Beranda blog

Gubernur Al Haris Turun ke Sarolangun, Pastikan Karhutla Ditangani, Minta Waterbombing untuk Pendinginan

Gubernur Jambi Al Haris turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Lubuk Kepayang, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Selasa (25/08/26).

Gubernur Al Haris datang untuk memastikan proses pemadaman dan penanganan karhutla berjalan maksimal. Ia bahkan ikut turun memadamkan api bersama Bupati Sarolangun, Wakil Bupati Sarolangun, Ketua DPRD Sarolangun, Kapolres Sarolangun, Dandim 042 Sarko dan petugas di lapangan.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas masih melakukan proses pendinginan. Kondisi ini menjadi perhatian karena lahan yang terbakar merupakan kawasan gambut yang berpotensi kembali terbakar jika bara api masih tersisa di dalam tanah.

Di sela-sela penanganan, Gubernur Al Haris langsung menghubungi Satgas udara untuk meminta dukungan waterbombing. Pesawat tersebut dibutuhkan untuk membantu proses pendinginan di titik-titik yang masih berpotensi memunculkan api.

“Ini api sudah dapat dikendalikan, ini butuh waterbombing untuk pendinginan,” ujar Gubernur Al Haris.

Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama. Sejumlah unsur telah diterjunkan ke lokasi, mulai dari Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), BPBD, TNI, Polri hingga unsur pemerintah daerah.

“Hari ini kami dengan Bupati Sarolangun, Pak Dandim, Kapolres, Kejari, Ketua DPRD, Kepala BPBD Provinsi Jambi, kami langsung ke lokasi tempat Kepayang, Kecamatan Air Hitam, Sarolangun,” kata Gubernur Al Haris.

Gubernur Al Haris menjelaskan, kebakaran telah terjadi sejak sehari sebelumnya dan melanda sejumlah lahan masyarakat. Karena berada di kawasan gambut, proses pemadaman tidak bisa dilakukan secara cepat dan membutuhkan pendinginan secara menyeluruh.

“Ini saat ini sedang dilakukan pendinginan. Karena ini lahan gambut sehingga tidak mudah untuk memadamkan apinya. Kita masih butuh waterbombing dan mudah-mudahan segera dipadamkan,” ujarnya.

Gubernur Al Haris juga meminta seluruh petugas tetap siaga setelah api berhasil dipadamkan. Menurutnya, keselamatan dan kesehatan petugas harus menjadi perhatian selama proses penanganan karhutla.

“Petugas yang di lapangan juga minta diperhatikan makanannya, keselamatan dan kesehatan. Minta pos kesehatan siaga dekat sini,” tegasnya.

Gubernur Al Haris turut mengajak masyarakat ikut membantu mencegah meluasnya karhutla. Ia berharap dengan kekuatan tim yang solid, api di Lubuk Kepayang dapat segera benar-benar padam dan tidak kembali muncul.

Selain meninjau langsung penanganan karhutla, Al Haris juga memberikan bantuan sembako kepada warga yang terdampak kebakaran di sekitar lokasi.

“Kita berharap seluruh masyarakat juga membantu kita. Ada Manggala Agni, juga Masyarakat Peduli Api, lengkap semuanya. Mudah-mudahan dengan tim yang solid ini insyaallah secepat mungkin api bisa dipadamkan,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Manfaat Energi Matahari bagi Kehidupan di Bumi dan Dampaknya Jika Hilang

Manfaat Energi Matahari bagi Kehidupan di Bumi dan Dampaknya Jika Hilang

Anda pernah mikir nggak sih, gimana jadinya kalau matahari mendadak “cuti” alias gak terbit seharian? Selain bikin dunia gelap gulita dan dinginnya minta ampun, kehidupan di bumi dipastikan langsung lumpuh total. Selama ini kita sering nganggep sinar matahari itu hal biasa yang cuma berguna buat ngeringin baju atau bikin badan keringatan. Padahal, energi matahari itu ibarat “baterai utama” yang menggerakkan seluruh ekosistem di planet ini.

Mau manusia, hewan, sampai tumbuh-tumbuhan yang cuma diem di tempat, semuanya gantungin hidup sama energi gratisan dari langit ini. Yuk, kita bedah manfaat luar biasanya satu per satu!

Manfaat Buat Tumbuhan: Dapur Alami Planet Bumi

  • Bahan Utama Fotosintesis: Tumbuhan itu gak punya dapur buat masak makanan kayak kita. Mereka butuh sinar matahari buat mengolah air dan karbon dioksida jadi glukosa (energi) dan oksigen.
  • Penyedia Oksigen Gratis: Hasil dari proses fotosintesis tadi adalah oksigen yang anda dan gue hirup tiap detik. Tanpa matahari, tumbuhan gak bisa bikin oksigen, dan kita semua auto sesak napas.
  • Pengatur Jam Tumbuh: Sinar matahari ngasih kode alami ke tanaman kapan waktunya berbunga, berbuah, atau ngerontokin daun pas musim tertentu.

Manfaat Buat Hewan: Alat Navigasi dan Baterai Tubuh

  • Penghangat Tubuh Reptil: Hewan berdarah dingin kayak ular atau buaya gak bisa ngatur suhu tubuhnya sendiri. Mereka wajib berjemur di bawah matahari pagi biar badannya cukup hangat buat bergerak dan berburu.
  • Kompas Alami Buat Migrasi: Burung-burung dan hewan liar yang sering migrasi ribuan kilometer manfaatin posisi matahari sebagai petunjuk arah angin dan jalur perjalanan mereka.
  • Menjaga Siklus Hidup & Reproduksi: Intensitas cahaya matahari menentukan kapan hewan masuk musim kawin, bertelur, atau hibernasi pas musim dingin tiba.

Manfaat Buat Manusia: Dari Kesehatan Sampai Tagihan Listrik

  • Pemicu Vitamin D Alami: Sinar matahari pagi membantu tubuh kita memproduksi Vitamin D secara alami. Ini kuncinya bikin tulang kuat, gigi sehat, dan imun tubuh gak gampang keno virus.
  • Bikin Suasana Hati / Mood Stabil: Kena paparan sinar matahari pagi bantu ngeluarin hormon serotonin di otak. Hormon ini yang bikin anda ngerasa seneng, tenang, dan terhindar dari stres atau depresi.
  • Sumber Energi Bersih & Hemat: Sekarang matahari udah disulap jadi sumber listrik lewat panel surya (solar panel). Energi gratisan ini bisa dipakai buat menyalakan perangkat elektronik sampai pemanas air Kolam Renang di rumah tanpa bikin tagihan listrik membengkak dan bebas emisi karbon.

Intinya, energi matahari itu aset paling berharga yang dikasih alam secara cuma-cuma. Jadi, pas anda ngerasa panas matahari lagi terik-teriknya, jangan cuma ngeluh ya! Ingat kalau sinar itu yang bikin lo, kucing kesayangan lo, dan tanaman di pekarangan rumah anda tetap bisa hidup sampai hari ini.

GPR Institute Kembali Beri Apresiasi Praktik Terbaik Government Public Relations melalui TOP GPR Award dan GPR Champion 2026

Di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang mengubah cara pemerintah berkomunikasi dengan masyarakat, GPR Institute kembali menyelenggarakan 6th GPR Forum 2026 yang dirangkaikan dengan 6th TOP GPR Award 2026, 4th TOP GPR Figure Award 2026, dan 4th TOP GPR Leader Award 2026. Mengusung tema “AI for GPR: Membangun Komunikasi Publik Pemerintah yang Efektif, Terpercaya, Adaptif, dan Beretika di Era Artificial Intelligence”, kegiatan ini akan diselenggarakan pada Kamis, 8 Oktober 2026 di Lumire Hotel & Convention Center Jakarta.

Memasuki penyelenggaraan tahun keenam, GPR Forum telah menjadi ruang edukasi bagi praktisi Government Public Relations (GPR), kementerian, lembaga negara, lembaga pemerintah non kementerian, serta pemerintah daerah provinsi serta pemerintah daerah kota & kabupaten untuk berbagi wawasan dan praktik terbaik dalam menghadapi dinamika komunikasi publik di era digital. Tahun ini, forum akan berfokus pada pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai instrumen untuk membangun komunikasi publik pemerintah yang lebih efektif, terpercaya, adaptif, dan tetap menjunjung tinggi prinsip etika.

Selain menghadirkan forum diskusi strategis, rangkaian kegiatan ini juga menjadi ajang pemberian apresiasi kepada institusi pemerintah yang dinilai berhasil mengimplementasikan praktik Government Public Relations secara inovatif dalam membangun digital awareness, digital engagement, digital reputation, serta memperkuat kepercayaan publik melalui komunikasi yang transparan, partisipatif, dan berdampak positif bagi masyarakat.

Selain forum dan pemberian penghargaan, penyelenggaraan tahun ini juga menghadirkan Annual Achievement Reports Magazine: GPR Champion 2026, sebuah publikasi apresiatif yang diterbitkan GPR Institute untuk mendokumentasikan berbagai praktik terbaik, inovasi, serta capaian komunikasi publik instansi pemerintah pusat maupun daerah. Publikasi ini menampilkan profil institusi yang dinilai konsisten menjalankan fungsi Government Public Relations (GPR) secara strategis, inovatif, dan berdampak, sekaligus menjadi referensi praktik komunikasi publik pemerintah di era Artificial Intelligence.

Predikat GPR Champion 2026 merupakan bentuk apresiasi kepada instansi pemerintah yang secara konsisten meraih TOP GPR Award selama tiga tahun berturut-turut (2023–2025) serta memiliki komitmen dalam mendokumentasikan dan membagikan capaian komunikasi publik sebagai bagian dari penyusunan Annual Achievement Reports Magazine.

Instansi yang memenuhi kriteria tersebut akan mendapatkan apresiasi melalui penyajian profil dan dokumentasi capaian komunikasi publik dalam Annual Achievement Reports Magazine, sertifikat apresiasi, serta penghargaan yang disampaikan pada penyelenggaraan GPR Forum 2026.

Founder GPR Institute, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, mengatakan bahwa perkembangan Artificial Intelligence menghadirkan peluang besar bagi pemerintah untuk meningkatkan efektivitas komunikasi publik. Namun, di balik kemajuan teknologi tersebut, kepercayaan publik tetap menjadi fondasi utama yang harus terus dijaga.

“Artificial Intelligence telah mengubah cara pemerintah berkomunikasi dengan masyarakat. Namun, di tengah kemajuan teknologi tersebut, kepercayaan publik tetap menjadi fondasi utama komunikasi publik. Teknologi dapat menjadi akselerator, tetapi nilai-nilai transparansi, akuntabilitas, dan etika tetap harus menjadi pijakan utama. Melalui GPR Forum 2026 dan TOP GPR Award 2026, kami ingin mendorong lahirnya praktik komunikasi publik pemerintah yang semakin efektif, terpercaya, adaptif, sekaligus mampu menjawab tantangan komunikasi di era digital,” ujar Prof. Dr. Widodo Muktiyo.

Direktur GPR Institute, Arief Munajad, menilai bahwa tantangan komunikasi publik pemerintah saat ini tidak lagi sebatas menyampaikan informasi secara cepat, tetapi juga membangun hubungan yang lebih kuat dengan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab.

“Di tengah meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik yang cepat, akurat, dan transparan, Artificial Intelligence harus dimanfaatkan sebagai alat untuk meningkatkan kualitas komunikasi, bukan menggantikan peran manusia dalam membangun kepercayaan. Karena itu, GPR Forum 2026 kami hadirkan sebagai ruang edukasi bagi insan Government Public Relations untuk berbagi pengalaman, praktik terbaik, serta memperkuat kapasitas dalam menghadapi era Artificial Intelligence. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, kami juga menghadirkan Annual Achievement Reports Magazine: GPR Champion 2026 yang akan mendokumentasikan berbagai inovasi, strategi, dan capaian komunikasi publik instansi pemerintah sehingga praktik-praktik terbaik tersebut dapat menjadi inspirasi bagi penguatan Government Public Relations di Indonesia.”

Sementara itu, Co-founder GPR Institute, Tri Raharjo, menjelaskan bahwa penentuan penerima penghargaan dilakukan melalui proses digital research menggunakan metode yang objektif dan terukur.

“TOP GPR Award 2026 menggunakan tiga parameter utama dalam proses penilaian, yaitu Digital Awareness Aspect dengan bobot 20 persen, Digital Media & Website Aspect sebesar 50 persen, serta Social Media Aspect sebesar 30 persen. Ketiga parameter tersebut memberikan gambaran yang komprehensif mengenai performa komunikasi publik digital suatu instansi pemerintah, mulai dari tingkat eksposur, kualitas pemberitaan dan website resmi, hingga interaksi yang dibangun melalui media sosial,” jelas Tri Raharjo.

Ia menambahkan bahwa selain memperoleh nilai minimal 70 poin berdasarkan hasil digital research, calon penerima penghargaan juga harus memenuhi persyaratan akhir berupa dominasi pemberitaan netral & positif sekurang-kurangnya 90 persen pada hasil pencarian media digital. Kriteria tersebut diterapkan untuk memastikan bahwa penghargaan diberikan kepada institusi yang tidak hanya aktif berkomunikasi, tetapi juga mampu membangun reputasi positif dan kepercayaan publik secara berkelanjutan.

Melalui penyelenggaraan 6th GPR Forum 2026 beserta rangkaian TOP GPR Award 2026, TOP GPR Figure Award 2026, dan TOP GPR Leader Award 2026, GPR Institute berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya ekosistem komunikasi publik pemerintah yang semakin profesional, inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu memperkuat kepercayaan masyarakat sebagai fondasi utama tata kelola pemerintahan yang baik di era Artificial Intelligence.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Perangi Narkoba, Bea Cukai dan BNN Jambi Musnahkan 2,2 Kg Sabu serta 753 Ekstasi

Bea Cukai Jambi turut musnahkan 2,2 kg Sabu dan 753 butir ekstasi barang bukti narkotika Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi. Kegiatan berlangsung di ruang lobi dan halaman Kantor BNN Provinsi Jambi, Rabu (19/08).

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 2.208,798 gram sabu dan 331,178 gram ekstasi atau 753 butir dimusnahkan. Barang bukti tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus narkotika yang melibatkan enam tersangka.

Pengungkapan dan penindakan terhadap barang bukti narkotika tersebut merupakan hasil kerja sama terpadu antara BNN Provinsi Jambi dan Bea Cukai Jambi, bersama Kepolisian Daerah (Polda) Jambi. Proses pengungkapan juga didukung oleh informasi dari Aviation Security (Avsec) Bandara Sultan Thaha.

Kepala Kantor Bea Cukai Jambi, Dafit Kasianto, menegaskan bahwa Bea Cukai Jambi bersama BNN Provinsi Jambi akan terus bekerja sama dalam upaya pemberantasan narkotika. “Bea Cukai Jambi dan BNN Provinsi Jambi berkomitmen akan terus memperkuat sinergi untuk melindungi masyarakat dari peredaran narkotika,” tegas Dafit.

Melalui sinergi yang berkelanjutan, Bea Cukai Jambi bersama BNN Provinsi Jambi dan aparat penegak hukum lainnya akan terus mengambil langkah nyata dalam mencegah dan memberantas peredaran narkotika di wilayah Provinsi Jambi.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Diskominfo Jatim Perkuat Perisai Anak, Lindungi Generasi Muda dari Ancaman Ruang Digital

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, mendorong penguatan gerakan Perisai Anak sebagai upaya bersama menciptakan ruang digital yang aman bagi anak.

Hal tersebut disampaikan Sherlita saat memimpin Apel Pagi di halaman Kantor Dinas Kominfo Jatim, Surabaya, Senin (24/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyerahkan penghargaan Best Employee Bulan Juli 2026 sekaligus mengumumkan pemenang lomba video konten Perisai Anak.

Sherlita menjelaskan, Perisai Anak merupakan gerakan dan ekosistem perlindungan anak di ruang digital yang bertujuan mencegah berbagai risiko, mulai dari perundungan siber (cyberbullying), judi online, eksploitasi seksual daring, hingga kecanduan atau adiksi digital.

“Dengan Perisai anak, kita bersama-sama berkolaborasi memberikan ruang digital yang aman bagi anak-anak,” ujarnya.

Menurut Sherlita, tingginya penggunaan internet di Indonesia perlu diimbangi dengan upaya pelindungan terhadap anak. Berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), hampir 82 persen masyarakat Indonesia telah menggunakan internet.

Sementara itu, penggunaan internet juga cukup tinggi di kalangan anak dan generasi muda. Gen Z tercatat mencapai sekitar 89 persen, sedangkan Gen Alpha hampir 80 persen.

“Di satu sisi internet sangat membantu, yakni bisa lebih cepat mencari informasi, melakukan tugas, dan lain-lain. Namun bagi anak-anak ada potensi gangguan ketika menggunakan internet, seperti cyberbullying ataupun pornografi,” jelasnya.

Ia menambahkan, risiko tersebut perlu menjadi perhatian bersama seiring semakin luasnya pemanfaatan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.

Sherlita juga menyinggung data dari Rumah Sakit Menur yang menunjukkan bahwa dari 766 pasien yang ditangani, sekitar sepertiganya merupakan anak-anak. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam memperkuat upaya perlindungan anak di ruang digital.

“Oleh sebab itu kita kemudian menindaklanjuti PP Tunas. Sekarang tengah disusun Peraturan Gubernur sebagai peraturan teknis. Kita mengambil peran khusus perlindungan anak di ruang digital dan kita punya peran yang luar biasa,” katanya.

Menurutnya, perlindungan anak di ruang digital tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, keluarga, sekolah, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk menciptakan ekosistem digital yang sehat dan aman bagi anak.

Pada kesempatan yang sama, Sherlita menyerahkan penghargaan Best Employee periode Juli 2026 kepada empat pegawai Dinas Kominfo Jatim, yakni Suharlina Kusumawardani selaku Sekretaris Dinas Kominfo Jatim, Nofian Adi Prasetyawan selaku Pranata Komputer Ahli Muda, Siti Sa’adah selaku Pranata Humas Ahli Pertama, dan Eko Rizky Octavian selaku Pranata Humas Terampil.

“Selamat untuk para Best Employee Bulan Juli 2026. Terima kasih kepada Ketua Tim dan seluruh staf atas partisipasinya dalam pembuatan konten video Perisai Anak, sukses untuk semuanya,” ungkap Sherlita.

Sementara itu, lomba video konten Perisai Anak yang diikuti internal Dinas Kominfo Jatim juga telah menetapkan para pemenang. Juara pertama diraih Kelompok 2 dengan nilai 90, juara kedua Kelompok 6 dengan nilai 89, dan juara ketiga Kelompok 1 dengan nilai 88.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Karhutla di Sumsel, Tambah Helikopter dan 20 Ekskavator

Usai memimpin rapat di Posko Aju Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Provinsi Riau, Presiden Prabowo Subianto melanjutkan perjalanan ke Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan, pada Senin, 24 Agustus 2026. Presiden Prabowo tiba di Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Kota Palembang, dan langsung memimpin rapat bersama jajaran terkait di Posko Utama Satgas Karhutla Provinsi Sumatra Selatan yang berada di kawasan bandara.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membuka rapat dan menyampaikan sejumlah pimpinan kementerian/lembaga dari pemerintah pusat, bersama unsur pemerintah daerah, telah hadir dalam rapat penanganan karhutla di Sumatra Selatan.

“Setelah tadi dari posko karhutla di Provinsi Riau, saat ini kita berada di posko penanganan kebakaran hutan dan lahan Provinsi Sumatra Selatan di Palembang. Telah hadir beberapa menteri, Panglima Tni, Kapolri, Kepala BIN, KSAD, beserta Forkopimda Provinsi Sumatra Selatan, hadir Gubernur Sumatra Selatan, Wakil Gubernur Sumatra Selatan, Pangdam, Kapolda, Kajati, dan forkopimda lainnya,” ujar Seskab Teddy.

Kepala Pelaksana BPBD Sumatra Selatan M. Iqbal Alisyahbana menyampaikan bahwa hingga 23 Agustus 2026 tercatat sebanyak 12.956 titik panas (hotspot) di Sumatra Selatan. Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni 2.435 titik, disusul Kabupaten Musi Banyuasin sebanyak 2.139 titik dan Kabupaten Muara Enim sebanyak 1.909 titik.

“Jumlah titik hotspot ini sangat meningkat di bulan Agustus ini, yang mana di bulan Juli ada 2.096 titik hotspot, meningkat di bulan Agustus sampai dengan tanggal 23 ada 8.044 titik hotspot yang terjadi di Sumatra Selatan,” ujar Iqbal.

Lebih lanjut, Iqbal menyampaikan luas lahan yang terbakar di Sumatra Selatan hingga 23 Agustus 2026 mencapai 1.926 hektare. Berdasarkan luas lahan terbakar tersebut, Sumatra Selatan berada pada peringkat ke-18 dari 36 provinsi di Indonesia.

“Untuk rekapitulasi kejadian karhutla di Sumatera Selatan sampai dengan periode 23 Agustus 2026, ada 1.723 kejadian,” imbuh Iqbal.

Iqbal menyebut untuk mendukung penanganan karhutla, Sumatra Selatan mengerahkan 11.567 personel yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari BPBD, TNI, Polri, Lanud, Manggala Agni, Polhut, Satpol PP, hingga kelompok masyarakat dan unsur perusahaan, termasuk Kelompok Tani Peduli Api, Masyarakat Peduli Api, Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan, dan RPK HTI.

Upaya penanganan dilakukan melalui deteksi dini dan pemantauan hotspot, patroli darat dan udara, serta operasi pemadaman. Sumatra Selatan juga mendapat dukungan operasi udara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), berupa dua helikopter patroli dan lima helikopter water bombing.

“Kita di Sumatra Selatan melakukan operasi modifikasi cuaca sudah berlangsung pada 4 sesi. Yang terakhir di tanggal ini, di tanggal 22 Agustus sampai dengan 26 Agustus nanti” imbuh Iqbal.

Pemerintah juga terus meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, memperkuat sinergi lintas sektor, serta melakukan penegakan hukum terhadap pelaku karhutla, baik perorangan maupun korporasi.

Menindaklanjuti laporan terkait kebutuhan penanganan di Provinsi Sumatra Selatan, Presiden Prabowo menginstruksikan agar seluruh kebutuhan di lapangan segera dipenuhi. Kepala Negara menyetujui penambahan sejumlah kebutuhan yang diperlukan guna mempercepat penanganan karhutla di provinsi ini.

“Tadi kebutuhan, saya sekarang butuh laporan tentang kebutuhan yang kalian butuhkan. Tadi sudah disampaikan kebutuhan satu helikopter waterbombing tambahan, sudah bisa bantu satu lagi. Kita juga butuhkan alat eskavator,” ujar Kepala Negara.

“Kita punya ekskavator, bisa kita kirim? Bisa segera dikirim ke sini? Kita akan segera kirim. Kita bisa kirim berapa ke sini? 20, Anda cukup? 20 cukup? Ya sudah, segera kirim ke sini. Apa lagi yang kau butuhkan? KSAD, apa, yang dilakukan di tempat-tempat lain itu, bor air itu,” lanjutnya.

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo juga terhubung melalui konferensi video dengan jajaran Pemerintah Provinsi Jambi dan Lampung untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan secara terkoordinasi.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Kerahkan Waterbombing dan Pasukan Freefall untuk Atasi Karhutla Riau

Presiden Prabowo Subianto memastikan pemanfaatan waterbombing dan tim Pasukan Reaksi Cepat Penanggulan Bencana (PRCPB) yang melibatkan penerjun-penerjun freefall, saat ini menjadi salah satu upaya yang sangat membantu dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.

“Jadi saya minta titik panasnya itu, hotspotnya sudah? Segera, bor air, sudah mulai kita antisipasi. APD sudah cukup? Jadi tim yang terdekat sama titik api atau titik panas harus pakai APD? Tim freefallFreefall-nya bisa pakai APD nggak? Pakai. Pakai ya? Bisa ya? Alatnya? Alatnya, oke. Bagus, bagus,” ujar Presiden Prabowo saat memimpin rapat terbatas penanganan karhutla di Posko Aju Provinsi Riau, pada Senin, 24 Agustus 2026.

Dalam laporannya, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo melaporkan bahwa saat ini lima helikopter waterbombing telah dikerahkan untuk mendukung penanganan karhutla di Provinsi Riau. Menurutnya, strategi yang dilakukan tidak hanya mengandalkan pemadaman, tetapi juga pencegahan agar api tidak meluas.

“Selama ini, kegiatan yang kami lakukan yang paling efektif adalah melakukan OMC (Operasi Modifikasi Cuaca). Kadar tanah yang ada di wilayah Riau ini tidak seperti yang tahun lalu. Kita basahi sehingga cukup air untuk di dalam tanah. Kemudian proses pemadaman yang kita lakukan di tempat-tempat yang tidak terjangkau oleh pasukan darat, kita menggunakan helikopter waterbombing untuk memutus jalur agar tidak bisa lompat atau kebakarannya meluas ke sasaran yang lainnya,” ujar Agus.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa TNI telah membentuk Tim Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB). Tim tersebut diperkuat penerjun-penerjun freefall yang disiapkan untuk melakukan pemadaman secara langsung di lokasi tertentu yang sulit dijangkau.

“Kami sudah siapkan peterjun-peterjun terbaik untuk melaksanakan freefall di daerah-daerah tertentu untuk bisa secara langsung on the spot memadamkan api,” ujar Agus.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo mengapresiasi langkah tersebut serta memastikan agar personel yang diterjunkan ke lokasi titik panas atau titik api dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) yang memadai. Selain kemampuan freefall, jajaran juga menyiapkan metode lapelingfast roping, paramotor, serta dukungan drone untuk membantu pemantauan dan penanganan titik-titik karhutla.

“Ini saya kira pertama kali ya kita lakukannya dalam sejarah ini ya. Bagus. Iya benar, jadi freefall itu jangan hanya untuk upacara saja, tapi ini sekarang kita pakai untuk bantu rakyat. Baik, bagus,” ujar Kepala Negara.

Selain pemadaman dari udara, jajaran di Riau juga membangun sekat bakar dan sekat kanal sebagai strategi untuk mengendalikan pergerakan api. Sekat tersebut dibuat untuk memutus jalur api sehingga kebakaran tidak berkembang menjadi lebih besar.

“Ini Bapak Presiden cukup efektif, kita lebarkan karena lahan ini gambut, ketika pendinginan dia akan terbawa angin akan jadi lagi maka yang kita lakukan strategi sekarang ini yang bisa memotong jalur api agar tidak bisa melebar adalah dengan sekat bakar atau kontainer. Kemudian, sekat air, sekat kanal,” pungkas Agus.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wapres Gibran Apresiasi Mahasiswa UI Dampingi Anak Terdampak Bencana di NTT

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mengapresiasi kepedulian dan keterlibatan mahasiswa serta anak muda dalam membantu pemulihan masyarakat terdampak bencana di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (21/08/2026). Apresiasi tersebut disampaikan Wapres saat meninjau Posko Golo Cenggo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, sekaligus melihat langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak.

“Saya sangat mengapresiasi kepedulian dan dedikasi teman-teman mahasiswa yang mau ikut membantu pemulihan bagi saudara-saudara kita di NTT,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari dukungan tersebut, Wapres memfasilitasi enam mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) untuk memberikan bantuan psikologis awal bagi anak-anak terdampak bencana. Para mahasiswa akan berada di lokasi selama satu minggu untuk mendampingi anak-anak melalui pendekatan yang ramah anak, antara lain dengan bermain, bercerita, bernyanyi, dan permainan kelompok sederhana.

“Teman-teman mahasiswa ini akan tinggal di sini selama satu minggu dan akan membantu memberikan [bantuan psikologis awal] bagi saudara-saudara kita, khususnya anak-anak,” jelas Wapres.

Pendampingan tersebut diarahkan untuk membantu menciptakan rasa aman dan nyaman bagi anak-anak selama berada di pengungsian. Para mahasiswa juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan perasaan dan pengalaman mereka tanpa harus menceritakan kembali peristiwa bencana, sekaligus melakukan observasi untuk mengidentifikasi kebutuhan dukungan psikososial yang mungkin diperlukan lebih lanjut.

Para mahasiswa tersebut telah membersamai rangkaian kegiatan Wapres sejak kunjungan kerja di Kabupaten Sikka pada Kamis (20/08/2026), kemudian melanjutkan pendampingan pada agenda Wapres di wilayah Manggarai dan Manggarai Timur. Keterlibatan ini menjadi bagian dari dukungan anak muda dalam membantu masyarakat melalui keahlian dan kapasitas yang mereka miliki.

Wapres mendorong agar partisipasi anak muda dalam penanganan bencana terus diperkuat dan dilakukan secara terkoordinasi bersama pemerintah daerah serta pihak terkait. Menurutnya, semangat gotong royong dari berbagai elemen masyarakat diperlukan untuk mendukung penanganan darurat sekaligus mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak.

Khusus kepada para mahasiswa, Wapres berharap keikutsertaan mereka dapat menjadi kesempatan untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Semoga keilmuan yang telah teman-teman dapatkan di kampus, bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat NTT,” ucapnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kementerian PKP Gandeng Bank Mandiri Perluas Akses KPP dan FLPP untuk Masyarakat

 Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus memperkuat kolaborasi dengan sektor perbankan dan pemangku kepentingan perumahan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan perumahan yang terjangkau. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi Kredit Program Perumahan (KPP) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bersama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk di Gedung Menara Mandiri Bekasi, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan ini juga diarahkan untuk mendorong optimalisasi penyaluran KPP dan FLPP melalui Bank Mandiri sehingga semakin banyak masyarakat dan pelaku usaha sektor perumahan yang dapat memperoleh akses pembiayaan.

Kegiatan tersebut dihadiri Achmad Zaenal dari BP Tapera, Adhita Surya P. dan Achmad Purwo dari Kementerian PKP, serta jajaran Bank Mandiri yang terdiri atas Noviandhika Sukanto selaku SEVP Hub Kelembagaan, Nila Mayta Dwi Rihandjani selaku RCEO Region 4, Bayu Trisno Arief Setiawan selaku Group Head Micro Development Agent Bank, dan M Iduan Arafah selaku RMCH Region 3. Turut hadir perwakilan asosiasi pengembang.

Kehadiran pemerintah, BP Tapera, perbankan, dan asosiasi pengembang menunjukkan bahwa penyediaan perumahan membutuhkan ekosistem yang terintegrasi. Ketersediaan hunian perlu berjalan beriringan dengan dukungan pembiayaan agar masyarakat memiliki akses yang semakin luas terhadap rumah yang layak dan terjangkau.

Dalam kegiatan tersebut, Bank Mandiri menyampaikan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan program pemerintah di sektor perumahan, khususnya melalui penyediaan dan penyaluran pembiayaan yang dapat menjangkau masyarakat serta pelaku usaha sektor perumahan.

Sosialisasi juga menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman mengenai mekanisme, persyaratan, serta skema pembiayaan KPP dan FLPP. Dengan pemahaman yang semakin baik, diharapkan proses penyaluran pembiayaan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Perluas Sosialisasi ke Sejumlah Kota

Untuk memperluas jangkauan informasi dan akses pembiayaan, kegiatan sosialisasi KPP dan FLPP tidak berhenti di Bekasi. Program tersebut direncanakan dilaksanakan di sejumlah kota lainnya, yakni Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya selama periode Agustus hingga September 2026.

Rangkaian sosialisasi tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha, pengembang, serta masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai skema pembiayaan perumahan pemerintah.

Kementerian PKP menilai sinergi dengan perbankan memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan. Melalui kolaborasi dengan BP Tapera, perbankan, pemerintah daerah, dan asosiasi pengembang, dukungan pembiayaan diharapkan dapat terhubung dengan ketersediaan hunian yang berkualitas, layak, dan terjangkau.

Penguatan akses pembiayaan juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mempercepat pembangunan sektor perumahan nasional. Tidak hanya dari sisi kepemilikan rumah, dukungan pembiayaan juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem usaha yang bergerak di sektor perumahan.

Kementerian PKP akan terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar berbagai program pembiayaan perumahan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Dengan sinergi pemerintah, perbankan, BP Tapera, dan pelaku pembangunan perumahan, akses terhadap hunian layak diharapkan semakin luas sekaligus mendukung percepatan pencapaian target pembangunan perumahan nasional.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

PLTS Gajah Mungkur Berkapasitas 134 MWp Dibangun, Mampu Hasilkan 218 GWh Listrik per Tahun

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Gajah Mungkur mulai dibangun di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Pembangkit listrik tersebut diproyeksi mampu menghasilkan sekitar 218 GWh listrik per tahun, saat beroperasi pada akhir 2027.

Groundbreaking PLTS Terapung Gajah Mungkur dilakukan serentak dengan peluncuran Program PLTS 100 GWp, yang dipimpin Presiden RI Prabowo dari Bali, Selasa (25/8/2026). Ada sebanyak 14 PLTS dengan total kapasitas mencapai 5,2 gigawatt peak (GWp) yang diluncurkan saat itu, salah satunya PLTS Terapung Gajah Mungkur.

Di Wonogiri, kegiatan dihadiri Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersama jajaran pemerintah daerah, PT PLN, pengelola sumber daya air, dan pengembang proyek.

“Hari ini kita melakukan groundbreaking terkait dengan PLTS. Di Jawa Tengah ini adalah salah satu PLTS yang terbesar di Wonogiri, dengan kapasitas 134 megawatt peak,” kata Luthfi.

Ditambahkan, saat beroperasi, PLTS Gajah Mungkur diproyeksikan menghasilkan sekitar 218 GWh listrik per tahun. Jumlah itu setara sekitar 37 persen kebutuhan listrik Kabupaten Wonogiri dalam satu tahun.

Luthfi menyebut investasi pembangunan PLTS Terapung Gajah Mungkur mencapai sekitar Rp1,6 triliun, dan ditargetkan dapat beroperasi pada 2027.

Menurut gubernur, pengembangan energi baru terbarukan akan menjadi salah satu prioritas Jawa Tengah, untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

General Manager PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah, Bramantyo Anggun Pambudi menjelaskan, listrik dari PLTS Gajah Mungkur nantinya disalurkan melalui jaringan 150 kilovolt menuju Gardu Induk Nguntoronadi, yang berjarak sekitar 11,7 kilometer.

Setelah masuk jaringan interkoneksi Jawa-Madura-Bali, listrik tersebut tidak hanya digunakan di kawasan sekitar Waduk Gajah Mungkur.

“Ketika listrik tersebut sudah masuk ke jaringan interkoneksi, maka listrik tersebut tidak khusus untuk berada di sekitaran daerah tersebut. Itu juga bisa disalurkan ke semua daerah di jaringan yang tersambung dengan interkoneksi,” kata Bramantyo.

Sementara, Direktur Operasi Pembangkit Gas PT PLN Indonesia Power, Daniel Eliawardhana mengatakan, persiapan dan aspek teknis proyek saat ini sedang dilakukan.

“Secara target waktu sesuai yang disampaikan Pak Gubernur tadi, kita akhir tahun 2027 ini sudah bisa beroperasi setara 134 megawatt peak,” ujarnya.

Selain Gajah Mungkur, pengembangan PLTS di Jawa Tengah juga direncanakan di Waduk Kedung Ombo dengan kapasitas sekitar 100 MWac. Proyek lain dengan kapasitas sekitar 7,4 MW juga disiapkan di Karimunjawa.

Pembangunan PLTS Gajah Mungkur merupakan bagian dari Program PLTS 100 GWp yang dikembangkan pemerintah secara nasional, untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian energi.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah serius mengejar pembangunan pembangkit listrik tenaga surya tersebut. Dia menargetkan kapasitas PLTS 100 GWp tersebut dapat dibangun dalam tiga tahun.

Menurut Prabowo, pengembangan energi tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat kemandirian energi.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyebut, Program PLTS 100 GWp secara nasional diperkirakan membutuhkan investasi sekitar 73 miliar dolar AS, atau lebih dari Rp1.140 triliun.

Program tersebut diproyeksikan menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja, sekaligus menghasilkan efisiensi subsidi energi sekitar Rp73,9 triliun per tahun.

Khusus PLTS Terapung Gajah Mungkur, area panel direncanakan menempati kurang dari 5 persen dari luas Waduk Gajah Mungkur yang mencapai sekitar 5.600 hektare. Tata letaknya disiapkan dengan mempertimbangkan perubahan muka air waduk, serta tetap mempertahankan jalur aktivitas masyarakat dan nelayan.

Pada tahap konstruksi, proyek ini juga diperkirakan membutuhkan sekitar 150 hingga 250 tenaga pendukung, yang dapat direkrut dari masyarakat lokal melalui kontraktor.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News