BerandaPemerintahPerkuat Visi Kepemimpinan Perguruan Tinggi, Kemdiktisaintek Siapkan Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi

Perkuat Visi Kepemimpinan Perguruan Tinggi, Kemdiktisaintek Siapkan Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membuka Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT).  Gelaran ini dihadirkan sebagai upaya memperkuat pengembangan, dan regenerasi kepemimpinan perguruan tinggi di Indonesia, di Kantor Kemdiktisaintek, Senin (7/9).

Dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045, kepemimpinan menjadi salah satu faktor penting untuk membawa perguruan tinggi Indonesia terus bertransformasi, meningkatkan kualitas, dan memperkuat daya saing di tingkat global.

- Advertisement -

AKPT dirancang sebagai forum sinergi antara pimpinan perguruan tinggi saat ini dengan calon-calon pemimpin potensial dalam sebuah proses pengembangan kepemimpinan yang berorientasi pada perubahan nyata di institusi. Tidak hanya menekankan penguatan kapasitas individu, AKPT juga mendorong kolaborasi, pertukaran pengalaman, penguatan jejaring, dan transformasi perguruan tinggi.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan menekankan bahwa pendidikan tinggi perlu ditempatkan sebagai bagian strategis dari pembangunan nasional. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghasilkan talenta, pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang dapat mendorong peningkatan kapasitas produktif Indonesia.

“Pendidikan tinggi perlu ditegakkan sebagai infrastruktur strategis pertumbuhan, menghasilkan talenta, pengetahuan, teknologi, inovasi, perusahaan dan sebagainya,” ujar Wamen Fauzan.

Wamen Fauzan juga menekankan pentingnya perubahan orientasi perguruan tinggi, dari sekadar berorientasi pada pendidikan menuju orientasi pertumbuhan. Menurutnya, keberhasilan perguruan tinggi tidak cukup hanya dilihat dari jumlah mahasiswa, lulusan, maupun publikasi, tetapi juga dari kontribusinya terhadap produktivitas, inovasi, daya saing, industri, lapangan pekerjaan, dan pembangunan.

Mengusung tagline “Mengintegrasikan Kearifan Lokal Menuju Kepemimpinan Global yang Berdampak,” AKPT menempatkan nilai-nilai kebangsaan dan kearifan lokal Indonesia, sebagai bagian penting dalam pengembangan kepemimpinan berkualitas global dan berdampak nyata. Dengan pendekatan tersebut, perguruan tinggi Indonesia diharapkan mampu berkembang dan bersaing secara global, tanpa kehilangan jati diri serta relevansinya terhadap kebutuhan bangsa.

Perkuat Kontribusi Kampus

Sejalan dengan itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie menegaskan bahwa penguatan perguruan tinggi, perlu diarahkan pada kontribusi nyata terhadap kemajuan bangsa. Wamen Stella menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Perguruan tinggi adalah kunci pertumbuhan ekonomi. Jadi pertumbuhan ekonomi 8% yang dicanangkan oleh Bapak Presiden itu adalah sesuatu yang kuncinya kita,” kata Wamen Stella.

Wamendiktisaintek Stella juga menekankan bahwa setiap perguruan tinggi perlu memiliki arah dan strategi yang jelas sesuai dengan karakteristik dan kekuatannya masing-masing. Perguruan tinggi tidak harus memiliki strategi yang sama, tetapi perlu menentukan posisi, tujuan, serta kekhasan yang ingin dikembangkan agar dapat menghasilkan keunggulan yang nyata.

Peluncuran AKPT menjadi bagian dari rangkaian AKPT Tahap I yang dilaksanakan pada 7-8 September 2026 di Kemdiktisaintek dan Universitas Bina Nusantara. Rangkaian tahap pertama membahas antara lain kepemimpinan untuk perguruan tinggi kelas dunia dan berdampak, masa depan pendidikan tinggi, transformasi ekonomi, geopolitik, tata kelola, serta penguatan daya saing global.

Melalui rangkaian AKPT, peserta akan belajar dari pengalaman para pemimpin perguruan tinggi, akademisi, praktisi, dan tokoh strategis, seperti Mendikbud (2009-2014), Mohammad Nuh,  Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily, Ketua Forum Majelis Wali Amanat Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum, Mohamad Nasir, Rektor BINUS (2009-2023), Harjanto Prabowo, Professor of Geopolitics and Islamic Business at ESSEC Business School, Cedomir Nestorovic.

Melalui AKPT, Kemdiktisaintek berharap dapat membangun ekosistem kepemimpinan pendidikan tinggi yang semakin kuat dan berkelanjutan. Pada akhirnya, penguatan kepemimpinan diharapkan mendorong perguruan tinggi Indonesia menjadi semakin unggul, berdaya saing global, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta pembangunan nasional.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM