BerandaGovernment AchievementUPI Raih TOP GPR Award 2026, Rektor Didi Sukyadi Tekankan Pentingnya Peran...

UPI Raih TOP GPR Award 2026, Rektor Didi Sukyadi Tekankan Pentingnya Peran Humas dalam Menjaga Reputasi Kampus

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berhasil meraih penghargaan TOP GPR Award 2026 dari GPR Institute atas keberhasilannya dalam menjalankan kegiatan kehumasan untuk membangun reputasi positif institusi di tengah dinamika komunikasi publik dan perkembangan era digital.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Rektor UPI, Prof. Didi Sukyadi, di Manhattan Hotel Jakarta, Selasa (13/10/2026).

- Advertisement -

TOP GPR Award merupakan penghargaan yang diberikan GPR Institute kepada kementerian, lembaga negara, komisi negara, lembaga pemerintah nonkementerian, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten/kota di Indonesia yang dinilai berhasil menjalankan strategi kehumasan dalam membangun citra dan reputasi positif melalui pemanfaatan kanal digital.

Penghargaan yang diraih UPI menjadi bentuk apresiasi terhadap peran komunikasi publik dalam mendukung reputasi institusi pendidikan tinggi. Di tengah perkembangan teknologi informasi, fungsi humas perguruan tinggi semakin strategis, tidak hanya dalam menyampaikan informasi dan capaian institusi, tetapi juga dalam menjaga kepercayaan publik serta mengelola berbagai isu yang berkembang di masyarakat.

Rektor UPI: Penghargaan Ini Hasil Kerja Insan Humas

Rektor UPI, Prof. Didi Sukyadi, menyampaikan apresiasi kepada GPR Institute atas penghargaan yang diberikan kepada UPI. Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kerja dan kontribusi seluruh insan humas di lingkungan universitas.

“Terima kasih GPR Institute atas penghargaan yang diberikan kepada UPI. Penghargaan ini hasil karya insan humas UPI,” ujar Didi Sukyadi.

Menurutnya, mengelola perguruan tinggi bukanlah pekerjaan yang sederhana. Berbagai persoalan dapat muncul dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi dan membutuhkan penanganan yang tepat agar tidak berkembang menjadi krisis yang berpotensi memengaruhi reputasi institusi.

“Mengelola perguruan tinggi tidak mudah. Ada sejumlah persoalan yang selalu muncul yang kalau tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sebuah krisis,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kesiapan humas perguruan tinggi dalam mengidentifikasi isu, menyusun strategi komunikasi, serta menyampaikan informasi secara akurat dan terukur. Pengelolaan isu yang baik diperlukan agar institusi dapat merespons berbagai persoalan secara profesional sekaligus menjaga kepercayaan sivitas akademika dan masyarakat.

Perkuat Sinergi dengan Media dan Insan Humas

Lebih lanjut, Didi Sukyadi mengingatkan seluruh insan humas UPI agar terus membangun hubungan baik dengan sesama praktisi humas dan insan media. Menurutnya, hubungan profesional yang kuat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung komunikasi institusi yang efektif.

“Kepada seluruh humas UPI untuk selalu menjaga hubungan baik dengan insan humas yang lain dan media serta kita melakukan tindakan yang terukur dan tepat,” tegasnya.

Arahan tersebut sejalan dengan kebutuhan pengelolaan komunikasi publik di era digital, ketika informasi dapat menyebar dengan cepat dan memengaruhi persepsi masyarakat terhadap institusi. Oleh karena itu, koordinasi internal, keterbukaan informasi, serta respons yang tepat terhadap isu menjadi bagian penting dari strategi kehumasan perguruan tinggi.

Bagi UPI, penguatan fungsi humas juga menjadi bagian dari upaya menjaga komunikasi yang konstruktif dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, alumni, mitra pendidikan, hingga masyarakat luas.

Tiga Parameter Penilaian TOP GPR Award 2026

Penilaian TOP GPR Award 2026 mengacu pada tiga parameter utama yang berfokus pada performa komunikasi dan kehadiran digital institusi.

Pertama, Digital Awareness Aspect, yaitu aspek yang menilai tingkat kesadaran dan perhatian publik terhadap institusi melalui pencarian serta informasi yang tersedia di internet.

Kedua, Digital Media & Website Aspect, yaitu aspek yang mengevaluasi eksposur pemberitaan institusi di media digital serta pengelolaan website sebagai saluran informasi resmi, termasuk perannya dalam menyediakan informasi yang mudah diakses oleh masyarakat.

Ketiga, Social Media Aspect, yaitu aspek yang menilai pemanfaatan media sosial dalam menyampaikan informasi, membangun interaksi, serta meningkatkan keterlibatan publik dengan institusi. pentingnya pengelolaan komunikasi digital yang terintegrasi dalam membangun reputasi institusi. Kehadiran digital yang kuat perlu didukung oleh informasi yang akurat, konsisten, relevan, dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Komitmen Membangun Reputasi Positif Perguruan Tinggi

Raihan TOP GPR Award 2026 diharapkan menjadi motivasi bagi UPI untuk terus meningkatkan kualitas komunikasi publik dan memperkuat peran humas sebagai bagian strategis dari tata kelola perguruan tinggi.

Selain menyampaikan informasi mengenai program dan capaian universitas, humas juga memiliki tanggung jawab dalam mengelola isu secara profesional, menjaga hubungan dengan media, serta memastikan komunikasi berjalan secara terukur dan tepat sasaran.

Melalui penguatan strategi kehumasan dan pemanfaatan kanal digital, UPI diharapkan dapat terus membangun hubungan yang baik dengan para pemangku kepentingan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan tinggi.

Penghargaan ini menjadi momentum bagi insan humas UPI untuk terus berinovasi, meningkatkan profesionalisme, dan memperkuat kontribusi komunikasi publik dalam mendukung reputasi serta keberlanjutan institusi pendidikan di Indonesia.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM