Beranda blog Halaman 4874

Kemenkes Siapkan RS, Bandara dan Pelabuhan Tangkal Corona

Suarapemerintah.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meningkatkan kesiapan untuk mencegah dan menangani kemungkinan penyebaran Virus Corona atau Novel Coronavirus (nCov) ke wilayah Indonesia. Kemenkes telah menyiapkan rumah sakit hingga kantor kesehatan pelabuhan di bandara dan sejumlah pelabuhan.

“Kemenkes sudah menyiapkan semua daerah secara berjenjang dari provinsi, kabupaten/kota, rumah sakit, laboratorium, termasuk kantor kesehatan pelabuhan (KKP) yang ada di pintu masuk negara, baik itu dari bandara, pelabuhan maupun pos lintas darat negara,” kata Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes R. Vensya Sitohang, di kantornya, Jakarta, Rabu (22/1) dikutip dari Antara.

Ia mengatakan Direktorat Jenderal Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Ditjen Fasyankes) Kemenkes telah mengingatkan 100 rumah sakit yang sudah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan untuk penyakit infeksi emerging agar membuat kesiapan penanganan.

Pihaknya juga menyiapkan 860 set alat pelindung diri, 12.322 masker N95, dan 35 ribu health alert card.

Selain itu, Kemenkes juga mendukung perlindungan terhadap para petugas di pintu masuk negara dari kemungkinan penularan virus tersebut.

“Mereka juga harus dilindungi dengan berbagai alat, jangan sampai mereka menjaga negara, tetapi terkontaminasi,” katanya.

Kemenkes sudah melakukan pemeriksaan di pintu masuk yang ada penerbangan langsung dari Tiongkok, baik melalui pergerakan darat, laut dan udara.

General Manajer PT Angkasa Pura II Bandara SMB II Palembang Fahroji mengatakan pihaknya mengaktifkan alat pendeteksi panas atau thermal scanner dan termometer inframerah di setiap pintu kedatangan internasional di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Pelabuhan Boom Baru Palembang, dan Sungai Lumpur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Alat thermal scanner ini, kata dia, dapat mendeteksi suhu tubuh para penumpang yang datang dari luar negeri. Apabila penumpang terdeteksi memiliki suhu tubuh melebihi batas normal, pihaknya akan memeriksanya terlebih dahulu dan memasukkannya ke ruang isolasi sebelum diperbolehkan masuk ke Palembang.

“Alat ini sistemnya tracking, bukan mendeteksi per satu orang. Jadi thermal scanner ini nantinya menembak secara computerized dan langsung di-tracking. Sejak diwaspadai, hingga saat ini belum ada yang terdeteksi,” ujar Fahroji, Rabu (22/1).

Sementara itu Kepala KKP Palembang Amelia berujar pintu kedatangan internasional di Palembang setiap harinya kedatangan penumpang dari Singapura dan Malaysia.

Thermal scanner, kata dia, sejauh ini selalu diaktifkan di pintu kedatangan internasional meskipun tidak ada kewaspadaan terhadap virus yang mewabah di negara lain.

Peringati Sumpah Pemuda, Nadiem Jadi Rebutan Selfie Pegawai Kemendikbud

Tribunnews.com The Minister of Education and Culture (Mendikbud), Nadiem Makarim , presided over the commemoration of Youth Pledge Day for the first time within his ministry, Monday (28/10/2019).

Nadiem appeared to be wearing Javanese traditional clothing with white nuances complete with a brown blangkon.

Ministry of Education and Culture employees also wore traditional clothes at this ceremony. After presiding over the ceremony, Nadiem took a group photo with the Ministry of Education and Culture employees. It seems that employees are scrambling to take pictures with the former CEO of Gojek.

In his remarks, Nadiem conveyed a message that young people should not be afraid to step up to lead the nation.

“I’m sure that Indonesian youth are aware that in their hearts they are aware of where they want to go,” said Nadiem at the Ministry of Education and Culture, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Monday (28/10/2019).

He believes the potential of Indonesian youth in making breakthroughs will provide change for the nation.

“Young comrades, listen to me. The only failure is if we stay put and the only success is if we keep moving forward,” said Nadiem.

As is known, Nadiem Makarim was appointed Minister of Education and Culture by President Joko Widodo. He then resigned as CEO of Gojek after being summoned by President Joko Widodo to the state palace in the morning.