Beranda blog Halaman 1138

Gandeng Seluruh Pihak, Wali Kota Pekanbaru Canangkan Gerakan Serbu Sampah

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, mencanangkan Gerakan Serbu Sampah sebagai salah satu upaya dalam penanganan permasalahan sampah di kota ini. Gerakan Serbu Sampah ini melibatkan seluruh pihak dalam membersihkan sampah.

Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru Masykur Tarmizi mengatakan bahwa Gerakan Serbu Sampah ini juga merupakan bagian dari gerakan nasional Indonesia bersih yang dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Pak Wali juga mempunyai program 100 hari kerja, dan salah satunya Pekanbaru bebas sampah. Kita sudah mulai mempersiapkan ini, dan teman-teman di lapangan sudah bekerja,” kata Masykur Tarmizi, Jumat (21/3/2025).

Menurutnya, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho sudah langsung memimpin rapat dengan jajaran, camat, pihak ketiga pengangkutan sampah dan pihak terkait lainnya.

Baca juga: Kabar Baik! Wali Kota Pekanbaru Turunkan Tarif Parkir

Dari rapat tersebut, maka diperlukan dengan menggandeng seluruh pihak bahu membahu untuk menciptakan Pekanbaru bebas sampah. Tidak hanya DLHK Pekanbaru, camat dan lurah juga diberi tanggungjawab untuk mengawasi wilayah masing-masing dari tumpukan sampah.

“Kalau semua bersinergi, saya kira Pekanbaru ini bebas dari sampah. Pak wali ini ingin sampah ini kita keroyok sama-sama,” jelasnya.

Tempat Penampungan Sementara (TPS) liar juga ditutup Pemko Pekanbaru untuk menghindari penumpukan sampah.

“Kita minta pak lurah pak camat jagain (TPS liar) kalau tidak dijaga nanti muncul lagi sampahnya,” tutup Masykur

Ia memastikan, bahwa Pemko Pekanbaru terus berupaya agar tidak ada lagi tumpukan sampah yang berserakan di TPS. Ia juga mendorong pihak operator memaksimalkan kinerja dalam pengangkutan sampah.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Mendikdasmen dan MUI Teken Kerja Sama Tentang Layanan Pendidikan Bermutu

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Majellis Ulama Indonesia (MUI), di Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta, Jumat (21/3).

Turut hadir pada peresmian ini, Ketua Umum MUI, M. Anwar Iskandar dan jajaran pejabat dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan MUI.

Dalam sambutannya, Menteri Abdul Mu’ti mengatakan bahwa acara ini sejalan dengan visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berdasarkan amanat UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menjamin hak setiap warga negara untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu. Visi ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang menjadikan pendidikan sebagai pilar utama dalam membangun Indonesia yang kuat, maju, dan berdaulat.

Baca juga: Kemendikdasmen Pastikan Tunjangan Guru Cair Mulai 21 Maret 2025

“Kami berusaha untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi putra-putri Indonesia untuk mendapatkan pelayan pendidikan apapun latar belakang ekonominya, agamanya, fisiknya, semuanya secara konstisusional berhak mendapatkan layanan pendidikan yang terbaik sesuai dengan amanat konstitusi UUD 1945,” ujar Mu’ti di Jakarta, Jumat (21/3).

Menteri Mu’ti juga menambahkan bahwa pelaksanaan program Kementerian tidak dapat terlaksanakan dengan baik tanpa dukungan semua pihak. “Kami optimistis bahwa program-program yang kami tanamkan di Kementerian akan dapat terlaksana dengan baik di masyarakat. Dukungan ulama memiliki pengaruh yang sangat besar,” ungkap Mu’ti.

Layanan pendidikan yang merata adalah prinsip dasar dalam menciptakan pendidikan yang bermutu untuk semua. Kemendikdasmen berkomitmen untuk memastikan bahwa semua anak Indonesia, baik yang tinggal di daerah perkotaan maupun di pelosok desa, memiliki akses yang sama terhadap layanan pendidikan berkualitas.

Hal ini mencakup pengembangan sekolah di daerah terpencil, penyediaan program pendidikan jarak jauh, serta pemanfaatan teknologi untuk mengatasi kesenjangan geografis dan sosial. Dengan demikian, setiap anak dapat memperoleh pendidikan tanpa terkendala oleh tempat tinggal atau kondisi sosial ekonomi.

Sekretaris Jenderal, Suharti, menyampaikan bahwa penandatanganan nota kesepahaman ini bertujuan untuk mengoordinasikan dan menyinergikan pelaksanaan tugas dan wewenang para pihak dalam rangka pemberian layanan pendidikan bermutu untuk semua.

“Kerja sama ini meliputi pengembangan pembelajaran berbasis teknologi dan inovasi pendidikan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pembangunan karakter dan soft skills, pengembangan inovasi pendidikan, pendampingan kepada masyarakat, serta penyebaran informasi pendidikan,” ujar Suharti.

Sementara itu, Ketua Umum MUI, M. Anwar Iskandar, menyampaikan bahwa penandatanganan nota kesepahaman ini sejalan dengan tugas dan fungsi MUI sebagai mitra pemerintah dan pemberi pelayanan pada umat. Ia juga menyampaikan bahwa MUI tidak dapat bekerja sendiri.

“Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kerja sama ini sangat penting karena peradaban manusia dan Islam dimulai dari ilmu. Jika kita ingin sukses harus dimulai dengan pendidikan yang bermutu untuk meningkatkan kualitas manusia yang bagus,” ungkap Anwar.

Menutup sambutannya, Anwar berharap agar nota kesepahaman ini dapat terus berlanjut dalam bentuk upaya strategis dan intens dalam meningkatkan pendidikan yang berkualitas untuk menyiapkan sumber daya manusia yang berilmu dan berkualitas dalam menghadapi tantangan di masa depan.

Nota kesepahaman ini akan dilanjutkan dengan perjanjian kerja sama yang lebih konkrit sehingga dapat segera diimplementasikan dalam membangun sinergisitas dengan semangat kolaborasi kedua belah pihak untuk memajukan layanan Pendidikan Bermutu untuk Semua.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Safari Ramadan, Gubernur Riau Janji Utamakan Kepentingan Rakyat

Gubernur Riau, Abdul Wahid, melanjutkan rangkaian Safari Ramadan 1446 H dengan mengunjungi Masjid Al Amin di Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Riau, pada Minggu (23/3/2025).

Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat serta memperkuat ikatan spiritual di bulan suci Ramadan.

Dihadapan warga, Gubri Wahid menekankan bahwa kepentingan rakyat adalah prioritas utama dalam kepemimpinannya. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kepentingan pribadi dan siap memenuhi berbagai hal yang dibutuhkan oleh rakyat.

“Doakan agar kami konsisten, saya tidak ada kepentingan apa-apa di sini, yang bisa ‘menyetir’ saya hanyalah rakyat, apa yang dibutuhkan oleh rakyat akan kami penuhi,” tegasnya.

Lalu, Wahid menuturkan, keputusannya untuk maju sebagai gubernur bukan didasari oleh nafsu untuk memimpin, melainkan niat untuk berbakti kepada daerah. Ia berharap dapat memimpin Riau menuju arah yang lebih baik dengan dukungan penuh dari masyarakat.

“Saya dari awal menjabat bukan karena keinginan dan nafsu karena ingin menjabat, namun karena ingin berbakti untuk daerah. Sebab itulah, saya menyanggupi untuk maju sebagai Gubernur Riau,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan kondisi keuangan Provinsi Riau yang mengalami defisit. Ia mengakui, bahwa tekanan anggaran tersebut mempengaruhi pembangunan di berbagai sektor, sehingga belum dapat berjalan maksimal.

“Saya mohon maaf, tahun ini belum dapat berbuat maksimal karena kondisi APBD kita yang luar biasa tekanannya. Sehingga sektor fiskal kita untuk membiayai pembangunan semakin berkurang,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Riau itu berharap krisis anggaran ini dapat diatasi pada 2026, sehingga program pembangunan dapat berjalan sesuai rencana. Ia juga meminta doa dan dukungan masyarakat dalam menjalankan kepemimpinannya agar tetap amanah, transparan, dan adil.

“Mudah-mudahan tahun 2026 kita dapat mengatasi krisis di 2025, dan di 2026 kita sudah bisa jalankan program pembangunan. Saya mohon doa dari bapak dan ibu dalam perjalanan kepemimpinan ini,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur Iqbal Tinjau Langsung Masyarakat Terdampak Banjir di Nanga Wera

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal yang disapa Miq Iqbal, langsung turun ke lokasi banjir di Kecamatan Nanga Wera, Kabupaten Bima, untuk melihat kondisi masyarakat yang terdampak bencana banjir.

Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian serta memastikan penanganan darurat berjalan dengan baik. Setibanya di lokasi, Gubernur NTB langsung berinteraksi dengan warga. Mendengarkan langsung keluhan serta mencari solusi yang tepat dalam mengatasi bencana banjir di Desa Nanga Wera.

“Saya memang datang khusus, untuk melihat daerah yang terdampak banjir, untuk melihat apa yang bisa dilakukan oleh pemerintah provinsi yang bisa bekerja sama dengan pemerintah kabupaten. Tugas kami sebagai pemimpin untuk memikirkan, agar kondisi ini tidak terulang lagi,” ungkapnya di Desa Nanga Wera (22/3/2025).

Baca juga: Gubernur NTB Miq Iqbal Akan Tata Ulang Gili Trawangan

Dalam tinjauannya, Gubernur NTB didampingi jajaran pemerintah daerah lingkup Kabupaten Bima, BPBD NTB, unsur TNI-Polri serta tokoh masyarakat. Selama berdiskusi dengan masyarakat Desa Nanga Wera, Gubernur Iqbal menegaskan pentingnya langkah mitigasi bencana jangka panjang, agar kejadian serupa tidak berulang.

“Hadirnya saya disini untuk mendengarkan keluh kesah, masukan, serta saran dari bapak ibu terkait penanganan situasi pada saat ini. Banjir terus datang, apabila masalah di hulu belum kita selesaikan,” tandasnya.

Salah satu tokoh masyarakat, Ahmad yang terdampak banjir mengapresiasi kunjungan langsung gubernur yang memberikan semangat dan harapan. Dirinya bersyukur dan berterima kasih atas kunjungan langsung Gubernur NTB mendengarkan keluh kesah masyarakatnya di Kecamatan Wera, khususnya di Desa Nanga Wera.

“Kami bersyukur dan berterima kasih pada hari ini bapak gubernur datang langsung untuk mendengarkan aspirasi ataupun keluh kesah dari pada rakyatnya di Kecamatan Wera wabil khusus di Nanga Eera,” ujarnya.

Ahmad juga mengharapkan Gubernur NTB, bisa segera memproses sumber banjir yang melanda desa tersebut. Akibat pembalakan hutan milik negara seluas 106 hektar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Dirinya bersama masyarakat setempat serta pemerintah kabupaten/kota sudah melakukan penandatangan petisi untuk tidak ada lagi proses pembalakan hutan.

Selain itu, meminta Gubernur Iqbal membentuk pos penjagaan hutan dengan melibatkan Polisi Hutan, TNI dan Polri pafa tiap wilayah yang rawan terjadi penebangan liar di Kabupaten Bima.

“Masyarakat mendesak Bapak Gubernur untuk memberhentikan segala aktivitas di hutan titipan negara, seluas 106 hektar. Kami sudah melakukan petisi mulai dari rakyat ke bawah hingga kabupaten, sudah melakukan penandatangan petisi setelah kejadian di Wera. Tidak ada lagi proses pembalakan hutan serta meminta kepada Gubernur NTB membuat pos penjagaan di setiap hutan yang rawan illegal logging.” tegasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemenperin Perkuat Branding IKM Kosmetik dan Obat Tradisional Lokal

Industri kosmetik dan obat tradisional di Indonesia semakin menunjukkan pertumbuhan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Potensi industri kosmetik dan obat tradisional lokal memiliki ciri khas yang bersumber dari kekayaan dan keberagaman sumber daya alam.

“Pergeseran tren konsumen secara global yang mengarah pada produk alami dan berbasis bahan herbal pun turut mendukung perkembangan industri kosmetik dan obat tradisional,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (23/3).

Bahkan, dalam penggunaan tanaman obat dan bahan alami untuk pengobatan tradisional, juga sudah menjadi warisan budaya Indonesia. “Oleh karena itu, kami terus mendorong pengembangan daya saing IKM kosmetik dan obat tradisional dalam negeri melalui berbagai kegiatan fasilitasi dan pembinaan agar mereka mampu menguasai pasar lokal, serta dikenal dan masuk ke pasar global,” tutur Dirjen IKMA.

Kemenperin mencatat, komoditas produk kosmetik dan obat-obatan tradisional menunjukkan kinerja yang positif melalui capaian ekspor dan pertumbuhan unit usaha. “Pada periode Januari – November 2024, kinerja ekspor industri produk kosmetik menembus angka USD382,4 juta, sedangkan kinerja ekspor industri obat-obatan tradisional sebesar USD6,3 juta,” ungkap Reni.

Dirjen IKMA menjelaskan, berdasarkan data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), lebih dari 85 persen pelaku industri kosmetik dan obat-obatan tradisional merupakan sektor IKM. “Sehingga kontribusi IKM dalam kinerja sektor ini patut diapresiasi,” ujarnya.

Reni juga menyebutkan, industri kosmetik diprediksi mengalami pertumbuhan 4,3 persen per tahun (CAGR 2025-2030), sedangkan industri obat tradisional diperkirakan tumbuh 7,1 persen per tahunnya (CAGR 2024-2033).

“Kesadaran konsumen akan pentingnya bahan yang aman, ramah lingkungan, serta memiliki manfaat kesehatan yang lebih luas merupakan faktor kunci yang dapat membedakan produk satu dengan lainnya. Oleh karena itu, pelaku industri harus siap untuk mengembangkan produk yang inovatif dan memiliki nilai jual yang kuat,” imbuhnya.

Reni menekankan, pentingnya setiap IKM kosmetik dan obat tradisional agar dapat memiliki segmen pasar yang jelas sehingga strategi pemasaran dan penjenamaan (branding) dapat dijalankan dengan efektif dan efisien.

“Produk kosmetik dan obat tradisional memiliki segmentasi pasar yang beragam, seperti mass market, premium market, maupun niche market seperti produk halal, vegan, atau organik. Sehingga kami menganjurkan pelaku IKM melakukan riset terlebih dahulu untuk menentukan target pasar yang sesuai, jadi pemasaran dan branding-nya bisa fokus”, tambahnya.

Menurut Reni, penjenamaan juga perlu diikuti oleh positioning dan diferensiasi yang kuat agar dapat mendapatkan dan menjaga kepercayaan konsumen. “Setiap jenama kosmetik dan obat tradisional perlu menunjukkan keunggulan dan ciri khas mereka, misalnya dari inovasi formula, teknologi produksi, kemasan ramah lingkungan, maupun storytelling yang kuat, supaya konsumen jadi tertarik dan menjadikannya pilihan utama,” ungkapnya.

Sebagai salah satu upaya penguatan branding IKM kosmetik dan obat tradisional, Ditjen IKMA menggelar webinar bertajuk “Menentukan Target Pasar & Diferensiasi Produk” pada Jumat (14/3) lalu. Webinar tersebut menghadirkan dua narasumber praktisi, yaitu Henry Suhardja, pemilik jenama wewangian “Follow Me”, serta Andreas, Brand Manager dari PT Sinde Budi Sentosa yang memproduksi jamu tradisional.

Direktur IKM Kimia, Sandang dan Kerajinan, Budi Setiawan mengatakan, produk kosmetik dan obat tradisional memiliki karakteristik masing-masing. “Kami berharap para peserta dapat terbantu dalam menentukan target pasar dan diferensiasi produk melalui paparan dan diskusi dengan narasumber praktisi yang telah terbukti sukses,” ujarnya.

Budi juga menyatakan bahwa webinar ini merupakan bagian awal dari rangkaian webinar pengembangan IKM kosmetik dan obat tradisional yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2025, dengan webinar lanjutan yang rencananya akan diselenggarakan pada bulan Juli dan November mendatang.

Menurut Budi, pengembangan IKM kosmetik dan obat tradisional, sebagaimana pengembangan IKM lainnya, perlu didukung oleh semua pihak, baik pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas bisnis. “Saya juga mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dan para IKM untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, serta membangun brand yang kuat agar produk kosmetik dan obat tradisional Indonesia dapat semakin mendunia,” tutupnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Mensos Gus Ipul Ingatkan KPM Manfaatkan Bansos Sesuai Peruntukan

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengingatkan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) agar memanfaatkan bantuan sosial (bansos) sesuai dengan peruntukan, yaitu untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga.

Hal tersebut ia sampaikan saat berdialog dengan 300 KPM di Masjid Jami Baiturrahmah di Kel. Mojosongo, Kec. Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (23/3/2025).

“Mari sukseskan program Presiden Prabowo Subianto dengan memanfaatkan setiap bantuan sesuai dengan peruntukannya,” katanya.

Gus Ipul menjelaskan bahwa dalam satu tahun, Kementerian Sosial menggulirkan dana sebesar Rp 153,337 Miliar untuk 42.561 KPM di Kota Surakarta. Ia berharap pemanfaatan bansos yang sesuai sasaran bisa menunjang peningkatan kesejahteraan masyarakat, baik di bidang ekonomi maupun sosial.

Baca juga: Mensos Gus Ipul Ciptakan Ekosistem Pelatihan dan Usaha di Bandung

“Jadi ekonominya bisa meningkatkan, tapi juga guyub rukun, semangat kebersamaannya tinggi, dan yang terakhir semakin dekat ke Gusti Allah,” imbuhnya.

Di samping memberikan imbauan pemanfaatan bansos yang tepat sasaran, Gus Ipul juga mempelajari profil 300 KPM Kelurahan Mojosongo yang hadir dalam Dialog bersama Menteri Sosial dan Wakil Menteri Sosial.

Dari dialog tersebut, ia menemukan KPM dengan berbagai latar belakang pendidikan. Sebagian besar merupakan lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Akan tetapi, masih ada juga lulusan Sekolah Dasar (SD), atau bahkan tidak lulus dari bangku SD.

Melalui profiling tersebut, ia mengimbau pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) memberikan pendampingan yang tepat agar bisa meningkatkan kesejahteraan KPM dan mendorong mereka graduasi (lulus) dari program bansos yang diterima. Salah satu caranya ialah dengan memberikan program pemberdayaan yang sesuai dengan masing-masing KPM.

“Dengan bertemu mereka, kita jadi lebih tahu profilnya sekaligus ingin memotivasi agar mereka semangat, agar mereka bisa naik kelas. Tidak ikut dalam program penerimaan bansos, tapi naik ke usaha produktif bagi yang usia produktif,” ujar Gus Ipul.

Pada kesempatan yang sama, Gus Ipul juga mengajak seluruh KPM yang hadir menyukseskan seluruh program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan warga miskin dan miskin ekstrem. Selain program perlindungan sosial dan bansos, salah satu program yang tengah digarap ialah Sekolah Rakyat.

Melalui Program Sekolah Rakyat, anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem akan diberikan pendidikan akademis dan karakter agar mereka bisa menjadi agen perubahan yang bisa memutus mata rantai kemiskinan.

Dalam kesempatan ini Walikota Surakarta Respati Ardi menyampaikan dukungan penuh untuk menjalankan program Sekolah Rakyat. Ia pun mengajak warganya melakukan hal serupa.

“Ibu-ibu sudah akan dibuatkan Sekolah Rakyat untuk SD, SMP, SMA dan gratis. Tapi saya butuh komitmen dari bapak-ibu di sini, agar anak-anaknya diasuh oleh negara, oleh Pak Menteri. Ngoten nggih?” ajak Respati pada seluruh warga yang hadir.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program Sekolah Rakyat, pemerintah Kota Surakarta juga telah menyiapkan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Perlancar Arus Mudik, Jembatan Pulau Balang Dibuka Satu Arah

Dalam upaya memperlancar arus mudik dan arus balik Lebaran 2025, Jembatan Pulau Balang akan dibuka sementara dengan pemberlakuan satu arah.

Pengumuman itu disampaikan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Kalimantan Timur (BBPJN Kaltim) usai peninjauan kelayakan fungsional jalan bersama sejumlah pihak terkait pada Jumat, 21 Maret 2025.

Peninjauan dilakukan bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Kaltim, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR), Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kaltim, serta Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kaltim.

Selain Jembatan Pulau Balang, Jalan Tol IKN Seksi 3A, 3B dan 5A juga difungsionalkan sementara sebagai jalur alternatif selama periode arus mudik dan balik Idul Fitri tahun ini dengan sistem satu arah dan sejumlah ketentuan teknis.

Adapun jadwal dan rute penggunaan Jalan Tol IKN dan Jembatan Pulau Balang di antaranya sebagai berikut:

Arah Balikpapan → Penajam Paser Utara: Dibuka 24–31 Maret 2025 via Jalan KKT Kariangau.

Arah Penajam Paser Utara → Balikpapan: Dibuka 1–7 April 2025 via Batas Kalimantan Selatan.

Penggunaan jalan tol ini hanya diperbolehkan untuk kendaraan Golongan I (sedan, jip, dan minibus) pada pukul 06.00–18.00 WITA, dengan kecepatan maksimal 60 km/jam.

Demi keamanan BBPJN Kaltim akan menyiapkan rambu lalu lintas, barrier, serta pengelolaan hazard untuk memastikan keselamatan pengendara selama jalan tol difungsikan.

Pemberitahuan kepada masyarakat akan dilakukan melalui media sosial dan papan informasi yang disebar di titik-titik strategis.

Selain itu, demi menjaga kelancaran dan keamanan selama arus mudik, pengamanan akan dikoordinasikan dengan Kapolres Balikpapan dan Kapolres Penajam Paser Utara.

Langkah ini diharapkan bisa menjadi solusi efektif mengurai kepadatan lalu lintas di jalur utama Kalimantan Timur selama momentum mudik Lebaran 2025.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Bupati Lucky Hakim Support Indramayu Tuan Rumah Babak Kualifikasi Porprov XV

Kabupaten Indramayu dikenal dengan gudang atlet tinju, bahkan setiap kejuaraan tinju regional dan nasional atlet tinju asal Kabupaten Indramayu selalu menorehkan prestasi yang mengharumkan Kota Mangga ini.

Fenomena dikenalnya Kabupaten Indramayu sebagai penghasil bibit-bibit atlet tinju juga diperkuat dengan rencana Kabupaten Indramayu menjadi tuan rumah perhelatan Babak Kualifikasi (BK) Cabang Tinju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat yang akan digelar antara bulan Juli – Desember 2025 mendatang.

Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Pengurus Cabang Indramayu, Rosidin mengatakan, sudah lama Kabupaten Indramayu tidak menggelar Kejuaraan tinju amatir. Untuk itu sebagai agenda Pertina dan keinginan masyarakat pihaknya segera menggelar kegaiatan babak kualifikasi maupun Piala Bupati dan Wakil Bupati untuk tingkat Provinsi Jawa Barat.

“Hari ini pengurus bertemu dengan Bupati Indramayu Lucky Hakim untuk membahas persiapan kejuaraan baik babak kualifikasi maupun piala bupati dan wakil bupati yang semuanya akan digelar di Kabupaten Indramayu termasuk persiapan pelantikan pengurus Pertina,” kata Rosidin, sesuai bertemu Bupati di Pendopo Indramayu, Sabtu (22/3/25).

Sementara itu Bupati Indramayu, Lucky Hakim mengatakan, pihaknya menyambut baik rencana kegiatan yang akan diselenggarakan tersebut. Prestasi dari cabang olahraga tinju harus terus menjadi tradisi bahkan ditingkatkan untuk mengharumkan nama Kabupaten Indramayu.

Bupati Lucky Hakim menambahkan, pengurus Pertina Indramayu juga diharapkan semakin serius dan profesional dalam menjalankan roda organisasi Pertina sehingga prestasi Indramayu semakin melejit bukan hanya tingkat regional dan nasional, bahkan diharapkan bisa internasional.

“Ini kebanggan kita semua, cabor tinju selalu menorehkan prestasi di berbagai event. Kesuksesan ini harus dipertahankan bahkan kita tingkatkan,” pungkas Bupati Lucky Hakim.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Bupati Lucky Hakim Berikan Penghargaan Kepada Rizal, Disabilitas Hasilkan Tiga Buku

Bupati Indramayu Lucky Hakim kembali memberikan penghargaan kepada masyarakat Indramayu yang telah berkontribusi bagi kemajuan Indramayu baik prestasi, pengorbanan, dan hal unik.

Penghargaan kali ini diberikan kepada Muhammad Dewana Fahrizal seorang disabilitas warga Kecamatan Indramayu yang telah melahirkan karya-karya tulis dalam bentuk buku. Penghargaan diserahkan Bupati Lucky Hakim di Pendopo Indramayu, Minggu (23/3/25).

Seperti diketahui, Muhammad Dewana Fahrizal penyandang disabilitas sejak lahir yang telah menorehkan prestasi luar biasa sebagai penulis. Hingga saat ini, dia telah menghasilkan tiga buku yang tidak hanya diminati masyarakat, tetapi juga mendapatkan apresiasi besar dari berbagai pihak.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Indramayu, Aan Hendrajana mengatakan, buku-buku karya Rizal menjadi daya tarik tersendiri setiap kali diikutsertakan pada berbagai event. Terakhir Rizal ikut serta pada kegiatan ASTRA Infra Sustainable Fest pada tahun 2024 lalu. Bahkan pihak ASTRA memborong buku karya Rizal.

“Rizal ini menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk berkarya,” kata Aan.

Bupati Lucky Hakim mengatakan, Rizal telah menjadi inspirasi bagi semuanya karena dengan keterbatasan dia punya kemampuan yang tidak dimiliki oleh orang lain.

“Ini komitmen saya terhadap masyarakat Indramayu akan saya berikan penghargaan baik itu prestasi, pengorbanan, maupun hal unik,” pungkas Bupati Lucky Hakim.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Upaya KKP Bangkitkan Geliat Budidaya Rumput Laut Kepulauan Seribu

Budidaya rumput laut pernah mengalami kejayaan di Kepulauan Seribu. Masyarakat yang dulu berjibaku dengan kegiatan tersebut, kini banyak yang beralih ke usaha lain lantaran budidaya rumput laut kurang menjanjikan keuntungan imbas serangan penyakit ice-ice salah satunya.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kini membuat percontohan Budidaya rumput laut di Pulau Kongsi, Kepulauan Seribu, dengan melibatkan masyarakat setempat. Tujuannya sebagai upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM), sekaligus mengenalkan kembali rumput laut sebagai mata pencaharian potensial.

Percontohan Budidaya rumput laut tersebut merupakan percontohan penyuluhan, pendidikan, dan pelatihan yang terdapat di lokasi SMART Fisheries Village (SFV) atau desa perikanan cerdas di Pulau Kongsi. SFV di pulau ini dibangun oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM) KKP melalui Balai Riset Perikanan Laut (BRPL).

“Konsep SFV digunakan sebagai sarana pengembangan SDM baik dari aspek pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan, serta sebagai sarana inkubasi bisnis untuk mencetak startup di bidang kelautan dan perikanan,” tutur Kepala BPPSDM I Nyoman Radiarta.

Kepala BRPL Luthfi Assadad mengatakan, pariwisata di Kepulauan Seribu semakin meningkat pesat, menjadi salah satu andalan pendapatan daerah, dan juga sumber nafkah bagi penduduk di Kepulauan Seribu. Di sisi lain, terdapat zonasi atau pembagian tata ruang, dimana area Kepulauan Seribu di bagian selatan memang diarahkan untuk jasa, ekonomi dan perdagangan. Sehingga area yang sebelumnya digunakan untuk Budidaya rumput laut dan penangkapan ikan, digunakan untuk kegiatan non perikanan.

“Menghadapi paradigma tersebut, kami membuat sebuah percontohan Budidaya rumput laut di perairan Pulau Kongsi untuk pengembangan SDM, dengan melibatkan kelompok pembudi daya rumput laut Pokdakan Cottoni Jaya dari Pulau Pari. Kegiatan ini mengarah kepada cara Budidaya rumput laut yang baik dengan mengacu kepada SNI Budidaya Rumput Laut, mulai dari pemilihan lokasi, seleksi bibit, penggunaan metode dan waktu tanam yang tepat, serta penanganan pasca panen untuk meningkatkan nilai tambah produk rumput laut,” jelas Luthfi.

Hanafi, Ketua Pokdakan Cottoni Jaya, menyampaikan, sepanjang tahun 2024 lalu pihaknya telah memproduksi sebanyak 8,8 ton rumput laut kering. Sebagai mitra SFV Pulau Kongsi, Pokdakan Cottoni Jaya merasa sangat terbantu dengan pendampingan yang diberikan oleh SFV Pulau Kongsi. Dengan adanya pendampingan ini, hasil yang lebih besar menjadi harapan di tengah gempuran pergeseran tata guna lahan dan mata pencaharian di lingkungan masyarakat setempat.

Tommi Susilo Utomo Lamanepa, Penyuluh Perikanan Kepulauan Seribu, juga menyampaikan, sejak terbangunnya SFV Pulau Kongsi, Pokdakan Cottoni Jaya khususnya dan masyarakat Pulau Pari pada umumnya bertambah semangat dalam menjalankan aktifitas kegiatan di sektor kelautan dan perikanan. Kegiatan penyuluhan kepada masyarakat juga semakin menarik karena adanya tambahan pengetahuan yang diterima oleh masyarakat mengenai Budidaya rumput laut.

Di sisi lain, percontohan Budidaya rumput laut ini juga menjadi ajang pembelajaran dalam bentuk pelaksanaan magang mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia. Pada 2024 terdapat 19 mahasiswa dan taruna dari enam kampus yang mengikuti magang di Pulau Kongsi. Jumlahnya meningkat pada tahun ini per Maret 2025 tercatat sebanyak 29 mahasiswa dan taruna dari tujuh kampus telah menyelesaikan magang di SFV Pulau Kongsi, yang sebagian besarnya mengambil tema rumput laut sebagai topik kegiatan magang.

Di tahun ini, peserta magang dari Universitas Brawijaya dan Universitas Nahdhatul Ulama Purwokerto mengambil tema teknik Budidaya rumput laut. Adapun mahasiswa dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran, serta Institut Teknologi Sumatera Lampung mengambil tema pengaruh kualitas air terhadap pertumbuhan rumput laut.

“Para pengelola SFV Pulau Kongsi berharap, percontohan Budidaya rumput laut yang dibangun di SFV tersebut dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak, baik sebagai percontohan penyuluhan, sarana pembelajaran bagi mahasiswa dan taruna, maupun diseminasi teknologi kepada masyarakat,” harap Luthfi.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mendorong penguatan ekonomi masyarakat pesisir melalui skema kegiatan budidaya yang diserta dengan pengembangan kualitas sumber daya manusia. Tujuannya agar kegiatan tidak hanya produktif tapi juga ramah lingkungan.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News