dan masyarakat yang mendukung proses tumbuh kembang mereka.
Dalam forum tersebut, Menko PMK Pratikno mengatakan, penyediaan ruang aman dan nyaman bagi anak merupakan bagian fundamental dari pembangunan manusia. Menurutnya, ruang tersebut harus diwujudkan secara menyeluruh, mulai dari keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, hingga ruang digital, terlebih di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial.
“Pembangunan manusia itu juga harus memperbaiki yang fundamental, yaitu menyediakan ruang aman dan nyaman untuk anak. Dan jangan boleh ada kekerasan terhadap anak,” ujar Pratikno.
Perhatian terhadap ruang digital dinilai semakin penting seiring perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial (AI). Keamanan anak di ruang digital perlu menjadi bagian dari upaya perlindungan anak karena perkembangan teknologi juga dapat berpengaruh terhadap aspek kognitif dan kesehatan mental.
Pratikno juga mendorong keterlibatan masyarakat dan media dalam memperkuat gerakan tersebut. Media dinilai memiliki peran dalam memberikan edukasi sekaligus mendorong kontrol masyarakat terhadap upaya pemerintah menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi anak.
Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak sendiri telah diluncurkan pada 25 Juni 2026. Temu Pimpinan Redaksi Media menjadi salah satu forum untuk mengarusutamakan gerakan tersebut sekaligus membangun kolaborasi antara pemerintah dan media dalam menghadapi berbagai tantangan terkait keamanan dan kesejahteraan anak.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






