Beranda blog Halaman 4593

Luncurkan Bantuan Tunai Se-Indonesia, Jokowi Tegaskan Tidak Ada Potongan Apapun

SuaraPemerintah.id – Presiden Joko Widodo pada Senin, 4 Januari 2021, meluncurkan program Bantuan Tunai Tahun 2021 se-Indonesia sebagai jaring pengaman sosial di tengah pandemi Covid-19. Acara peluncuran sekaligus penyerahan tersebut berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan di Istana Negara, Jakarta, serta diikuti oleh para penerima lainnya secara virtual di masing-masing provinsi.

Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa nilai bantuan yang diserahkan kepada para penerima manfaat Bantuan Tunai Tahun 2021 tidak akan ada potongan atau pungutan dalam bentuk apapun. Presiden juga memerintahkan jajarannya untuk mengawal dan mengawasi proses penyaluran ini.

“Bantuan yang diterima ini nilainya utuh, tidak ada potongan-potongan. Diingatkan kepada penerima dan tetangga-tetangga yang tidak datang hari ini, diberi tahu bahwa tidak ada potongan-potongan,” ujarnya dalam acara peluncuran Bantuan Tunai Tahun 2021 se-Indonesia di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 4 Januari 2021.

Kepala Negara menuturkan bahwa para penerima manfaat akan langsung menerima nilai bantuan yang diberikan melalui bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yakni BNI, BRI, Mandiri, dan BTN. Selain itu, proses penyaluran salah satu program bantuan juga akan melalui PT Pos Indonesia.

Oleh karena itu, Presiden memerintahkan para menteri hingga gubernur untuk turut mengawal proses penyaluran ini agar dapat sampai dengan cepat, tepat sasaran, dan tidak terdapat pemotongan dalam bentuk apapun sehingga masyarakat dapat benar-benar merasakan dampak ekonomi dari bantuan yang diberikan.

“Kawal proses penyaluran ini agar cepat, tepat sasaran, dan diawasi tidak ada potongan-potongan apapun sehingga dampak ekonominya segera bisa muncul dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita dan tentu saja rakyat tidak menunggu terlalu lama,” kata Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan pesan kepada para penerima manfaat baik yang hadir secara langsung di Istana Negara maupun yang hadir secara virtual agar dapat memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya.

Serangkaian Bantuan Tunai Tahun 2021 yang diserahkan kepada para penerima manfaat di 34 provinsi di Indonesia secara serentak tersebut hendaknya diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pokok dan bahan pangan serta kebutuhan mendesak lainnya bagi keluarga terdampak pandemi.

“Untuk penerima saya pesan, manfaatkan bantuan ini secara tepat. Kalau yang untuk beli sembako ya beli sembako, jangan ada yang digunakan untuk beli rokok. Belikan sembako sehingga bisa mengurangi beban keluarga di saat masa pandemi ini,” tuturnya.

Sebagaimana dikatakan Presiden, Bantuan Tunai Tahun 2021 tersebut terdiri atas tiga program, yakni Program Keluarga Harapan (PKH) yang disalurkan dalam empat tahap langsung kepada penerima melalui bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Program Sembako sebesar Rp200.000 per bulan per kepala keluarga hingga Desember 2021 mendatang yang juga disalurkan melalui perbankan untuk dibelanjakan bahan pangan di tempat yang telah ditentukan.

Selain itu, Bantuan Tunai itu juga mencakup program Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar Rp300.000 per bulan per kepala keluarga yang disalurkan melalui PT Pos Indonesia.

 

Banjir di Desa Sumberejo, Paguyuban Kades Kecamatan Wedung Lakukan Aksi Sosial

Banjir di Desa Sumberejo, Paguyuban Kades Kecamatan Wedung Lakukan Aksi Sosial

SuaraPemerintah.idPaguyuban kepala desa se-Kecamatan Wedung menyerahkan bantuan berupa 125 paket beras, 20 dus mi instan, dan 15 dus air mineral kepada korban banjir di Desa Sumberejo, Kecamatan Bonang. Bantuan diterima secara lansung oleh Sekretaris Desa Sumberejo di balai desa setempat, Rabu (6/1/2021).

Camat Wedung melalui Sekertaris Kecamatan Suyuti menyampaikan, bantuan yang diberikan merupakan kepedulian dari para kades se- Kecamatan Wedung kepada warga terdampak banjir. Pihaknya berharap, bantuan sembako tersebut dapat disalurkan dan dimanfaatkan dengan baik.

Kades Ngawen selaku koordinator paguyuban, Mas’udi menjelaskan, karena Kecamatan Bonang terletak berdekatan dengan Wedung, sehingga membuat pihaknya tergerak untuk menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu korban banjir di Desa Sumberejo.

“Kami para kades se-Kecamatan Wedung yang telah tergabung dalam paguyuban menyisihkan sebagian rejeki untuk membantu sesama, karena Kecamatan Bonang wilayahnya berdekatan dengan Kecamatan Wedung,” jelasnya.

Sekretaris Kecamatan Sumberejo Nur Khamid mengatakan, pihaknya mewakili pemerintah desa sangat terbantu dengan aksi yang dilakukan.

”Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban warga kami akibat dampak banjir,” ujarnya.

Camat Bonang Haris wahyudi menyampaikan, beberapa bantuan telah diterima untuk membantu korban banjir, di antaranya Polsek Wonosalam, Polsek Gajah, KOHD Demak, TRC BPBD Demak, Tanaga, PMI, Poskuman, Pemdes Jatimulyo, Lazis Sultan Agung dan Polsek Demak.

“Bantuan pertama kali saat darurat banjir kami berikan dalam bentuk nasi bungkus karena mengingat keadaannya sangat darurat sekali. Namun saat ini, kondisi sudah surut sehingga bantuan yang ada kami berikan dalam bentuk sembako,” jelasnya.

Ditambahkan, meskipun saat ini kondisi air sudah surut, tetapi warga masih belum dapat melakukan aktivitas seperti biasanya.

Tingkatkan Pendapatan, Pemkot Malang Mulai Terapkan E-Parking

SuaraPemerintah.id – Terobosan dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam hal pelayanan publik. Terbaru ialah penerapan E-Parking (mesin parkir elektronik) di pintu masuk-keluar Stadion Gajayana.

Inovasi E-Parking tersebut diterapkan sebagai salah satu cara meningkatkan pendapatan daerah.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang, Handi Priyanto, mengatakan, penerapan E-Parking ini akan seutuhnya memanfaatkan layanan daring. Melalui inovasi ini, publik dapat mengetahui perolehan pendapatan parkir secara real time sehingga tranparans.

Karena akan tersambung ke server dan server itu bisa diakses melalui dashboard yang ada di dinas perhubungan, termasuk HP (handphone),” kata Handi kepada wartawan di halaman Stadion Gajayana, Kota Malang, Senin (4/1).

Penerapan E-Parking bertujuan memperbaiki tata kelola parkir di area Kota Malang. Setidaknya terdapat dua hal yang akan dilakukan Dishub Kota Malang.

Pertama, penerapan E-Parking di seluruh aset Pemkot Malang, sesuai dengan rekomendasi Korsupgah KPK.

Dishub Kota Malang juga merancang terbentuknya UPT yang akan mengelola perparkiran. Rancangan ini masih dalam proses pembahasan di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.

Secara prinsip telah disetujui Pemprov Jatim, pihaknya hanya memerlukan tanda tangan dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Menurut Handi, UPT Parkir nantinya bersistem Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Artinya, E-Parking yang berada di aset dan setoran parkir di pinggir jalan akan dikelola UPT tersebut. Tidak dikelola lagi oleh bidang parkir yang berada di bawah Dishub Kota Malang.

Bidang parkir Dishub nanti akan berfungsi sebagai pengawasan dan penertiban saja. Untuk setoran, tata kelola, akan dilakukan oleh UPT,” ucapnya.

Wali Kota Malang, Sutiaji meyakini, potensi pendapatan melalui E-Parking cukup besar. Saat ditanyai detail jumlah potensi pendapatan, Sutiaji mengaku, harus melihat hasilnya dalam beberapa hari ke depan.

Namun sebelum terdapat E-Parking, pendapatan parkir di Kota Malang rata-rata mencapai Rp 20 juta per bulan.

“Kalau dulu Rp 20 juta, itu berarti per hari tidak sampai Rp 1 juta per hari. Ini nanti akan kita lihat, jumlah kendaraan yang masuk, mobil plus semua,” jelas pria berkacamata ini.

Pemkot Malang telah menganggarkan pendirian E-Parking di empat titik pada 2021. Lokasi-lokasi ini sementara ditunjukkan pada aset pemerintahan terlebih dahulu. Penerapan E-Parking akan dilaksanakan secara bertahap sehingga masyarakat dapat merasakan kebijakan tersebut.

62 Ribu Vaksin Sionovac Tiba di Jateng, Januari 2021 Siap Laksanakan Tahap I Vaksinasi

62 Ribu Vaksin Tiba di Jateng, Januari 2021 Siap Laksanakan Tahap I Vaksinasi

SuaraPemerintah.id – Sebanyak 62.560 dosis vaksin Sinovac telah tiba di Jawa Tengah, Senin (4/1/2020) dinihari. Nantinya, vaksin itu akan segera disuntikkan kepada para tenaga kesehatan yang ada di provinsi ini.

“Tadi malam datangnya, sebanyak 62.560 dosis. Ini bertahap dan alhamdulillah sudah kita siapkan semuanya, termasuk nanti sistem distribusinya ke daerah sampai ke penerima,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat mengecek vaksin Sinovac, di gudang Dinas Kesehatan Pemprov Jateng, Kawasan Industri Tambakaji Semarang, Senin (4/1/2020).

Ganjar menerangkan, proses vaksinasi rencananya akan dilakukan pada 14 Januari 2021. Target pertama, untuk tenaga kesehatan (nakes) dan personel penunjang di seluruh fasilitas kesehatan.

“Targetnya tahap I ini untuk nakes. Kami sudah menghitung total nakes sebanyak 177.784 (orang), kemudian tahap II nanti untuk pelayanan publik seperti TNI/Polri, Satpol PP, petugas bandara, pelabuhan, KA, guru, tokoh agama, tokoh masyarakat sebanyak 1,1 juta (orang). Setelah itu untuk masyarakat rentan pada tahap ketiga sebanyak 11,4 juta (orang), dan tahap keempat untuk masyarakat umum lainnya 6,04 juta (orang), serta masyarakat lain termasuk pelaku ekonomi 4,5 juta (orang),” jelasnya.

Secara aturan, lanjut Ganjar, ketentuan tentang vaksinasi ini memang tidak gampang. Pengelolaannya harus hati-hati betul dan rantai dingin vaksin harus benar-benar terjaga.

“Istilahnya harus ada rantai dingin, mulai dari sini sampai ke kabupaten/ kota, Puskesmas, bahkan sampai ke orangnya harus menggunakan tempat khusus. Ini nggak boleh putus agar vaksinnya tidak rusak. Kami sudah siapkan pengelolaan dengan hati-hati sambil menunggu jadwal-jadwal kedatangan berikutnya,” jelasnya.

Untuk tahap pertama ini, pihaknya sudah mendata penerimaan di masing-masing daerah. Sebanyak 35 kabupaten/ kota sudah dihitung distribusi vaksin tahap I ini.

“Sudah ada tabelnya dari 35 kabupaten/ kota penerima vaksin ini. Terbanyak kalau saya lihat di Kota Semarang, kemudian Solo dan Banyumas. Itu yang rata-rata jumlahnya di atas 10.000 dosis,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo menambahkan, setelah kedatangan vaksin tahap pertama ini, pihaknya segera menata proses distribusi. Diharapkan dalam waktu singkat, vaksin dapat didistribusikan ke daerah.

“Segera nanti kami distribusikan, dalam waktu 1-2 hari akan kami distribusikan ke kabupaten/ kota,” jelasnya.

Persiapan di kabupaten/ kota, lanjut Yulianto, juga sudah matang. Rantai dingin vaksin sudah disiapkan, termasuk vaksinator di masing-masing tempat juga sudah dilatih.

“Semuanya sudah kami siapkan, jadi bisa langsung jalan termasuk rantai dinginnya karena vaksin ini harus disimpan dalam suhu 2-8 derajat. Untuk kedatangan vaksin selanjutnya, kami belum tahu jadwal datang lagi vaksinnya kapan, karena kebijakan itu dari pusat,” pungkasnya.

Buka Pasar Modal, Menko Airlangga Optimistis 2021 Jadi Tahun Pemulihan Ekonomi Nasional

SuaraPemerintah.id – Sentimen positif atas capaian-capaian program penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi di tahun 2020 menghadirkan optimisme berbagai pihak untuk memulai langkah di tahun 2021. Selain dari aspek kesehatan, sentimen positif hadir dari aspek ekonomi, baik pada sektor riil maupun pasar modal.

“Optimisme di tahun 2021 melandasi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia, di mana capaian program pemulihan ekonomi di tahun 2020 memberikan sentimen positif dalam mengatasi dampak pandemi Covid-19,” tutur Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya pada Peresmian Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2021, Senin (04/01), di Jakarta.

Ekonomi global diprediksi tumbuh di kisaran 4,2% hingga 5,2% di tahun 2021. Sejalan dengan ini, Bank Dunia juga mengeluarkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal tumbuh sebesar 4,4% di tahun 2021. Pemerintah sendiri  memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh di kisaran 4,5% s.d. 5,5%.

Sejalan dengan optimisme di sektor riil, optimisme juga terlihat di pasar modal. Beberapa lembaga memproyeksikan IHSG mampu menyentuh level 6800. Bahkan diantaranya memperkirakan IHSG dapat mencapai level 7000 pada akhir Desember 2021.

“Hal tersebut sangat mungkin dicapai mengingat pada 22 Desember 2020 lalu IHSG sempat menyentuh level 6.165, walaupun di akhirnya berada sedikit dibawah 6.000,” terang Airlangga.

Di tahun 2021, BEI menargetkan 30 perusahaan akan melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) dan akan meningkat seiring pemulihan ekonomi nasional.

Dalam asumsi makro APBN 2021, inflasi ditargetkan 3 ± 1% dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditetapkan Rp14.600. Sentimen positif pada beberapa bulan terakhir 2020 memberikan harapan dimana nilai tukar rupiah ditutup terapresiasi ke level Rp14.050/USD pada tanggal 30 Desember 2020 lalu yang berarti IHSG dan nilai tukar rupiah telah mendekati level sebelum Pandemi Covid-19.

Menurut Airlangga, optimisme pemulihan ekonomi juga didorong oleh sentimen positif setelah disuntikkannya sejumlah Vaksin Covid-19 di seluruh dunia.

Pemerintah telah mempersiapkan beberapa strategi untuk meraih peluang pemulihan ekonomi di tahun 2021. Strategi ini akan membantu menjaga momentum pemulihan ekonomi dan memanfaatkannya untuk melakukan transformasi ekonomi.

Vaksinasi Covid-19 telah dipersiapkan untuk menjadi game changer pemulihan ekonomi nasional. Terdapat 3 juta dosis vaksin telah disiapkan dan diharapkan dapat dimulai di pertengahan Januari 2021. Diperkirakan vaksinasi akan terus berlanjut sampai dengan kuartal pertama 2022.

“Masih menunggu Emergency Use Authorization dari Badan POM, juga menunggu kehalalal daripada vaksin ini. Diharapkan semuanya dapat diselesaikan dengan data saintifik yang sudah diperoleh baik dari penelitian di Bandung, Turki, dan Brazil,” imbuhnya.

Dukungan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akan dilanjutkan di tahun 2021 dengan alokasi anggaran sebesar Rp372,3 triliun. Sejalan dengan hal ini, kebijakan fiskal tahun 2021 melalui APBN juga diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat, mendukung akselerasi pemulihan ekonomi, dan mendorong transformasi ekonomi Indonesia.

“Melalui UU Cipta Kerja, Pemerintah berharap dapat mengurangi dampak negatif dari pandemi terhadap tenaga kerja Indonesia. Ini dapat mengakselerasi peningkatan lapangan kerja. Melalui UU ini akan dilakukan reformasi besar yang membuat Indonesia kompetitif agar ease of doing business dapat meningkat,” kata Airlangga.

UU Cipta Kerja juga memberikan berbagai kemudahan agar Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dapat berkembang, salah satunya kemudahan dalam membentuk PT. Pemerintah juga telah menyiapkan Daftar Prioritas Investasi (DPI) dan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) untuk menangkap peluang investasi. DPI akan memberikan sentimen positif kepada dunia usaha, terkait keterbukaan penanaman modal dengan tetap memperhatikan perlindungan dan pemberdayaan UMKM.

“Di luar strategi yang sudah disebutkan, kami juga telah mempersiapkan program ketahanan pangan dan program mandatory B30 sehingga dapat mendorong kelapa sawit,” pungkas Airlangga.

Bank Mega Raih Penghargaan The Most Appreciation CSR

Bank Mega Raih Penghargaan The Most Appreciation CSR

SuaraPemerintah.idBank Mega dianugerahi penghargaan Tempo Country Contributor Awards 2020 – The Most Appreciation CSR oleh Pusat Data dan analisis Tempo(PDAT) PT Tempo Inti Media Tbk, dan Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA).

Penilaian CSR Award dilihat dari orisinalitas ide dan filosofi program. Selain itu, Dewan juri akan melihat manfaat program untuk masyarakat dan lingkungan. Selain itu, juri juga akan melihat keberlanjutan program, sehingga program yang didaftarkan pun harus sudah berlangsung minimum satu tahun.

Berikut ini adalah penerima apresiasi CSR untuk kategori The Most Appreciation Corporate Social Responsibility-Country Contributor 2020:

  • PT HM Sampoerna Tbk
  • PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk.
  • Yayasan Dompet Dhuafa
  • PT Austindo Nusantara Jaya Tbk
  • PT Bank Maybank Indonesia Tbk
  • PT Bumi Serpong Damai, Tbk
  • Sinar Mas Agribusiness and Food
  • PT Jaminan Kredit Indonesia
  • PT Elang Mahkota Teknologi Tbk
  • PT Adaro Energy Tbk
  • PT Semator Group
  • PT Bank Mega Tbk
  • PT Bank Pan Indonesia Tbk

 

Presiden Teken Hukuman PP Kebiri Kimia Bagi Pelaku Kekerasan Seksual Anak

Presiden Tekan Hukuman PP Kebiri Kimia Bagi Pelaku Kekerasan Seksual Anak

SuaraPemerintah.id – Kasus kekerasan seksual merupakan kejahatan serius yang mengingkari hak asasi anak, menimbulkan trauma bagi korban dan keluarga, menghancurkan masa depan anak serta mengganggu ketentraman dan ketertiban masyarakat. Berdasarkan Laporan Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) pada periode 1 Januari 2020 hingga 11 Desember 2020, kasus kekerasan seksual terhadap anak mencapai 5.640 kasus.

Pemerintah terus mengupayakan agar anak-anak di Indonesia terlindungi dari setiap tindak kekerasan dan eksploitasi melalui sejumlah peraturan perundang-undangan. Penetapan Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak (PP Kebiri Kimia) oleh Presiden RI Joko Widodo diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku persetubuhan dan pelaku perbuatan cabul.

“Kekerasan seksual terhadap anak harus mendapatkan penanganan secara luar biasa seperti melalui kebiri kimia karena para pelakunya telah merusak masa depan bangsa Indonesia. Itu sebabnya kami menyambut gembira ditetapkannya PP Nomor 70 tahun 2020 ini yang diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku persetubuhan dan pelaku tindak pencabulan. PP Nomor 70 atau PP Kebiri Kimia ini merupakan peraturan pelaksanaan dari amanat Pasal 81A ayat (4) dan Pasal 82A ayat (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” tegas Nahar, Deputi Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Senin (04/01).

Dalam PP Kebiri Kimia, pelaku kekerasan seksual terhadap anak terdiri dari pelaku persetubuhan dan pelaku perbuatan cabul. Tindakan kebiri kimia yang disertai rehabilitasi hanya dikenakan kepada pelaku persetubuhan berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Sementara itu, tindakan pemasangan alat pendeteksi elektronik dan pengumuman identitas pelaku diberikan baik kepada pelaku persetubuhan maupun pelaku perbuatan cabul.

“Tindakan kebiri kimia dan pemasangan alat pendeteksi elektronik dikenakan untuk jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun dan dilaksanakan setelah terpidana menjalani pidana pokok. Pelaku baru dapat diberikan tindakan kebiri kimia apabila kesimpulan penilaian klinis menyatakan bahwa pelaku persetubuhan layak dikenakan tindakan kebiri kimia. Selain itu, pelaku tidak semata-mata disuntikkan kebiri kimia, namun harus disertai rehabilitasi untuk menekan hasrat seksual berlebih pelaku dan agar perilaku penyimpangan seksual pelaku dapat dihilangkan. Rehabilitasi yang diberikan kepada pelaku yang dikenakan tindakan kebiri kimia berupa rehabilitasi psikiatrik, rehabilitasi sosial, dan rehabilitasi medik,” ujar Nahar.

Lebih lanjut Nahar menjelaskan bahwa tindakan kebiri kimia merupakan pemberian zat kimia melalui penyuntikan atau metode lain, yang dilakukan kepada pelaku persetubuhan yang pernah dipidana karena melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.

Tindakan kebiri kimia dikenakan apabila pelaku melakukan kekerasan seksual terhadap lebih dari 1 (satu) orang korban, mengakibatkan luka berat, gangguan jiwa, penyakit menular, terganggu atau hilangnya fungsi reproduksi, dan/atau korban meninggal dunia.

Nahar juga menambahkan bahwa pelaksanaan tindakan kebiri kimia, tindakan pemasangan alat pendeteksi elektronik, dan rehabilitasi dilakukan oleh petugas yang memiliki kompetensi di bidangnya atas perintah Jaksa.

Terhadap pelaku akan dikenakan pemasangan alat pendeteksi elektronik agar tidak melarikan diri dan pengumuman identitas selama 1 (satu) bulan kalender melalui papan pengumuman, laman resmi kejaksaan, media cetak, media elektronik dan/atau media sosial yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Kemen PPPA.

Adapun PP Nomor 70 tahun 2020 ini juga mengamanahkan Kementerian Kesehatan, Kementerian Hukum dan HAM serta Kementerian Sosial untuk menyusun Peraturan Menteri yang berisi tata cara dan prosedur teknis pelaksanaan tindakan kebiri kimia, pemasangan alat pendeteksi elektronik, rehabilitasi, dan pengumuman identitas pelaku.

Melihat Jejak Sang Proklamator Bung Karno Ditanah Bencoolen

Melihat Jejak Sang Proklamator Bung Karno Ditanah Bencoolen

SuaraPemerintah.id – Rumah kecil berornamen kayu dan dikelilingi hamparan rumput hijau luas dengan aneka tanaman bunga terlihat begitu mencolok dibanding bangunan yang ada disekitarnya. Pos penjagaan yang terletak didepan menandakan rumah tersebut bukan bangunan sembarangan.

Ya, inilah rumah pengasingan Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno atau lebih akrab dipanggil Bung Karno saat dirinya dibuang Belanda ke tanah Bengkulu pada masa perjuangan kemerdekaan.

Puluhan orang tampak berlalu lalang dalam bangunan yang lebih menyerupai komplek tersebut. Ada yang sibuk membaca tulisan-tulisan terpampang didalam rumah. Lebih banyak lagi sekedar berfoto selfie dengan memorabilia si empu rumah. Petugas berseragam terlihat mengawasi dengan ketat agar pengunjung tidak berbuat hal aneh selama berada dalam kawasan ini.

Bangunan tersebut terdiri dari ruang kerja, kamar pribadi, kamar tamu dan kamar anak-anak. Pada beranda belakang, ada bangunan terpisah yang diperuntukkan sebagai dapur, kamar mandi dan gudang. Sebab zaman dahulu, rumah utama dan ruang lainnya memang terpisah. Ditemani Diki (39), salah seorang petugas yang berjaga ditempat tersebut, tim Diskominfo Sumbar yang berkunjung akhir 2020 lalu diajak berkeliling bangunan sembari diberi penjelasan mengenai histori bangunan.

“Jadi inilah rumah kediaman yang dulu pernah ditinggali Bung Karno semasa pengasingan di Bengkulu pada 1938-1942.

Awalnya rumah ini milik seorang saudagar Tionghoa penyuplai bahan pokok Belanda. Saat Bung Karno tiba, Belanda mengontraknya untuk dijadikan tempat tinggal beliau,” ujar Diki memulai cerita.

Yang luar biasa, meskipun Bung Karno sebagai seorang yang sedang dalam pengasingan, orang buangan maupun tahanan politik, tapi terlihat bahwa Belanda sangat menghargainya. Terbukti rumah semewah ini pada zaman itu difasilitasi untuk ditempati.

Ketika datang ke Bengkulu selama masa pengasingan, Bung Karno turut ditemani keluarga dan kerabat, yaitu istri keduanya Inggrit Ganasih serta dua putri angkat yang bernama Ratna Gioni, dan Sukarti atau Kartika. Sedangkan kerabat yang menemani adalah A. M. Hanafi.

“Awal Bung Karno sampai diasingkan ke Bengkulu salah satunya permintaan Inggrit Ganasih. Tahun 1934-1938 Bung Karno dibuang ke Ende. Disana beliau sempat kritis karena terjangkit malaria. Waktu itu, Bu Inggit mengirim surat untuk berkomunikasi dengan Mohammad Husni Thamrin, supaya mendesak pihak Belanda agar menempatkan Bung karno ditempat yang lebih layak. Akhirnya Belanda memilih Bengkulu sebagai pengasingan berikutnya,” sebutnya.

Saat menyusuri ruang kerja, Diki menjelaskan koleksi-koleksi buku bacaan Bung Karno sangat luar biasa, kurang lebih sekitar 320 buah. Buku-buku tersebut secara tidak langsung merupakan sumber inspirasi ilmu selama dia berada di pengasingan.

Seperti diketahui, dizaman itu sepertinya lebih mudah mendapatkan emas daripada buku. Buku yang didapat berasal dari sahabat-sahabat yang ada di sekitar Bengkulu. Mengirimnya pun tak mudah, harus hati-hati agar tidak diketahui Belanda. Terdapat beberapa macam buku, tentang botani, filsafat, musik, bahkan semacam Al-Kitab atau perjanjian lama.

“Walaupun Bung Karno seorang muslim yang taat, beliau juga mempelajari kitab agama lain dari segi filsafatnya. Karena banyaknya bahasa yang dikuasai, buku-buku disini pun memiliki beragam bahasa. Selain itu juga terdapat orasi politik pertama kali Bung Karno yang sangat terkenal, ‘Indonesia menggugat’,” terang Diki.

Tetapi, lanjut dia meski banyak buku yang beliau baca, bacaan utama Bung Karno tetaplah Al-Qur’an. Sebab fadilah dari membaca Al-qur’an sangat banyak. Disamping itu Al-qur’an juga merupakan sumber inspirasi terbaik, juga menceritakan masa lalu dan masa yang akan datang.

Ada satu hal menarik dan mungkin hanya dialami tokoh sekelas Soekarno saja. Sebagai orang pengasingan ternyata dirinya dibiayai oleh pihak Belanda. Jadi, selama di Bengkulu Bung Karno mendapat semacam kompensasi selama menjadi tahanan. Hal itu terbukti dengan adanya surat biaya perjalanan dan uang harian layaknya SPJ seperti yang kita temui saat ini.

Disalah satu ruangan, juga terpajang sebuah kostum Monte Carlo. Kostum ini adalah pakaian khas pertunjukan teater. Sebagaimana diketahui, Bung Karno seorang tokoh multitalenta. Teater merupakan salah satu media dalam mengkritisi pemerintahan Belanda, menyampaikan aspirasi politik, dan menyalurkan rasa patriotisme kepada pemuda-pemuda di sini.

“Pada saat itu salah satu hiburan yang sangat digemari adalah pertunjukan rakyat. Sandiwara Monte Carlo ini seperti seni teater yang berisi cerita-cerita, dengan skenario tertentu yang dimanfaatkan Bung Karno untuk perlawanan terhadap Belanda,” ucap Diki.

Perjalanan sang proklamator di tanah Bengkulu memang penuh cerita, termasuk kisah pertemuan dengan penjahit bendera negara, Fatmawati. Diki menceritakan muasal perjumpaan presiden pertama RI itu dengan Fatmawati.

“Bu Fat adalah putri asli Bengkulu keturunan Minangkabau. Saat itu Bu Fat masih dalam usia yang sangat remaja, 16 tahun. Fatmawati merupakan teman dari anak angkat Bung Karno yang bernama Ratna Gioni. Ketika itu dalam ceritanya Bu Fat dan kedua orangtuanya silaturrahmi ke rumah Bung Karno. Selain silaturrahmi, ayah Fatmawati yang merupakan salah seorang tokoh Muhammadiyah di kota tersebut mencoba membujuk Bung Karno agar menjadi bagian dari Muhammadiyah,” beber Diki.

Akhirnya, sebagaimana yang diketahui, Fatmawati dipersunting Soekarno dan menjadi istri ketiga beliau serta berperan besar dalam mendampingi sang proklamator mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Salah satunya dengan menjahit Bendera Merah Putih yang menjadi bendera negara.

Disamping muslim yang taat, Soekarno juga seorang insinyur hebat. Selama di Bengkulu, dia sempat membangun beberapa rumah masyarakat dan mesjid. Tidak hanya membuat desain, ia juga merupakan motor (penggerak) dalam pembangunan mesjid ini.

“Sewaktu Bung Karno menjadi motornya, hampir semua masyarakat kota ini ikut serta. Jadi hebatnya beliau bisa mengubah pemikiran seseorang dan menggerakkan orang lain, beliau memang seorang motivator,” ungkapnya tersenyum.

Masjid rancangan Bung Karno tersebut bernama Masjid Jami’ Bengkulu, dan sekarang masih ada dan telah menjadi cagar budaya. Disamping itu, Soekarno juga pernah membuat suatu perusahaan mebel yang bernama Meubel Soeka Merindoe. Nama Suka Merindu ini sekarang menjadi salah satu nama kelurahan atau desa di Kota Bengkulu.

Terkait rumah pengasingan, Diki berharap pemerintah lebih masif menggiatkan sosialisasi dan publikasi agar masyarakat terutama generasi muda untuk mengunjungi cagar budaya sejarah.

“Perhatian pemerintah sebetulnya sudah bagus, namun seharusnya animo masyarakatnya yang lebih suka berkunjung ke tempat-tempat yang mengandung nilai budaya seperti ini daripada ke tempat-tempat seperti pusat perbelanjaan. Karena banyak nilai-nilai positif yang diajarkan oleh museum ini. Terutama semangat juang orang-orang tempo dahulu. Karena adanya masa sekarang tak terlepas dari pendahulu,” harapnya.

Diakhir pertemuan, Diki menitipkan pesan kepada setiap yang berkunjung ke rumah pengasingan Bung Karno ini.

“Pengunjung sebisanya dapat edukasi dalam membangun negeri ini ke arah lebih baik sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa, sekaligus dapat meneladani perjuangan mereka.”

Rumah pengasingan Soekarno dikelola oleh 2 (dua) instansi. Pertama dari balai pelestarian cagar budaya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang menaungi pelaksanaan dan perlindungan cagar budaya. Sementara dari segi pemanfaatannya dikelola oleh pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu.

 

Ekonomi Tiongkok Beranjak Pulih, Harga Batubara Acuan Tunjukan Tren Positif di Awal Tahun

Ekonomi Tiongkok Beranjak Pulih, Harga Batubara Acuan Tunjukan Tren Positif di Awal Tahun

SuaraPemerintah.id – Harga Batubara Acuan (HBA) terus menujukkan tren positif pada awal tahun 2021. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menetapkan HBA selama perdagangan bulan Januari naik USD16,19 per ton atau 27,14% ke angka USD75,84 per ton dibandingkan bulan Desember tahun 2020, yaitu USD59,65 per ton.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengonfirmasi terkait faktor kuat kenaikan komoditas batubara tersebut. “Setelah hampir setahun adanya keterbatasan aktivitas ekonomi, pasar mulai bergerak pulih terutama di Tiongkok,” kata Agung di Jakarta, Senin (4/1).

Agung melanjutkan, Tiongkok punya peran penting dalam memengaruhi harga batubara lantaran mereka merupakan pasar utama bagi Indonesia setelah India. “Apalagi saat ini terjadi ketegangan hubungan perdagangan antara Tiongkok dengan Australia. Sentimen ini yang makin memperkuat,” jelasnya.

Atas kenaikan ini, pergerakan HBA bergerak menuju level psikologis setelah sepanjang tahun 2020 akibat pandemi Covid-19 lebih banyak mengalami pelemahan ke level terendah. “Rata-rata HBA di tahun 2020 hanya sebesar USD58,17 per ton dan menjadi yang terendah sejak 2015,” tandas Agung.

Secara spesifik, Agung merinci, harga batubara dibuka pada angka USD65,93 per ton pada bulan Januari 2020. Sempat menguat sebesar 0,28% di angka USD67,08 per ton pada bulan Maret dibanding Februari yang sebesar USD66,89 per ton, namun melorot pada April (USD65,77), Mei (USD61,11), Juni (USD52,98), Juli (USD52,16) dan Agustus (USD50,34). “Puncaknya ada di bulan September dimana harganya hanya USD49,42 per ton,” ungkap Agung.

Harga Batubara kembali pulih (rebound) dalam tiga bulan terkahir, yaitu Oktober (USD51), November (USD55,71) dan Desember (USD59,65). “Supply dan demand tetap menjadi faktor perubahan (harga) utama di luar Covid-19 yang belum sepenuhnya terkendali,” kata Agung.

Sebagai informasi, faktor turunan supply dipengaruhi oleh season (cuaca), teknis tambang, kebijakan negara supplier, hingga teknis di supply chain seperti kereta, tongkang, maupun loading terminal.

Sementara untuk faktor turunan demand dipengaruhi oleh kebutuhan listrik yang turun berkorelasi dengan kondisi industri, kebijakan impor, dan kompetisi dengan komoditas energi lain, seperti LNG, nuklir, dan hidro.

Nantinya, Harga Batubara Acuan bulan Januari ini akan dipergunakan pada penentuan harga batubara pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Vessel).

 

Akhir Tahun 2020, Manufaktur Indonesia Tembus Fase Ekspansif

SuaraPemerintah.id – Aktivitas industri manufaktur di tanah air menunjukkan kinerja yang gemilang pada bulan terakhir tahun  2020. Meskipun masih di tengah tekanan berat akibat pandemi Covid-19, geliat industri manufaktur di dalam negeri terus berupaya bangkit menembus fase ekspansif.

Hal tersebut tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Desember 2020 yang tercatat di level 51,3 atau naik dibanding capaian bulan sebelumnya yang berada di posisi 50,6. Peningkatan indeks ini didukung adanya pertumbuhan pesanan baru, yang mengacu ekspansi solid pada output. Kenaikan ini merupakan tercepat kedua dalam sejarah survei selama hampir sepuluh tahun.

“Ini capaian yang luar biasa, saya berterima kasih kepada para pelaku industri yang tetap berusaha semaksimal mungkin mengoptimalkan sumber daya yang ada di tengah keterbatasan yang ada. Hal ini juga menunjukkan bahwa langkah-langkah kebijakan Kementerian Perindustrian mampu mendorong hal ini,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Senin (4/1).

Menperin menegaskan, Indonesia memiliki modal yang cukup kuat untuk bisa memasuki tahap pemulihan ekonomi. “Pemerintah optimistis seluruh rangkaian strategi dan kebijakan yang telah dilakukan mampu memanfaatkan peluang pemulihan ekonomi yang ada ke depan,” ujarnya.

Apa saja indikator menuju pemulihan di 2021? Ini bisa terlihat dari perjalanan perekonomian nasional selama 2020. Perekonomian Indonesia pernah mengalami titik terendahnya atau rock bottom di triwulan II/2020, terutama ketika pertama kali negara ini dinyatakan mengalami serangan wabah pandemi.

Namun, pada triwulan III/2020 mulai mengalami perbaikan meski masih kontraksi di -3,4 persen (yoy). “Kondisi ini masih lebih baik dibandingkan dengan beberapa negara lain, seperti Jerman, Singapura, Filipina, Spanyol, dan Meksiko yang rata-rata mengalami kontraksi rata-rata di -4 persen,” ungkap Agus.

Makro ekonomi lainnya yang mendukung adalah permintaan domestik dan keyakinan konsumen yang membaik. “Hal tersebut diyakini akan mendorong produksi atau supply side. Lalu, IHSG dan nilai tukar rupiah yang terus menguat dan kembali ke level pre-Covid-19,” imbuhnya.

Menteri AGK menyebutkan, terdapat tiga subsektor yang diproyeki mampu mencatatkan akselerasi pertumbuhan ciamik pada 2021, yakni industri makanan, minuman, serta kertas dan barang dari kertas. Kemenperin mencatat, industri minuman misalnya, dapat tumbuh 4,39% secara tahunan pada 2021.

Selain itu, Agus menyatakan, pihaknya akan memberikan perhatian khusus pada beberapa sektor manufaktur, seperti industri farmasi, produk obat, kimia, obat tradisional, bahan kimia, barang dari bahan kimia, logam dasar, dan makanan.

Untuk tahun ini, pertumbuhan industri tersebut diperkirakan kembali ke jalur positif. Seluruh subsektor manufaktur digadang-gadang kembali bergairah. “Dengan asumsi pandemi sudah bisa dikendalikan dan aktivitas ekonomi sudah bisa kembali pulih, kami memproyeksikan pertumbuhan industri manufaktur pada 2021 akan tumbuh 3,95%,” paparnya.

Optimisme tersebut sejalan dengan investasi pada industri pengolahan nonmigas yang masih tumbuh positif. Pasalnya, kendati pertumbuhan PDB diproyeksikan terkontraksi 2,22% pada 2020, nilai investasinya justru meningkat dan berpotensi melonjak tahun ini.

Sepanjang 2020, nilai investasi industri pengolahan nonmigas diperkirakan mencapai Rp265,28 triliun atau naik 24,48% dari realisasi investasi pada 2019 senilai Rp213,11 triliun. Pada tahun ini, investasi diproyeksikan naik 21,97% menjadi Rp323,56 triliun.

Menanggapi hasil PMI Manufaktur Indonesia pada Desember 2020, Andrew Harker selaku Direktur Ekonomi IHS Markit mengatakan bahwa perusahaan Indonesia secara umum memiliki catatan akhir yang positif pada tahun 2020, dengan data PMI terbaru yang mengalami kenaikan dalam kurun dua bulan berturut-turut.

Data tersebut juga menunjukkan peningkatan sedang pada kondisi bisnis, dan paling tinggi selama sepuluh bulan.

“Jalan masih panjang mengingat gangguan parah yang disebabkan oleh pandemi Covid-19, tetapi produsen setidaknya yakin dengan prospek tahun 2021,” jelasnya.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani optimistis, momentum pemulihan ekonomi tahun 2021 akan semakin baik, tecermin dari beberapa indikator ekonomi yang sudah mulai menunjukkan pemulihan. “Misalnya, PMI manufaktur telah kembali ke level ekspansif dan indeks keyakinan konsumen yang mulai mengalami peningkatan. Ini sangat menggembirakan,” terangnya.