BerandaPemerintahMenag Buka TEFLIN ke-72, 20 Negara Bahas Inovasi Belajar Bahasa Inggris yang...

Menag Buka TEFLIN ke-72, 20 Negara Bahas Inovasi Belajar Bahasa Inggris yang Lebih Inklusif

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar membuka konferensi internasional Teaching of English as a Foreign Language in Indonesia (TEFLIN) ke-72 di UIN Syarif Hidayatullah. Forum yang berlangsung 7–9 Oktober 2026 ini mempertemukan akademisi, peneliti, pendidik, dan praktisi pendidikan bahasa dari 20 negara.

Konferensi yang berlangsung di Kampus 2 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengangkat tema “Transforming Language Education: Innovation, Inclusion, and Connection for a Sustainable Future.”

- Advertisement -

Menurut Menag, forum ini tidak sekadar menjadi ruang untuk membahas pengajaran dan pembelajaran bahasa, tetapi juga tempat berbagi pengetahuan, pengalaman, serta memperkuat komitmen bersama dalam membangun pendidikan yang inovatif dan inklusif.

“I believe that this conference is not merely an academic forum for discussing language teaching and learning. More importantly, it is a space for sharing knowledge, exchanging experiences, and strengthening our collective commitment to developing education that is innovative, inclusive, and responsive to the needs of society,” ujar Menag dalam pembukaan TEFLIN ke-72 di Kampus II UIN Syarif Hidayatullah, Rabu (7/10/2026).

Dalam forum tersebut, Menag menekankan pentingnya pengembangan pembelajaran bahasa Inggris melalui pendekatan yang efektif, inovatif, inklusif, dan berpusat pada peserta didik. Pemanfaatan teknologi dan platform digital, perlu berjalan beriringan dengan perhatian terhadap keragaman kebutuhan dan latar belakang peserta didik.

“Learning English should become more accessible and enjoyable, so that anyone who wants to master the language can have a fair opportunity to develop their competence and ultimately achieve greater success in their academic, professional, and personal lives,” ungkapnya.

Menag berharap TEFLIN ke-72 menghasilkan gagasan baru, pendekatan inovatif, dan kolaborasi yang berdampak bagi kemajuan pendidikan bahasa Inggris di Indonesia dan dunia. Forum tersebut juga diharapkan memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi, termasuk PTKIN.

“I therefore hope that this conference will generate new ideas, innovative approaches, and meaningful collaboration for the advancement of English language education in Indonesia and beyond. I also hope that the discussions and partnerships developed throughout this conference will contribute to strengthening the internationalization of our higher education institutions, including Islamic higher education institutions in Indonesia,” tutur Menag.

Presiden TEFLIN Utami Widiati mengatakan, konferensi tahun ini mempertemukan para peneliti, pendidik, dan praktsi dari 20 negara untuk membahas perubahan teknologi dan kecerdasan buatan dalam pengajaran, pembelajaran, asesmen, dan penelitian bahasa. Keikutsertaan peserta , lanjutnya, menjadi kesempatan untuk memperkuat jejaring dan membuka peluang kolaborasi internasional.

“As we welcome colleagues from different countries, 20 countries around the world are joining this conference. I hope this conference will further strengthen our connections and open new opportunities for international collaboration,” terang Utami.

Sejumlah pembicara dari luar negeri turut mengisi rangkaian konferensi, di antaranya Prof. Sue Garton, Prof. Peter I. De Costa, Prof. Rob Waring, serta para akademisi dari University of Melbourne, University of Leeds, Michigan State University, Aston University, dan sejumlah institusi internasional lainnya.

Hadir dalam pembukaan antara lain Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu, Tenaga Ahli Menag Andi Salman Maggalatung, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Asep Saepudin Jahar, serta Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Siti Nurul Azkiyah.

Konferensi ini juga dirangkai dengan The 10th International Conference on Education in Muslim Society (ICEMS) dan The 2nd TESOL Research Colloquium yang memperkaya diskusi mengenai pendidikan di masyarakat Muslim, termasuk keterkaitan antara agama, budaya, bahasa, tradisi lokal, dan pengetahuan global.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM