Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) menggelar EKSPOS STMKG (Ekshibisi Skripsi Taruna dan Penelitian Dosen STMKG) 2026 di Auditorium Kantor Pusat BMKG, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Kegiatan yang juga digelar dalam rangka Dies Natalis STMKG Tahun 2026 ini dilaksanakan untuk memperkenalkan hasil riset sekaligus membuka peluang kolaborasi dan pengembangan inovasi yang mendukung operasional BMKG.
Dalam sambutannya, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa STMKG memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten sekaligus mengembangkan penelitian dan inovasi untuk menjawab kebutuhan operasional BMKG. Menurutnya, penguatan riset menjadi bagian penting dari upaya BMKG untuk terus berkembang dan berinovasi dengan landasan ilmiah yang kuat, sehingga informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika (MKG) yang dihasilkan semakin akurat, cepat, dan dapat diandalkan.
“Saya ingin menekankan bahwa EKSPOS STMKG tidak boleh hanya menjadi ajang pameran hasil penelitian semata. Kegiatan ini harus menjadi jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan nyata di lapangan,” kata Faisal dalam sambutannya.
Untuk itu, Faisal meminta seluruh unit kerja BMKG mencermati hasil penelitian yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut. Hasil riset yang relevan perlu ditindaklanjuti melalui diskusi teknis, pendampingan, pengujian, dan validasi agar dapat dinilai kelayakannya sebelum diterapkan dalam kegiatan operasional.
Hasil penelitian juga perlu melalui tahapan pengujian, kalibrasi, verifikasi, dan validasi sesuai kebutuhan untuk memastikan akurasi dan kelayakannya sebelum dimanfaatkan oleh unit pelaksana teknis (UPT) maupun sistem operasional BMKG.
“Yang terpenting, hasil penelitian harus memberikan dampak nyata, baik dalam meningkatkan akurasi pengamatan, memperkuat sistem peringatan dini, maupun meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” pesannya.
Faisal juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas program studi dalam mengembangkan penelitian. Bidang meteorologi, klimatologi, geofisika, dan instrumentasi MKG memiliki keterkaitan dalam mendukung layanan BMKG. Oleh karena itu, pertukaran pengetahuan antartaruna dan dosen perlu diperkuat agar hasil penelitian dapat dikembangkan melalui sudut pandang dan keahlian yang beragam.
“Mari kita wujudkan semangat ‘Satu STMKG, Beragam Gagasan, Sejuta Potensi’ melalui kolaborasi yang nyata dan berkelanjutan. Saya berharap EKSPOS STMKG 2026 menjadi awal dari kolaborasi riset yang lebih kuat antara STMKG dan BMKG, sehingga hasil penelitian tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi dapat dikembangkan menjadi solusi nyata bagi kebutuhan operasional,” pungkasnya.
Sementara itu, Plh. Ketua STMKG Adityawarman, melaporkan EKSPOS STMKG 2026 menampilkan 60 poster skripsi taruna dari empat program studi, yakni meteorologi, klimatologi, geofisika, dan instrumentasi MKG, serta 10 poster penelitian unggulan dosen. Berdasarkan laporan penyelenggara, pameran poster ini untuk pertama kalinya diselenggarakan guna memperkenalkan hasil penelitian kepada pimpinan dan pegawai BMKG sekaligus memperoleh masukan untuk pengembangan riset STMKG selanjutnya.
“Ide-ide dari karya yang dihasilkan merupakan upaya untuk menjawab berbagai bentuk tantangan yang ada, baik dalam operasional di BMKG maupun dalam ranah keilmuan meteorologi, klimatologi, geofisika, serta instrumentasi MKG pada umumnya,” kata Adityawarman.
Pada 2026, sebanyak 260 lulusan STMKG telah menghasilkan karya ilmiah melalui tahapan akademik untuk menjaga kualitas penelitian. Adityawarman menilai, hasil karya tersebut perlu disebarluaskan kepada berbagai pihak, terutama BMKG sebagai pengguna utama lulusan STMKG. Diseminasi ini juga menjadi bentuk akuntabilitas sivitas akademika dalam menyiapkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Melalui EKSPOS STMKG 2026, hasil penelitian taruna dan dosen diharapkan tidak hanya menjadi capaian akademik, tetapi juga membuka peluang pengembangan bersama dengan unit kerja BMKG. Diskusi dan masukan dari pengguna hasil penelitian menjadi langkah penting untuk mengidentifikasi potensi inovasi yang dapat diuji dan dikembangkan sesuai kebutuhan operasional, sehingga pada akhirnya turut mendukung peningkatan kualitas layanan MKG kepada masyarakat.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






