Minggu, November 30, 2025
Beranda blog Halaman 2

Komisi IV Sesalkan Rendahnya Realisasi Bansos Pangan: Program Dinilai Gagal Jaga Daya Beli Masyarakat

Komisi IV DPR RI menyesalkan rendahnya realisasi penyaluran bantuan sosial (Bansos) pangan yang digagas pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat. Hingga 24 November 2025, penyaluran Bansos berupa 20 kg beras medium dan 4 liter minyak goreng kemasan untuk periode Oktober–November baru mencapai 4,54 persen.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman usai Rapat Kerja bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Badan Karantina Indonesia (Bakarantin) di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin (24/11/2025). Rapat tersebut membahas monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran 2025 serta rencana program 2026.

Alex menilai angka realisasi yang sangat rendah tersebut menunjukkan bahwa program Bansos Pangan nyaris tidak berjalan.

“Jika laporan penyalurannya baru 4,54 persen, artinya program ini nyaris tak dikerjakan. Ini sekaligus mengartikan, tujuan utama program ini digagas ‘menjaga daya beli masyarakat,’ jadi gagal diwujudkan,” tegas Alex.

Menurut Alex, program ini menyasar 18,8 juta keluarga yang terdaftar sebagai Penerima Bantuan Pangan (PBP), berbeda dari PKH atau BLT yang berbentuk bantuan uang tunai.

“Alokasi anggaran untuk program Bansos Pangan ini mencapai angka Rp6,5 triliun dengan cakupan seluruh provinsi di Indonesia. Anggaran ini cukup berdampak signifikan dalam kerangka menjaga daya beli masyarakat sebagaimana tujuan Bansos Pangan ini,” tegas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu.

Alex mengingatkan pemerintah bahwa penyaluran bantuan bukan sekadar persoalan teknis, tetapi berkaitan langsung dengan psikologis masyarakat yang menunggu bantuan.

“Penyaluran bantuan, bukan hanya soal angka, tetapi soal psikologis masyarakat yang menunggu bantuan yang tak kunjung dating,” terangnya.

Ia juga mempertanyakan komitmen pemerintah, mengingat stok beras di gudang Bulog melimpah dan pasokan minyak goreng tidak mengalami kendala berarti.

“Saya mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menjaga kepercayaan publik. Saat negara memutuskan memberi bantuan, berarti pemerintah sudah membaca kebutuhan masyarakat dan wajib memastikan penyaluran bantuan tepat waktu,” tegasnya.

Diketahui, Bansos Pangan yang diluncurkan pertama kali pada Juli 2025 merupakan bentuk respons terhadap dinamika ekonomi dan kebutuhan perlindungan sosial bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Meski demikian ada kriteria ketat yang ditetapkan pemerintah bagi penerimanya. Kriteria yang dimaksud yakni sebagaimana yang ditetapkan dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maupun Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)

Diketahui, kriteria utama penerima berdasarkan data tersebut adalah dari status ekonomi merupakan kelompok masyarakat yang termasuk desil 1 hingga 4 (40% kelompok ekonomi paling bawah), Keluarga miskin dan rentan, penghasilan di bawah garis kemiskinan regional serta tidak memiliki aset berlebih.

Kemudian, terdaftar dalam DTKS/DTSEN, tidak menerima gaji tetap serta kondisi rumah dan aset dengan ciri-ciri, kondisinya sederhana, tidak memiliki kendaraan bermotor tahun baru, tidak memiliki usaha besar dan tidak memiliki tabungan/investasi signifikan.

Untuk program Bansos Pangan ini, pemerintah memberikan prioritas khusus kepada keluarga Lansia (di atas 60 tahun), Keluarga dengan disabilitas, Ibu hamil dan menyusui, Anak stunting atau gizi buruk serta Keluarga dengan banyak tanggungan (lebih dari 4 anak).

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Alex Indra Lukman Soroti Rendahnya Realisasi Bantuan Pangan dan Anggaran Kebijakan Karantina

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman menyoroti rendahnya realisasi penyaluran bantuan pangan serta mempertanyakan kejelasan alokasi anggaran besar untuk perumusan kebijakan di Badan Karantina Indonesia. Hal itu ia sampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Kepala Badan Karantina Indonesia di Gedung DPR, Jakarta, Senin (24/11/2025).

Dalam rapat tersebut, Alex menyoroti rancangan anggaran “perumusan kebijakan” Badan Karantina Indonesia yang dinilai tidak sebanding dengan penjelasan yang diberikan.

“Mohon dijelaskan secara singkat soal perumusan kebijakan ini. Kalimatnya sangat normatif, tetapi anggarannya belasan miliar untuk masing-masing sektor. Ini harus diperjelas,” tegas Alex.

Politisi PDI-Perjuangan itu menilai pemerintah perlu memberikan uraian yang lebih transparan agar penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan dan tidak menimbulkan tanda tanya publik.

Sorotan lain diarahkan kepada Bapanas terkait realisasi bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng. Menurut Alex, pemerintah sebenarnya sudah memahami kebutuhan masyarakat dengan menyiapkan program bantuan tersebut. Namun, pelaksanaannya dinilai jauh dari optimal.

“Realisasi bantuan pangan untuk bulan Oktober dan November baru 4,54%, padahal sekarang sudah tanggal 24 November. Kalau realisasinya 90%, kita bisa maklum. Tapi ini baru 4,54%, berarti 95% lagi belum terdistribusi,” katanya.

Alex mengingatkan bahwa rendahnya distribusi bantuan pangan dapat memicu keresahan di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang sudah terdaftar sebagai penerima tetapi belum menerima bantuan sama sekali.

“Kira-kira ibu bapak paham nggak sih psikologis masyarakat? Mereka sudah terdaftar menerima bantuan, tapi bantuan itu tidak datang-datang. Ada apa? Mohon dijelaskan supaya jelas apa hambatannya,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah menjelaskan hambatan yang terjadi secara terbuka dan konkret agar Komisi IV dapat memastikan program bantuan benar-benar tersalurkan sesuai tujuan. Menurutnya, evaluasi perlu dilakukan agar penggunaan anggaran lebih tepat sasaran dan tidak memunculkan kegelisahan publik.

Dengan sorotan ini, Komisi IV berharap kementerian dan lembaga terkait dapat segera memperbaiki mekanisme distribusi bantuan pangan dan memperjelas penggunaan anggaran kebijakan karantina demi meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Anggota DPR Rahayu Saraswati Ungkap 63 Persen Anak Muda Berpotensi Jadi Kekuatan Baru ASEAN

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengungkapkan bahwa 63 persen penduduk ASEAN berusia 35 tahun ke bawah, dan potensi besar ini dapat menjadi kekuatan baru Asia Tenggara jika dikelola dengan baik.

“Saat ini ada 63 persen anak-anak muda usia di bawah 35 tahun dari total jumlah populasi ASEAN dan ini potensi yang besar jika kita bisa mengelolanya dengan baik,” kata Wakil Ketau Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo di Kota Padang, Senin.

Forum internasional tersebut mengangkat tema “Creative Synergy for a Resilient ASEAN: Designing Purposeful Future” yang dinilai relevan dengan upaya memperkuat kreativitas dan talenta pemuda untuk menjadikan Asia Tenggara sebagai kekuatan dunia pada tahun 2035.

Rahayu menegaskan bahwa untuk membawa Asia Tenggara menjadi pemain penting dalam percaturan global, sejumlah tantangan perlu dihadapi, terutama yang berkaitan dengan pengembangan ekosistem kepemudaan.

“Pertama, kita harus menciptakan ekosistem yang baik dulu,” kata dia.

Ia menjelaskan bahwa ekosistem tersebut tidak hanya berbentuk konektivitas antar-pemuda dan jaringan global, tetapi juga harus ditopang oleh dukungan finansial dan institusi keuangan yang memadai.

“Yang pasti ekosistem ini harus terejawantahkan menjadi kekuatan ekonomi dan harus didukung institusi keuangan,” ujar dia.

Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa pemuda merupakan kelompok strategis di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, mengingat dominasi penduduk usia 35 tahun ke bawah.

Karena besarnya populasi pemuda tersebut, Pemkot Padang menjadikan pengembangan generasi muda sebagai salah satu agenda prioritas daerah.

