TMMD 109, Buka Jalan 2,5 KM di Desa Ciomas Kecamatan Tenjo ke Kecamatan Parung Panjang
UMKM MUDA Virtual Week BNI Perkenalkan Rumah BUMN Untuk Milenial
Suarapemerintah.id – Kementerian BUMN secara resmi melakukan re-branding program Rumah Kreatif BUMN menjadi Rumah BUMN. Tujuannya untuk memaksimalkan peran BUMN untuk Indonesia. Selain berfungsi untuk mengembangkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Rumah BUMN memiliki 5 fungsi baru, antara lain sebagai pengembangan UMKM, Satuan Tugas Tanggap Bencana, penyaluran Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), pengelolaan co-working space dan kedai kopi, serta sebagai pusat kegiatan Milenial BUMN.
Untuk memperkenalkan Rumah BUMN BNI kepada generasi milenial, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) berkolaborasi dengan Ayo Naik Kelas menyelenggarakan program UMKM MUDA Virtual Week pada 15 – 21 September 2020. UMKM MUDA Virtual Week merupakan sebuah rangkaian kegiatan virtual yang bertujuan untuk menyebarkan semangat entrepreneurship khususnya pada generasi milenial di Indonesia untuk terus optimis dan bergerak maju mengembangkan usaha ditengah situasi pandemi Covid-19.
Di Jakarta, Senin (21 September 2020), Corporate Secretary BNI Meiliana mengatakan bahwa empat agenda kegiatan tersebut yang berupa UMKM Muda Talk, Charity Webinar, Virtual Pop Up Market dan Virtual Tour akan diselenggarakan secara gratis melalui Instagram @rumahbumn.bni dan @ayo.naik.kelas serta Facebook & Youtube Channel Rumah BUMN BNI.
TMMD Sengkuyung Tahap III Tetap Perhatikan Protokol Kesehatan
Suarapemerintah.id – Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III di Grha Pandawa Komplek Balaikota, Selasa (22/9) berlangsung sederhana. Acara ini digelar tanpa melibatkan banyak orang guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.
Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap III secara simbolis dilakukan dengan penandatanganan berita acara penyerahan pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap III oleh Walikota Yogya, Haryadi Suyuti bersama Komandan Kodim 0734, Kolonel Armed Tejo Widhuro.
Wakil Walikota Yogya, Heroe Poerwadi yang mewakili sambutan dari WaliKota Yogya, mengatakan bahwa TMMD merupakan kegiatan lintas sektoral yang melibatkan TNI, Polri, lembaga kementrian dan pemerintah daerah serta semua lapisan masyarakat. TMMD ini merupakan program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menanamkan wawasan kebangsaan serta membangun kesatuan dan persatuan bangsa.
“Progam TMMD ini merupakan usaha bersama mengikat kegotongroyongan untuk mengatasi persoalan bangsa,” katanya.
Wawako Sidak Produk Dan Makanan Yang Tanpa Izin Dari BBPOM
Suarapemerintah.id – Bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Palembang, Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda terus melakukan pengawasan dan tindak tegas kepada pedagang yang menjajakan prodak dan makannya tanpa izin dari BBPOM.
Dalam sidaknya ke Internasional Plaza Superindo kota Palembang, Fitri bersama rombongan menemukan banyak prodak lokal seperti kelempang dan kerupuk serta beberapa makanan lainnya yang didalam kemasannya tidak ada label izin baik itu dari Dinas Kesehatan dan BBPOM.
Hal inilah yang menjadi landasan dasar Pemkot Palembang bersama BBPOM untuk menjadi filter dalam mengusut tuntas produk makanan yang mengandung zat berbahaya serta izin edar makanan tersebut dari pihak yang berwenang.
“Dari hasil pantauan di Supermarket Superindo IP tidak ditemukan bahan makanan mengandung zat berbahaya, namun ada beberapa prodak makanan lokal dan lainya yang tidak disertai izin. Maka dari itu prodak tersebut kita stop peredarannya, karena belum diuji dari sisi kesehatannya,”jelas Fitri Senin, 21 September 2020 saat melakukan monitor prodak makan di supermarket IP.
Ia juga menambahkan kepada BBPOM juga harus melakukan tindakan kembali jika suatu tokoh atau supermarket yang sudah melakukan pengujian dan diperiksa sample makanan yang dijual, maka ia juga harus memberikan sebuah apresiasi dengan memberikan sebuah bener bahwa tokoh tersebut bebas dari penjualan prodak makan yang mengandung zat-zat berbahaya.
Ditempat yang sama Arofa Kepala BBPOM kota Palembang menambahkan bahwa hasil temuan ini kita tindak lanjuti dengan memberikan sanksi administrasi dan pembinaan kepada mereka yang lalai dalam menerima masuk prodak makanan yang tidak disertai izin dari dinkes dan BBPOM.
Presiden: Satukan Semangat dan Kerja Keras Tangani Pandemi Covid-19
Suarapemerintah.id – Salah satu tantangan berat yang dihadapi masyarakat dunia saat ini, termasuk Indonesia, ialah pandemi Covid-19. Puluhan juta orang di seluruh dunia telah dinyatakan terpapar di mana ratusan ribu kehilangan nyawa akibat pandemi. Di tengah situasi tersebut, Presiden Joko Widodo mengajak seluruh elemen bangsa untuk menyatukan semangat dan visi dalam berjuang keras untuk menangani pandemi sekaligus dampak yang ditimbulkannya.
Demikian disampaikan Presiden saat memberikan sambutan melalui konferensi video dalam acara peresmian pembukaan Konferensi Besar XXIII Gerakan Pemuda (GP) Ansor Tahun 2020 pada Jumat, 18 September 2020.
“Dalam situasi seperti ini, ketangguhan kita sebagai sebuah bangsa yang benar-benar menghadapi ujian kita harus satu barisan. Kita harus satu frekuensi, satu semangat, karena kita perlu kerja keras dan berikhtiar dengan sungguh-sungguh baik ikhtiar zahir maupun batin,” ujarnya.
Ikhtiar zahir sebagaimana dimaksud oleh Presiden berupa menjaga pola hidup bersih dan sehat, mengikuti protokol kesehatan dengan mengenakan masker, menjaga jarak, dan secara berkala mencuci tangan. Selain itu, mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi hingga olahraga secara teratur juga penting dilakukan.
“Adapun ikhtiar batin adalah memperbanyak dzikir, istighfar, dan taubat kepada Allah, memperbanyak infak dan sedekah terutama ketika saat ini banyak saudara-saudara kita yang kehilangan pekerjaan, banyak yang memerlukan bantuan-bantuan,” imbuhnya.
Lebih jauh, Kepala Negara juga meyakini bahwa di tengah pandemi yang melanda hampir seluruh negara di dunia pastilah terdapat suatu hikmah yang dapat dipetik bersama.
“Sebagai orang yang beriman kepada Allah Swt., tentu saja kita harus mengambil hikmah dari setiap kejadian. Sebab kita meyakini setiap kejadian dan ciptaan Allah pasti ada hikmahnya, tidak ada yang sia-sia,” tuturnya.
Menurutnya, pandemi memberikan pelajaran berharga bagi kita mengenai pentingnya kemandirian untuk berdiri di atas kaki sendiri. Apa yang saat ini dinilai masih mengalami kekurangan, tentunya harus diperbaiki di masa mendatang.
Oleh karena itu, dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo mengajak seluruh anggota GP Ansor baik secara individual maupun kolektif untuk ikut turun tangan bersama pemerintah dan elemen bangsa lainnya dalam membantu meringankan beban saudara-saudara kita. Selain itu, seluruh elemen masyarakat juga dapat mulai peduli dan bangga terhadap produk-produk anak negeri dan mempromosikan produk-produk lokal.
“Saya yakin dengan gerakan bersama ini kita bukan hanya akan membantu kehidupan para petani, nelayan, dan UMKM, tapi juga akan membuat ekonomi bisa ikut bergerak sehingga negara kita bukan hanya bisa pulih ancaman penyebaran pandemi, namun ekonominya juga bisa bangkit kembali menuju pada kondisi yang normal,” kata Presiden.
Terakhir, Kepala Negara berharap dan berdoa agar Allah Swt. segera mengangkat wabah Pandemi Covid-19 dari bumi Indonesia, sekaligus menyelamatkan bangsa dan negara serta menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju di bawah ampunan dan rida Allah.
Komunikasi Dengan Media, Menag: Ini Bukan Bentuk Pendiktean
Suarapemerintah.id – Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimas Islam secara aktif membangun komunikasi dengan media.
Dalam acara Dialog Isu-isu Kebimasislaman dengan Praktisi Media di Bogor Jawa Barat, Menteri Agama Fachrul Razi yang hadir melalui rekaman video menyatakan bahwa keaktifan membangun komunikasi dengan media jangan diartikan sebagai bentuk pendiktean terhadap berita-berita terkait Kementerian Agama.
Melainkan, Menag berharap, informasi tentang Kementerian Agama dapat tersampaikan kepada publik. “Dan Kementerian Agama juga mendapatkan input yang konstruktif bagi perbaikan ke depan,” kata Menag, Senin (21/09).
MAN 1 Gresik Ukir Prestasi Di Internasional Inventation Festival 2020
Suarapemerintah.id – Siswa madrasah kembali ukir prestasi. Mereka adalah tim Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Gresik, Jawa Timur yang berhasil mengharumkan nama madrasah dan Kementerian Agama.
Tim ini terdiri atas Ibrahim Al khowwas sebagai ketua, dengan anggota: Maya Hasfhoh Nur Rohmatul Haq, Siti Fathimatuz Zahro, Agika Rahmah Putri, dan Febi Auliyah Duwi Insani. Mereka berhasil menjadi pemenang dalam Lomba Indonesia Internasional Inventation Festival 2020. Ini merupakan salah satu progam yang diselenggarakan Asosiasi Aku Indonesia.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan selamat sekaligus bangga atas prestasi yang diraih MAN 1 Gresik menjadi Juara Active Interaction. Mereka bersaing dengan lebih kurang 48 partisipan jenjang SMP – Mahasiswa tingkat Internasional pada Indonesia Internasional Inventation Festival 2020 yang diselenggarakan 16 hingga 19 September lalu,” ucap Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Ahmad Zayadi, Senin (21/09).
Kemenag Merilis Lima Jurnal Bereputasi Terbaik 2020
Suarapemerintah.id – Kementerian Agama merilis lima jurnal Perguruan Tinggi Keagamaan Islam ( PTKI ) yang mendapat penghargaan dari Menteri Agama. Kelima jurnal PTKI ini memiliki reputasi terbaik di tahun 2020.
Apresiasi atas capaian lima jurnal yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Agama RI Nomor 595 Tahun 2020 tentang Jurnal Internasional Bereputasi Terbaik pada Kementerian Agama. Kelima jurnal tersebut adalah (1) JIIs (Jurnal Islam Indonesia) UIN Sunan Ampel Surabaya; (2) QIJIS (Jurnal Internasional Studi Islam Qudus) IAIN Kudus; (3) IJIMS (Jurnal Islam Indonesia dan Masyarakat Muslim), IAIN Salatiga; (4) Studia Islamika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; dan (5) Al-Jami’ah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
“Kelima jurnal ini tentu sangat disebut kita semua, karena ia telah dinobatkan sebagai jurnal terbaik se-Asia terutama bidang studi agama berdasarkan penilaia SJR (Scientific Journal Rankings) yang diterbitkan Scimagojr.com, sebuah portal tingkat dunia yang menghimpun jurnal dan indikator ilmiah dari berbagai negara yang dikembangkan dan bersumber pada basis data Scopus, ”terang Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani di Jakarta, Senin (21/09).
Program Bimas Islam, dari Mengurus Keluarga, Masjid, hingga Zakat-Wakaf
Suarapemerintah.id – Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kamaruddin Amin mengungkapkan, selain penguatan penceramah, lebih banyak program lain yang dilakukan Kementerian Agama untuk peningkatan kualitas umat. Seperti program terkait ketahanan keluarga, peningkatan kualitas masjid, hingga zakat dan wakaf.
“Belakangan Kemenag banyak disorot terkait penguatan penceramah. Padahal, itu hanya sebagian kecil dari program yang kami lakukan. Lebih banyak program besar lain guna meningkatkan kualitas kehidupan beragama,” ungkap Kamaruddin Amin, di Sentul, Jawa Barat, Senin (21/09).
“Ada 200 juta lebih umat Islam yang saat ini menjadi subjek layanan Bimas Islam. Untuk itu, kami akan melakukan berbagai program untuk meningkatkan layanan, mulai dari ketahananan keluarga hingga masjid-masjid kita,”sambungnya.
Pertama, Kamaruddin menuturkan Bimas Islam berfokus pada perbaikan kualitas keluarga di Indonesia. Ia memaparkan, saat ini, data menunjukkan dari dua juta perkawinan setiap tahunnya, 400 ribu di antaranya berakhir dengan perceraian.
“Kondisi ini tentu memprihatinkan. Perbandingannya dari lima peristiwa perkawinan, satu berakhir dengan perceraian. Ini tentu sangat memprihatinkan,” tutur Kamaruddin dalam Dialog Isu-isu Kebimasislaman dengan Praktisi Media.
Untuk memitigasi perceraian di Indonesia, maka menurut Kamaruddin perlu penguatan pada lembaga penyelenggara perkawinan, yakni KUA dan perangkatnya.
“Untuk KUA, kita akan melakukan perbaikan dari segi fisik hingga pengelolaan manajerial. Tahun ini, Kemenag akan merehab sekitar 1.700 KUA di Indonesia,” imbuhnya.
Selama ini menurut Kamaruddin, ada sekitar 6.000 KUA yang tersebar di Indonesia. Namun secara fisik, banyak KUA yang memiliki kantor tidak layak. “Bila kondisi kantornya tidak memadai, tidak berwibawa, lalu bagaimana akan memberikan pelayanan terbaik?” ungkap Kamaruddin.
Kedua, masih sebagai ikhtiar penguatan ketahanan keluarga, Kemenag juga akan meningkatkan kapasitas penghulu. “Kualitas penghulu menentukan kualitas pelayanan Kemenag kepada masyarakat. Saat ini kita memiliki 8.000 penghulu,” tuturnya.
Kamaruddin menuturkan, penghulu idealnya bukan hanya bagus secara administrasi, tetapi juga mempunyai kompetensi aktualisasi intelektual. Penghulu menurutnya harus memiliki update pengetahuan tentang kondisi sosial.
“Tidak sekedar hanya bisa membaca kitab kuning saja. Mereka juga perlu mengkombinasikan kapasitas akademis dan sosiologis. Karena mereka harus menjadi referensi, rujukan, dan sejumlah masalah masyarakat,” tutur Kamaruddin.
Hal serupa juga berlaku bagi para penyuluh agama islam yang saat ini berjumlah sekitar 50ribu orang. “Ini angka yang tidak besar jika dibandingkan dengan masyarakat yang harus dilayani. Maka peningkatan kemampuan akademis harus dilakukan,” lanjut Kamaruddin.
Ketiga, Kamaruddin juga menyampaikan concern Kemenag untuk meningkatkan literasi takmir masjid. Kamaruddin mengungkapkan rendahnya literasi beragama yang dimiliki oleh takmir atau pengurus masjid di Indonesia.
Kamaruddin mengatakan terdapat hasil penelitian yang menyebutkan hal tersebut. Meski dirinya menyebut banyak pula takmir masjid yang memiliki pengetahuan agama yang mumpuni. “Literasi takmir kita itu juga rendah, literasi agamanya. Banyak yang bagus tapi banyak juga yang rendah. Ini tentu menjadi perhatian kita,” jelas Kamaruddin.
Keempat, Kamaruddin menuturkan peningkatan literasi juga akan dilakukan dalam pengelolaan zakat wakaf dan sedekah. “Bila literasi masyarakat kita baik tentang wakaf, ini tentu menjadi modal besar dalam peningkatan kesejahteraan bangsa,” paparnya.
Senada dengan Kamaruddin, Direktur Penyelenggaraan Zakat dan Wakaf Kemenag Tarmizi yang juga hadir sebagai narasumber mengungkapkan pihaknya terus menggenjot program peningkatan literasi. ” Di masa pandemi ini, kami juga telah menggelar program literasi zakat dan wakaf, khususnya bagi para penyuluh kita,” ungkap Tarmizi.
Sementara terkait dengan pengembangan intelektual serta akademis tenaga fungsional di lingkungan Bimas Islam, seperti penyuluh dan penghulu, Kasubdit Dakwah dan Hari Besar Islam Lubenah mengungkapkan pihaknya mengelola Jurnal Bimas Islam.
“Melalui jurnal yang saat ini telah menjadi OJS (Open Journal System), kami membuka ruang bagi tenaga fungsional seperti penyuluh dan penghulu untuk mengelaborasi pengetahuannya,” tutur Lubenah.
“Tulisan-tulisan ilmiah yang ada dalam jurnal ini kami harapkan juga menjadi sumber bagi dakwah yang dilakukan para penghulu dan penyuluh agama kita,”imbuhnya.
Memperkuat Mentalitas dan Kemandirian Mahasiswa Melalui PBAK
Suarapemerintah.id – “Ikat pinggangnya mana?!” teriak kakak-kakak komite disiplin (komdis) ospek salah satu mahasiswa perguruan tinggi yang kemudian viral dimedia sosial. Peristiwa tersebut direkam oleh peserta ospek melalui smartphone, dan akhirnya dishare ke media sosial yang mengundang kemarahan warganet.
Peristiwa ospek di kampus tersebut lalu menjadi topik pembahasan. Sosok mbak yang kata warganet mirip Suzanna dan Mas yang mirip Arya Wiguna itu telah mencuri perhatian.
Istilah ospek sudah tidak digunakan lagi pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam binaan Kementerian Agama. Istilah ini telah diganti dengan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) seiring terbitna Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 4962 Tahun 2016 tentang Pedoman Umum PBAK.
Pedoman tersebut mengatur bahwa PBAK memiliki fungsi untuk mendidik, membimbing, dan mengarahkan peserta untuk mengenali dan memahami sistem pendidikan di lingkungan PTKI. PBAK wajib diikuti mahasiswa baru, termasuk juga mahasiswa lama yang belum pernah mengikuti. PBAK menjadi persyaratan penyelesaian studi dan persyaratan menjadi pengurus lembaga kemahasiswaan.
Keikutsertaan dalam PBAK penting karena dinilai sebagai sarana efektif bagi mahasiswa, utamanya yang baru, untuk memahami lingkungan serta budaya akademik kampus. Apalagi sistem pembelajaran kampus menuntut kemandirian mahasiswa. Sehingga, penting bagi mereka memahami sejak dini terkait tempat belajar, sarana prasarana pendukung dalam pembelajaran, civitas akademika kampus, model pembelajaran, administrasi pembelajaran, dan lainnya.
Selain pengenalan, PBAK juga sarana melatih mental mahasiswa dan menumbuhkan kemandirian. Konsepnya dilakukan dalam batas nilai-nilai edukatif. Karenanya, teguran dengan suara keras, tidak identik dengan kemarahan, tapi dilakukan dalam batas melatih mental. Penugasan yang diberikan bukan berorientasi mempersulit, tapi melatih kemandirian. Jadi, PBAK bukan latihan kekerasan, tapi latihan mental dan kemandirian.
Hujair AH. Sanaky dalam “Masa Orientasi Siswa dan Mahasiswa Mewujudkan Pendidikan Tanpa Kekerasan” membagi tiga jenis kekerasan. Pertama, kekerasan terbuka. Yaitu, kekerasan yang dilakukan seseorang terhadap orang lain yang dapat dilihat dan diamati secara langsung, seperti perkelahian, tawuran, bentrokan massa, dan yang berkaitan dengan tindakan fisik lainnya. Kedua, kekerasan tertutup. Yaitu, kekerasan yang dilakukan seseorang terhadap orang lain secara tersembunyi, seperti mengancam dan intimidasi. Ketiga, kekerasan agresif. Yaitu, kekerasan yang dilakukan seseorang terhadap orang lain dengan tujuan mendapatkan sesuatu, seperti perampokan, pemerkosaan, dan lainnya.
Penyelenggaraan PBAK tidak dan tidak boleh dilakukan dalam konteks tiga jenis kekerasan tersebut. PBAK adalah kegiatan edukatif dalam rangka melatih mental dan kemandirian. Jika dalam prosesnya ada panitia atau aktor pembina yang keliru dan mengarah pada tindak kekerasan, kewajiban bersama, termasuk peserta PBAK untuk menyampaikan koreksi dan kritiknya.
Pedoman sudah mengatur sejumlah kegiatan yang dilakukan dalam PBAK untuk mencapai tujuan. Misalnya, dalam rangka memperkuat mental, giat PBAK yang bisa dilakukan antara lain latihan: (a) mengingat Tuhan sesering mungkin, (b) berpikir positif, (c) asah kemampuan diri, (d) olah raga, (e) bijak bermedia sosial, dan beragam aktifitas luar ruangan yang melatih tanggung jawab dan keberanian mengambil resiko
Sementara kegiatan PBAK yang bertujuan melatih kemandirian antara lain: (1) disiplin mengurus diri sendiri, (2) melatih inisiatif dan kepekaan, (3) menghargai waktu, dan aktivitas lainnya.
Selamat mengikuti PBAK Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Mandiri dan bermental kuat, spiritualitas, disiplin, tekun, pantang menyerah, kreatif dan inovatif menjadi bagian kunci sukses belajar di kampus.











