Pemerintah Kota Pekalongan mendorong ribuan pengrajin batik agar naik kelas, yakni dengan cara menghasilkan karya, sekaligus memiliki akses pemasaran, keterampilan yang terus berkembang, serta pengakuan atas kompetensi melalui berbagai program pembinaan.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Dindagkop-UKM) Kota Pekalongan Wismo Aditiyo mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan Pemkot Pekalongan adalah membuka lebih banyak ruang promosi dan pemasaran bagi para pengrajin. Dindagkop-UKM secara rutin memfasilitasi pelaku usaha binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pekalongan untuk mengikuti berbagai pameran di tingkat lokal maupun nasional.
Pemkot Pekalongan juga tengah membangun gedung galeri Dekranasda yang direncanakan menjadi outlet bersama bagi pengrajin batik dan pelaku kerajinan lainnya. Galeri tersebut dibangun di bekas Kantor Batik TV.
“Pada tahun ini kami juga sedang membangun gedung galeri Dekranasda, yang sebelumnya merupakan Kantor eks Batik TV. Nantinya bisa digunakan sebagai outlet bersama bagi teman-teman pengrajin yang ada di Kota Pekalongan,” jelas Wismo.
Pembinaan juga dilakukan melalui pelatihan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia. Pelatihan dilaksanakan oleh Pemkot Pekalongan maupun melalui kolaborasi dengan pihak swasta dan Rumah BUMN, termasuk Rumah BUMN Telkom dan Rumah BUMN BRI.
Selain keterampilan, Pemkot Pekalongan mendorong pengrajin memiliki sertifikasi sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi mereka. Sertifikasi tersebut diharapkan memberikan nilai tambah bagi pengrajin dalam menjalankan profesinya.
“Belum semua pembatik tersertifikasi. Namun, ini menjadi salah satu upaya kita agar mereka memiliki added value atau nilai tambah. Dengan bekerja sebagai pembatik, mereka juga memiliki lisensi sebagai bentuk pengakuan terhadap kemampuan profesinya,” ungkap Wismo.
Dukungan terhadap pengrajin juga ditampilkan melalui Pekalongan Batik Night Carnival (PBNC) 2026, Jumat (2/10/2026). Karnaval dimulai dari depan Pengadilan Negeri/SMP Negeri 2 Kota Pekalongan dan finish di Museum Batik Kota Pekalongan. Sepanjang rute, para peserta menghadirkan beragam kreasi berbasis batik yang memperlihatkan kekayaan identitas dan kreativitas masyarakat Kota Pekalongan.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Dinparbudpora) Kota Pekalongan, Sabaryo Pramono, menyampaikan, PBNC 2026 merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Batik Nasional. Kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang bagi pembatik dan pelaku ekonomi kreatif untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.
PBNC 2026 tak hanya menjadi perayaan visual atas kekayaan batik, tetapi juga menjadi cermin semangat Kota Pekalongan dalam membuka ruang bagi kreativitas, talenta muda, dan beragam potensi masyarakat untuk terus tumbuh dan dikenal lebih luas.
“Harapannya untuk tahun depan kita akan laksanakan kembali dengan lebih banyak potensi-potensi yang akan kita tampilkan, khususnya dalam hal batik. Walaupun sebenarnya Kota Pekalongan tidak hanya perhatian kepada batik, potensi-potensi yang lain juga akan kita gali untuk event-event yang akan datang,” pungkasnya.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






