Beranda blog Halaman 4594

Mewujudkan Indonesia Rukun, Refleksi HAB ke-75 Kemenag

Mewujudkan Indonesia Rukun, Refleksi HAB ke-75 Kemenag

SuaraPemerintah.id – Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-75 Kementerian Agama Tahun 2021 mengusung tema Indonesia Rukun. Tema yang sangat inspiratif ini ditetapkan dalam Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI Nomor: 69 Tahun 2020.

Tema Indonesia Rukun sejalan dengan semangat nasional yang menempatkan kerukunan umat beragama sebagai salah satu modal membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai bangsa besar dengan corak keberagaman suku, agama, ras dan antar-golongan, kerukunan merupakan kunci menggapai cita-cita besar bangsa agar sejajar dengan bangsa lain di dunia.

Kerukunan dalam pengertian sehari-hari dapat dimaknai sebagai perwujudan perdamaian yang digunakan dalam dunia pergaulan. Kerukunan umat beragama merupakan cara untuk mengatur dan mempertemukan hubungan antara orang yang tidak seagama atau antara golongan umat beragama dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Dalam Pasal 1 angka (1) Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 9 dan 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dalam Pemeliharaan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama dan Pendirian Rumah Ibadat dinyatakan, kerukunan umat beragama adalah hubungan sesama umat beragama yang dilandasi toleransi, saling pengertian, saling menghormati, menghargai kesetaraan dalam pengamalan ajaran agamanya dan kerjasama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negera Republik Indonesia Tahun 1945.

Mencermati beberapa pengertian ini, nampaknya kondisi ideal kerukunan umat beragama Indonesia tidak hanya pada tercapainya suasana bathin yang penuh toleransi antarumat beragama, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana mereka bisa saling bekerjasama. Pertanyaannya, bagaimana upaya Kementerian Agama RI mewujudkan kerukunan umat beragama di Indonesia?

Sesungguhnya tidak sulit melacak upaya yang sudah dilakukan Kementerian Agama dalam mewujudkan kerukunan umat beragama di Indonesia.

Pertama, istilah kerukunan umat beragama pertama kali dikemukakan oleh Menteri Agama, K.H. M. Dachlan, dalam pidato pembukaan Musyawarah Antar Agama tanggal 30 November 1967 yang antara lain menyatakan, “adanya kerukunan antara golongan beragama adalah merupakan syarat mutlak bagi terwujudnya stabilitas politik dan ekonomi yang menjadi program Kabinet AMPERA”.

Dari pidato K.H. M. Dachlan inilah istilah “Kerukunan Hidup Beragama” mulai muncul dan kemudian menjadi istilah baku dalam berbagai dokumen negara dan peraturan perundang-undangan. (Rusydi, 2018).

Kedua, Kementerian Agama istiqamah mengambil kebijakan yang secara strategis meletakkan kerukunan sebagai semangat dan tujuan baik secara vertikal melalui organisasi pemerintahan maupun horizontal dengan para umat beragama. Sehingga, sampai saat ini umat beragama di Indonesia masih utuh dan kokoh dalam harmonisasi keberagaman Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Perubahan struktur masyarakat global dan pesatnya perkembangan teknologi informasi semakin mendorong Kementerian Agama RI untuk terus berinovasi dalam menjawab tantangan problematik mewujudkan kerukunan umat bergama Indonesia.

Indonesia sebagai negara majemuk dari suku bangsa, budaya, dan agama memerlukan strategi untuk menciptakan dan memelihara suasana kebebasan dan kerukunan umat beragama. Semangat moderasi beragama kemudian menjadi diktum jalan tengah sebagai visi toleransi di dalam menghargai perbedaan tafsir, serta tidak terjebak pada intoleransi dan ekstrimisme.

Pertama, moderasi diperlukan sebagai strategi kebudayaan dalam merawat keindonesiaan. Kehendak untuk hidup bersama yang telah disepakati oleh para founding parents dan Pancasila sebagai landasan filosofisnya harus tetap berdetak dan tidak terkoyak oleh klaim beberapa kelompok tentang kebenaran suatu agama.

Pada interaksi sosial masyarakat, moderasi secara strategis dapat berfungsi sebagai katup pengaman terhadap munculnya ancaman disintegrasi dan mereduksi konflik.

Kedua, moderasi juga dapat menjadi pembimbing bahwa hadirnya agama dalam kehidupan manusia adalah untuk menjaga martabat manusia sebagai makhluk mulia. Sehingga, agama dapat dipraktikkan dalam upaya mewujudkan rahmat bagi seluruh alam dan pemeluk agama tidak terjebak pada fanatisme kebenaran versi yang disukainya.

Ketiga, moderasi merupakan bagian penguatan literasi keagamaan untuk merawat persaudaraan antar umat beragama. Keberagaman harus dimaknai sebagai kekayaan dan resources yang dimiliki Indonesia untuk membangun peradaban bangsa melebihi bangsa-bangsa besar lainnya.

Inilah upaya strategis Kementerian Agama RI dalam mewujudkan kerukunan di Indonesia. Memperkokoh jati diri Indonesia yang sesungguhnya, negara yang agamis, toleran dan mampu hidup dalam keberagaman berdasar Pancasila.

Semoga momentum Hari Amal Bhakti ke-75 ini Kementerian Agama RI dapat menjadi inspirasi dan peneguh bagi terwujudnya kerukunan umat bergama di Indonesia.