Melalui penyelenggaraan ASEAN Youth Creative Meeting, Fadly berharap pemuda di Ranah Minang mampu berkontribusi dan menyumbangkan gagasan untuk membangun daerah.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengungkapkan bahwa 63 persen penduduk ASEAN berusia 35 tahun ke bawah, dan potensi besar ini dapat menjadi kekuatan baru Asia Tenggara jika dikelola dengan baik.

“Saat ini ada 63 persen anak-anak muda usia di bawah 35 tahun dari total jumlah populasi ASEAN dan ini potensi yang besar jika kita bisa mengelolanya dengan baik,” kata Wakil Ketau Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo di Kota Padang, Senin.

Forum internasional tersebut mengangkat tema “Creative Synergy for a Resilient ASEAN: Designing Purposeful Future” yang dinilai relevan dengan upaya memperkuat kreativitas dan talenta pemuda untuk menjadikan Asia Tenggara sebagai kekuatan dunia pada tahun 2035.

Rahayu menegaskan bahwa untuk membawa Asia Tenggara menjadi pemain penting dalam percaturan global, sejumlah tantangan perlu dihadapi, terutama yang berkaitan dengan pengembangan ekosistem kepemudaan.

“Pertama, kita harus menciptakan ekosistem yang baik dulu,” kata dia.

Ia menjelaskan bahwa ekosistem tersebut tidak hanya berbentuk konektivitas antar-pemuda dan jaringan global, tetapi juga harus ditopang oleh dukungan finansial dan institusi keuangan yang memadai.

“Yang pasti ekosistem ini harus terejawantahkan menjadi kekuatan ekonomi dan harus didukung institusi keuangan,” ujar dia.

Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa pemuda merupakan kelompok strategis di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, mengingat dominasi penduduk usia 35 tahun ke bawah.

Karena besarnya populasi pemuda tersebut, Pemkot Padang menjadikan pengembangan generasi muda sebagai salah satu agenda prioritas daerah.

Melalui penyelenggaraan ASEAN Youth Creative Meeting, Fadly berharap pemuda di Ranah Minang mampu berkontribusi dan menyumbangkan gagasan untuk membangun daerah.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Perintahkan Pengiriman Bantuan Cepat ke Tiga Provinsi Terdampak Bencana

Pemerintah kembali mengirimkan bantuan penanganan bencana alam ke tiga provinsi terdampak (Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat) Jumat (28/11) pagi. Pengiriman dilakukan atas instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto, yang sejak hari pertama bencana telah memerintahkan seluruh jajaran untuk bergerak cepat mengirim bantuan ke lapangan.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pengiriman bantuan terbaru dilakukan pada pukul 07.30 WIB dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

“Pagi ini sekitar pukul setengah delapan pagi, telah diberangkatkan, atas instruksi langsung Bapak Presiden tadi malam kepada seluruh jajaran terkait, untuk memberangkatkan pagi ini empat pesawat: tiga pesawat Hercules, kemudian satu pesawat A400 yang awal bulan ini tiba di tanah air untuk terbang ke tiga provinsi yang terdampak bencana,” ujar Seskab dalam keterangan persnya kepada awak media usai pengiriman bantuan.

Seskab menjelaskan bahwa keempat pesawat tersebut akan diterbangkan menuju bandara-bandara terdekat dari lokasi terdampak.

“Jadi akan ke Padang, Sumatera Barat, kemudian ke bandara terdekat di Tapanuli, itu tepatnya nanti akan ke bandara Silangit, Sumatera Utara, kemudian satu ke bandara di Banda Aceh dan Lhokseumawe Aceh Utara karena adalah bandara terdekat dengan lokasi terdampak,” ungkapnya.

Seskab menegaskan bahwa langkah ini bukan pengiriman pertama. Sejak awal bencana, Presiden Prabowo telah memberikan arahan tegas agar seluruh bantuan dikirimkan tanpa jeda.

“Sejak hari pertama tanggal 25 November, Bapak Presiden sudah langsung menginstruksikan kepada Bapak Menko PMK untuk mengkoordinir secara langsung terkait penanganan bencana,” kata Seskab.

Dalam beberapa hari terakhir, alur bantuan terus berlangsung melalui pesawat TNI maupun maskapai sipil. Seluruh kebutuhan yang dikirim disesuaikan dengan kondisi aktual di lapangan, berdasarkan komunikasi langsung pemerintah pusat dengan para kepala daerah.

Untuk memastikan akurasi kebutuhan, Presiden Prabowo dan jajaran terkait telah berkomunikasi langsung dengan pemerintah daerah. Seskab menyampaikan bahwa pemerintah pusat dan daerah terus berkoordinasi dan berkomunikasi terkait penanganan bencana tersebut.

“Kemarin sudah menghubungi langsung, menelpon langsung para kepala daerah di Sumatera Barat, kemudian Pak Masinton, kemudian Gus Irawan, Bupati Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan sudah dihubungi juga termasuk Gubernur Sumatera Utara dan Provinsi Aceh,” ucapnya.

Data dari para kepala daerah tersebut menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan jenis bantuan yang dikirimkan pada pagi ini. Bantuan yang diterbangkan terdiri dari peralatan darurat hingga kebutuhan vital bagi evakuasi dan pemulihan cepat.

“Jadi hari ini diberangkatkan sesuai kebutuhan yakni tenda sebanyak sekitar 150, kemudian ada perahu karet karena sangat penting untuk evakuasi ada sekitar 64, kemudian genset, alat bantu listrik, kemudian yang terpenting juga alat komunikasi diberangkatkan sekitar 100 alat komunikasi ke sana agar signal komunikasi bisa dimulai kembali. Kemudian juga bahan makanan siap saji, kemudian tim medis dari TNI, kemudian juga dari Kementerian Kesehatan,” kata Seskab.

Seskab turut menyampaikan arahan Presiden Prabowo yang menekankan bahwa seluruh bantuan harus menjangkau titik terdalam wilayah terdampak.

“Yang penting semua bantuan segera terbang ke lokasi sampai daerah terdalam, terdetail mengenai lokasi tersebut sampai ke dalam,” tegas Seskab.

Dengan instruksi tegas dan mobilisasi cepat ini, pemerintah menegaskan komitmen penuh untuk menempatkan keselamatan rakyat sebagai prioritas utama.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pastikan Stok Aman, Kuota LPG Subsidi 2025 Ditambah 350 Ribu Ton

Pemerintah resmi menambah kuota liquid petroleum gas (LPG) 3 kilogram bersubsidi untuk tahun anggaran 2025. Kebijakan ini disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (27/11).

Bahlil menjelaskan bahwa Presiden Prabowo secara tegas meminta pasokan LPG subsidi untuk rakyat, khususnya menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), tidak boleh mengalami kekurangan. Untuk itu, pemerintah menambah kuota sekitar 350 ribu ton dari rencana awal.

“Tadi dalam rapat terbatas yang dipimpin oleh Bapak Presiden menyangkut dengan LPG, kita ada penambahan kuota dimana kuota kita di draf APBN itu 8.160.000. Kita tambah kurang lebih sekitar 350 ribu ton,” jelasnya kepada awak media.

Penambahan kuota ini dilakukan sebagai langkah antisipatif agar masyarakat dapat melalui periode Nataru dengan aman dan nyaman tanpa gangguan suplai energi rumah tangga.

“Sehingga kita yang menjalankan ibadah Natal dan Tahun Baru untuk kita semua di 2025 insyaallah clear menyangkut dengan LPG,” katanya.

Menariknya, kebijakan penambahan kuota ini tidak memerlukan tambahan anggaran negara. Bahlil menjelaskan bahwa pagu anggaran subsidi energi dalam APBN 2025 mencapai Rp82 triliun, tetapi realisasi dengan penambahan kuota ini diperkirakan hanya berada di kisaran Rp77–78 triliun.

“Alokasi kita di dalam APBN di 2025 itu kan Rp82 triliun, sementara realisasi dengan menambah 350 ribu ton itu enggak sampai di Rp80 triliun, hanya sekitar Rp77-78 triliun,” jelasnya.

Menteri ESDM juga memastikan bahwa penambahan kuota ini hanya berlaku untuk tahun 2025, sementara asumsi subsidi untuk 2026 tetap mengacu pada RAPBN yang sudah disusun. Terkait mekanisme distribusi untuk memastikan subsidi tepat sasaran, pembahasan masih dilakukan lintas kementerian dan lembaga.

“Lagi masih dalam pembahasan. Masih belum final,” ujar Menteri ESDM.

Kebijakan ini mempertegas komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan jaminan kebutuhan energi rakyat, melindungi kelompok masyarakat kecil, dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemerintah Percepat Realisasi Belanja Negara dan Siapkan Stimulus Akhir Tahun

Pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi melalui percepatan realisasi belanja negara pada akhir tahun 2025, termasuk program prioritas nasional untuk mendukung target pembangunan sektor sosial dan infrastruktur dasar. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (27/11).

“Terkait dengan akselerasi belanja itu sampai hari ini, kementerian, lembaga besar sudah sekitar 70 persen dan diharapkan nanti pada saat di akhir tahun bisa mencapai 95 persen. Termasuk program-program unggulan Bapak Presiden MBG, Sekolah Rakyat, cek kesehatan gratis, listrik perdesaan juga terus akan diakselerasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Airlangga memaparkan laporan mengenai kebijakan diskon transportasi publik yang telah diumumkan pemerintah jelang periode libur akhir tahun, termasuk perjalanan darat, melalui pelabuhan, dan sektor penerbangan.

“Berbagai diskon yang sudah diumumkan, yaitu diskon kereta api yang besarnya 30 persen periodenya 22 Desember sampai 10 Januari, target 1 juta 509 orang. Kemudian diskon tarif angkutan laut sebesar 20 persen periodenya 17 Desember-10 Januari targetnya 405.881 penumpang,” ucapnya.

“Diskon tiket pesawat besarnya 13 sampai 14 persen periodenya 22 Desember sampai 10 Januari targetnya 3,5 juta penumpang, kemudian diskon tarif tol yang besarnya 10-20 persen,” lanjut Airlangga.

Selanjutnya, Airlangga menyampaikan bahwa rangkaian stimulus tersebut diharapkan meningkatkan belanja masyarakat pada awal tahun. Airlangga pun menjelaskan beberapa agenda belanja nasional yang masuk dalam proyeksi tersebut.

“Dari program belanja itu diharapkan spending masyarakat pada waktu bulan Januari sebesar 116 triliun, dan 116 triliun itu terdiri dari hari belanja nasional yaitu 10-16 Desember, transaksinya diperkirakan 33-34 triliun. Belanja di Indonesia saja targetnya bisa sampai 30 triliun dengan 18 (Desember)-4 Januari, kemudian epic sale itu di minimarket itu 1-31 Desember target transaksinya Rp56 triliun,” jelasnya.

Di samping itu, dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga melaporkan hasil kerja sama dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait investasi proyek industri strategis senilai Rp36,4 triliun. Airlangga menjelaskan bahwa seluruh proyek investasi akan ditempatkan di Kawasan Industri Batang yang telah diresmikan sebelumnya.

“Proyek itu antara lain terkait dengan proyek baja 1 juta ton, kemudian pengolahan daging dan produk kelautan, kemudian perdagangan nikel iron, kemudian proyek R&D daripada tekstil dan high end. Kemudian terkait dengan batu bara, dan juga kerja sama bahan baku terkait dengan tekstil. Dan juga proyek kerja sama industri teh dan melati, dan juga direct sourcing terkait dengan produk agriculture termasuk kelapa dan durian,” jelas Menko.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Dorong Perluasan Akses Keuangan Nasional

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi inklusi dan kesehatan keuangan nasional sebagai bagian dari agenda transformasi ekonomi. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai mendampingi Presiden menerima Ratu Máxima selaku UN Secretary General Special Advocate for the Financial Health, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (27/11).

Dalam pertemuan tersebut, Airlangga mengatakan bahwa Kepala Negara menekankan percepatan kepemilikan rekening bank menjadi kunci perluasan akses keuangan nasional. Pemerintah mendorong keterhubungan rumah tangga dengan sistem perbankan sebagai landasan penyaluran bantuan yang lebih tepat sasaran dan peningkatan inklusi di seluruh daerah.

“Bapak Presiden juga melihat dan mendengarkan, serta menyampaikan bahwa dengan 88,7 juta rumah tangga di seluruh Indonesia, itu yang ada didorong untuk memiliki rekening dan kebijakan ini bertujuan untuk efektivitas dari penyaluran bantuan dan peningkatan inklusi keuangan,” ujar Airlangga.

Selain itu, Airlangga juga menjelaskan bahwa tingkat inklusi keuangan Indonesia yang mencapai 92,7 persen perlu terus diimbangi dengan penguatan literasi. Airlangga mengatakan bahwa pemerintah melihat peningkatan pemahaman keuangan sebagai faktor penting, terutama ketika capaian literasi nasional telah berada di atas rata-rata negara OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development).

“Inklusi keuangan di Indonesia sudah 92,7 persen, namun dari tingkat literasi baru 66,4. Namun angka 66,4 literasi ini sudah lebih tinggi daripada rata-rata negara OECD terkait literasi keuangannya dan Indonesia juga menyampaikan ada simpanan pelajar yang sudah mempunyai rekening sebesar 58 juta,” imbuh Airlangga.

Selain itu, Airlangga menjelaskan bahwa Presiden Prabowo juga memberikan arahan untuk penguatan koordinasi lintas sektor dalam tata kelola kesehatan keuangan nasional. Dalam pertemuan bilateral dan tête-à-tête dengan Ratu Máxima, Presiden Prabowo mengusulkan pembentukan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan atau Financial Health Council.

“Nah kemudian beberapa hal yang menjadi catatan dalam pertemuan bilateral tête-a-tête Bapak Presiden, antara lain Bapak Presiden meminta agar dibentuk pembentukan Dewan Nasional Terkait Kesejahteraan Keuangan ataupun Financial Health ini, dan ini adalah untuk melengkapi atau menyempurnakan Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI),” ungkap Airlangga.

Inisiatif tersebut juga diperkuat dengan rencana penyediaan open data keuangan, penguatan edukasi publik, serta integrasi digital ID guna memperluas akses dan manfaat layanan keuangan.

“Dan juga didorong untuk adanya data yang secara terbuka tidak hanya untuk perbankan tetapi untuk para consumer perbankan juga. Jadi terkait dengan knowledge termasuk juga terkait dengan adanya digital ID, knowledge sharing juga terkait dengan pendalaman di sektor asuransi,” pungkas Airlangga.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Cuaca Jakarta Hari Ini 28 November: Berawan dari Pagi hingga Malam

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan seluruh wilayah DKI Jakarta akan berada dalam kondisi berawan sepanjang hari, Jumat (28/11). Berdasarkan informasi yang dirilis melalui laman resmi BMKG, cuaca berawan diperkirakan terjadi sejak pagi hingga malam hari di enam wilayah Jakarta.

Pada pagi hari, awan diprediksi menyelimuti Kepulauan Seribu, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. Kondisi serupa masih akan berlangsung pada siang hari tanpa adanya potensi hujan.

Memasuki sore hingga malam hari, BMKG kembali memproyeksikan cuaca berawan secara merata di seluruh wilayah ibu kota. Tidak ada perubahan signifikan dalam kondisi atmosfer yang mengarah pada hujan atau cuaca ekstrem.

Selain itu, BMKG melaporkan bahwa suhu udara di Jakarta hari ini berkisar antara 25–34 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan berada pada 46–83 persen. Masyarakat diimbau tetap mewaspadai perubahan cuaca lokal yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Samsat Keliling Jadetabek Beroperasi Hari Ini: Berikut Syarat dan Lokasinya

Polda Metro Jaya kembali membuka layanan Samsat Keliling di 14 titik wilayah Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) pada Jumat (28/11) untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Informasi ini disampaikan melalui akun resmi TMC Polda Metro Jaya.

Layanan Samsat Keliling hadir di sejumlah titik strategis, mulai dari halaman kantor Samsat, mal, hingga area publik seperti alun-alun dan kantor kelurahan. Warga bisa memanfaatkan layanan ini sesuai jadwal operasional yang telah disiapkan di setiap lokasi.

Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Hari Ini

Jakarta Pusat
– Halaman parkir Samsat Jakarta Pusat (08.00–14.00 WIB)
– Lapangan Banteng (08.00–14.00 WIB)

Jakarta Utara
– Halaman parkir Samsat Jakarta Utara (08.00–14.00 WIB)
– Masjid Al Musyawarah Kelapa Gading (08.00–14.00 WIB)

Jakarta Barat
– Mal Citraland (08.00–14.00 WIB)

Jakarta Selatan
– Halaman parkir Samsat Jakarta Selatan (09.00–15.00 WIB)
– Gedung Sampoerna Strategic (09.00–14.00 WIB)

Jakarta Timur
– Halaman parkir Samsat Jakarta Timur (08.00–15.00 WIB)
– Pasar Induk Kramat Jati (08.00–14.00 WIB)

Kota Tangerang
– Alun-Alun Cibodas (09.00–13.00 WIB)
– Parkiran busway Foodmosphere (09.00–13.00 WIB)

Ciledug
– Kantor Kecamatan Pinang (09.00–12.00 WIB)
– Rukan Fresh Market Green Lake City, Cipondoh (09.00–12.00 WIB)

Serpong
– Halaman parkir Samsat Serpong (08.00–14.00 WIB)
– ITC BSD (16.00–19.00 WIB)

Ciputat
– Halaman parkir Samsat Ciputat (09.00–12.00 WIB)
– Kantor Kelurahan Pondok Betung (09.00–12.00 WIB)

Kelapa Dua
– Gtown Square Gading Serpong (08.00–14.00 WIB)

Kota Bekasi
– Pizza Hut Kosem Jatiasih (09.00–11.30 WIB)

Kabupaten Bekasi
– Kantor Pemda Kabupaten Bekasi (09.00–11.00 WIB)
– Pasar Central Lippo Cikarang (09.00–14.00 WIB)

Depok
– Halaman parkir Samsat Depok (08.00–14.00 WIB)
– Kantor Kelurahan Tugu (09.00–11.00 WIB)

Cinere
– Kantor Kelurahan Pasir Putih (08.00–11.30 WIB)

Dokumen yang Wajib Dibawa

Warga yang ingin membayar pajak kendaraan di Samsat Keliling wajib membawa:

  • KTP asli dan fotokopi

  • BPKB asli dan fotokopi

  • STNK asli dan fotokopi

Layanan ini khusus untuk pembayaran PKB tahunan, sementara untuk perpanjangan STNK lima tahunan atau penggantian pelat nomor, masyarakat tetap harus mendatangi kantor Samsat terdekat.

Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan selama berada di lokasi layanan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Biaya Perpanjang SIM A dan C di SIM Keliling Jakarta, Cek Lokasinya

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya kembali menyediakan layanan Surat Izin Mengemudi (SIM) Keliling di lima wilayah Jakarta pada Kamis (28/11), untuk memudahkan masyarakat memperpanjang masa berlaku SIM tanpa harus datang ke kantor Satpas.

Melalui informasi resmi akun X (Twitter) TMC Polda Metro Jaya, layanan SIM Keliling hari ini dapat ditemukan di beberapa titik, yaitu:

  • Jakarta Timur: Mal Grand Cakung

  • Jakarta Utara: LTC Glodok

  • Jakarta Selatan: Kampus Trilogi Kalibata

  • Jakarta Pusat: Kantor Pos Lapangan Banteng

  • Jakarta Barat: Lobby Selatan Mal Ciputra

Layanan ini beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB.

Masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM diwajibkan membawa sejumlah dokumen persyaratan, meliputi fotokopi KTP yang masih berlaku, fotokopi dan SIM asli, bukti cek kesehatan, serta bukti tes psikologi. Pemohon juga perlu menyiapkan biaya administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Perpanjangan SIM melalui layanan keliling hanya berlaku untuk SIM yang masih aktif dengan golongan tertentu, yaitu SIM A dan SIM C. Sementara untuk SIM yang telah habis masa berlakunya, pemilik harus mengajukan permohonan pembuatan SIM baru di kantor Satpas.

Biaya perpanjangan mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak, yakni Rp80.000 untuk SIM A dan Rp75.000 untuk SIM C.

Adapun perpanjangan SIM B tidak dapat dilakukan melalui layanan SIM Keliling karena peruntukan dokumen yang berbeda. SIM B diperuntukkan bagi pengemudi kendaraan dengan berat lebih dari 3,5 ton sehingga proses administrasinya wajib dilakukan di kantor Satpas.

Dengan hadirnya layanan ini, Ditlantas Polda Metro Jaya berharap masyarakat dapat mengurus perpanjangan SIM dengan lebih mudah dan cepat, sekaligus mendukung ketertiban dan legalitas berkendara di wilayah Jakarta.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News