Keamanan pangan menjadi bagian penting dalam menghadirkan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan sekaligus mendukung perekonomian masyarakat. Untuk mewujudkannya, BPOM bersinergi dengan Kementerian Pariwisata melalui integrasi Program Desa Pangan Aman dan Desa Wisata.
Sinergi tersebut diluncurkan dalam Pertemuan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (Germas SAPA) dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia di Gedung Bhinneka Tunggal Ika BPOM, Selasa (20/10/2026). Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas penerapan keamanan pangan di desa wisata, sekaligus meningkatkan nilai tambah produk pangan dan kuliner lokal.
Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan bahwa keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan edukasi masyarakat, pelatihan pelaku usaha, dan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, sinergi program menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan perlindungan dan memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat.
“Sinergi program merupakan sebuah keniscayaan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat luas,” ujar Taruna Ikrar. BPOM telah menjalankan Program Desa Pangan Aman sejak 2017. Pada periode 2020 hingga 2025, program ini telah mencakup Desa Pangan Aman di 6.322 desa/kelurahan dengan hasil 31.541 kader keamanan pangan desa dilatih, 160.099 anggota komunitas diberi bimtek keamanan pangan, dan 782 sertifikat diterbitkan untuk 660 komunitas yang dibina. Sertifikat ini seperti Sertifikat Pemenuhan Komitmen Produksi Pangan Industri Rumah Tangga/SPP-IRT, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, dan Sertifikat nomor izin edar MD.
“Sinergi Desa Pangan Aman dan Desa Wisata akan memperluas manfaat bagi masyarakat desa serta pembangunan daerah,” lanjut Kepala BPOM. Sinergi dengan Kementerian Pariwisata diharapkan dapat memperluas jangkauan program sekaligus membantu masyarakat desa mengembangkan potensi lokalnya.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa desa wisata merupakan ujung tombak pengembangan pariwisata Indonesia. Selain menikmati keindahan alam dan budaya, wisatawan juga mencari pengalaman kuliner lokal dan produk khas daerah untuk dijadikan oleh-oleh.
Karena itu, penerapan keamanan pangan menjadi bagian penting dalam pembinaan dan pengembangan desa wisata. Dengan pangan yang aman, wisatawan dapat menikmati sajian kuliner lokal dengan lebih nyaman, sementara produk khas daerah memiliki peluang untuk semakin dipercaya dan diminati.
Menteri Pariwisata berharap sinergi ini menjadi langkah baru dalam mewujudkan desa wisata yang aman, sehat, dan berdaya saing melalui penguatan keamanan pangan. Penerapan keamanan pangan juga dapat mendukung pelaku usaha lokal dalam meningkatkan mutu produk serta memperkuat daya saing kuliner dan oleh-oleh khas desa.
Pada kesempatan ini, Kepala BPOM dan Menteri Pariwisata menandatangani Nota Kesepahaman tentang Sinergi Tugas dan Fungsi di Bidang Pariwisata serta Pengawasan Obat dan Makanan. Melalui kolaborasi ini, BPOM dan Kementerian Pariwisata mendorong keterlibatan pemerintah daerah, pengelola desa wisata, kader keamanan pangan, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk membangun ekosistem pangan yang aman.
Edukasi dan pendampingan diharapkan membantu pelaku usaha menerapkan praktik produksi pangan yang baik serta memenuhi persyaratan keamanan pangan sesuai ketentuan. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya melindungi kesehatan masyarakat dan wisatawan, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan warga serta mendorong kemandirian ekonomi desa.
Dampak pendampingan keamanan pangan turut dirasakan oleh Desa Kenteng, peraih juara pertama Lomba Desa Pangan Aman Regional Barat. Sekretaris Desa Kenteng Ana Ghosiyatul Umaroh menyampaikan bahwa pemerintah desa melakukan intervensi dan pendampingan kepada sejumlah UMKM untuk memastikan materi sosialisasi keamanan pangan diterapkan secara konsisten.
“Perubahannya, saat ini, masyarakat lebih paham tentang pentingnya keamanan pangan yang mereka lakukan. Prosedur yang dilaksanakan di lapangan jadi lebih tertata untuk pelaku UMKM,” ungkap Ana.
Melalui pendampingan dan evaluasi berkala, pemerintah desa dapat mengidentifikasi pelaku usaha yang telah konsisten menerapkan keamanan pangan maupun yang masih membutuhkan sosialisasi lanjutan. Pendampingan tersebut juga membantu pelaku UMKM memperoleh informasi mengenai persyaratan perizinan, termasuk SPP-IRT dan sertifikasi halal. Ke depan, pemerintah Desa Kenteng berharap pelaku usaha semakin tertib dan peduli terhadap pemenuhan persyaratan perizinan agar produk yang dihasilkan dapat memenuhi ketentuan yang berlaku.
Selain Desa Kenteng, Kelurahan Sidorejo Kabupaten Kotawaringin Barat dan Desa Hunuth Kota Ambon juga menjadi juara pertama Lomba Desa Pangan Aman untuk Regional Tengah dan Timur. Sementara, untuk kategori lomba Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas juara pertama Regional Barat, Tengah, dan Timur dimenangkan oleh Pasar Sleman Unit II Kabupaten Sleman, Pasar Batan Kendal Kota Denpasar, dan Pasar Dufa-Dufa Kota Ternate.
Kepala BPOM juga menyampaikan apresiasi kepada Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Sengon Kabupaten Trenggalek, SDN 2 Sepunggur Kabupaten Tanah Bumbu, dan Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Unggulan Kota Gorontalo sebagai juara pertama Lomba Sekolah yang membudayakan Keamanan Pangan.
Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid melalui Zoom Meeting dilanjutkan dengan Talkshow Sinergi Program Desa Pangan Aman dengan Desa Wisata. Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan Anisyah, Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata Florida Pardosi, Sekretaris Desa Kenteng Ana Ghosiyatul Umaroh, dan Kepala Balai Besar POM di Banjarbaru Ary Yustantiningsih hadir sebagai narasumber.
Keempatnya membahas mengenai konsep Desa Pangan dan Desa Wisata, strategi pendampingan, peran komunitas, serta tantangan dan peluang keberlanjutan program. Selain itu, dalam talkshow dibahas kiat-kiat sukses dan praktik baik implementasi Desa Pangan Aman sekaligus Desa Wisata dari salah satu Desa Juara Desa Pangan Aman Tahun 2026.
Melalui kegiatan hari ini, BPOM mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan semangat Hari Pangan Sedunia sebagai gerakan nyata berinovasi dalam keamanan pangan serta komunikasi risiko yang jelas, dan siap menghadapi lonjakan wisatawan. Dari desa kita mulai, dengan pangan aman kita bangun pariwisata berdaya saing dan masa depan Indonesia yang sehat.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