Jadikan Indonesia Terkoneksi, Semakin Digital Semakin Maju

Jadikan Indonesia Terkoneksi, Semakin Digital Semakin Maju

SuaraPemerintah.idKementerian Komunikasi dan Informatika telah melewati sepanjang tahun 2020 dengan cukup tangguh di tengah tantangan pandemi COVID-19. Menteri Kominfo Johnny G. Plate menyatakan saat ini seluruh sivitas Kementerian Kominfo mengemban tanggung jawab untuk menjadikan Indonesia Terkoneksi melalui digitalisasi agar semakin maju.

“Yang pertama dari sisi satuan kerja masing-masing Kominfo, Presiden Joko WIdodo telah memberikan arahan kepada kita apa yang menjadi tugas kita. Pada intinya bahwa Bapak Presiden mengingatkan tantangan pandemi COVID-19 ini jangan menjadi faktor yang membuat kita mundur, khawatir dan takut berlebihan. Tetapi justru COVID-19 ini menjadi satu titik loncatan baru, bahkan bukan loncatan baru saja, loncatan raksasa, itu Presiden bilang,” ujarnya dalam Rapat Virtual bersama seluruh ASN Kementerian Kominfo dari Jakarta, Senin (04/01/2021).

Menurut Menteri Johnny, Kementerian Kominfo harus mengambil peran untuk membantu masyarakat melakukan lompatan raksasa melalui penyediaan infrastruktur telekomunikasi dan informatika yang jauh lebih hebat dan jauh lebih kuat.

“Pada saat di mana kehidupan kemasyarakatan, kehidupan sosial dan kehidupan ekonomi justru saat ini bergantung pada tersedianya infrastruktur telekomunikasi dan informatika yang jauh lebih hebat dan jauh lebih kuat. Bukan secara kebetulan, tapi memang bagian dari program Presiden untuk meningkatkan internet-link ratio di Indonesia. Untuk memperkecil digital divide yang merupakan bagian dari roadmap pembangunan nasional,” paparnya menjelaskan agenda utama Kementerian Kominfo di tahun 2021. 

Dalam rapat virtual itu, Menteri Kominfo tugas besar yang dihadapi bersama jajarannya saat ini menjadikan Indonesia terkoneksi yang kian dipercepat dengan adanya pandemi.

“Faktor akselerasinya adalah COVID-19 yang justru menjadi bagian dari pendorong Kominfo untuk bekerja lebih hebat lagi. Saya berharap Sekretariat Jenderal menjadi bagian terdepan untuk mengantar Kementerian Kominfo menjadi kementerian tidak saja komunikasi, tetapi juga kementerian digital yang progresif dan transformatif,” tuturnya. 

Menteri Johnny dalam menjalankan tugas besar yang harus dilakukan di awal tahun 2021 itu membutuhkan kolaborasi semua pihak, “Ini bukan pekerjaan yang main-main tapi pekerjaan yang betul-betul menjadi pekerjaan kolaborasi di antara kita sekalian,” jelasnya.

Selain itu, menurut Menteri Kominfo target Indonesia Terkoneksi, Semakin Digital Semakin Maju menjadi moto yang sangat penting bagi Indonesia saat ini. “Mengantarkan Indonesia sebagai bangsa digital dan mengambil bagian yang bermanfaat dari industri 4.0 yang  tidak bisa dihindari. Untuk itu maka kita terlebih dahulu harus mengantar Kementerian Kominfo, sebelum mengantar Indonesia terkoneksi kita mengantar dulu Kominfo Connect. Terkoneksinya Kominfo menjadi satu kekuatan yang besar sehingga di Kominfo semakin digital semakin maju,” paparnya.

Menteri Johnny menyatakan guna mewujdukan Indonesia semakin terkoneksi semakin maju, maka Kementerian Kominfo harus menjadi role model.  “Saya meyakini apa lagi di Jakarta, tersedianya bandwidth cukup besar, jaringan-jaringan infrastrukturnya luar biasa hebat dan manajemennya sistemnya yang kita harus atur agar pemanfaatannya itu optimal dan maksimal,” tandasnya.

Sapa ASN Kementerian Kominfo

Menyapa ASN Kementerian Kominfo di awal tahun 2021, Menteri Kominfo berharap tahun 2021 membawa banyak berkah bagi Indonesia, “Dan tahun 2021 justru tahun di mana Kominfo berkiprah lebih hebat lagi di tengah tantangan yang tidak lunak atau belum terlihat tantangannya yang berkurang, bahkan tantangannya yang semakin hebat yang luar biasa,” ujarnya.

Menurut Menteri Johnny G. Plate, berbagai tantangan yang telah dilewati di tahun 2020 membangkitkan dan semakin mendorong adrenalin seluruh ASN Kominfo. “Mendorong semangat kita untuk bekerja lebih hebat, lebih baik, lebih cerdas bagi negeri yang kita cintai bersama ini,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Menteri Johnny menekankan bahwa semangat mengawali tahun 2021 diharapkan membawa seluruh sivitas Kementerian Kominfo mampu bekerja dengan produktifitas dan efisiensi yang tinggi. Namun juga dalam suasana relasi kekerabatan dan persahabatan yang lebih cair dan lebih dinamis.

“Pada saat menyapa jangan menjadi orang asing, kita harus menjadi bagian keluarga besar Kominfo yang membangun relasi personal, relasi struktural, relasi fungsional yang lebih baik. Don’t be a stranger, apalagi di antara kita bersama,” tandasnya.

Lima Kali Lebih Besar

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo Mira Tayyiba mengatakan, peserta acara Rapat Virtual Menkominfo Menyapa selain ASN Kementerian Kominfo juga Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang sedang mengikuti masa orientasi.

“Sudah bergabung bersama kita sekitar 1.500 peserta secara virtual, selain pegawai Kominfo juga hadir CPNS Kominfo sebanyak 125 orang, 113 CPNS Formasi Umum tahun 2019 dan 12 CPNS Formasi lulusan STAN,” tuturnya.

Kepada Menteri Kominfo, Sekjen Mira Tayyiba menjelaskan pada hari ini Kementerian Kominfo juga telah membuka acara orientasi CPNS. “Dan acara ini Menkominfo Menyapa juga menjadi bagian dari pembekalan acara orientasi tersebut,” jelasnya

Menurut Sekjen Kementerian Kominfo,  CPNS nantinya akan melalui masa orientasi selama satu tahun sebelum nantinya diangkat menjadi PNS.  “Kehadiran adik-adik ini tentunya akan memberikan tambahan energi dan semangat bagi Kominfo dalam menjalankan berbagai agenda kerja, diantaranya transformasi digital dan penguatan komunikasi publik,” ujarnya.

Dalam laporannya, Sekjen Mira Tayyiba menyatakan tahun 2021 Kementerian Kominfo diberikan kepercayaan untuk menjalankan alokasi anggaran lima kali lebih besar dari anggaran awal tahun 2020.

“Artinya kita harus siap berlari lima kali lebih kencang, membidik target lima kali lebih tepat, dan bekerjasama lima kali lebih kompak. Walaupun kita masih dalam tahap pemulihan ekonomi dan agenda pembangunan Kominfo bukan tugas yang sederhana. Insya Allah Pak Menteri, kita semua siap menjalankan tugas dibawah arahan Bapak untuk menjadikan Indonesia terkoneksi,” tuturnya.

Rapat virtual Menkominfo Menyapa: Indonesia Terkoneksi, Semakin Digital Semakin Maju dihadiri secara langsung oleh pejabat pimpinan tinggi madya antara lain Sekretaris Jenderal Mira Tayyiba; Inspektur Jenderal Doddy Setiadi; Dirjen SDPPI Ismail; Dirjen PPI Ahmad M Ramli; Dirjen Aptika Semuel A Pangerapan; Dirjen IKP Widodo Muktiyo; Kepala Badan Littbang SDM Hary Budiarto dan Direktur Utama BAKTI Anang Latif.

Sementara, seluruh sivitas Kementerian Kominfo, 1.500 ASN Kementerian Kominfo yang tersebar di pusat dan daerah serta 125 CPNS dari seluruh Indonesia mengikuti secara virtual melalui konferensi video. 

Bantuan Sosial Sulawesi Barat Diharapkan Berjalan Maksimal

Bantuan Sosial Sulawesi Barat Diharapkan Berjalan Maksimal

SuaraPemerintah.id – Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar didampingi Kepala Dinas Sosial Sulbar, Bau Akram Dai mengikuti Penyerahan Bantuan Sosial Tahun 2021 secara serentak se-Indonesia oleh Presiden RI, Joko Widodo melalui video conference di ruang auditorium lantai 4 kantor Gubernur Sulbar, Senin, 4 Januari 2021

” Terima kasih kami ucapkan atas segala perhatian Pemerintah pusat terhadap Provinsi Sulawesi Barat karena banyaknya bantuan yang dikucurkan baik berupa bantuan PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai , dan bantuan sosial tunai guna penanganan bencana pandemi covid 19,” kata Gubernur Ali Baal Masdar usai penyerahan bansos .

Masih kata Ali Baal Masdar, Provinsi Sulbar di tahun 2020 telah menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai sembako sebanyak 102.537 keluarga penerima manfaat ( KPM ), serta penerima bantuan sosial tunai (BST) sebanyak 76.000 KPM. Program tersebut tentunya sangat membantu masyarakat prasejahtera apalagi menghadapi pandemi Covid-19

” Kami berharap program ini dapat berjalan maksimal atas kerjasama seluruh elemen bangsa Semoga pandemi segera berakhir dan masyarakat menjadi lebih , Mandiri, Cerdas dan Sehat (Marasa),” sebutnya.

Presiden Jokowi dalam arahannya menyebutkan, terdapat tiga jenis bantuan yang diluncurkan oleh pemerintah yaitu, PKH, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Program Sembako, dan Bantuan Sosial Tunai (BST). Dalam APBN 2021 , pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp110 triliun untuk seluruh penerima dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote.

“Kita harapkan bantuan ini dapat meringankan keluarga-keluarga yang terdampak pandemi COVID-19. Kemudian kita harapkan juga bisa menjadi pemicu untuk menggerakkan ekonomi nasional kita, mengungkit ekonomi nasional kita, memperkuat daya beli masyarakat sehingga kita harapkan pertumbuhan ekonomi nasional menjadi meningkat dan lebih baik,” ujar Jokowi

Menteri Sosial , Tri Rismaharini menyampaikan, PKH ditargetkan menyasar 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dengan total anggaran yang dialokasikan sebesar Rp28,7 triliun.

Penyaluran dilakukan dalam empat tahap yaitu bulan Januari, April, Juli, dan Oktober melalui bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara).

Sementara, sasaran BPNT/Kartu Sembako target pertama adalah 18,8 juta keluarga, masing-masing mendapatkan Rp200 ribu setiap bulannya. dengan target anggaran sebesar Rp42,5 triliun. Penyaluran juga dilakukan oleh bank Himbara.

Adapun BST menyasar 10 juta keluarga, masing-masing mendapatkan Rp300 ribu selama empat bulan dari bulan Januari sampai April. Bantuan disalurkan melalui PT Pos Indonesia. Total anggaran untuk program ini adalah Rp12 triliun.

Mensos mengungkapkan, bagi penerima bantuan yang sakit, lanjut usia, atau penyandang disabilitas, maka bantuan tersebut akan diantar langsung ke tempat tinggal masing-masing oleh petugas dari bank Himbara maupun PT Pos Indonesia.

“Guna pemanfaatan yang bijak dan tepat, untuk bantuan tersebut kami memberikan arahan penggunaan bantuan yang akan kami sampaikan baik melalui publikasi leaflet, sosialisasi, maupun edukasi, yang disampaikan oleh petugas bank maupun PT Pos,” ujar mantan Walikota Surabaya itu.

Serahkan Bantuan Sosial Tunai, Ini Pesan Gubernur Ganjar

Serahkan Bantuan Sosial Tunai, Ini Pesan Gubernur Ganjar

SuaraPemerintah.id – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyerahkan secara simbolis Bantuan Sosial Tunai (BST), Program Keluarga Harapan (PKH) hingga sembako pada enam penerima bantuan di kantornya, Senin (4/1/2021).

Didampingi Plh Sekda Jawa Tengah, Prasetyo Aribowo dan perwakilan direksi dari Bank BNI, Bank BTN, Bank Mandiri, Bank BRI dan PT Pos Indonesia, Ganjar berpesan pada para penerima bantuan sosial dari beragam profesi tersebut, mulai dari ibu rumah tangga (IRT) hingga penjual minuman dingin.

Nek bojone sampeyan njaluk duite nggo tuku rokok entuk apa ora (Kalau suami anda minta uang bantuan untuk beli rokok boleh apa tidak)?” tanya Ganjar pada salah satu penerima.

Mboten angsal pak (tidak boleh pak), kan uangnya beda,” jawabnya.

Ganjar pun mengapresiasi ketegasan dari penerima BST tersebut. Ia juga sempat berpesan pada salah satu penerima BST bernama Partiyati yang mengaku tiap bulan tak hanya membeli beras namun juga gula untuk mertuanya.

Mertuane dikandhani, gula marai penyakit. Dikurangi, wong ngombe teh pait kan kaya jamu. Nek ora, ngombe teh gulane sithik terus karo ndelok sampeyan (Mertuanya dikasih tahu, gula memicu penyakit. Dikurangi, minum teh pahit kan sama seperti jamu. Kalau tidak, minum tehnya sambil melihat anda),” canda Ganjar.

Kepada masing-masing penerima lainnya, gubernur dua periode itu menitip pesan untuk menggunakan bantuan dengan baik, serta mengutamakan keluarga agar beban di masa pandemi berkurang.

Jaga Integritas

Pada kesempatan itu, Ganjar mewanti-wanti pada pengelola BST untuk menjaga integritas. Pembaruan data juga penting dalam penyaluran BST 2021.

“Karena tadi ada beragam ya ada yang diberikan dalam bentuk uang, dan ada juga yang dalam bentuk makanan. Mudah-mudahan seluruh pengelolanya punya integritas,” tegasnya.

Ia berharap, tidak ada laporan bantuan tunai yang diterima dan jumlahnya terpotong.

“Jadi kalau jumlahnya seberapa tidak ada dipotong ya tidak dipotong, kalau dikirimkan uang ya bentuknya uang harus full. Tadi pesan presiden begitu, tidak ada potongan sama sekali,” tegas Ganjar.

Pemerintah daerah, kata Ganjar, saat ini memiliki tugas untuk memvalidasi data dan memperbarui. Sehingga, BST diserahkan secara cepat dan penerimanya pun tepat.

“Berangkat dari pengalaman tahun lalu kita bagi BST, hari ini paling penting adalah data. Update data, validasi data setelah itu soal metode saya kira ada Perbankan dan PT Pos yang membantu maka akan lebih mudah sehingga semua nanti tepat sasaran,” tandas Ganjar.

Menperin Optimis Pertumbuhan Ekonomi Menyentuh 5,5% di Tahun 2021

Menperin Optimis Ekonomi Tumbuh 5,5 Persen Tahun 2021

SuaraPemerintah.id – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengaku optimis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 akan menyentuh 5,5 persen. Optimisme tersebut tidak lepas dari seluruh rangkaian strategi dan kebijakan yang sudah dipersiapkan oleh pemerintah dalam rangka mempercepat upaya pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19.

“Dengan berbagai kombinasi kebijakan dan peluang yang kita manfaatkan secara optimal, maka diharapkan ekonomi Indonesia dapat tumbuh di sekitaran atau kisaran 4,5 hingga 5,5 persen di tahun 2021,” katanya di Jakarta, Minggu (3/1).

Menperin menegaskan, tekad pemerintah mengejar laju pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 persen pada 2021, sejalan dengan proyeksi pertumbuhan yang dilakukan oleh lembaga-lembaga internasional. Misalnya OECD yang memproyeksi ekonomi global pada 2021 tumbuh sebesar 4,0 persen. Sedangkan, ADB memperkirakan di angka 5,3 persen, dan IMF membidik 5,2 persen.

Selain itu, World Bank memprediksi ekonomi global pada tahun depan bakal berada di kisaran 4,4 persen, dan Bloomberg Median memasang target sekitar 5,6 persen. “Sementara untuk outlook APBN, yang sudah ditetapkan pertumbuhannya sebesar 5,0 persen,” jelas Agus.

Menteri AGK menyebutkan, beberapa langkah strategi yang dilakukan pemerintah untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional di tahun depan, antara lain melakukan pengadaan dan pemberiaan vaksin kepada masyarakat. “Game changer pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi adalah pelaksanaan vaksinasi itu sendiri,” ujarnya.

Selain vaksinasi, kunci pendorong pertumbuhan ekonomi nasional di 2021 juga meliputi implementasi Undang-Undang Cipta Kerja. Kemudian, penerapan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang sudah digencarkan pada 2020.

“Selain itu, sejumlah strategi lainnya selalu kami siapkan, salah satunya dengan melanjutkan program-program yang ada di komite PEN atau penanganan Covid-19,” terangnya.

Sebagai langkah mempercepat pemulihan ekonomi, pemerintah juga akan melanjutkan dukungan kebijakan untuk pemberdayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Tak hanya itu, pemerintah akan melakukan penyusunan daftar prioritas investasi (DPI) serta pembentukan lembaga pengelola investasi atau LPI,” tutur Menperin.

Sedangkan untuk pengungkit pertumbuhan ekonomi lainnya, adalah program ketahanan pangan, pengembangan kawasan industri, mandatori B30, dan program padat Karya. “Tentu yang tidak kalah penting adalah program pengembangan ekonomi digital,” tandasnya.

Agus menyatakan, optimisme dalam memanfaatkan peluang-peluang pemulihan ekonomi tersebut, didasari dengan strategi pemulihan ekonomi melalui kebijakan dan program yang telah disusun oleh pemerintah. “Tentunya bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan adalah mutlak, sehingga pertumbuhan ekonomi nasional akan lebih cepat kembali bangkit pada tahun 2021 ini,” tegasnya.

Menperin menambahkan, Indonesia memiliki modal yang cukup kuat untuk memacu pemulihan ekonomi di tahun 2021. Hal ini sejalan dengan kondisi ekonomi global yang menunjukkan adanya tanda-tanda perbaikan di tengah ancaman gelombang kedua Covid-19. “Modal yang cukup kuat yang dimiliki oleh Indonesia adalah terkait dengan upaya pemulihan ekonomi,” ujarnya.

Pemulihan ekonomi sudah dapat dilihat misalnya dari aktivitas manufaktur di negara-negara maju dan berkembang, yang menunjukkan pada fase ekspansif. Geliat manufaktur juga terjadi di Indonesia yang terdorong dari peningkatan diferensiasi industri. “Hal ini mengindikasikan adanya optimisme pelaku sektor bisnis terhadap kondisi perekonomian ke depan,” paparnya.

Menhub Tinjau Progres Pembangunan Bandara Ngloram, Blora Jawa Tengah

Menhub Tinjau Progres Pembangunan Bandara Ngloram, Blora Jawa Tengah

SuaraPemerintah.id – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan kerja ke Jawa Tengah untuk meninjau progres proyek pembangunan Bandara Ngloram di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah yang ditargetkan akan beroperasi di tahun 2021, pada Minggu (3/1).

“Bandara Ngloram kita harapkan dapat beroperasi pada tahun 2021 untuk melayani penerbangan regular dan penerbangan charter. Oleh karena itu saya sengaja hadir di sini untuk mengecek progres pembangunan yang telah dilakukan,” jelas Menhub Budi Karya.

Menhub mengatakan, dengan landas pacu atau runway yang telah dibangun sepanjang 1500 m saat ini, Bandara Ngloram sudah mampu didarati pesawat jenis ATR-72. Pada 30 Desember 2020 lalu, telah dilakukan proving flight oleh Pesawat NAM AIR ATR-72 untuk memastikan aspek keselamatan, dan pendaratan dapat dilakukan dengan selamat dan lancar.

“Bandara Ngloram akan menjadi bandara Spoke (pengumpan) yang direncanakan akan melayani penerbangan untuk tujuan Semarang, Balikpapan, Jakarta (halim), Malang, dan Banyuwangi,” ungkap Menhub.

Menhub mengapresiasi komitmen dan dukungan dari Pemerintah Daerah, baik Pemprov Jateng dan Pemkab Blora, untuk membaskan lahan seluas 3,2 hektar pada tahun 2019 dan akan membebaskan lahan seluas 3,6 hektar pada tahun 2021. Selain itu Menhub mengapresiasi Kemen PUPR yang mendukung pembangunan dan pengembangan akses jalan dari dan ke Bandara Ngloram.

Lebih lanjut, Menhub berpesan kepada jajaran Ditjen Perhubungan Udara agar dapat melaksanakan pembangunan dengan baik sesuai target waktu, dan memastikan seluruh aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan terpenuhi dengan baik, serta tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Semoga tahun 2021 ini kita senantiasa diberikan kesehatan, untuk bekerja dengan penuh semangat dalam upaya pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19,” tutur Menhub.

Berdasarkan data Ditjen Perhubungan Udara, pada tahun 2020 (tahap 1) telah dilakukan sejumlah pembangunan Bandara Ngloram baik di sisi darat maupun udara, diantaranya : menyelesaikan pembangunan landas pacu (runway) sepanjang 1500 m x30 m, taxiway, Apron, Terminal Penumpang seluas 2.850 m2 yang saat ini masih dalam proses pembangunan (progress 35%), pemasangan pagar, dan pemasangan Airfield Lighting System (AFL).

Selanjutnya, pada tahun 2021 (tahap 2) akan dilanjutkan sejumlah pembangunan yaitu : perpanjangan runway menjadi 1600 m x 30 m, penyelesaian pembangunan terminal penumpang, pemasangan peralatan X-ray, pembangunan gedung kantor, gedung PKP-PK, pembuatan jalan akses masuk dan pelataran parkir terminal.

Sesuai Keputusan Menteri Perhubungan, Nomor Km 31 Tahun 2019 tentang Penetapan Lokasi Bandara Ngloram, pembangunan Bandara Ngloram baik di sisi udara dan sisi darat akan dikerjakan dalam 4 tahap pembangunan.

Pada tahun 2018, Bandara Ngloram adalah bandara milik PT Pertamina yang diserahkan oleh Kementerian ESDM kepada kepada Pemerintah daerah dan selanjutnya Pemda menyerahkannya kepada Kemenhub untuk dibangun menjadi bandara komersil.

Bandara Ngloram menjadi bandara komersial untuk menjadi alternatif konektivitas dan askesibilitas bagi masyarakat di Blora, Bojonegoro dan sekitarnya, yang diharapkan mampu meingkatkan perekonomian masyarakat di daerah yang dikenal menjadi pusat aktivitas industri perminyakan dan industri bisnis lainnya.

Kedepannya, aksesibilitas dari dan menuju Bandara Ngloram tidak hanya dapat diakses melalui jalan tetapi juga terintegrasi dengan moda kereta api. Rencannya akan dibangun moda transporasi kereta api menuju bandara melalui Stasun Kapuan, Cepu.

Turut hadir bersama Menhub dalam kunjungan kerja ke Jawa Tengah, Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

Kembangkan Rehabilitasi Sosial, Mensos Risma Napak Tilas Layanan Sosial di Kota Surabaya

SuaraPemerintah.idMenteri Sosial Tri Rismaharini napak tilas program-program layanan sosial di Kota Surabaya yang pernah ia pimpin sebelumnya. Sejumlah layanan sosial untuk penanganan anak-anak terlantar dan lansia menjadi titik kunjungan hari ini, Sabtu (02/01).

“Kami mengunjungi UPTD Dinas Sosial Kota Surabaya yaitu Lingkungan Pondok Sosial Kalijudan yang membina eks anak-anak gelandang dan pengemis dan anak-anak Penyandang Disabilitas, UPTD Griya Werdha Jambangan yang melayani lansia terlantar/miskin, serta UPTD Kampung Anak Negeri yang membina mantan anak-anak jalanan dan terlantar,” kata Mensos Risma.

Kunjungan ini ia lakukan setelah menyalurkan bantuan program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) untuk eks anak-anak jalanan dan lansia binaan Yayasan Mojopahit di eks lokalisasi di Balong Cangkring (BC) Kecamatan Prajuritkulon Kota Mojokerto serta untuk warga penderita kusta di Desa Sumber Glagah Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto.

Di awal menjabat sebagai Menteri Sosial, Risma telah menyatakan bahwa pemberdayaan anak-anak terlantar dan lansia akan menjadi salah satu fokus prioritas Kementerian Sosial di masa kepemimpinannya.

Di tengah napak tilas hari ini, ia juga mengunjungi salah satu contoh pemberdayaan warga Gang Dolly (eks lokalisasi) di Surabaya yang telah berhasil menjadi kawasan kerajinan dan ekonomi kreatif.

“Ini salah satu batik buatan Mbak Dian. Bagus sekali batik karya beliau ini, susah dapet kadang-kadang, karena unik. Di sini (Gang Dolly) kita punya berapa titik (yang telah dibangun) seperti taman, futsal. Bapak-bapak juga minta dibangun pasar burung,” ujar Risma saat mengunjungi Kelompok Usaha Bersama (KUB) Mampu Jaya di Kulang Gunung Timur Gang Dolly Surabaya.

Kementerian Sosial sendiri memiliki program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang memberikan pelayanan termasuk bagi eks anak-anak terlantar dan lansia melalui pendekatan berbasis keluarga, komunitas, dan/atau residensial.

Program ATENSI terdiri dari 7 (tujuh) komponen layanan yaitu, kegiatan dukungan pemenuhan kebutuhan hidup layak, perawatan sosial dan/atau pengasuhan, dukungan keluarga, terapi (fisik, psikososial, mental spiritual), pelatihan vokasional, pembinaan kewirausahaan, bantuan sosial dan asistensi sosial serta dukungan aksesibilitas.

Mensos yang didampingi Dirjen Rehabilitasi Sosial Harry Hikmat, juga mengunjungi Mall Layanan Publik Siola Kota Surabaya yang merupakan salah satu layanan terdepan untuk masyarakat.

Turut hadir Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia, Direktur Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA, Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan KPO, Kepala Balai Besar Disabilitas “Prof. Dr. Soeharso” Surakarta, Balai Besar Disabilitas “Kartini” di Temanggung, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Balai Disabilitas “Margo Laras” di Pati, Balai Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA (BRSKP) “Satria” di Baturaden, serta Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi.

 

Gunakan Metode Rumpun Berjarak, KKP Tanam Mangrove 30 Hektar di Karawang

Gunakan Metode Rumpun Berjarak, KKP Tanam Mangrove 30 Hektar di Karawang

SuaraPemerintah.id – Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali melakukan penanaman bibit mangrove. Kali ini bibit mangrove ditanam di area seluas 30 hektar di pesisir Kabupaten Karawang.

Secara simbolis, penanaman dilakukan oleh Kepala Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (LPSPL) Serang Syarif Iwan Taruna Alkadrie dan Kepala Dinas Perikanan Karawang Hendro Subroto, pada Rabu (23/12) lalu di Desa Sukakerta. Dusun Tangkolak, Kecamatan Cilamaya Wetan.

Plt. Dirjen PRL TB Haeru Rahayu yang akrab disapa Tebe menjelaskan penanaman mangrove merupakan bagian program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya Rehabilitasi Kawasan Mangrove yang dimaksudkan sebagai stimulus perekonomian masyarakat di sekitar ekosistem mangrove.

“Dampak program ini sangat diperlukan untuk memperbaiki keadaan ekonomi masyarakat dan mengembalikan kelestarian ekosistem mangrove di pesisir,” ujar Tebe di Jakarta.

Sementara itu, Kepala LPSPL Serang, Syarif Iwan Taruna Alkadrie mengungkapkan penanaman mangrove di Kabupaten Karawang dilakukan secara padat karya di tiga lokasi yaitu kecamatan Desa Sukakerta Kecamatan Cilamaya Wetan, dengan luas tanam 5 Ha, Desa Muara dengan luas tanam 10 Ha, dan Desa Muara Baru dengan luas tanam 15 Ha.

“Untuk menyerap tenaga lokal, penanaman melibatkan 3 kelompok masyarakat penggiat konservasi kabupaten Karawang, yaitu Pokmasi Kreasi Alam Bahari, Pokmasi Fajar Alam Bahari, dan Pokmasi Lestari Alam Bahari,” jelas Iwan disela-sela kegiatan penanaman mangrove di Karawang (23/12).

Uniknya, penanaman mangrove di Desa Sukakerta menggunakan metode rumpun berjarak yaitu metode penanaman dengan jarak tanam rapat dalam rumpun. Fungsi rumpun untuk mengokohkan dan menjerat hara (lumpur). Selain itu juga berfungsi sebagai tanda lokasi penanaman mangrove agar nelayan tidak menebar jaring di sana.

“Penanaman mangrove di Desa Sukakerta menggunakan pola rumpun berjarak. Kurang lebih ada 600 rumpun dengan jumlah masing-masing 125 batang mangrove jenis Rhizopora spp. dan Avicennia spp. Sedangkan penanaman di dua desa lainnya menggunakan pola jarak tanam 1×1 meter,” terang Iwan.

Tidak hanya penanaman, Iwan mengungkapkan KKP juga melakukan pembangunan tempat pembibitan (nursery) mangrove di dekat lokasi penanaman mangrove, dengan total propagul sebanyak 150 ribu batang mangrove untuk memenuhi kebutuhan bibit kegiatan rehabilitasi ekosistem mangrove di Kabupaten Karawang di masa mendatang.

Mewakili Bupati Karawang, Kepala Dinas Perikanan Karawang Hendro Subroto berharap dengan penanaman mangrove kali ini akan memperluas kawasan mangrove di Kabupaten Karawang sehingga manfaatnya akan semakin dirasakan dan menyebar ke wilayah lainnya.

“Karena manfaat mangrove ini sudah terbukti selain memberi keuntungan dari sisi ekologi, mangrove juga bisa memberikan manfaat secara ekonomis bagi kesejahteraan masyarakat pesisir,” ucap Hendro.

Selain itu, menurut Hendro penanaman mangrove ini bermanfaat sebagai stimulan dalam memperbaiki lingkungan dan ekonomi wilayah pesisir di Kabupaten Karawang.

PKS Seumantoh PTPN I Gelar Lomba Hafalan Al Quran Peringati 16 Tahun Tsunami Aceh

PKS Seumantoh PTPN I Gelar Lomba Hafalan Al Quran Peringati 16 Tahun Tsunami Aceh

SuaraPemerintah.id – Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tanjong Seumantoh PTPN I Aceh gelar perlombaan hafalan Al- Quran ayat- ayat pendek dalam memperingati 16 tahun tragedi Tsunami di sekolah Diniyah Takmilyah Awaliyah Arrusydiyah Kampung Seumantok Kecamatan Karang Baru Aceh Tamiang, Selasa (29/12/2020).

Acara perlombaan yang sangat menarik perhatian dikuti 260 pelajar, mulai kelas satu hingga kelas enam yang berasal, dari berbagai kampung dalam wilayah Kecamatan Karang Baru, dengan tema “BERKAH ANAK QUR’ANI”.

Kegiatan perlombaan hafalan Al- quran ayat-ayat pendek sebagai dasar dalam meneladani sifat Rasulullah yang Fathanah, Amanah, Sidiq dan Tabligh (FAST) serta FASTabihul Khairat yang FAST (Cepat). Seiring ini juga, untuk membuming kan, Al- Qur’an melalui ge nerasi hafizh/ hafizah dan mengharapkan, Ridho keberkahan dari Allah.

Pendaftaran dibuka 1 hari untuk anak-anak TPA (tingkat Sekolah Dasar), di dusun sekitar PKS Tanjung Seumantoh saja.Ternyata ani mo dari masyarakat luar biasa, dan hampir seluruh kampung dalam Kecamatan dan Lomba hafalan surat-surat pendek Al Qur’an (Juz 30) dan setingkat TPA, terbagi dua kategori.

Kelompok A dengan hafalan Wajib Surah Al Fatihah dan Surah pilihan, Surah Al Ma’un, Al Fil, Al La-Lahab, At Takats ur dan At Tin. Sedangan kelompok B, hafalan Wajib Surah Al Fatihah dan Surah Pilihan Surah Adhuha, AL Syam sy, Al Qa riah, Al Adiyat dan Al Bayyinah.

Bagi masing-masing kelompok, ada 6 katagori juara. Kepada seluruh  peserta, juga diberikan hadiah hiburan, dengan rincian juara sebagai berikut :

Anak SD kelas 1–3 dengan hadiah sebagai berikut :

Juara I : Tropy + Rp400.000 + Bingkisan dari Direktur.

Juara II : Tropy + Rp300.000 + Bingkisan dari Direktur.

Juara III : Tropy + Rp200.000 + Bingkisan dari Direktur.

Harapan I : Tropy + Rp100.000 + Bingkisan dari Direktur.

Harapan II : Tropy + Rp100.000 + Bingkisan dari Direktur.

Harapan III : Tropy + Rp100.000 + Bingkisan dari Direktur

Setingkat SD kelas 4 – 6

Juara I : Tropy + Rp500.000 + Bingkisan dari Direktur.

Juara II : Tropy + Rp350.000 + Bingkisan dari Direktur.

Juara III : Tropy + Rp250.000 + Bingkisan dari Direktur.

Harapan I : Tropy + Rp100.000 + Bingkisan dari Direktur.

Harapan II : Tropy + Rp100.000 + Bingkisan dari Direktur.

Harapan III : Tropy + Rp100.000 + Bingkisan dari Direktur.

Selain itu juga setiap peserta mendapatkan, hadiah lucky draw berupa botol minuman dan buku tulis.

Manajer Unit, Alibasa Lubis, didampi ngi Asisten Personalia Umum Pabrik Kelapa Sawit mengatakan, kegiatan yang digelar ini merupakan, ujud dari rasa kepedulian perusahaan dibidang pendididikan Agama yang “dikemas”, dalam mengenang 16 tahun tragedi Tsunami di Aceh.

Manajer Unit PTPN I Alibasa Lubis berserta karyawan, mengucapkan terimakasih atas dukungan penuh dari Direktur Ahmad Gusmar Harahap dan SEVP Operational Denny Ramadhan Nasution, serta SEVP Bussines Support Faisal Ahmad.

Vaksinasi Covid-19 Tahap I, Kominfo Tegaskan Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

Vaksinasi Covid-19 Tahap I, Kominfo Tegaskan Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

SuaraPemerintah.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika menegaskan Aplikasi PeduliLindungi aman untuk digunakan. Bahkan, aplikasi yang berbasis website maupun Android dan iOS juga digunakan untuk mendukung pelaksanaan Program Vaksinasi COVID-19.

“Aplikasi PeduliLindungi sendiri telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kominfo No. 171 tahun 2020 sebagai dasar penyelenggaraan tracingtracking dan fencing melalui infrastruktur, sistem dan aplikasi telekomunikasi untuk mendukung surveilans kesehatan,” tegas Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi di Jakarta, Minggu (03/01/2021).

Jubir Kementerian Kominfo menyatakan isu yang beredar di masyarakat mengenai aplikasi PeduliLindungi rawan phising dan malware dan bisa mencuri data pribadi adalah tidak benar. 

Menurutnya, aplikasi itu dijamin aman dengan Keputusan Menteri Kominfo No 171 Tahun 2020 yang melengkapi keputusan sebelumnya, yakni Keputusan Menteri Kominfo No. 159 Tahun 2020 tentang Upaya Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) melalui Dukungan Pos dan Informatika.

“Keputusan Menteri tersebut bersifat khusus dan juga untuk memberikan jaminan perlindungan data pribadi yang sesuai dengan perundang-undangan. Oleh karena itu, Kementerian Kominfo mengingatkan masyarakat agar tidak percaya dengan isu yang beredar dan mengajak untuk menginstal PeduliLindungi,” tandasnya menanggapi hoaks yang menyatakan aplikasi PeduliLindungi rawan phising dan malware.

Jubir Dedy Permadi menegaskan kembali informasi hoaks yang beredar tentang aplikasi PeduliLindungi tidak benar. Menurutnya aplikasi tersebut dapat diunduh secara resmi melalui App Store dan Play Store secara resmi.

“Aplikasi PeduliLindungi telah dimanfaatkan pemerintah sejak awal pandemi di Indonesia. Aplikasi itu telah disempurnakan fiturnya untuk mendukung memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” tuturnya.

Saat ini aplikasi PeduliLindungi digunakan Pemerintah untuk melaksanakan Program Vaksinasi COVID-19 yang tahap pertama berlangsung bulan Januari hingga April 2021 nanti.

“Untuk itu, Kominfo mengimbau masyarakat tidak ragu untuk menginstal PeduliLindungi, karena provider menggunakan sistem keamanan berlapis,” ujar Jubir Kementerian Kominfo.

Dalam beberapa waktu terakhir, beredar informasi melalui pesan berantai dalam aplikasi pesan instan WhatsApp yang menyatakan Aplikasi tersebut rawan phising dan malware. Padahal, Tim AIS Kementerian Kominfo telah mengidentifikasi pesan berantai itu sebagai hoaks.

“Oleh karena itu, Kementerian Kominfo mendorong masyarakat untuk terus menggunakan aplikasi PeduliLindungi, khususnya dalam menyukseskan Program Vaksinasi COVID-19 sebagai upaya bersama mengakhiri pandemi,” tutur Jubir Dedy Permadi.

Sebelumnya, pada April 2020 juga pernah beredar pesan berantai yang menyebutkan aplikasi PeduliLindungi tidak aman, rawan phising dan malware, karena belum tersedia di layanan aplikasi resmi App Store dan Play Store.

Biro Humas Sekretariat Jenderal Kementerian Kominfo melakukan klarifikasi isu yang beredar dengan merilis Siaran Pers No. 57/HM/KOMINFO/04/2020. “Aplikasi PeduliLindungi saat ini sudah dapat diunduh melalui App Store dan Play Store untuk versi iOS dan Android dan tidak melalui APK, sehingga sangat secure dari phising dan malware,” demikian narasi keterangan tertulis yang dikeluarkan pada Jum’at (17/04/2020).