Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menghadiri Gebyar Merdeka 2026 ‘Mencapai Harmoni Dalam Keberagaman’ di Malang Town Square (Matos) Kota Malang, Minggu (23/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus wadah memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Malang mengapresiasi terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat lintas suku, ras, dan agama ini. Menurutnya, kebersamaan yang terlihat menjadi representasi kemajemukan yang harus terus dirawat melalui semangat toleransi.
“Kota Malang adalah Kota Pendidikan yang banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah dengan latar belakang suku, agama, dan keberagaman lainnya. Karena itu, keberagaman tersebut harus kita satukan dalam bentuk toleransi,” tuturnya.
Tema harmoni dalam keberagaman disebutkannya merupakan komitmen bersama untuk menjaga Kota Malang sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi. Berbagai perbedaan karakteristik, adat istiadat, agama, dan kepercayaan, menurutnya, tidak boleh menjadi penghalang untuk memperkuat persatuan.
Dikatakannya, Gebyar Merdeka tidak hanya menjadi ajang merayakan kemerdekaan, tetapi juga kesempatan untuk saling mengenal dan memahami keberagaman budaya Indonesia. Dengan semakin mengenal keberagaman, masyarakat diharapkan dapat semakin menghargai satu sama lain dan hidup berdampingan dalam kebersamaan.
Wahyu juga mengajak masyarakat meneruskan semangat perjuangan para pendahulu dengan cara yang sesuai dengan tantangan zaman. Jika para pejuang terdahulu mempertaruhkan nyawa untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan, generasi saat ini memiliki tanggung jawab menjaga persatuan serta mewujudkan kesejahteraan bersama.
“Semangat perjuangan itu harus terus kita jaga agar negara kita tetap bersatu, sejahtera, dan sesuai dengan cita-cita yang kita inginkan bersama,” pesannya.
Wali Kota Malang pun berharap kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kebersamaan dalam merawat harmoni dan keberagaman, sekaligus memperkuat identitas Kota Malang sebagai kota toleransi.






