Beranda blog Halaman 1208

Gubernur Sumsel Ikuti Materi Wawasan Nusantara di Akmil Magelang

Retreat Orientasi Kepemimpinan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Tahun 2025 yang memasuki hari ke 3 di Hari Minggu pagi, Gubernur Sumsel Herman Deru yang terus semangat mengawali kegiatan dengan apel pagi dan mendengarkan arahan Wamendagri Bima Arya Sugiarto, dilanjutkan dengan kegiatan ibadah sesuai agama masing-masing Kepala Daerah.

Selanjutnya dengan mengenakan kemeja putih dan celana hitam, HD beserta Kepala Daerah lainnya mengikuti Penyampaian Materi dari Lemhanas. Sesi pertama yaitu Implementasi Kewaspadaan Nasional dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara. Bertempat di Ruang Sudirman Akmil Magelang, Minggu, (23/02/2025)

Di siang hari, HD beserta Kepala Daerah peserta Retreat menerima Materi kedua mengenai Implementasi Wawasan Nusantara dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara dan Implementasi Ketahanan Nasional dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara.

Di malam hari materi diberikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani mengenai Kebijakan Keuangan Negara dan Pertumbuhan Ekonomi. Didampingi Mendagri RI Tito Karnavian dan Wamendagri Bima Arya Sugiarto, Sri Mulyani memaparkan beberapa point. Antara lain agar menyatukan visi misi Presiden Prabowo Subianto di Bidang Ekonomi dengan Kepala Daerah dengan masing-masing ada 4 pembahasan.

Pembahasan pertama tentang APBN dan Perekonomian, kedua Kebijakan Fiskal untuk kesejahteraan rakyat, ketiga pembiayaan inovatif untuk keselarasan untuk pembangunan dan pembahasan ke empat mengenai arahan Presiden Prabowo dan tindak lanjut APBN 2025.

Dikatakan Sri Mulyani untuk mencapai Visi Indonesia Emas Tahun 2045 di bidang ekonomi, dimana butuh akselerasi pertumbuhan ekonomi 6% hingga 8% per Tahunnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menkes Budi Targetkan Strata Utama untuk RSUD Akhmad Berahim Kalimantan Utara

Menteri Kesehatan RI (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menargetkan RSUD Akhmad Berahim Kabupaten Tana Tidung menyandang Strata Utama untuk pelayanan kanker, jantung, stroke, uronefrologi, KIA, dan TB.

Target ini sejalan dengan salah satu Program Hasil Cepat Terbaik (PHTC)/Quick Wins Kemenkes terkait Peningkatan kelas RS. Pada 2025 Kemenkes akan melakukan pembangunan guna meningkatkan kelas rumah sakit dari kelas D atau D Pratama menjadi kelas C di 32 lokus terpilih.

Untuk merealisasikan peningkatan kelas D RS menjadi kelas C, Menkes Budi melakukan groundbreaking pembangunan RSUD Akhmad Berahim.

“Hari ini saya di RSUD Kabupaten Tana Tidung (RSUD Akhmad Berahim). Ini kalau naik speed boat dari Tarakan 3 jam dari sana. Jadi kebayang kan kalau ada orang kena sakit stroke atau jantung mesti dibawa 3 jam ke Tarakan,” ujar Menkes Budi, Jumat (21/2).

Menkes Budi meminta RSUD Akhmad Berahim harus dapat meningkatkan kualitas layanan rujukan bagi masyarakat Provinsi Kalimantan Utara dan Kabupaten Tana Tidung.

Setelah pembangunan terlaksana, selanjutnya RSUD harus mampu melakukan pengampuan untuk RS wilayah Provinsi dan Kabupaten/Kota serta Puskesmas. Menkes Budi juga berpesan agar RSUD Akhmad Berahim mengembangkan layanan kesehatan digital, melakukan pendidikan, pelatihan dan penelitian untuk meningkatkan pengetahuan dalam upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Pemerintah Daerah juga harus turut mengawal pemenuhan Sumber Daya Manusia Kesehatan yang dibutuhkan.

Menkes berharap dengan dibangunnya rumah sakit ini diharapkan kalau ada serangan stroke, sakit jantung, dan juga termasuk kanker, atau ginjal bisa dilayani di sini.

“Ini adalah rumah sakit ketiga yang dibangun oleh bapak Presiden Prabowo terkait dengan program quick wins beliau dari 66 rumah sakit di daerah-daerah tertinggal yang kita akan bangun dalam 2 tahun ke depan,” ujarnya.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Hadiri Trash Fest 2025, Wagub Rano Ajak Masyarakat Kelola Sampah Secara Bijak

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno menghadiri acara Trash Fest 2025 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Trash Fest 2025 merupakan rangkaian memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2025.

Kegiatan Trash Fest 2025 diselenggarakan sebagai wadah untuk membangun kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan akademisi dalam mencari solusi atas permasalahan sampah yang semakin kompleks.

Rano mengatakan, tujuan diselenggarakannya Trash Fest 2025 agar masyarakat semakin teredukasi dan memiliki kesadaran tinggi dalam mengelola sampah secara bijak dan bertanggung jawab.

“Sekaligus mencerminkan budaya baik warga Jakarta, yang mengutamakan kebersihan, keberlanjutan, serta kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Rano, di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (23/2).

Pada kesempatan itu, Rano menyampaikan, peringatan HPSN menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen serta kepedulian kita terhadap isu lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Ia menilai, permasalahan sampah bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga berkaitan dengan perilaku dan budaya masyarakat.

“Setiap harinya, Jakarta menghasilkan ribuan ton sampah, yang jika tidak dikelola dengan baik, dapat mencemari lingkungan, mengancam kesehatan, dan berpotensi menimbulkan bencana,” kata Rano.

Ia menjelaskan, sejarah mencatat tragedi longsor sampah yang terjadi di Leuwi Gajah, Cimahi, Jawa Barat, pada tahun 2005, telah merenggut sekitar 157 nyawa manusia. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa sampah yang tidak terkelola dengan baik dapat berujung pada bencana besar.

“Oleh karenanya, melalui peringatan HPSN 2025 ini, kita diajak mengambil langkah konkret dalam pengelolaan sampah, dimulai dari memilah sampah di rumah tangga, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memperkuat program bank sampah, hingga mendorong praktik daur ulang di tingkat komunitas,” urainya.

Ia mengapresiasi upaya Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta yang telah menyusun ‘Roadmap Pengelolaan Sampah di Jakarta’, sebagai panduan dalam mencapai Jakarta Bebas Sampah, melalui implementasi tiga strategi utama yaitu di Hulu, Tengah, dan Hilir yang melibatkan partisipasi masyarakat.

Rano mengatakan, pengelolaan sampah juga harus menerapkan prinsip ekonomi sirkular guna memberi manfaat ekonomi pada level komunitas hingga mendukung target pencapaian zero waste di tahun 2050.

“Dalam menyongsong 500 tahun Kota Jakarta, kami mengharapkan pengelolaan sampah secara bertanggung jawab dapat menjadi budaya di masyarakat sekaligus menjadi salah satu modal utama yang akan membawa kota ini terus berkembang menjadi simbol kemajuan,” katanya.

Sebagai informasi, Trash Fest 2025 merupakan sarana edukasi publik dengan menghadirkan sejumlah talkshow bersama para pegiat lingkungan seperti Aplikasi Duitin, Bank Sampah Gunung Emas serta Eco Enzyme Nusantara.

Trash Fest diisi dengan hiburan tarian khas Betawi, Lenong Edukasi tentang persampahan, screening film Heal the World Ep.3, penampilan musik oleh band Dinas LH hingga menghadirkan bintang tamu Bondan Prakoso.

Trash Fest 2025 akan diisi dengan sesi berbagi (sharing session) bersama Uniqlo dan Modena, serta workshop pemanfaatan sampah oleh Ecotouch, hingga presentasi Gerakan Rabu Gemar Berbuat Kebaikan dari Kwarda Pramuka DKI Jakarta sebagai upaya mengajak anggota Pramuka berpartisipasi dalam aktivitas pengurangan sampah di sumber.

“Trash Fest merupakan acara puncak HPSN tahun 2025 di Jakarta dan sebagai ruang edukasi masyarakat terkait pengetahuan dalam pemanfaatan sampah, dan sebagai sarana menumbuhkan rasa cinta lingkungan. Melaui Trash Fest masyarakat bisa aktif terlibat dalam diskusi, serta terbangun kesadaran untuk mengurangi sampah,” tandas Asep Kuswanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Prabowo Sahkan Aturan Baru untuk Tata Kelola BUMN

Presiden Prabowo Subianto secara resmi menandatangani tiga produk hukum yang berperan penting dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan investasi strategis nasional. Ketiga produk hukum tersebut secara langsung ditandatangani oleh Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (24/02/2025).

Kepala Negara menandatangani Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. Selain itu, Presiden juga menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 10 tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kelola Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara.

“Selanjutnya saya juga menandatangai Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2025 tentang Pengangkatan Dewan Pengawas dan Badan Pelaksana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, Danantara Indonesia,” ucap Presiden.

Penandatanganan ketiga produk hukum ini menandai komitmen pemerintah dalam memperkuat tata kelola BUMN serta meningkatkan efektivitas pengelolaan investasi nasional. Danantara sebagai lembaga pengelola investasi strategis nasional diharapkan mengoptimalkan pengelolaan aset negara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di samping itu, Presiden juga menetapkan jajaran Dewan Pengawas serta Badan Pelaksana BPI Danantara melalui keputusan Presiden. Penetapan ini diharapkan dapat mendorong kinerja optimal guna meningkatkan daya saing Indonesia di dunia internasional.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut yakni Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto, Wakil Menteri BUMN Dony Oskaria, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan Ikuti Retret Kepala Daerah di Magelang

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, resmi mengikuti program retret kepala daerah yang diselenggarakan di Magelang, Jumat (21/2). Acara ini diikuti oleh ratusan kepala daerah se-Indonesia dengan tujuan memperkuat kepemimpinan dan sinergi dalam pemerintahan.

Sesampainya di Magelang, Gubernur Helmi Hasan menyempatkan diri menikmati suasana kota sebelum memulai agenda utama. Ia pun mencoba hidangan khas setempat, seperti gudeg, sembari berbincang santai dengan warga.

Menurutnya, program retret ini memberikan banyak manfaat, tidak hanya dalam hal kepemimpinan, tetapi juga dalam membangun jejaring antar kepala daerah. Melihat potensi positifnya, ia berencana mengadaptasi konsep serupa di Bengkulu dengan sasaran yang lebih luas, mulai dari pejabat pemerintahan, pelajar, mahasiswa, hingga kepala desa.

“Kita ingin menghadirkan sesuatu yang baik untuk Bengkulu. Kalau program ini membawa manfaat, insyaallah akan kita terapkan agar lebih banyak masyarakat yang merasakannya,” ujar Gubernur Helmi Hasan.

Dalam perjalanan menuju Akademi Militer (Akmil) Magelang, ia mengenang cita-citanya di masa muda untuk menjadi seorang tentara. Namun, karena kendala tinggi badan, ia tak bisa mewujudkan impian tersebut. Meski demikian, ia bersyukur bisa tetap mengabdi kepada bangsa melalui jalur pemerintahan.

“Sejak kecil saya bercita-cita menjadi tentara, tetapi Allah memberi jalan lain. Alhamdulillah, saya tetap bisa berjuang untuk negeri ini melalui kebijakan yang berpihak kepada rakyat,” katanya.

Setibanya di Markas Akmil Magelang, Gubernur Helmi Hasan langsung bergabung dengan para kepala daerah lainnya dalam serangkaian kegiatan retret. Program ini diharapkan dapat memberi perspektif baru dalam menghadapi tantangan pembangunan dan pelayanan publik.

Selain sebagai ajang refleksi, retret ini juga menjadi wadah bertukar gagasan antara kepala daerah. Dengan diskusi dan pengalaman bersama, diharapkan lahir inovasi yang dapat diterapkan di masing-masing daerah demi kemajuan bersama.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

BPK dan SAI Cina Kolaborasi dalam Audit Lingkungan

Ketua Badan Pemeriksa Republik Indonesia (BPK RI), Isma Yatun membuka secara langsung kegiatan internasional bertajuk 10th ASOSAI Seminar on Environmental Auditing dan 10th Working Meeting of ASOSAI pada Senin (24/2) di Yogyakarta.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara BPK RI dengan SAI Cina (China National Audit Office/CNAO) sebagai Ketua dan Sekretariat ASOSAI Working Group on Environmental Audit (WGEA).

Dalam sambutannya, Ketua BPK menegaskan pentingnya memperkuat kapasitas teknis, meningkatkan kolaborasi, dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam pemeriksaan lingkungan guna mendukung pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, Deputy Auditor General CNAO, Li Feng menyampaikan apresiasi kepada BPK atas kolaborasi dalam penyelenggaraan kegiatan dan berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak yang positif dalam pengembangan pemeriksaan lingkungan terutama dalam audit pengelolaan sampah.

Hadir mendampingi Ketua BPK dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Pemeriksaan Keuangan Negara, R Yudi Ramdan Budiman dan Staf Ahli Bidang Lingkungan Hidup dan Pemeriksaaan Lingkungan, Ahmad Adib Susilo.

Acara ini dihadiri oleh 38 peserta dari 16 negara, yaitu Bahrain, Bhutan, Kamboja, China, India, Indonesia, Kuwait, Malaysia, Malta, Mongolia, Oman, Filipina, Polandia, Rusia, Arab Saudi, dan Thailand. Para delegasi mempresentasikan country paper mengenai solid waste management audit, yang menampilkan praktik terbaik serta pengalaman dalam pemeriksaan pengelolaan sampah di masing-masing negara.

BPK menghadirkan narasumber dari Kementerian Lingkungan Hidup, Pemerintah Kabupaten Banyumas, serta LSM Shind Jogja yang masing-masing menyampaikan perkembangan kebijakan pengelolaan sampah dari sisi pemerintah pusat dan daerah serta strategi dan peluang pengembangan pengelolaan sampah secara berkelanjutan oleh komunitas peduli sampah.

Secara keseluruhan, kegiatan ini terbagi menjadi dua agenda utama, yaitu seminar mengenai “Solid Waste Management” sebagai forum berbagi pengalaman tentang audit penanganan sampah di Asia dan rapat kerja ke-10 ASOSAI WGEA yang mendiskusikan rencana kerja ASOSAI WGEA untuk dua tahun ke depan.

Melalui pertemuan ini, diharapkan kapasitas serta efektivitas pemeriksaan lingkungan di negara-negara anggota badan pemeriksa se-Asia (ASOSAI) dapat terus meningkat dalam menghadapi tantangan lingkungan global di masa depan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wakil Wali Kota Kediri Ajak ASN Satukan Tekad Wujudkan Kediri Lebih MAPAN

Hari pertama kerja, Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin langsung memimpin apel pagi, di Halaman Balaikota Kediri, Senin (24/2). Apel ini diikuti Sekretaris Daerah Bagus Alit, para Asisten, Kepala OPD, Lurah, dan ASN di Pemerintah Kota Kediri, serta direktur BUMD Kota Kediri.

Selain berkenalan, Wakil Wali Kota Kediri menuturkan, penting baginya untuk silaturahmi dan menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh OPD di Pemerintah Kota Kediri. Tujuannya untuk membangun chemistry yang kuat, demi mewujudkan Kota Kediri yang lebih baik.

Pimpin Apel di Hari Pertama Kerja, Gus Qowim wakil wali kota kediri Ajak Satukan Tekad Wujudkan Kota Kediri MAPAN

Lebih lanjut, Gus Qowim juga mengajak seluruh komponen yang ada di Pemerintah Kota Kediri untuk bersama-sama menyatukan tekad, visi dan juga misi Kota Kediri MAPAN.

“Dengan bismillahirrahmanirrahim pertama saya masuk di kantor ini semoga ke depan kita bisa berjalan bersama-sama dengan seluruh komponen yang ada di Pemerintah Kota Kediri untuk mewujudkan Kota Kediri yang lebih MAPAN,” harapnya.

Dalam kesempatan ini, Gus Qowim juga menyampaikan pesan Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati yang saat ini masih mengikuti rangkaian retret di Magelang hingga 28 Februari mendatang. Mbak Wali, panggilannya akrabnya kini, juga meminta agar semua pihak bersama-sama, bergandeng tangan dan punya tekad yang sama untuk membangun Kota Kediri. Selain itu yang tidak kalah pentingnya untuk bersama-sama menyatukan visi misi dalam membangun dan mempersembahkan yang terbaik untuk Kota Kediri ini.

Pimpin Apel di Hari Pertama Kerja, Gus Qowim wakil wali kota kediri Ajak Satukan Tekad Wujudkan Kota Kediri MAPAN

Setelah apel pagi, Wakil Wali Kota Kediri berkunjung ke ruang kantor OPD di Sekretariat Daerah Kota Kediri, Dinas Kominfo, Bappeda dan DPM PTSP untuk menyapa dan bersilaturahmi dengan para ASN.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wabup Sukoharjo Eko Sapto Tekankan Pelayanan Prima di Apel Perdana Bersama ASN

Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo menekankan pentingnya profesionalisme dan integritas dalam pelayanan publik saat memimpin apel perdana bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) di Halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo, Senin (24/2/2025).

Dalam sambutannya, Wabup Eko Sapto mengajak seluruh ASN untuk meningkatkan dedikasi dan komitmen dalam melayani masyarakat. Ia juga menyampaikan harapannya agar pemerintahan Etik-Sapto periode 2025-2030 dapat diterima dengan baik.

“Ke depan, tentu kami mohon sinergisitas dan dukungan penuh dari seluruh ASN dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan,” ujar Eko.

Wakil Bupati juga menekankan pentingnya inovasi dalam era digital. Menurutnya, ASN harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk memberikan pelayanan yang lebih efisien.

“Kita harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Inovasi dalam pelayanan publik bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan agar masyarakat mendapatkan layanan terbaik,” tegasnya.

Seusai apel, Wakil Bupati melakukan kunjungan ke berbagai Perangkat Daerah di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya menjalin komunikasi dan koordinasi yang lebih baik dengan seluruh jajaran ASN.

Melalui apel perdana ini, seluruh ASN diharapkan dapat memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat Kabupaten Sukoharjo.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wali Kota Medan Fokus Kesehatan, Pendidikan, dan Stabilitas Pangan

Mengawali masa kepemimpinan sebagai Wali Kota dan Wakil Kota Medan Periode 2025-2030, Rico Tri Putra Bayu Waas dan H. Zakiyuddin Harahap, lebih dulu fokus pada sektor kesehatan, pendidikan, dan stabilitas pangan.

Demikian disampaikan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas diwakili Wakil Wali Kota H. Zakiyuddin Harahap saat memberikan arahan pada Apel Bersama Awal Masa Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Periode 2025-2030, Senin (24/2) di halaman kantor wali kota.

Terkait stabilitas pangan menjelang Ramadan yang tinggal menghitung hari, Zakiyuddin menekankan perlu program ekstra dalam mengakselerasi pemenuhan kebutuhan pangan.

“Saat ini program pasar murah relevan kita berdayakan dan dimodifikasi dengan harapan tujuannya lebih maksimal, yakni harga murah dan berkualitas terbaik,” tegasnya dalam apel yang diikuti antara lain Sekretaris Daerah Wiriya Alrahman, para
Staf Ahli, Asisten Sekretariat Daerah, Pimpinan Perangkat Daerah, Camat, dan Lurah se-Kota Medan.

Zakiyuddin juga menekankan agar pelayanan publik lebih serius dikembangkan. Dia menilai, fondasi yang dibangun oleh pemerintah sebelumnya sudah sangat bagus.

“Jangan sampai di masa Pemerintahan ini menjadi semakin mundur. Ingat, kita harus terus berlomba-lomba dalam kebaikan,” pesannya.

Dia menambahkan, dalam periode jangka panjang Pemko Medan berusaha bekerja sama dengan swasta guna membuka dan memperluas lapangan pekerjaan agar tenaga kerja usia produktif bisa diserap dan menekan angka pengangguran di kota ini.

Dia mengatakan, Wali Kota dan dirinya ingin para pejabat dari atas sampai bawah, yang notabene pelayan publik Kota Medan ini, tetap solid dan konsisten dalam bingkai visi dan misi untuk memperoleh kesejahteraan bagi seluruh elemen masyarakat.

“Mari bangun dan majukan Kota Medan dalam berbagai sektor penghidupan, baik fisik maupun non-fisik,” ajaknya.

Para pegawai Pemko Medan tampak antusias mengikuti apel awal kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Rico Waas-Zakiyuddin Harahap ini. Sebelum pukul 08.00 WIB mereka telah berbaris di halaman depan kantor wali kota.

Usai apel, Zakiyuddin menyalami para pejabat Pemko Medan yang diawali dari Sekda Wiriya Alrahhman, Inspektur Sulaiman Harahap, para asisten, dan pimpinan perangkat daerah. Selanjutnya dalam suasana kebersamaan, kegiatan ini diakhiri dengan sarapan bersama.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur Bobby Nasution Ikuti Retreat Pembekalan di Akmil Magelang

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) M Bobby Afif Nasution mengikuti Retreat Pembekalan di Akademi Militer Magelang. Dia memastikan kesiapannya mengikuti pembekalan yang akan berlangsung dari 21-28 Februari 2025 tersebut.

Bobby Nasution tiba di Akademi Militer (Akmil) Magelang bersama dengan kepala daerah lainnya menggunakan bus militer. Bobby Nasution dan kepala daerah lainnya tiba di Akmil lengkap dengan seragam TNI.

“Persiapannya sama kayak yang lain, kemarin setelah pelantikan istirahat, berangkat ke sini sudah siap menerima gemblengan,” kata Bobby Nasution saat ditanya awak media, Jumat (21/2).

Baca juga: Usai Dilantik, Gubernur Bobby Pastikan Akan Selaraskan Program dengan Pemerintah Pusat

Bobby Nasution mengatakan akan memaksimalkan pembekalan di Akmil Magelang demi kemajuan Sumut. Salah satunya adalah terkait kelapa sawit yang sebelumnya sempat ditekankan Presiden RI Prabowo Subianto.

“Banyak yang bisa kita bawa ke Sumatera Utara (program-program pusat) salah satunya kita penghasil kelapa sawit, kemarin Pak Presiden juga sudah mention soal itu, juga soal hilirisasinya, dan pendalamannya nanti dari retreat ini,” kata Bobby Nasution.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan agar kepala daerah tetap menjaga kesehatan selama retreat berlangsung. Walau begitu, pihaknya telah menyiapkan tenaga dan fasilitas kesehatan untuk peserta retreat.

“Silahkan istirahat saja di tenda kalau memang sakit, ngga bisa mengikuti kegiatan, kita juga sudah siapkan dokter, ambulan dan keperluan (medis) lainnya,” kata Tito kepada para kepala daerah.

Retreat di Akmil Magelang akan berlangsung selama 8 hari, Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan akan hadir 27 Februari 2025. Wakil-wakil kepala daerah yang baru saja dilantik 20 Februari 2025 lalu juga dijadwalkan hadir untuk mengikuti pembekalan dari Presiden RI.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News