BerandaPemerintahPerkuat Peringatan Dini Tsunami, Indonesia Ajak Negara Samudra Hindia Lakukan Tindakan Kolektif

Perkuat Peringatan Dini Tsunami, Indonesia Ajak Negara Samudra Hindia Lakukan Tindakan Kolektif

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendorong penguatan kerja sama regional negara-negara di kawasan Samudra Hindia untuk meningkatkan sistem peringatan dini tsunami, memperkuat pertukaran data dan pengetahuan kelautan, serta membangun ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai bahaya laut. Upaya tersebut menjadi salah satu fokus dalam rangkaian kegiatan Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO-Indian Ocean Central Sub-Commission (IOCINDIO) di Bali 12-14 Oktober 2026.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa negara-negara di kawasan Samudra Hindia perlu memperkuat kolaborasi karena berbagai ancaman laut, seperti tsunami, bahaya pesisir, kejadian laut ekstrem, dan dampak perubahan iklim dapat melintasi batas negara. Menurutnya, setiap negara tidak dapat menghadapi tantangan tersebut secara optimal tanpa dukungan pengetahuan bersama, koordinasi, dan tindakan kolektif.

- Advertisement -

“Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki keterikatan yang erat dengan laut. Laut menopang kehidupan masyarakat, menghubungkan ribuan pulau, serta membentuk budaya dan perekonomian. Karena itu, kerja sama dalam ilmu kelautan, pengelolaan laut berkelanjutan, dan mitigasi bahaya laut menjadi sangat penting,” kata Faisal.

Ia menambahkan, kerja sama regional perlu menjawab perbedaan kapasitas pemantauan, teknologi, keahlian, dan kelembagaan antarnegara. Negara-negara di kawasan juga perlu menerjemahkan pengetahuan ilmiah menjadi layanan operasional yang mendukung pengambilan keputusan, penyusunan kebijakan, dan tindakan nyata bagi masyarakat.

Indonesia memiliki pengalaman yang dapat mendukung upaya tersebut. Sejak 2008, Indonesia mengoperasikan pusat peringatan tsunami nasional yang mampu mendeteksi dan menyampaikan peringatan tsunami untuk kawasan terkait. Indonesia juga telah memfasilitasi 29 komunitas untuk memperoleh pengakuan Tsunami Ready dari UNESCO-IOC serta mendukung Seychelles dan Oman dalam mengembangkan program peringatan tsunami dan kesiapsiagaan berbasis masyarakat.

Berbekal pengalaman tersebut, BMKG mendorong negara-negara anggota untuk memperkuat mekanisme berbagi data pengamatan, informasi, pengetahuan, dan keahlian. Kerja sama juga perlu menghubungkan hasil kajian ilmiah dan layanan regional dengan pengambilan keputusan di tingkat nasional serta pelaksanaan mitigasi di tingkat lokal.

“Dengan demikian, kolaborasi tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi menghasilkan manfaat yang nyata bagi seluruh masyarakat di Samudra Hindia,” ujarnya.

Sementara itu, Plh. Deputi Bidang Geofisika BMKG Ardhasena Sopaheluwakan, menyampaikan bahwa workshop ini menjadi momentum penting untuk menerjemahkan visi bersama menjadi program kerja yang konkret. Selama dua hari pelaksanaan sidang, para delegasi membahas prioritas regional dan mengupayakan integrasinya ke dalam program dan anggaran IOC untuk periode dua tahunan 2028–2029.

Ardhasena menjelaskan bahwa pembahasan mencakup empat prioritas utama, yaitu mendorong laut yang sehat dan tangguh, meningkatkan sistem peringatan dini terhadap tsunami dan bahaya laut lainnya, memperkuat ekonomi serta ilmu pengetahuan kelautan, dan meningkatkan kapasitas serta literasi kelautan di seluruh negara anggota.

“Berbagai tantangan yang dihadapi laut, mulai dari kejadian iklim ekstrem hingga bahaya geofisika, melampaui batas negara. Melalui pengembangan kapasitas, peningkatan pertukaran pengetahuan, dan kemitraan yang kuat, kita dapat merumuskan solusi regional yang lebih tangguh,” ujar Ardhasena.

Ia menambahkan bahwa hasil sidang akan mendukung implementasi regional Dekade Ilmu Kelautan PBB untuk pembangunan berkelanjutan. Masukan para delegasi juga akan menjadi bahan bagi pengembangan Indian Ocean Regional Blueprint dan persiapan menuju Ocean Decade Conference 2027. Selain itu, pembahasan tersebut akan berkontribusi pada konsultasi mengenai masa depan IOC dan penyusunan strategi jangka menengah IOC periode 2030–2037.

Melalui forum IOCINDIO, BMKG berharap negara-negara anggota dapat menyepakati prioritas bersama, memperkuat kemitraan jangka panjang, dan membangun program regional yang berkelanjutan. Indonesia menyatakan kesiapan untuk berbagi pengalaman, berkontribusi dalam penguatan kapasitas kawasan, serta belajar dari negara-negara anggota dan mitra demi meningkatkan keselamatan, ketahanan masyarakat, dan keberlanjutan ekosistem laut di kawasan Samudra Hindia.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM