Di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang mengubah cara pemerintah berkomunikasi dengan masyarakat, GPR Institute kembali menyelenggarakan 6th GPR Forum 2026 yang dirangkaikan dengan 6th TOP GPR Award 2026, 4th TOP GPR Figure Award 2026, dan 4th TOP GPR Leader Award 2026. Mengusung tema “AI for GPR: Membangun Komunikasi Publik Pemerintah yang Efektif, Terpercaya, Adaptif, dan Beretika di Era Artificial Intelligence”, kegiatan ini akan diselenggarakan pada Rabu, 30 September 2026 di Lumire Hotel & Convention Center Jakarta.
Memasuki penyelenggaraan tahun keenam, GPR Forum telah menjadi ruang edukasi bagi praktisi Government Public Relations (GPR), kementerian, lembaga negara, lembaga pemerintah non kementerian, serta pemerintah daerah provinsi serta pemerintah daerah kota & kabupaten untuk berbagi wawasan dan praktik terbaik dalam menghadapi dinamika komunikasi publik di era digital. Tahun ini, forum akan berfokus pada pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai instrumen untuk membangun komunikasi publik pemerintah yang lebih efektif, terpercaya, adaptif, dan tetap menjunjung tinggi prinsip etika.
Selain menghadirkan forum diskusi strategis, rangkaian kegiatan ini juga menjadi ajang pemberian apresiasi kepada institusi pemerintah yang dinilai berhasil mengimplementasikan praktik Government Public Relations secara inovatif dalam membangun digital awareness, digital engagement, digital reputation, serta memperkuat kepercayaan publik melalui komunikasi yang transparan, partisipatif, dan berdampak positif bagi masyarakat.
Selain forum dan pemberian penghargaan, penyelenggaraan tahun ini juga menghadirkan Annual Achievement Reports Magazine: GPR Champion 2026, sebuah publikasi apresiatif yang diterbitkan GPR Institute untuk mendokumentasikan berbagai praktik terbaik, inovasi, serta capaian komunikasi publik instansi pemerintah pusat maupun daerah. Publikasi ini menampilkan profil institusi yang dinilai konsisten menjalankan fungsi Government Public Relations (GPR) secara strategis, inovatif, dan berdampak, sekaligus menjadi referensi praktik komunikasi publik pemerintah di era Artificial Intelligence.Â
Predikat GPR Champion 2026 merupakan bentuk apresiasi kepada instansi pemerintah yang secara konsisten meraih TOP GPR Award selama tiga tahun berturut-turut (2023–2025) serta memiliki komitmen dalam mendokumentasikan dan membagikan capaian komunikasi publik sebagai bagian dari penyusunan Annual Achievement Reports Magazine.
Instansi yang memenuhi kriteria tersebut akan mendapatkan apresiasi melalui penyajian profil dan dokumentasi capaian komunikasi publik dalam Annual Achievement Reports Magazine, sertifikat apresiasi, serta penghargaan yang disampaikan pada penyelenggaraan GPR Forum 2026.
Founder GPR Institute, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, mengatakan bahwa perkembangan Artificial Intelligence menghadirkan peluang besar bagi pemerintah untuk meningkatkan efektivitas komunikasi publik. Namun, di balik kemajuan teknologi tersebut, kepercayaan publik tetap menjadi fondasi utama yang harus terus dijaga.
“Artificial Intelligence telah mengubah cara pemerintah berkomunikasi dengan masyarakat. Namun, di tengah kemajuan teknologi tersebut, kepercayaan publik tetap menjadi fondasi utama komunikasi publik. Teknologi dapat menjadi akselerator, tetapi nilai-nilai transparansi, akuntabilitas, dan etika tetap harus menjadi pijakan utama. Melalui GPR Forum 2026 dan TOP GPR Award 2026, kami ingin mendorong lahirnya praktik komunikasi publik pemerintah yang semakin efektif, terpercaya, adaptif, sekaligus mampu menjawab tantangan komunikasi di era digital,” ujar Prof. Dr. Widodo Muktiyo.
Direktur GPR Institute, Arief Munajad, menilai bahwa tantangan komunikasi publik pemerintah saat ini tidak lagi sebatas menyampaikan informasi secara cepat, tetapi juga membangun hubungan yang lebih kuat dengan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab.
“Di tengah meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik yang cepat, akurat, dan transparan, Artificial Intelligence harus dimanfaatkan sebagai alat untuk meningkatkan kualitas komunikasi, bukan menggantikan peran manusia dalam membangun kepercayaan. Karena itu, GPR Forum 2026 kami hadirkan sebagai ruang edukasi bagi insan Government Public Relations untuk berbagi pengalaman, praktik terbaik, serta memperkuat kapasitas dalam menghadapi era Artificial Intelligence. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, kami juga menghadirkan Annual Achievement Reports Magazine: GPR Champion 2026 yang akan mendokumentasikan berbagai inovasi, strategi, dan capaian komunikasi publik instansi pemerintah sehingga praktik-praktik terbaik tersebut dapat menjadi inspirasi bagi penguatan Government Public Relations di Indonesia.”Â
Sementara itu, Co-founder GPR Institute, Tri Raharjo, menjelaskan bahwa penentuan penerima penghargaan dilakukan melalui proses digital research menggunakan metode yang objektif dan terukur.
“TOP GPR Award 2026 menggunakan tiga parameter utama dalam proses penilaian, yaitu Digital Awareness Aspect dengan bobot 20 persen, Digital Media & Website Aspect sebesar 50 persen, serta Social Media Aspect sebesar 30 persen. Ketiga parameter tersebut memberikan gambaran yang komprehensif mengenai performa komunikasi publik digital suatu instansi pemerintah, mulai dari tingkat eksposur, kualitas pemberitaan dan website resmi, hingga interaksi yang dibangun melalui media sosial,” jelas Tri Raharjo.
Ia menambahkan bahwa selain memperoleh nilai minimal 70 poin berdasarkan hasil digital research, calon penerima penghargaan juga harus memenuhi persyaratan akhir berupa dominasi pemberitaan netral & positif sekurang-kurangnya 90 persen pada hasil pencarian media digital. Kriteria tersebut diterapkan untuk memastikan bahwa penghargaan diberikan kepada institusi yang tidak hanya aktif berkomunikasi, tetapi juga mampu membangun reputasi positif dan kepercayaan publik secara berkelanjutan.
Melalui penyelenggaraan 6th GPR Forum 2026 beserta rangkaian TOP GPR Award 2026, TOP GPR Figure Award 2026, dan TOP GPR Leader Award 2026, GPR Institute berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya ekosistem komunikasi publik pemerintah yang semakin profesional, inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu memperkuat kepercayaan masyarakat sebagai fondasi utama tata kelola pemerintahan yang baik di era Artificial Intelligence.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






