BerandaPemdaJalur Baru Kretek–Girijati Mulai Dibuka, Perjalanan Bantul-Gunungkidul Kini Lebih Singkat

Jalur Baru Kretek–Girijati Mulai Dibuka, Perjalanan Bantul-Gunungkidul Kini Lebih Singkat

Perjalanan menyusuri kawasan pantai selatan DIY kini menawarkan pengalaman yang berbeda. Melintasi Jalan Baru Kelok 23, pengendara dapat menempuh perjalanan dari Kretek, Bantul menuju Girijati, Gunungkidul dengan waktu tempuh yang lebih singkat, sembari menikmati hamparan panorama alam khas pesisir selatan yang tersaji di sepanjang perjalanan. Mulai Senin (14/09) ini hingga Minggu (20/09), jalan sepanjang 5 kilometer ini dibuka untuk uji coba (open traffic), sekaligus menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menjajal jalur baru yang menghubungkan kawasan Bantul dan Gunungkidul tersebut.

Jalan yang dibangun dengan pendanaan lewat anggaran loan Islamic Development Bank (IsDB) ini merupakan penuntasan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) atau Pantai Selatan (Pansela) DI Yogyakarta yang telah rampung dibangun pada 28 Agustus 2026 kemarin. Ke depan, masih terdapat satu paket lanjutan yang perlu diselesaikan, yakni Paket Lot 17A – Pembangunan Jalan Baru Kretek–Girijati yang baru saja berkontrak pada 14 Agustus 2026 kemarin, untuk menangani lanjutan akhir Paket Lot 17 sepanjang 980 m yaitu berupa penurunan grade pada jalan eksisting yang semula sebesar 18% menjadi 10%.

- Advertisement -

Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Provinsi DI Yogyakarta, Tisara Sita mengungkapkan, pelaksanaan Trial Open Traffic Pembukaan Lalu Lintas pada Jalan Baru Kretek–Girijati merupakan bagian dari tahapan persiapan sebelum jalan dapat dioperasikan secara lebih luas. Adapun, uji coba tersebut dilaksanakan untuk menguji kesiapan prasarana jalan, aspek keselamatan dan kelancaran lalu lintas, serta mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu disempurnakan sebelum jalan dibuka secara lebih luas kepada masyarakat.

“Selanjutnya, evaluasi hasil Trial Open Traffic akan dilaksanakan pada tanggal 21 September 2026, dengan tetap mempertimbangkan hasil evaluasi terhadap aspek keselamatan, kondisi prasarana, dan kesiapan jalan. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan kesiapan Jalan Baru Kretek–Girijati untuk dapat dilalui masyarakat. Dengan demikian, waktu pengoperasian secara lebih luas akan ditetapkan berdasarkan hasil evaluasi dan kesiapan lapangan, sehingga aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama,” jelas Tisara pada Jumat (11/09) via daring kepada tim humasjogja.

Dalam uji coba tersebut, untuk sementara hanya kendaraan roda dua dan maksimal kendaraan roda empat yang diperbolehkan melintas jalan baru tersebut. Sebab, pada bagian akhir ruas Jalan Baru Kretek–Girijati masih terdapat pekerjaan lanjutan, membuat ruang gerak dan area manuver kendaraan besar yang masih terbatas.

Untuk mendukung kelancaran proses uji coba, masyarakat yang berkendara melewati jalan tersebut diimbau untuk dapat mematuhi segala peraturan yang ada, seperti untuk tetap memperhatikan rambu-rambu, petunjuk keselamatan, serta arahan petugas selama pelaksanaan Trial Open Traffic, serta tidak parkir dan tidak berjualan di sepanjang jalan.

Tisara menegaskan, dalam rangka mendukung keamanan, ketertiban, dan keselamatan masyarakat, pengoperasian Jalan Baru Kretek–Girijati akan dilakukan dengan koordinasi dan kolaborasi lintas instansi. Kolaborasi tersebut antara lain melibatkan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ), bersama dengan Ditlantas Polda DIY, BPTD Kelas II DIY, PT Jasa Raharja, Pemda DIY, Pemkab Bantul, serta Pemkab Gunungkidul, sesuai dengan kewenangan dan tugas masing-masing.

“Koordinasi lintas instansi tersebut penting mengingat kawasan Kretek-Girijati tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur konektivitas, tetapi juga berpotensi menjadi kawasan yang menarik perhatian masyarakat dan wisatawan. Oleh karena itu, aspek keselamatan lalu lintas, ketertiban, keamanan kawasan, serta pengawasan terhadap potensi tindakan yang dapat mengganggu pengguna jalan perlu menjadi perhatian bersama,” lanjut Tisara.

Lebih lanjut, Tisara berharap berharap sinergi yang dijalin tersebut dapat mengoptimalkan pengoperasian dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kami berharap dengan adanya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, pengoperasian Jalan Baru Kretek–Girijati dapat memberikan manfaat optimal bagi peningkatan konektivitas, mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian, serta tetap mengedepankan keselamatan dan kenyamanan seluruh pengguna jalan,” tuturnya.

Sementara itu, Pengawas Kelok 23, Yunianto Tri Atmojo menjelaskan, proyek jalan baru tersebut telah sepenuhnya selesai dikerjakan. Berbagai komponen pendukung keselamatan jalan juga telah dilengkapi. Dan saat ini, petugas hanya melakukan penyelesaian pada beberapa bagian untuk memastikan jalan siap digunakan.

“Jadi, intinya sudah bisa dibuka, ini sudah selesai. Di sini itu cuma ada petugas dua orang saja. Itu juga tadi hanya merapikan beberapa yang kurang halus,” ungkap Yunianto.

Sementara itu, uji coba dilaksanakan untuk melihat kondisi dan dampak jalan terhadap masyarakat selama digunakan. Hasil uji coba tersebut nantinya menjadi bahan evaluasi untuk mengidentifikasi apabila masih terdapat kekurangan yang perlu segera dibenahi.

“Jadi, mau kita lihat dulu dampaknya terhadap masyarakat. Terus dari masyarakat nanti kan pasti akan ada evaluasi kan, masukan-masukan itu masih bisa kita tampung,” tegas Yunianto.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM