Beranda blog Halaman 4854

Banjir Meluas, Karawang Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir

Suarapemerintah.id – Pemerintah Kabupaten Karawang menetapkan status tanggap darurat bencana atas banjir yang melanda sejak dua hari lalu. Hal itu tak lepas dari meluasnya ganangan air dan jumlah korban yang mengungsi.

“Kesepakatan antar instansi, status tanggap darurat bencana akan diterapkan selama 14 hari,” kata Sekda Karawang, Acep Jamhuri usai menerima kunjungan Kepala BNPB Nasional Letjen Doni Monardo di Kantor BPBD Karawang, Rabu (26/2/2020).

Saat ini, kata Acep, Berdasarkan pendataan BPBD Karawang selama dua hari, banjir berdampak pada 47.670 ribu jiwa dan menyebabkan total 9.770 jiwa mengungsi. Jumlah itu lebih banyak dari sebelumnya, 32.961 jiwa terdampak dan menyebabkan 9.514 orang atau 3111 keluarga mengungsi.

Kepala BNPB Letjen Doni Monardo mengingatkan penanggulangan banjir tak akan selesai hanya dengan status tanggap darurat. Menurut Doni, penanggulangan seharusnya fokus pada normalisasi sungai dan membersihkan sampah.

“Banjir ini kan karena hujan deras yang lama dan merata di sebagian besar wilayah pantura termasuk Karawang. Sehingga sebagian besar air menggenangi daratan dengan jumlah yang besar. persoalannya adalah, aluran-aliran itu terhambat, tadi diakui pa sekda, sampah menjadi faktor utama,” kata Doni.

Faktor lainnya kata Doni adalah sedimentasi dan pendangkalan di Sungai Cibeet dan Citarum. “Juga pemukiman yang berada di sepanjang sungai, yang harusnya sungai ini lebar, sekarang terjadi penyempitan. Sudah dangkal menyempit. Ditambah dengan penyumbatan sampah,” kata Doni.

Alhasil, kata Doni, cara penanggulangan banjir adalah membangkitkan kembali budaya kerja bakti setiap akhir pekan. “Perlu ada kesadaran kolektif agar semua masyarakat kita, sampai dengan tingkat keluarga perorangan itu tahu. Misalnya tradisi kerja bakti setiap minggu,” kata Doni.

Claus Wamafma, Putra Papua Pertama Yang Jadi Direktur Freeport

Suarapemerintah.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menunjuk direktur baru PT Freeport Indonesia asal Papua, yakni Claus Wamafma. Penetapan direksi baru itu dilaksanakan di gedung Kementerian BUMN pada 7 Februari 2020 yang lalu.

“Dia putra Papua yang sudah berkarir selama 20 tahun, dari bawah, dan diusulkan pemerintah mewakili Mind ID di Freeport Indonesia,” ujar Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga di Jakarta, Senin, 17 Februari 2020.

Dikutip dari laman linkedin, Claus Wamafma menamatkan pendidikan hingga jenjang menengah di Jayapura. Setelah itu, dia meraih gelar Sarjana Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung pada 1998. Di kampus tersebut, Claus Wamafma juga meraih gelar magister pada 2009.

Di Freeport Indonesia, Claus Wamafma pernah menjabat General Superintendent- Warehouse selama tiga tahun mulai dari April 2008. Dia bertanggung jawab untuk mengembangkan pergudangan dan distribusi untuk mendukung operasional tambang.

Karier Claus Wamafma menanjak pada 2011 setelah dia menjabat Manager Warehouse Management. Dia mengemban amanah tersebut selama delapan tahun. Dia mengemban tugas mengelola gudang operasional dengan lebih dari 120.000 item dengan nilai persediaan lebih dari US$350 juta.

Claus Wamafma mengemban tugas sebagai Vice President of Community Development sejak 2014 hingga akhirnya diangkat menjadi direktur Freeport Indonesia.

Penunjukkan Claus Wamafma sebagai direktur Freeport, menurut Arya sebelumnya, membuktikan bahwa sumber daya manusia (SDM) Papua juga mampu mengisi jabatan strategis. “Pemerintah memang mendorong Freeport Indonesia untuk merekrut orang Papua. Namun penunjukan direksi dilakukan secara profesional, sesuai tugas yang diembannya,” tuturnya.

Menurut Arya, jumlah pegawai Freeport Indonesia mencapai 7.096 orang. Sebanyak 2.890 orang atau 40,72 persen di antaranya merupakan orang Papua. Adapun sisanya berasal dari luar Papua, baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing.

DKI Jakarta Hadirkan Robot Pemadam Kebakaran Seharga Rp37,4 Miliar

Suarapemerintah.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini memiliki sebuah robot pemadam kebakaran dengan nilai pengadaan Rp37,4 miliar. Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta Satriadi Gunawan menyatakan robot yang dibeli tahun 2019 tersebut memiliki kemampuan khusus.

“Robot itu bisa dikontrol dari jarak jauh. Di dalamnya tidak ada pengemudinya, hanya ada kontrol robotik di dalamnya,” kata Satriadi 

Satriadi menjelaskan dengan teknologi itu, dapat memprioritaskan keselamatan para petugas pemadam kebakaran. Adapun pengadaan ini juga dilakukan untuk menunjang keselamatan Moda Raya Terpadu (MRT) dan Light Rail Transit (LRT).

“Kita kan dalam menghadapi LRT dan MRT harus memiliki peralatan yang memadai untuk menanggulangi kebakaran atau penyelamatan. Dan kita juga bisa lakukan untuk membersihkan gorong-gorong juga,” katanya.

Tak hanya untuk MRT dan LRT, robot pemadam kebakaran ini juga bisa digunakan untuk kebakaran yang sifatnya berada di lokasi khusus dan beresiko tinggi. Untuk tahun 2019, DKI sudah mengadakan satu unit robot.

“Tahun ini kita ada satu unit dan buatan Kroasia. Kalau dilihat barangnya mahal dan memang karena fungsinya demikian,” ujar dia.

Untuk tahun 2020, rencananya DKI juga kembali mengadakan mobil serupa dengan spesifikasi berbeda. Anggaran yang disiapkan ialah sebanyak Rp44,7 miliar untuk tiga unit.

“Kalau yang tahun ini kita adain memang lebih murah. Terlihat seperti mobil, tapi di dalamnya ada robot. Sekarang yang 1 unit kita simpan di Pusdiklat kita di Ciracas,” ujar Satriadi.

Ia mengatakan pengadaan tersebut dilakukan setelah belajar dari pengalaman Singapura yang juga sudah lebih dahulu memiliki robot dan digunakan untuk keadaan terdesak. Satriadi mengatakan sejauh ini robot pemadam kebakaran tersebut belum pernah digunakan.

“Mudah-mudahan jangan digunakan ya. Kalaupun digunakan hal yang khusus untuk membahayakan saja,” katanya.

Jokowi Restui Usulan Terowongan Silahturahmi Antara Istiqlal Dan Katedral

Suarapemerintah.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat usulan pembuatan terowongan yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral. Jokowi menyetujui usulan tersebut.

Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral memang berlokasi berseberangan dan hanya dipisahkan jalan raya. Masing-masing tempat ibadah ini menyediakan lahan parkir untuk keperluan hari raya.

“Tadi ada usulan dibuat terowongan dari Masjid Istiqlal ke Katedral. Tadi sudah saya setujui sekalian, sehingga ini menjadi sebuah terowongan silaturahmi,” kata Jokowi di proyek renovasi Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (7/2/2020).

Terowongan yang dimaksud adalah terowongan bawah tanah. Jokowi menamainya dengan terowongan silaturahmi.

“Tidak kelihatan berseberangan, tapi silaturahmi. Terowongan bawah tanah. Sehingga tidak nyeberang, sekarang pakai terowongan bawah, terowongan silaturahmi,” ucap Jokowi.

Adapun saat ini Masjid Istiqlal tengah direnovasi besar-besaran pertama kali sejak 41 tahun lalu. Jokowi meyakini proyek rampung sebelum bulan Ramadhan tahun ini.

“Renovasi total Masjid Istiqlal sudah dimulai tahun lalu. Kita harapkan nanti sebelum Ramadhan sudah bisa selesai sehingga bisa dipakai. Ini adalah renovasi besar sejak 41 tahun yang lalu,” ujar Jokowi.

Inilah ‘Frogs’, Taksi Terbang Buatan Startup Yogyakarta

Suarapemerintah.id – Setelah berhasil menarik perhatian di antara acara ulang tahun sebuah partai politik pada bulan lalu, Frogs akan ‘melompat’ ke Hannover, Jerman. Sepanjang 20-24 April mendatang, Drone berpenumpang sebagai sebuah prototipe taksi terbang itu akan mewakili Indonesia bersama sejumlah produk startup teknologi 4.0 lainnya dalam Hannover Messe 2020.

Jefry Pratama, Venture and Investment Partners di UMG Medialab Indonesia, menerangkan Frogs didesain oleh sebuah startup di Yogyakarta lebih untuk memenuhi kebutuhan transportasi di wilayah kepulauan di Indonesia. Membidik pangsa pasar jasa taksi udara, drone disebutnya bisa dimanfaatkan pula untuk angkutan barang atau kargo, kebutuhan militer, serta kepentingan darurat maupun pertolongan pertama di daerah bencana yang sulit diakses.

“Untuk komersialisasinya tentu kami berharap secepatnya wahana ini bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia,” katanya saat ditemui di Jakarta, Jumat 31 Januari 2020. Saat itu dia menambahkan, “Kami masih tergantung dengan regulasi yang siap, khusus untuk mengatur operasi teknologi ini karena untuk saat ini peraturan tentang pesawat listrik berpenumpang setahu kami belum ada di Indonesia.”

Saat ini, purwarupa atau prototipe Frogs disebutkannya telah siap untuk keseluruhan mainframe, motor, baling-baling, dan baterai sebagai sumber tenaganya. Jefri mengklaim seluruh komponen tersebut telah menjalani uji, termasuk uji terbang rendah tanpa kabin. Bagian yang terakhir itu dibuat dari serat karbon mirip kokpit helikopter mini dengan dua headlamp.

Drone berpenumpang, Frogs, yang dikembangkan startup dari Yogyakarta di JIEXPO Kemayoran, 10-12 Januari 2020. Ditujukan sebagai taksi terbang, drone ini didesain mampu mengangkut dua penumpang dengan kapasitas maksimal 200 kilogram. FOTO/DOK UMG Idealab Indonesia

“Hanya tinggal merevisi interior dalam hal ini posisi kursi dan pegangan untuk penumpang sebelum dibawa ke Hannover,” kata Jefri menambahkan.

Mengembangkan dari desain drone quadcopter yang sudah banyak di pasaran dunia, Frogs dihasilkan dari riset dua tahun di sebuah bengkel startup di Yogyakarta. Total anggaran yang telah dikucurkan hingga capaiannya kini senilai kira-kira Rp 1 miliar.

Dibangun dalam 8 Hari, Rumah Sakit Khusus Pasien Virus Corona Dibuka Hari Ini

Suarapemerintah.id – Rumah sakit khusus pasien Virus Corona yang dibangun Pemerintah China akhirnya selesai dan bakal mulai dibuka hari ini, Senin (3/2/2020).

Rumah sakit yang bernama Houshenshan itu dibangun di pinggiran Kota Wuhan, Provinsi Hubei. Rumah Sakit Houshenshan merupakan rumah sakit pertama yang dibangun dari awal khusus untuk menampung pasien Virus Corona.

Pembangunan rumah sakit dimulai pada 24 Januari 2020 dan selesai hanya dalam waktu delapan hari. Terdapat 700 personel manajerial dan 4.000 tenaga konstruksi yang terlibat dalam pembangunan rumah sakit ini. 

Menempati lahan seluas 25.000 meter persegi, rumah sakit ini memiliki 1.000 tempat tidur.

Dikutip dari South Morning China Post, pada Minggu (2/2/2020) pagi, militer China telah mengirimkan 1.400 tim medis militer sehubungan dengan pembukaan rumah sakit Houshenshan. 

Pengiriman ribuan staf medis ini merupakan pengiriman terbesar setelah gempa Yushu tahun 2010. Keputusan mengirimkan ribuan tenaga medis itu telah disetujui langsung oleh Presiden Xi Jinping.

Delapan pesawat IL-76 yang membawa 1.400 petugas medis beserta peralatan dan logistis itu tiba di Bandara Wuhan pada Minggu.

Total, pesawat-pesawat itu membawa 58 ton logistik beserta dokter dan perawan untuk menambah 450 perseonl medis militer yang sudah ada berada terlebih dulu di Wuhan.

Para tenaga medis ini sebagian telah berpengalaman dalam menangai wabah SARS di tahun 2003 serta Ebola di Afrika Barat pada 2014.

Tilang Elektronik Motor Berlaku Hari Ini

Suarapemerintah.id – Ditlantas Polda Metro Jaya mulai melakukan penilangan kepada pengendara sepeda motor yang tertangkap melakukan pelanggaran lewat sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) mulai hari ini.

Kamera ETLE diketahui telah mulai menangkap pelanggaran para pengendara sepeda motor sejak 1 Februari lalu. Namun, pada 1-2 Februari, kepolisian belum menerapkan sanksi tilang.

“Iya sudah mulai ditilang pelanggaran hari ini,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar.

Ada 12 kamera ETLE yang siap untuk digunakan. 12 kamera itu terpasang di Jalan Sudirman-Thamrin serta jalur Transjakarta koridor 6.

Ada sejumlah pelanggaran yang bakal terekam lewat kamera ETLE. Yakni, penggunaan helm, pelanggaran rambu, pelanggaran marka jalan, hingga penggunaan ponsel saat berkendara.

Mekanisme penindakan tilang elektronik pada motor sama dengan mobil. Kamera bakal mendeteksi pelanggar kemudian mengambil momen pelanggaran berikut pelat nomor sebagai barang bukti.

Setelah itu polisi bakal mengirimkan surat tilang dan barang bukti kepada pelanggar sesuai dengan alamat yang tertera pada sistem berdasarkan nomor polisi dan STNK. Jika dalam kurun waktu 14 hari pelanggar tak membayar denda, maka STNK bakal diblokir.

Denda tilang yang diterapkan bervariasi kepada pelanggar bervariasi. Tergantung pada pelanggaran yang dilakukan. Hal itu merujuk pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Untuk pelanggaran penggunaan helm, dikenakan denda tilang Rp250.000. Kemudian pelanggaran marka jalan dikenakan denda Rp500.000 serta ancaman penjara dua bulan. Lalu, pelanggaran penggunaan handphone diancam kurungan tiga bulan dengan denda Rp 750.000.

Lebih lanjut, mekanisme tilang elektronik masih hanya berlaku buat sepeda motor dengan pelat nomor B yang mencakup Jakarta, Bekasi, Tangerang Selatan, dan Depok saja. Motor dengan pelat nomor berbeda dikatakan bakal ditindak secara manual.

Bersama Walikota Bekasi, Anies Resmikan 2 Flyover Di Bekasi

Suarapemerintah.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi meresmikan dua jalan layang (flyover) menuju Bantar Gebang, Jumat (31/1), yang berada tepat di simpang Rawa Panjang dan simpang Cipendawa, Jalan Raya Siliwangi, Kota Bekasi.

Didampingi para pejabat dari DKI Jakarta dan Kota Bekasi, peresmian simbolik dilakukan di atas jalan layang Cipendawa. Dengan demikian dua jembatan layang tersebut mulai hari ini sudah bisa digunakan masyarakat Bekasi maupun truk sampah DKI Jakarta menuju TPST Bantar Gebang.

Anies mengatakan pembangunan dua jalan layang yang dibangun menggunakan dana hibah DKI Jakarta itu merupakan wujud nyata kedua wilayah saling menopang dalam segala sektor.

“Ini semangat membangun antara Kota Bekasi dengan DKI Jakarta. Ini semangat untuk saling menopang,” kata Anies dikutip Antara.

Anies mengatakan Kota Bekasi bukan penyangga Jakarta saja melainkan sebaliknya Jakarta juga penyangga bagi Bekasi, mengingat di antara keduanya memiliki integrasi di hampir semua sektor.

“Kota Bekasi merupakan daerah contoh sinergi dengan Jakarta,” ujar Anies Baswedan.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyebut penyelesaian dua proyek jalan layang tersebut merupakan dampak hubungan yang baik dan harmonis antara Pemkot Bekasi dan Pemprov DKI Jakarta.

“Ini adalah proses perjalanan. Gubernur (DKI Jakarta) meningkatkan status (Bekasi) sebagai kota penyangga, menjadi mitra,” katanya.

Jalan layang Rawa Panjang dan Cipendawa dibangun dengan dana hibah dari Pemprov DKI Jakarta untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di perempatan Rawa Panjang dan Cipendawa, Rawalumbu, Kota Bekasi. Jalan layang itu menghubungkan Jalan Ahmad Yani dengan Jalan Raya Narogong.

Sementara jalan layang Cipendawa akan menghubungkan Jalan Raya Cipendawa dan Jalan Raya Narogong. Kedua jalan layang iyu menjadi akses vital bagi truk-truk sampah DKI Jakarta yang setiap hari menuju dan kembali dari TPST Bantar Gebang dengan harapan bisa mengurai kemacetan.

Dana Hibah DKI Rp420 Miliar

Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat menyebut anggaran pembangunan jembatan layang atau Flyover Rawapanjang dan Cipendawa menelan dana Rp420 miliar yang bersumber dari bantuan hibah dana kemitraan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi Arief Maulana mengatakan pembangunan konstruksi kedua flyover itu menelan biaya Rp420 miliar dengan rincian Flyover Rawapanjang sebesar Rp180 miliar dan Cipendawa Rp240 miliar.

“Mulai hari ini dua flyover ini sudah bisa dilintasi masyarakat, dengan harapan titik kemacetan di Bantargebang bisa menurun,” katanya dalam peresmian di atas Flyover Cipendawa.

Menurut dia pembangunan kedua flyover itu telah dimulai sejak tahun 2017. Biaya pembangunan konstruksi maupun pembebasan lahan menggunakan dana hibah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dilakukan dalam dua tahap.

Tahap satu di tahun 2017 hingga 2018 dan tahap dua di tahun 2019. Flyover Rawapanjang menghubungkan Jalan Jenderal Ahmad Yani dan Jalan Raya Narogong sedangkan Flyover Cipendawa merupakan akses penghubung Jalan Raya Cipendawa dan Jalan Raya Narogong.

Pembebasan tanah Flyover Cipendawa membutuhkan lahan seluas 13.000 meter persegi sedangkan Rawapanjang 7.000 meter persegi. Dengan peresmian ini diharapkan akan mempermudah arus lalu lintas truk sampah DKI Jakarta menuju TPST Bantargebang.

Laris Manis di Online, Blu Tack Akan Sinergikan Dengan Bangun Kanal Offline di 2020

Blu Tack Perekat reuseable dan multifungsi dari PT Bostik Indonesia

Suatu produk akan dicari konsumen jika mempunyai fungsi yang sangat dibutuhkan dan bisa membantu dalam kegiatan sehari-hari. Terkadang hal yang sangat membantu tersebut justru dari hal-hal kecil dan remeh temeh namun sangat fungsional dan multifungsi.
Contohnya adalah produk perekat atau adhesive atau lem.

Melihat manfaat yang banyak maka Potensi ceruk pasar yang bisa diraih dari produk ini pun terbilang besar. Bostik, sebagai produsen produk adhesive ternama, mulai melirik Indonesia sebagai pasar potensial tersebut.

Bostik pun meluncurkan produk adhesive yang bernama Blu Tack. Blu Tack yang dihadirkan punya keunggulan yaitu menjadi produk adhesive pertama di Indonesia yang reuseable atau bisa digunakan berulang-ulang.

Terkait reuseable, Esther Tiurma Pane, Managing Director Bostik Indonesia, menyebutkan keunggulan tersebut juga akan memberikan manfaat besar bagi konsumen. “dengan produk yang reuseable, tentunya konsumen akan lebih hemat karena tidak perlu beli berulang-ulang,”ucapnya.

Esther Tiurma Pane, Managing Director Bostik Indonesia

Ia menambahkan jika life cycle Blu TAck juga panjang hingga rentang waktu 5-10 tahun. Keunggulan Blu Tack lainnya adalah tidak merusak lapisan yang ditempelkan. Dari medium berbahan kertas,plastik dan keramik , jika Blu Tack ditempelkan lalu di cabut tidak akan merusak keadaan medium tersebut.

Masih ada keunggulan lain yang di miliki Blu Tack, yaitu aman untuk anak-anak. Kegunaan dari produk ini yang bisa digunakan untuk anak-anak seperti crafting, memang membuat para orang tua khawatir.

Namun Esther meyakinkan kalau produk ini sangat aman, bahkan jika sampai terjadi kecelakaan tertelan, tidak akan berbahaya bagi kesehatan.
Untuk target market sendiri, ia menyebut konsumen Blu Tack tidak tergantung dari demografi umur karena penggunaan adhesive adalah “everyday use dan everywhere use” atau digunakan sehari-hari dan dimana saja. Jadi, siapapun bisa menggunakan Blu Tack.

“jadi, setiap rumah, kantor, dan sekolah itu menjadi target market dari kami”, jelasnya.

Ferry, Sales Manager Consumer Bostik Indonesia bahkan menyebutkan Blu Tack menargetkan produk ini ada di setiap 10 rumah. Target tersebut walaupun sangat ambisius namun menurutnya masih masuk akal.

Ia pun optimis apalagi jika melihat progres penjualan BluTack setelah melakukan soft launching yang terbilang sangat bagus.

“Kami juga senang, melihat respon dan antusias dari konsumen sangat baik terhadap produk ini, hampir setiap hari ada order. Bahkan ada order dari daerah seperti Ambon yang terbilang ongkir-nya lebih mahal dari produknya,”jelas Ferry.

Fakta yang diungkapkan Ferry terbilang sangat mengejutkan mengingat saat ini proses penjualan hanya dilakukan secara online yaitu melalui e-commerce. Alasan saat ini hanya menggunakan jalur online untuk pemasaran, Ferry menyebutkan banyak benefit dari online seperti lebih jauh jangkauan pasarnya, dan lebih cepat untuk mengenalkan produk ke khlayak banyak.

Pengenalan produk sangat penting, karena penggunaan adhsive seperti ini di Indonesia sangat jarang bahkan hampir tidak ada.

“edukasi pasar memang jadi concern kami ketika launching nanti. Makanya kita juga akan melakukan road show di sekolah-sekolah untuk edukasi dan membangun awareness terhadap produk ini,”ungkapnya.

Ia pun mempunyai strategi khusus untuk menggarap pasar anak muda tersebut yaitu dengan membuat varian Blu Tack yang berwarna warni. Strategi ini juga termasuk yang pertama di industri perekat, menurutnya produk lain hanya memiliki varian satu warna saja.

Di 2020, Blu Tack memiliki banyak agenda dan target penting untuk dipenuhi agar bisa tancap gas meningkatkan pertumbuhan bisnis mereka. Yang menjadi concern utama adalah bisa menyediakan produk mereka secara offline.

Esther menyebut nantinya akan digunakan distributor-distributor tingkat lokal atau nasional agar produk ini bisa tersebar lebih merata ke daerah-daerah.

Ia mengakui jika karakter konsumen Indonesia yang kebanyakan masih suka datang ke toko dan memegang barang pilihannya masih kuat.

Tentunya dengan adanya Sinergi dari online dan offline tersebut nantinya akan bisa mendorong penjualan Bostik dan bisa mencapai target penjualan 1 juta pack yang dicanangkan Bostik untuk 2020.

Menkes Pastikan Gedung BRI Aman Dari Virus Corona

Suarapemerintah.id – Menteri Kesehatan Terawan Agus Pitranto memastikan tidak ada virus corona di Gedung Wisma II BRI, Jakarta Selatan. Dia dengan percaya diri menyambangi langsung kantor di lantai 19 lokasi kerja Warga Negara China yang diduga terjangkit penyakit tersebut, tanpa mengenakan masker.

“Sudah tak buktikan ndak ada itu,” tutur Terawan di lokasi soal virus corona, Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Terawan meminta agar masyarakat dapat mengendalikan rasa cemas. Bahkan, dia mencontohkan dengan mengabaikan penggunaan masker selama memeriksa lantai 19.

“Salahnya sendiri (kenapa pakai masket), pengen action. Karena itu, saya datang sendiri mau lihat ke sini. Aku akan cek semua, termasuk pintu masuk negara semua. Kita ini sudah siaga satu, enggak ada tidurnya. Tenang saja kita atasi,” jelas dia.

Meski begitu, Terawan akan tetap memantau perkembangan medis pasien yang diduga terjangkit virus corona itu.

“Info awal sakit flu biasa, tapi kan kita cek. Bayangin penduduk China 1 miliar lebih kalau tiap batuk pilek dianggap itu, gimana. Saya akan cek semua,” Terawan menandaskan.

Karyawan Siaga Masker

Warga Negara Asing (WNA) asal China yang berkantor di Wisma BRI II dikabarkan terjangkit virus corona. Penghuni gedung kantoran pun siaga masker.

masker dengan warna dominan hijau melekat di wajah setiap pegawai yang rata-rata berpakaian batik.

Salah satu pegawai, Ben menyampaikan, meski lokasinya berada di lantai 19 Gedung Wisma BRI II, seluruh lantai dan bahkan Gedung Wisma BRI I yang berada di sebelahnya pun turut mengantisipasi.

“Itu orang China, baru pulang dari sana. Trus demam itu di lantai 19,” tutur Ben saat berbincang di lokasi.

Ben pun memilih pulang lantaran takut. Dia bergegas berjalan menuju Halte Transjakarta terdekat.

“Saya di lantai 22. Sudah disediain masker semua di atas. Tapi masker ginian (hijau),” kata Ben.

PT BRI (Persero) langsung melakukan sistem pengendalian risiko setelah mendengar adanya ada informasi dugaan salah satu karyawan yang bekerja di Gedung BRI terjangkit Virus Corona.

Untuk diketahui, terdapat informasi bahwa satu karyawan Huawei yang terjangkit virus nCoV (corona virus) yang berkantor di Gedung BRI, Jakarta.