BerandaPemerintahBMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Danau Toba, Hari Pertama Muka Air...

BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Danau Toba, Hari Pertama Muka Air Naik 15 Milimeter

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Perum Jasa Tirta I (PJT I) dan PT Indonesia Asahan Aluminium (PT Inalum) memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba sejak 21 September hingga 15 Oktober 2026. Operasi ini bertujuan menambah curah hujan guna menjaga stabilitas tinggi muka air danau yang menjadi aset strategis nasional bagi kelistrikan, pengelolaan sumber daya air, dan kebutuhan masyarakat serta industri di Sumatra Utara.

Direktur Operasional Modifikasi Cuaca, Budi Harsoyo, menjelaskan pada hari pertama operasi, petugas melaksanakan satu sorti penerbangan menggunakan pesawat Cessna Grand Caravan berregistrasi PK-SNM milik PT Smart Cakrawala Aviation (SCA) dari Posko OMC Bandara Silangit. Operasi tersebut langsung membuahkan hasil di mana hujan dengan intensitas ringan hingga sedang turun merata di DTA Danau Toba dan mengangkat tinggi muka air danau sebesar 15 mm.

- Advertisement -

“Karena itu, melalui OMC ini kita berupaya mengoptimalkan potensi awan yang tersedia untuk membantu meningkatkan curah hujan dan menambah masukan air ke DTA Danau Toba. Informasi mengenai kejadian hujan maupun wilayah yang mengalami kekeringan sangat penting sebagai bahan evaluasi dan penentuan prioritas operasi,” kata Budi.

Lebih lanjut, pelaksanaan OMC kali ini berlangsung pada momentum krusial, yaitu masa transisi akhir musim kemarau menuju musim hujan. Ia menyebut bahwa musim kemarau yang berlangsung bersamaan dengan fenomena El Niño telah menurunkan ketersediaan air di sejumlah sumber air baku, termasuk di DTA Danau Toba.

Budi menambahkan bahwa keberhasilan operasi ini tidak lepas dari dukungan dan sinergi berbagai pihak. Dengan adanya dukungan dan sinergi dari PJT I, pemerintah daerah, BBWS, BPBD, Dinas Pertanian, dan seluruh pihak terkait, tentunya dapat memberikan hasil yang optimal dalam menjaga ketersediaan dan keandalan air baku di DTA Danau Toba dan sekitarnya.

Senada dengan Budi, Direktur Operasional PJT I, Milfan Rantawi, menekankan pentingnya koordinasi yang baik antara seluruh pihak dan masyarakat selama operasi berlangsung. “Diharapkan OMC dapat berjalan sesuai rencana, sehingga peningkatan curah hujan benar-benar mendukung ketersediaan air untuk di daerah tangkapan air Danau Toba,” kata Milfan.

Melalui pelaksanaan OMC ini, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya nasional pada sektor ketahanan air, ketahanan pangan, dan ketahanan energi, sehingga produksi aluminium sebagai bagian dari program hilirisasi pemerintah dapat terpenuhi.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM