BerandaPemerintahSetwapres Perkuat Kolaborasi dengan Media untuk Dorong Perubahan Perilaku Cegah Stunting

Setwapres Perkuat Kolaborasi dengan Media untuk Dorong Perubahan Perilaku Cegah Stunting

Kementerian Sekretariat Negara melalui Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) memperkuat kolaborasi dengan media sebagai bagian dari strategi pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Indonesia.

Media dinilai memiliki posisi strategis untuk memperluas informasi dan edukasi sekaligus membangun pemahaman masyarakat agar menerapkan perilaku yang mendukung pencegahan stunting sejak dini.

- Advertisement -

Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui media visit dalam rangkaian Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara di Semarang, Jawa Tengah.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sekretariat Negara bersama Asisten Deputi Kesehatan, Gizi, dan Pembangunan Keluarga (KGPK) Setwapres melakukan kunjungan ke sejumlah media di Jawa Tengah, termasuk Perum LKBN ANTARA Biro Jawa Tengah dan Suara Merdeka, Senin (21/9/2026).

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sekretariat Negara Faisal Fahmi mengatakan kunjungan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam mendiseminasikan berbagai kebijakan dan program pemerintah terkait pencegahan stunting.

“Dalam rangkaian rakortek kami melakukan media visit ke tiga media di Jawa Tengah yaitu TVRI, ANTARA, dan Suara Merdeka. Kami meyakini media memiliki potensi besar untuk mendukung perubahan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting,” ujar Faisal.

Faisal menambahkan bahwa media memiliki posisi strategis untuk membangun pemahaman tersebut secara konsisten. Pencegahan stunting tidak hanya berkaitan dengan masalah kesehatan, tetapi juga dipengaruhi oleh ketahanan pangan, pola asuh, sanitasi, air minum serta berbagai perilaku masyarakat. Karena itu, komunikasi publik diperlukan untuk membantu masyarakat memahami pentingnya pencegahan sejak dini.

Asisten Deputi KGPK Setwapres, Mita Apriyanti, menegaskan bahwa dukungan media menjadi bagian penting untuk memastikan berbagai program dan intervensi pemerintah tidak hanya terlaksana, tetapi juga diketahui, dipahami, dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Kerja pemerintah tentunya membutuhkan dukungan media agar informasi dan berbagai upaya pencegahan stunting dapat sampai kepada masyarakat. Karena itu, kami berharap media dapat menjadi mitra dalam mendiseminasikan program sekaligus memperkuat edukasi kepada masyarakat,” ujar Mita.

Mita menjelaskan, rangkaian kegiatan di Jawa Tengah tidak hanya diisi dengan forum koordinasi dan advokasi, tetapi juga penguatan komitmen kepala daerah melalui penandatanganan komitmen pencegahan dan percepatan penurunan stunting, dialog dengan pemerintah daerah se-Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, kunjungan ke Poltekkes Kemenkes Semarang, serta pemantauan lapangan di Kecamatan Candisari.

Dalam pemantauan lapangan, tim akan mengunjungi Kampung KB Candi Sejahtera, Posyandu Wijaya Kusuma, serta ketahanan pangan melalui budidaya lele Mina Candi 3. Kegiatan juga diisi dengan dialog bersama penyuluh Keluarga Berencana dan Tim Pendamping Keluarga, sekaligus pemberian Alat Permainan Edukatif dan lembar balik Posyandu sebagai dukungan terhadap kegiatan edukasi di tingkat masyarakat.

Rakortek dan Advokasi Regional Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara tersebut diselenggarakan melalui kolaborasi Setwapres bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi pusat dan daerah dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting.

Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Madya Asdep KGPK Setwapres, Indira Oktoviani, menekankan bahwa arah ke depan perlu semakin memperkuat aspek pencegahan.

“Ke depan, kata kuncinya adalah pencegahan. Jangan sampai anak sudah mengalami stunting baru kita intervensi, karena penanganannya akan lebih sulit dan membutuhkan upaya yang lebih besar. Karena itu, perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat menjadi sangat penting,” ujar Indira.

Dalam kunjungan ke ANTARA Jawa Tengah, Kepala Biro Jawa Tengah Teguh Imam Wibowo menyampaikan bahwa media memiliki peran penting dalam memperluas edukasi kepada masyarakat. ANTARA Jawa Tengah memiliki jaringan pewarta yang menjangkau 35 kabupaten/kota sehingga memiliki potensi besar dalam memperluas penyebaran informasi mengenai kesehatan.

Teguh juga menekankan bahwa Jawa Tengah memiliki kekayaan sumber pangan dan protein yang besar. Karena itu, tantangan tidak selalu berada pada ketersediaan pangan, tetapi juga bagaimana masyarakat memahami pemenuhan gizi yang seimbang dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, kunjungan ketiga media ini membuka peluang adanya kolaborasi dengan Sekretariat Wakil Presiden mengingat ketiga media ini telah tumbuh bersama masyarakat, memiliki jaringan wartawan di seluruh kabupaten/kota, kanal digital dan media sosial, serta berbagai kegiatan berbasis komunitas.

Redaktur Pelaksana Suara Merdeka, Rony Yuwono, menilai edukasi kepada masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, media tetap memiliki peran sebagai penyampai informasi sekaligus kontrol sosial, termasuk dalam membantu masyarakat memahami program publik dan mendorong perubahan perilaku yang mendukung pencegahan stunting.

Melalui media visit ini, kolaborasi pemerintah dan media diharapkan tidak berhenti pada penyebarluasan informasi kegiatan, tetapi berkembang menjadi kerja bersama dalam membangun literasi masyarakat dalam membangun pemahaman dan mendorong perubahan perilaku masyarakat. Dengan informasi yang mudah dipahami dan edukasi yang dilakukan secara konsisten, pencegahan stunting diharapkan semakin dipahami sebagai tanggung jawab bersama dan diwujudkan dalam tindakan nyata.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM