Beranda blog Halaman 4789

Gubernur Rohidin Malam Ini Terima Penghargaan Dari Presiden Jokowi

Gubernur Rohidin Malam Ini Terima Penghargaan Dari Presiden Jokowi

Suarapemerintah.id –   Kerja keras Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dalam memajukan olahraga di Provinsi Bengkulu mendapatkan penghargaan dari Presiden Joko Widodo, bertepatan dengan malam Puncak peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) XXXVII tahun 2020, Rabu(9/9).

“Alhamdulillah, malam nanti Gubernur akan menerima secara langsung penghargaan sebagai pembina olahraga berprestasi dari Presiden RI,” ujar Kadispora Atisar Sulaiman saat dikonfirmasi.

Menurut Atisar, Presiden akan memberikan penghargaan dalam beberapa kategori seperti Pembina Olahraga, penggerak olahraga, serta pelaku olahraga berprestasi. Ada 16 penerima penghargaan, seperti Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri KKP Edhy Prabowo, dan Gubernur Bengkulu merupakan salah satunya.

“Dan juga, ada Menteri-menteri dan kepala daerah lain yang menerima penghargaan bergengsi peringatan l Haornas ini. Keberhasilan penyelenggaraan Event Porwil X Sumatera beberapa saat lalu tentu menjadi prestasi yang membanggakan bagi daerah,” terang Atisar

Selain itu pembina olahraga terbaik, Haornas 2020 juga memberi apresiasi  kepada insan penggerak olahraga berprestasi. Apresiasi ini diberikan kepada Tri Suswati Karnavian dan Joni Supriyanto. Untuk pelatih berprestasi diberikan kepada Jonifirdaus Effendi. Penghargaan lainnya diberikan untuk Komarudin (dosen) dan Suryopratomo.

Dalam beberapa kesempatan, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah memang selalu menyerukan agar semangat berolahraga terus digelorakan, bahkan beliau juga selalu mensupport dan membangun beberapa fasilitas olahraga di daerah.

“Sesungguhnya kita bisa meraih prestasi yang sangat besar apabila kita bersatu dan bersungguh – sungguh, rasa semangat dan percaya diri itu sudah mulai muncul pada seluruh Atlit Cabor yang ada di Bengkulu,” ujar Rohidin beberapa waktu lalu.

Presiden Jokowi Terima Tim Vaksin Merah Putih di Istana Bogor

Presiden Jokowi Terima Tim Vaksin Merah Putih di Istana Bogor

Suarapemerintah.id – Presiden Joko Widodo pada Rabu, 9 September 2020, menerima tim Vaksin Merah Putih di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Dalam kesempatan tersebut, Presiden meminta laporan perkembangan vaksin yang sangat dibutuhkan masyarakat serta memberikan arahan agar tim mampu bekerja cepat dengan tetap mengikuti prosedur pengembangan vaksin yang berlaku.

“Penemuan dan produksi vaksin Covid ini sangat penting untuk dapat segera menangani krisis kesehatan maupun krisis ekonomi. Oleh sebab itu pagi hari ini saya mengundang Bapak dan Ibu sekalian untuk mendapatkan laporan mengenai perkembangan vaksin Merah Putih,” ujarnya.

Kepala Negara menaruh harapan besar bagi pengembangan vaksin Merah Putih tersebut. Selain untuk mempercepat agar masyarakat dapat segera menerima vaksin tersebut, pengembangan vaksin Covid-19 di dalam negeri juga menunjukkan kemampuan dan kemandirian bangsa Indonesia untuk mengembangkan vaksin sendiri.

“Kita mampu mandiri dengan vaksin yang kita kembangkan dan kita produksi sendiri,” kata Presiden.

Oleh karena itu, untuk mempercepat pengembangan vaksin Covid-19 tersebut, Presiden telah menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 18 Tahun 2020 tentang Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin Covid-19. Perwakilan dari tim tersebut diterima langsung oleh Presiden pada hari ini.

“Saya juga sudah menerbitkan Keppres Nomor 18 Tahun 2020 tentang Tim Nasional Percepatan Pengembangan vaksin Covid ini. Saya harapkan ini membantu sinergi dan konsolidasi semua unsur yang ada dalam mempercepat pengembangan vaksin,” tuturnya.

Berdasarkan Keppres tersebut, tim pengembangan vaksin terdiri atas pengarah, penanggung jawab, dan pelaksana harian di mana dalam susunan penanggung jawab tim Presiden menunjuk Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional sebagai Ketua Tim Pengembangan Vaksin Covid-19.

Menteri Kesehatan dan Menteri BUMN akan bertindak masing-masing sebagai Wakil Ketua I dan II dengan anggotanya ialah Menteri Luar Negeri, Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Bambang Brodjonegoro, yang memberikan keterangan selepas pertemuan menjelaskan, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman telah memulai upaya pengembangan vaksin Merah Putih dengan menggunakan isolat virus yang beredar di Indonesia yang saat ini secara keseluruhan telah berproses mencapai 50 persen dengan target uji kepada hewan pada akhir tahun ini.

Selanjutnya, sekitar awal tahun depan tim menargetkan agar bibit vaksin tersebut sudah dapat diserahkan kepada Bio Farma untuk dilakukan formulasi dan produksi dalam rangka uji klinis dari tahap satu hingga tiga.

“Setelah uji klinis selesai dan BPOM menyatakan bahwa vaksin ini aman untuk digunakan dan cocok untuk menjaga daya tahan tubuh terhadap Covid-19, maka akan dilakukan produksi dalam jumlah massal oleh PT Bio Farma juga. Perkiraannya di triwulan keempat 2021 kita bisa memproduksi dalam jumlah besar dan nantinya akan melengkapi vaksin Covid-19 yang awalnya akan didatangkan dari kerja sama dengan pihak luar,” imbuhnya.

Tim pengembangan vaksin Merah Putih nantinya juga akan mengajak beberapa perusahaan farmasi swasta untuk ikut memproduksi vaksin Covid-19. Pemerintah memerlukan vaksin Covid-19 dalam jumlah besar untuk seluruh masyarakat sehingga membutuhkan kapasitas produksi yang besar pula yang dapat dipenuhi oleh kerja sama pemerintah dengan perusahaan-perusahaan farmasi swasta.

“Karena itulah kami mengajak Bio Farma untuk melakukan ekspansi dan perusahaan-perusahaan swasta lain untuk ikut mendukung,” ucapnya.

“Bapak Presiden meminta agar kita bekerja dengan cepat tetapi yang paling penting mengikuti segala prosedur karena vaksin itu harus aman, tidak ada efek samping yang membahayakan, dan diharapkan berkhasiat untuk memperkuat daya tahan tubuh kita menghadapi virus Covid-19 yang kita tidak tahu akan berapa lama berada di dunia ini,” imbuhnya mengakhiri keterangan.

Hadir dalam pertemuan tersebut ialah Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, yang mendampingi Presiden dan perwakilan tim pengembangan vaksin Merah Putih yakni Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri BUMN Erick Thohir, Kepala BPOM Penny K. Lukito, serta Prof. Ali Ghufron Mukti selaku Ketua Konsorsium Riset Inovasi Covid-19 dan Prof. Amin Soebandrio selaku Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Presiden Hadiri Acara Puncak Haornas 2020 secara Virtual dari Istana Bogor

Suarapemerintah.id – Olahraga merupakan instrumen yang efektif bagi pembelajaran terhadap kehidupan. Tak hanya berupa kegiatan yang berorientasi pada faktor fisik belaka, olahraga nasional juga melatih sikap dan mental untuk mengembangkan karakter, sportivitas, sekaligus merekatkan persatuan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo saat menghadiri acara Puncak Hari Olahraga Nasional XXXVII Tahun 2020 melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 9 September 2020.

“Olahraga mempunyai peran sangat penting dalam kehidupan kita sebagai individu maupun masyarakat dan bangsa. Pertama, olahraga  adalah instrumen penting dalam pendidikan, bukan hanya pendidikan jasmani, bukan hanya menguatkan fisik, tetapi juga pendidikan karakter,” ujarnya.

Olahraga mampu mengajarkan dan membangun karakter disiplin. Juga membangun karakter sportivitas yang mengajarkan bahwa menang dan kalah adalah hal biasa.

“Membangun karakter pejuang dan pekerja keras, memperkuat karakter kolaborasi dalam team work, dan bahkan memperkokoh jiwa patriotisme dan nasionalisme,” imbuhnya.

Selain itu, olahraga juga merupakan instrumen bagi peningkatan produktivitas. Sebab, tanpa adanya kesehatan prima yang terjaga dari aktivitas fisik dan olahraga, tidaklah mungkin produktivitas dapat ditingkatkan. Oleh sebab itu, Kepala Negara berpandangan bahwa olahraga harus menjadi bagian dari pola hidup sehat masyarakat Indonesia.

Lebih jauh, dunia olahraga nasional nyatanya juga merupakan salah satu pendongkrak perekonomian nasional. Olahraga dapat menggerakkan cakupan industri yang sangat luas, mulai dari event, alat-alat olahraga, media, hingga penyiaran yang kesemuanya dapat melibatkan UMKM bahkan perusahaan multinasional sekalipun.

“Olahraga (juga) membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mengembangkan sport tourism yang telah menjadi tren pariwisata baru yang pasarnya sangat besar, sangat luas, yang akan memberikan multiplier effect pada kegiatan ekonomi masyarakat,” kata Presiden.

Dengan kekayaan alam dan budaya Indonesia yang begitu melimpah, peluang pengembangan hal tersebut menjadi semakin besar selepas pandemi nanti. Presiden berharap agar peluang tersebut mampu dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemajuan Indonesia dan dunia olahraganya.

Untuk diketahui, acara Puncak Hari Olahraga Nasional  XXXVII Tahun 2020 ini turut diikuti oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, para atlet, serta undangan yang menyaksikan acara melalui konferensi video dari GOR POPKI, Cibubur, Jakarta Timur.

Pemkot Bekasi Siapkan Stadion Patriot Untuk Tempat Isolasi Mandiri

Pemkot Bekasi Siapkan Stadion Patriot Untuk Tempat Isolasi Covid-19

Suarapemerintah.id Lonjakan kasus positif Covid-19 yang signifikan di Bekasi, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menyiapkan Stadion Patriot Chandrabhaga sebagai tempat untuk perawatan pasien. Seperti diketahui lonjakan tersebut berimbas dengan hampir penuhnya ruang isolasi dan ICU di rumah sakit sekitar Bekasi sehingga akan banyak pasien yang tak tertampung di rumah sakit.

Kabar mengenai Stadion Patriot disiapkan sebagai tempat perawatan dibenarkan oleh Kepala Bagian Humas Pemkot Bekasi, Sayekti Rubiyah.

Namun, ia berharap Stadion Patriot tidak harus sampai digunakan. “Stadion memang sudah disiapkan. Semoga tidak sampai ditempati,” ujar dia, Selasa (8/9).

Rencana penggunaan Stadion Patriot juga didukung oleh Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi. Ia setuju stadion menjadi tempat untuk isolasi mandiri pasien Covid-19.

Iya, kalau rumah sakit penuh, perkembangannya meningkat kita akan siapkan ( Stadion Patriot Candrabhaga). Saat ini sudah terisi 90 persen (pasien Covid-19 di rumah sakit) ditambah pasien di luar kota,” ujar Rahmat.

Rahmat menambahkan, Stadion Patriot Candrabhaga disediakan untuk pasien Covid-19 yang berstatus sebagai orang tanpa gejala (OTG).

Ia juga kembali mengonfirmasikan kasus Covid-19 di wilayahnya. Kenaikan kasus di daerahnya, mayoritas datang dari klaster keluarga.  Jumlahnya selama pandemi ini mencapai 199 dengan kasus 519 jiwa.

Secara kumulatif kasus sudah mencapai 2.072 sejak awal,” kata dia.

Karena itu, Rahmat menekankan kembali pentingnya membangun kesadaran mematuhi protokol kesehatan, terutama menggunakan masker ketika berada di ruang publik atau luar rumah.

Menggunakan masker paling utama, kemudian menjaga kebersihan,” katanya.

Total kasus positif di Kota Bekasi saat ini mencapai 1.109 orang. Dari jumlah tersebut, 47 kasus merupakan kasus positif aktif, dan 1.002 dinyatakan sembuh dengan kasus kematian mencapai 60 kasus.

Mengutip situs resmi corona.bekasikota.go.id, setidaknya ada 96 unit fasilitas layanan kesehatan di Kota Bekasi guna merawat pasien Covid-19. Dari jumlah itu, tiga di antaranya adalah rumah sakit umum daerah, 50 rumah sakit umum, dan 43 puskesmas.

RSUD Chasbullah Abdulllah Majid menjadi rumah sakit paling banyak merawat kasus pasien positif dengan 23 kasus. Sedangkan, Rumah Sakit Awal Bros, Bekasi Barat, mencatat Pasien dalam Pengawasan (PDP) paling banyak dengan 225 kasus.

Menag Harap Protokol Kesehatan Jemaah Umrah Segera Terbit

Menag Harap Protokol Kesehatan Jemaah Umrah Segera Terbit

Suarapemerintah.idKementerian Agama dan Kementerian Kesehatan sedang melakukan pembahasan protokol kesehatan baru bagi jemaah umrah dan haji.

Menag Fachrul Razi berharap baru bisa segera terbit. “Pedoman ini diterbitkan dapat diterbitkan dalam waktu dekat,” ujar Menag saat Raker dengan Komisi VIII DPR di Jakarta, Selasa (08/09).

Menurut Menag, protokol terbaru kesehatan ini akan menjadi rujukan serta wajib ditaati oleh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan seluruh jemaah jika Arab Saudi sudah membuka kembali ibadah umrah dari Indonesia.

Menag menyatakan bahwa pihaknya saat ini masih menunggu keputusan pemerintah Saudi. Berdasarkan hasil koordinasi Konsulat Jenderal RI di Jeddah dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi pada 3 September lalu, pembukaan ibadah umrah akan dilakukan dalam waktu dekat jika penerbangan internasional dari dan atau ke Arab Saudi sudah dibuka dan telah ditetapkannya protokol kesehatan oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

“Ketentuan protokol kesehatan bagi jemaah umrah saat ini masih dibahas dan dikoordinasikan Kemenkes Arab Saudi dengan pihak dan instansi terkait, termasuk Otoritas Penerbangan Sipil atau GACA sebagai pihak yang mengeluarkan regulasi penerbangan,” jelas Menag.

Sebelumnya, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Satgas Covid-19. Tujuannya, menyusun pedoman penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaran ibadah umrah 1442H.

“Saudi belum mengumumkan kapan akan mulai membuka penyelenggaraan umrah. Sembari menunggu, kami lakukan persiapan, termasuk menyusun pedoman penerapan protokol penyelenggaraan umrah di masa pandemi,” terangnya pada 4 September 2020.

Arfi menegaskan, pihaknya akan mempercepat penerbitan aturan tersebut. Sehingga, bisa dijadikan rujukan bagi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

“Kami akan segera terbitkan aturannya dan itu akan menjadi rujukan penyelenggaraan ibadah umrah sekaligus persyaratan yang harus ditaati PPIU yang akan memberangkatkan jemaahnya pada musim umrah 1442H,” tandasnya.

Langkah Persiapan Kemenag untuk Penyelenggaraan Umrah 1442H

Langkah Persiapan Kemenag untuk Penyelenggaraan Umrah 1442H

Suarapemerintah.id – Arab Saudi telah menutup penyelenggaraan umrah sejak 27 Februari 2020.

Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh) Kemenag mencatat, per tanggal 27 Februari 2020, terdapat 36.012 jemaah yang sudah mendaftar umrah untuk rencana keberangkatan Februari sampai Mei 2020.

Keberangkatan mereka tertunda dan Kemenag masih menunggu keputusan Arab Saudi kapan akan membuka penyelenggaraan umrah 1442H.

Menag Fachrul Razi saat Raker dengan Komisi VIII di gedung DPR , Senayan, Selasa (08/09), memaparkan persiapan Kemenag dalam penyelenggaraan umrah 1442H. Menurutnya, sejak kebijakan penutupan umrah oleh Saudi, Kemenag telah melakukan sejumlah langkah sebagai berikut:

Pertama, pada 28 Februari dan 12 Maret 2020, Kemenag bersama Kemenko Bidang PMK mengundang rapat Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Hukum dan HAM, Asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), seluruh maskapai penerbangan internasional yang melayani jemaah umrah, dan asosiasi asuransi syariah.

“Rapat bersepakat untuk memprioritaskan keberangkatan jemaah umrah yang tertunda dan meminta PPIU tidak menambah biaya perjalanan ibadah umrah bagi jemaah yang sudah tertunda keberangkatannya,” ujar Menag.

Kedua, pada 22 Juli 2020, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah menggelar rapat daring bersama dengan seluruh Asosiasi PPIU, Garuda Indonesia Airlines, dan Saudia Airlines guna membahas persiapan penyelenggaraan ibadah umrah 1442 H. Kesimpulan rapat:

1. Kemenag belum menetapkan kebijakan pemberangkatan jemaah umrah karena belum ada keputusan resmi Pemerintah Kerajaan Arab Saudi;

2. Apabila ada penambahan biaya perjalanan ibadah umrah bagi jemaah yang tertunda, itu lebih diakibatkan karena kenaikan pajak dan kebijakan protokol kesehatan yang diberlakukan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi;

3. PPIU dapat mempersiapkan keberangkatan ibadah umrah bagi jemaahnya berupa penjadwalan keberangkatan, namun diimbau tidak mencantumkan harga paket layanan karena kapan keberangkatannya belum jelas;

4. Garuda Airlines dan Saudia Airlines siap memberangkatkan jemaah umrah saat pemerintah Kerajaan Arab Saudi membuka penyelenggaraan ibadah umrah. Untuk maskapai Garuda, Indonesia tidak ada tambahan biaya untuk jemaah yang melakukan reschedule. Untuk Saudia Airlines, jemaah diimbau melakukan refund tiket;

5. Kemenag akan melakukan pembahasan dengan Kemenkes dan Satgas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 terkait persiapan protokol kesehatan bagi jemaah umrah.

Ketiga, pada 3 September 2020, Konsulat Jenderal RI di Jeddah melakukan rapat dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi untuk membahas penyelenggaraan ibadah umrah 1442H. Hasil pembahasan sebagai berikut:

1. Pembukaan ibadah umrah akan dilakukan dalam waktu dekat jika penerbangan internasional dari/ke Arab Saudi sudah dibuka dan telah ditetapkannya protokol kesehatan oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi;

2. Ketentuan protokol kesehatan bagi jemaah umrah saat ini masih dibahas dan dikoordinasikan Kemenkes Arab Saudi dengan pihak dan instansi terkait, termasuk Otoritas Penerbangan Sipil /GACA sebagai pihak yang mengeluarkan regulasi penerbangan;

3. Penyelenggaraan umrah akan diperuntukkan bagi semua muslim, termasuk warga Arab Saudi dan ekspatriat yang berada di Arab Saudi. Belum ada rencana kebijakan untuk melakukan pembatasan kuota jemaah umrah;

5. Kebijakan pembatasan usia bagi jemaah umrah masih menunggu ketentuan protokol kesehatan dari Kemenkes Arab Saudi.

Keempat, Kemenag dan Kemenkes sedang melakukan pembahasan pedoman protokol kesehatan bagi jemaah umrah dan haji. “Pedoman ini diharapkan dapat diterbitkan dalam waktu dekat,” tegas Menag.

Menurut Menag, pedoman protokol kesehatan ini akan menjadi rujukan serta wajib ditaati oleh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan seluruh jemaah jika Arab Saudi sudah membuka kembali kunjungan ibadah umrah dari Indonesia.

Finalis Indonesia Youth Icon 2020 Dapat Beasiswa Pelatihan Kebangsaan Merah Putih

Suarapemerintah.id – Dua siswa Madrasah Aliyah Negeri ( MAN ) 2 Tasikmalaya menjadi duta Kabupaten Tasikmalaya . Keduanya terpilih sebagai finalis Indonesia Youth Icon 2020.

Dua siswa tersebut adalah Sopia Nindia Anggraeni untuk angkatan V dan Agim Abdul Hakim untuk angkatan VI.

“Alhamdulillah dari 1.023 peserta, dua siswa MAN 2 Tasikmalaya terpilih sebagai finalis Indonesia Youth Icon 2020,” terang Kepala Madrasah yang juga dikenal dengan MAN Cipasung, Ida, di Tasikmalaya, Kamis (10/09).

Finalis ajang ini diumumkan pada 8 September 2020. “Sebagai finalis, kedua siswa ini berhak dapat beasiswa Pelatihan Kebangsaan Merah Putih bersama Kemenpora di Medan yang rencananya digelar Oktober mendatang,” tutur Ida

Indonesia Youth Icon diselenggarakan Yayasan Bangga Jadi Indonesia bekerja sama dengan Kemenpora. Ajang ini fokus dalam membangun jiwa nasionalis bagi para pemuda Indonesia.

“Kegiatannya mempertemukan para pemuda di setiap provinsi untuk menyoroti permasalahan dan melahirkan langkah-langkah untuk bergerak aktif dan nyata demi tercipta sebuah perubahan yang mampu melahirkan jutaan aksi yang bernilai positif,” tutur Sopia Nindia Anggraeni.

Proses seleksinya, kata Sopia, dimulai dari mendaftar melalui website Indonesia Youth Icon. Tahun ini, jumlah pendaftar mencapai 1.023. Setelah dilakukan pemeriksaan berkas pendaftaran, diumumkan 225 calon finalis lolos pemberkasan. Tahapan selanjutnya adalah wawancara hingga terpilih masing-masing 10 finalis di angkatan V dan VI.

“Kami menjawab kuis seputar pengetahuan umum budaya Indonesia. Juga membuat satu filosofi dari suatu benda,” ujar Sopia.

Selamat untuk Sopia dan Agim. Semoga sukses dalam mengikuti Pelatihan Kebangsaan Merah Putih di Medan.

Ma’had Aly Menggelar Wisuda Marhalah Ula Dan Ijazah Sarjana

Ma'had Aly Menggelar Wisuda Marhalah Ula Dan Ijazah Sarjana

Suarapemerintah.id – Ma’had Aly sudah mulai menggelar wisuda Marhalah Ula (sarjana) mahasantri. Terbaru, Ma’had Aly Al Hikamus Salafiyah (MAHS) Babakan Ciwaringin Cirebon yang menggelar wisuda perdana 40 mahasantri tingkat Marhalah Ula pada akhir Agustus 2020.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono memastikan ijazah sarjana Ma’had Akurat negara. Statusnya juga disamakan sehingga bisa digunakan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

Ijazah yang dikeluarkan penyelenggara Pendidikan Ma’had secara resmi, ”tegas Waryono dalam webinar dan halaqoh nasional yang digelar Asosiasi Ma’had Aly se-Indonesia (AMALI), Jakarta, Rabu (09/09).

Webinar ini mengangkat tema “Menyongsong Lulusan Ma’had Aly sebagai Kader Ulama yang Sarjana untuk Kesejahteraan, Kemakmuran, dan Keberkahan Bangsa”.

“Silakan jika sarjana Ma’had Aly ingin menempuh sekolah pascasarjana di berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam,” lanjutnya.

Waryono mengaku saat ini pihaknya terus berbenah untuk menyelesaikan sejumlah regulasi penyelenggaraan Ma’had Aly. Jika regulasi sudah lengkap, tahapan berikutnya adalah peningkatan mutu.

“Kita saat ini sedang kebut regulasi. Selanjutnya kita akan genjot peningkatan mutu, ”ujarnya.

Webinar ini menghadirkan sejumlah narasumber. Selain Waryono, hadir juga Ketua AMALI Abdul Jalal, mudir Ma’had Aly Tebu Ireng Nur Hanan, dan Kasubdit Pendidikan Diniyah Ma’had Aly Aceng Abdul Aziz.

Sebelumnya, Ketua AMALI Abdul Jalal menyampaikan bahwa hingga saat ini sudah ada 60 Ma’had Aly di berbagai pesantren di Indonesia. Dia berharap, Ma’had Aly fokus pada peningkatan mutu. “Tujuan utama Ma’had Aly adalah kualitas bukan kuantitas atau formalitas,” ungkap Kyai Jalal

Ma’had Aly merupakan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) berbasis pesantren. Ma’had  Aly sendiri menyelenggarakan pendidikan akademik dalam bidang penguasaan ilmu agama Islam (tafaqquh fiddin) berbasis kitab kuning yang diselenggarakan oleh pondok  pesantren.

Kitab kuning yang dimaksud adalah kitab keislaman berbahasa Arab yang menjadi rujukan tradisi keilmuan Islam di pesantren. Adapun tujuan Mahad Aly adalah menciptakan lulusan yang ahli dalam bidang ilmu agama (mutafaqqih fiddin), dan mengembangkan ilmu agama Islam berbasis kitab kuning.

Kemenko Marves Fasilitasi Pendaftaran Indikasi Geografis Kopi Arabika

Kemenko Marves Fasilitasi Pendaftaran Indikasi Geografis Kopi Arabika

Suarapemerintah.id – Sulut, Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) turut hadir bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait dalam kegiatan Sosialisasi dan Fasilitasi Pendaftaran Indikasi Geografis Kopi Arabika Kabupaten Minahasa, Benteng Moraya, Tondano Barat, Sulawesi Utara, pada 9-10 September 2020.

Kegiatan ini difasilitasi oleh Direktorat Fasilitasi Kekayaan Intelektual Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Barekraf, bekerja sama dengan DJKI Kemenkumham, Bupati Minahasa, Sekda, Kadispar Kabupaten Minahasa, dan Asosiasi Indikasi Geografis Indonesia.

Kabid Penyelesaian Sengketa Kekayaan Intelektual Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves, Ervan Susilowati (Susi) mengatakan, kegiatan Pendaftaran Indikasi Geografis Kopi Arabika Kabupaten Minahasa dilakukan untuk melindungi kopi khas daerah setempat sesuai dengan geografisnya sehingga kedepannya dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Minahasa. Salah satu produk kopi dengan Indikasi Geografis yang telah terbukti berhasil adalah Kopi Gayo khas Aceh.

“Banyak potensi perkebunan di kabupaten Minahasa seperti cengkeh, kelapa, pala, vanili, kopi, aren, kemiri, serat Abaka, dan lainnya yang bisa di dorong perlindungan kekayaan intelektualnya dari segi Indikasi Geografis.” Jelas Kabid Susi.

Potensi ini dapat menjadi kekuatan industri kreatif masyarakat yang berkualitas sesuai dengan Undang-undang Merek dan Indikasi Geografis Nomor 20 Tahun 2016. Hal ini turut menjadi prospek akan berkembangnya desa wisata Indikasi Geografis, sebagai penguatan dari produk Indikasi Geografis (IG) tersebut. Penguatan tidak hanya menargetkan sertifikat IG, namun juga mencakup peningkatan terhadap SDM maupun pengembangan produk IG tersebut kedepannya.

Keterlibatan dan dukungan penuh dari seluruh pihak yang terkait baik pemerintah pusat maupun daerah dibutuhkan, karena IG tak hanya melindungi kopi khas daerah setempat, namun juga mendorong lahirnya produk terbaik yang ke depannya dapat menjadi dasar pengembangan wisata kopi IG mulai dari konsep agrowisata, eduwisata kopi hingga mobil wisata kopi IG.

Kemenag, Kemenkeu, dan Bappenas Bahas Tambahan Anggaran PJJ

Kemenag, Kemenkeu, dan Bappenas Bahas Tambahan Anggaran PJJ

Suarapemerintah.idPandemi Covid-19 masih terjadi sehingga banyak lembaga pendidikan agama dan keagamaan yang masih menerapkan pembelajaran jarak jauh atau PJJ.

Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan, pihaknya tengah mengupayakan tambahan anggaran untuk bantuan pelaksanaan PJJ. Hal tersebut sudah dibahas bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Bappenas.

“Usulan tambahan anggaran ini untuk memastikan bahwa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tidak menjadi beban bagi para orang tua siswa dan mahasiswa, serta guru dan dosen,” ujar Menag saat raker dengan Komisi VIII DPR di Senayan, Selasa (08/09).

“Kementerian Agama telah membahas dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian PPN tentang tambahan anggaran yang akan dipergunakan untuk penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh di lingkungan Kementerian Agama,” lanjutnya.

Dari hasil pembahasan tersebut, lanjut Menag, pihaknya telah menyampaikan surat permohonan kepada Menteri Keuangan tentang tambahan anggaran untuk pembelajaran jarak jauh per tanggal 7 September 2020. Usulan anggaran tambahan Kemenag mencapai Rp3,8 triliun.

“Anggaran ini akan dipergunakan untuk keperluan antara lain subsidi kuota internet siswa, guru dan dosen di madrasah, sekolah keagamaan, dan perguruan tinggi keagamaan, dan bantuan langsung tunai bagi para guru pendidikan agama untuk semua agama,” terang Menag.

“Diharapkan, tambahan anggaran ini dapat menjadi afirmasi dalam penyelenggaraan Pembelajaran Jarak Jauh yang bermutu, sesuai standar dan tidak membebani para orang tua, guru dan dosen secara ekonomi,” lanjutnya.

Dalam raker tersebut, Komisi VIII DPR menyetujui rencana Kemenag mengusulkan anggaran tembahan sebesar Rp3,8 triliun untul pelaksanaan PJJ pada lembaga pendidikan agama dan keagamaan.

“Komisi VIII DPR RI mendukung usulan tambahan anggaran yang diajukan oleh Menteri Agama RI sebesar tiga triliun delapan ratus lima puluh tiga miliar seratus dua puluh sembilan juta empat ratus enam puluh ribu rupiah,” ujar Ketua Komisi VIII Yandri Susanto