Beranda blog Halaman 659

Layanan SIM Keliling Jakarta Dibuka di 5 Titik, Cek Dokumen dan Tarif Terbarunya

Ditlantas Polda Metro Jaya kembali membuka layanan SIM Keliling di lima titik Jakarta pada Jumat (21/11), memudahkan masyarakat yang ingin memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM). Layanan ini tersedia mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB dan dapat diakses oleh pemohon SIM A dan SIM C yang masa berlakunya masih aktif.

Berdasarkan informasi dari akun resmi X @TMCPoldaMetro, lima lokasi pelayanan SIM Keliling tersebut tersebar di seluruh wilayah Jakarta. Untuk Jakarta Timur, layanan beroperasi di lobby depan Mall Grand Cakung. Di Jakarta Pusat, masyarakat dapat mendatangi area parkir Kantor Pos Lapangan Banteng. Sementara itu, di Jakarta Utara layanan tersedia di lobby utama LTC Glodok, dan di Jakarta Selatan berada di area parkir samping Universitas Trilogi. Adapun warga Jakarta Barat dapat mengurus perpanjangan SIM di lobby selatan Mall Ciputra.

Pemohon diwajibkan membawa sejumlah dokumen pendukung, di antaranya fotokopi KTP yang masih berlaku, SIM lama beserta fotokopinya, bukti tes kesehatan, serta bukti tes psikologi. Perpanjangan melalui SIM Keliling hanya berlaku bagi SIM A dan SIM C yang belum habis masa berlakunya. Jika SIM telah kedaluwarsa, pemilik wajib membuat SIM baru dengan mendatangi Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta Barat.

Saat ini, masa berlaku SIM ditetapkan selama lima tahun sejak tanggal penerbitan, bukan lagi berdasarkan tanggal lahir pemilik. Adapun biaya perpanjangan SIM merujuk pada PP Nomor 76 Tahun 2020 tentang PNBP Polri, yakni Rp80.000 untuk SIM A dan Rp75.000 untuk SIM C. Selain itu, pemohon perlu menyiapkan biaya tambahan berupa tes psikologi sebesar Rp60.000 dan tes kesehatan Rp35.000.

Ditlantas Polda Metro Jaya mengingatkan pengendara untuk selalu memastikan SIM-nya masih berlaku. Pengemudi yang kedapatan tidak dapat menunjukkan SIM aktif dapat dikenai sanksi sesuai Pasal 288 ayat 2 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, berupa pidana kurungan maksimal satu bulan atau denda hingga Rp250.000.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Cuaca Jakarta Hari Ini: Hujan Ringan Merata dari Pagi hingga Siang

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah DKI Jakarta pada Jumat (21/11) akan didominasi kondisi berawan hingga hujan ringan di hampir seluruh wilayah.

Berdasarkan informasi dari laman resmi BMKG, pada pagi hari sejumlah wilayah seperti Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur diprediksi diguyur hujan ringan. Sementara itu, Kepulauan Seribu dan Jakarta Utara diprakirakan hanya berawan.

Memasuki siang hari, hujan ringan diprediksi meluas dan membasahi seluruh wilayah Jakarta, mulai dari Kepulauan Seribu hingga Jakarta Timur. Kondisi ini diperkirakan berlangsung merata di seluruh area ibu kota.

Pada sore dan malam hari, cuaca diprediksi berangsur stabil dengan kondisi berawan di seluruh wilayah Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu.

Suhu udara pada hari ini berkisar antara 24–29 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan mencapai 74–95 persen. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca dan mempersiapkan perlengkapan yang diperlukan saat beraktivitas di luar ruangan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Sekda Kaltim Raih Peringkat Pertama Nasional pada ADLGA Awards 2025

Asosiasi Dinas Kominfo Provinsi Seluruh Indonesia (Askompsi) resmi menetapkan para penerima Askompsi Digital Leadership Government Award (ADLGA) 2025.

Penghargaan ADLGA 2025 diberikan kepada para Sekretaris Daerah (Sekda) provinsi, kabupaten, dan kota sebagai pimpinan administratif pemerintahan yang dinilai memiliki inisiatif serta inovasi dalam mendorong implementasi transformasi digital di daerahnya. Penghargaan ini khususnya menyoroti keberhasilan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebagai fondasi penguatan tata kelola pemerintahan digital di lingkungan pemerintah daerah.

Pada tahun ini, Sekda Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni berhasil meraih peringkat pertama kategori Sekda Provinsi, disusul oleh Sekda Jawa Timur, Sekda Sumatera Barat, Sekda Lampung, dan Sekda Sulawesi Utara.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Restuardy Daud, didampingi Ketua Askompsi, Muhammad Faisal.

Dalam sambutannya, Sri Wahyuni menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya ADLGA 2025.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan Askompsi Digital Leadership Government Awards. Ini adalah acara penting untuk membangkitkan budaya digital, dan itu harus dimulai dari seorang pemimpin,” ujarnya disela kegiatan ASKOMPSI Digital Leadership Government Awards 2025 kepada Sekda berkinerja digital terbaik tingkat nasional di Hotel Mercure, Kamis (20/11/2025)

Ia menegaskan bahwa kepemimpinan digital menjadi kunci dalam membentuk talenta digital di lingkungan pemerintahan.

“Membangun talenta-talenta digital itu harus dimulai dari teladan pimpinan. Semoga melalui kegiatan ini semakin banyak unsur pimpinan yang menyadari bahwa digitalisasi harus dimulai dari atas untuk bisa mengalir ke bawah,” tambahnya.

Seleksi ADLGA 2025 dilakukan melalui proses ketat, mulai dari registrasi, penilaian dokumen dan data dukung, sesi paparan dan wawancara, hingga visitasi lapangan untuk memastikan kesesuaian antara inovasi yang dilaporkan dan implementasi nyata di daerah.

Sebagai bentuk apresiasi, para pemenang peringkat pertama dari masing-masing kategori (provinsi, kabupaten, dan kota) akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program pembelajaran langsung ke Korea Selatan.

Penerima ADLGA 2025

Kategori Sekretaris Daerah Provinsi

Peringkat ke-1 : Sekda Kaltim Sri Wahyuni

Peringkat ke -2 : Sekda Jatim Adhy Karyono

Peringkat ke-3 : Sekda Sumatra Barat Arry Yuswand

Peringkat ke-4 : Sekda Lampung Marindo Kurniawan

Peringkat ke-5 : Sekda Sulawesi Utara Asrun Lio

Kategori Sekretaris Daerah Kota

Peringkat ke-1 : Sekda Malang Erik Setyo Santoso

Peringkat ke -2 : Sekda Surakarta Budi Murtono

Peringkat ke-3 : Sekda Blitar Priyo Suhartono

Peringkat ke-4 : Sekda Jambi H A. Ridwan

Peringkat ke-5 : Sekda Solok Desmon

Kategori Sekretaris Daerah Kabupaten

Peringkat ke-1 : Sekda Sidoarjo Fenny Apridawat

Peringkat ke -2 : Sekda Klungkung, Anak Agung Gede Lesmana

Peringkat ke-3 : Sekda Banyuwangi Guntur Priambodo

Peringkat ke-4 : Sekda Wonogiri FX. Pranata

Peringkat ke-5 : Sekda Pekalongan Edy Herijanto

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

PTPN XIV: Penggerak Ketahanan Pangan dan Energi Berkelanjutan di Indonesia Timur

Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki keunggulan besar dalam pengembangan komoditas perkebunan strategis. Di tengah kebutuhan pangan dan energi yang terus meningkat, peran lembaga pengelola perkebunan menjadi sangat vital untuk memastikan ketersediaan bahan baku nasional sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Di sinilah PTPN XIV memainkan perannya sebagai perusahaan yang tidak hanya mengelola aset negara, tetapi juga memberikan dampak signifikan bagi perekonomian Indonesia, terutama di kawasan Timur.

PT Perkebunan Nusantara XIV hadir dengan misi besar untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi. Melalui tata kelola profesional, modernisasi pabrik, dan fokus pada keberlanjutan, perusahaan ini terus memperluas kontribusinya terhadap masyarakat, lingkungan, dan industri nasional. Upaya strategis ini juga ditunjang melalui pengembangan platform digital seperti https://ptpnxiv.com/ yang menjadi pusat informasi resmi dan sarana transparansi bagi publik.

Sejarah dan Peran Strategis PTPN XIV

Didirikan pada 11 Maret 1996 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 1996, PTPN XIV merupakan hasil pengelompokan 26 perusahaan perkebunan negara menjadi sembilan kelompok besar. Sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), perusahaan ini memegang peran strategis dalam pengelolaan komoditas utama negara seperti tebu, kelapa sawit, dan karet.

Dengan wilayah kerja di Indonesia Timur, PTPN XIV menjadi motor penggerak ekonomi di daerah seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan wilayah sekitarnya. Keberadaan perusahaan ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memastikan distribusi bahan baku pangan dan energi tetap stabil.

Komoditas Unggulan: Fondasi Utama Penguatan Ketahanan Nasional

Kelapa Sawit: Sumber Energi dan Ekonomi

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas strategis yang diolah PTPN XIV. Industri ini memberikan kontribusi besar terhadap ketahanan energi melalui produksi CPO (Crude Palm Oil) yang menjadi bahan baku biofuel. Di tengah upaya pemerintah memperluas penggunaan energi terbarukan, peran kelapa sawit semakin vital.

PTPN XIV terus melakukan modernisasi perkebunan dan pabrik untuk meningkatkan produktivitas serta efisiensi proses. Teknologi pengolahan yang lebih ramah lingkungan menjadi prioritas untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang.

Tebu: Pilar Ketahanan Pangan

Produk gula tebu merupakan kebutuhan dasar masyarakat Indonesia. Sebagai salah satu produsen gula di kawasan Timur, PTPN XIV menjalankan proses budidaya dan pengolahan yang terintegrasi. Melalui revitalisasi pabrik dan optimalisasi pola tanam, perusahaan berupaya mendukung target swasembada gula nasional.

Pabrik-pabrik gula PTPN XIV beroperasi dengan standar industri yang terus ditingkatkan, memadukan efisiensi produksi dan keberlanjutan lingkungan.

Karet: Komoditas Penting untuk Industri Nasional

Selain sawit dan tebu, karet menjadi komoditas unggulan yang memberikan kontribusi besar terhadap sektor industri, mulai dari otomotif hingga kesehatan. Melalui sistem manajemen mutu yang ketat, PTPN XIV memastikan kualitas lateks dan produk turunannya sesuai standar nasional maupun internasional.

Komitmen Keberlanjutan yang Menjadi Fondasi Operasional

Dalam menjalankan kegiatan agribisnis, PTPN XIV menerapkan prinsip keberlanjutan sebagai pilar utama. Perusahaan tidak hanya berorientasi pada profitabilitas, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.

Praktik Agribisnis Bertanggung Jawab

PTPN XIV mengintegrasikan praktik budidaya yang ramah lingkungan, termasuk:

  • Pengelolaan tanah dan air secara berkelanjutan
  • Pengurangan emisi dan limbah pabrik
  • Pemanfaatan energi terbarukan
  • Perlindungan keanekaragaman hayati di area perkebunan

Pendekatan ini memastikan bahwa setiap proses operasional tidak merusak ekosistem, tetapi justru membantu menciptakan keseimbangan antara lingkungan dan kebutuhan industri.

Pemberdayaan Masyarakat Sekitar

Sebagai perusahaan yang beroperasi dekat dengan komunitas lokal, PTPN XIV melaksanakan beragam program CSR seperti:

  • Pendidikan dan pelatihan pertanian
  • Pemberdayaan ekonomi masyarakat desa
  • Program kesehatan untuk masyarakat sekitar perkebunan
  • Pengembangan infrastruktur desa

Kegiatan ini memperkuat hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan sosial.

Digitalisasi Melalui Situs Resmi https://ptpnxiv.com/

Keberadaan website resmi https://ptpnxiv.com/ menjadi bagian penting dalam transformasi digital perusahaan. Platform ini berfungsi sebagai pusat informasi yang transparan, terstruktur, dan mudah diakses oleh publik.

Melalui situs resmi, pengunjung dapat menemukan berbagai informasi, termasuk:

  • Profil perusahaan dan sejarah pendirian
  • Informasi komoditas dan operasional pabrik
  • Laporan keberlanjutan
  • Media dan galeri aktivitas perusahaan
  • Informasi publik dan kanal whistleblowing system
  • Kontak resmi serta jam operasional kantor

Platform digital ini juga mendukung strategi komunikasi perusahaan dalam membangun kepercayaan publik.

Mengapa PTPN XIV Menjadi Aset Penting Bagi Indonesia Timur

Pusat Pertumbuhan Ekonomi Wilayah Timur

Dengan area operasional yang luas, PTPN XIV memberikan kontribusi besar dalam:

  • Peningkatan pendapatan masyarakat
  • Perluasan lapangan kerja
  • Peningkatan investasi sektor perkebunan
  • Penguatan industri pengolahan hasil bumi

Peran ini secara langsung mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata di kawasan Indonesia Timur.

Mendukung Kedaulatan Pangan dan Energi

Melalui pengelolaan tebu untuk gula dan kelapa sawit untuk bioenergi, PTPN XIV menjadi aktor penting dalam mendukung program nasional ketahanan pangan serta transisi energi bersih.

Memberikan Nilai Tambah bagi Negara

Sebagai perusahaan milik negara, seluruh operasional perusahaan ini bertujuan memberikan nilai tambah bagi bangsa. Keuntungan yang dihasilkan akan kembali kepada masyarakat melalui setoran kepada negara dan berbagai program sosial yang dijalankan.

Arah Pengembangan dan Modernisasi PTPN XIV

Untuk menghadapi tantangan masa depan, PTPN XIV menjalankan beberapa strategi penguatan, antara lain:

  • Optimalisasi teknologi pertanian presisi
  • Penguatan SDM melalui pelatihan berkala
  • Revitalisasi pabrik gula dan sawit
  • Peningkatan integrasi dengan holding PTPN III
  • Ekspansi pasar komoditas unggulan
  • Penguatan sistem digital dan transparansi publik

Transformasi ini bertujuan memastikan perusahaan tetap relevan, kompetitif, dan berkelanjutan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Revisi UU Guru dan Dosen, Menag Tekankan Keadilan bagi Tenaga Pendidik Kemenag

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan pandangan Kementerian Agama terkait pemantauan pelaksanaan UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dalam Rapat Kerja bersama Badan Legislasi DPR RI.

Menag menegaskan bahwa revisi UU tersebut harus menjamin keadilan dan kesetaraan bagi seluruh guru dan dosen, termasuk guru agama di berbagai satuan pendidikan binaan Kementerian Agama.

“Madrasah sering berdiri dengan fasilitas kelas dan perpustakaan yang terbatas, dan banyak guru masih menerima honor 50 ribu hingga 300 ribu rupiah per bulan. Ini fakta yang tidak boleh terus berulang,” ujar Menag di Jakarta, Rabu (19/11/2025).

Berdasarkan data EMIS, terdapat 1.151.356 guru binaan Kemenag dan 50.928 dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), dengan 62,8% atau 437.941 guru yang belum bersertifikasi.

Menag menekankan bahwa revisi UU harus mampu menghadirkan keadilan bagi seluruh ekosistem pendidikan, baik umum maupun keagamaan. “Tidak boleh ada dikotomi antara sekolah umum dan madrasah. Guru-guru dan dosen yang mengabdi untuk mencerdaskan bangsa harus memperoleh perlakuan yang adil, baik dalam fasilitas maupun kesejahteraan,” tegas Menag.

Menag berharap revisi UU nomor 14 tahun 2005 ini dapat menjadi momentum memperkuat kualitas pendidikan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan guru dan dosen di bawah binaan Kemenag.

Ketua Badan Legislasi DPR RI, Bob Hasan, menyambut baik pandangan Kemenag. Ia menekankan pentingnya memperkuat posisi dan martabat guru dan dosen, khususnya guru madrasah yang menghadapi tantangan lebih berat.

“Kita berharap Kemenag dapat memperkuat martabat guru madrasah. Bukan hanya soal tunjangan, tetapi juga kualitas guru agar mereka dihargai dan dihormati sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Rapat kerja ini turut dihadiri jajaran Eselon I Kementerian Agama, pimpinan Badan Legislasi DPR RI, serta anggota Komisi VIII dan Komisi X DPR RI.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Wamenag: Pastikan Santri Mendapat Akses Makan Bergizi Gratis Tanpa Terkecuali

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i memastikan komitmen Kementerian Agama agar seluruh santri di Indonesia mendapatkan akses program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini disampaikan usai pertemuan dengan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang di kantor Badan Gizi Nasional, Jakarta pada Rabu (19/11/2025).

“Kementerian Agama akan bergerak cepat. Kita ingin memastikan tidak ada satu pun santri yang tertinggal dalam program makan bergizi gratis. Pesantren itu bagian penting dari pendidikan nasional, dan pemenuhan gizi mereka menjadi prioritas bersama,” ujar Wamenag.

Wamenag menambahkan bahwa Kemenag akan segera melakukan pemetaan untuk mengetahui pesantren-pesantren yang belum terlayani program MBG.

“Kami akan berkoordinasi dengan tim terkait dan menelusuri lebih lanjut tentang hal ini, kita akan memastikan distribusi program berjalan tepat sasaran,” kata Wamenag.

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik, menjelaskan bahwa data Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR pekan lalu menunjukkan masih rendahnya cakupan MBG di kalangan santri.

“Dalam RDP minggu lalu disebutkan ada 11 juta santri di Indonesia, dan yang baru dapat MBG itu 2%. Kita mau telusuri nanti di mana saja pesantren-pesantren yang belum ada MBG-nya. Itu yang akan kita kerja samakan dengan Kementerian Agama supaya seluruh anak-anak pondok pesantren ini dipastikan mendapatkan makan bergizi gratis,” jelasnya.

Dapur Pesantren di Wilayah 3T Akan Dibiayai Negara
Dalam wawancara di akhir pertemuan ini, Nanik menekankan pentingnya pembangunan dapur pesantren sebagai penunjang utama pelaksanaan program MBG.

“Anak-anak pondok ini tidak boleh berbeda, mereka harus dapat MBG di mana pun mereka berada. Kalau mereka ada di wilayah 3T, mereka diperbolehkan untuk membangun sendiri dapurnya dan dapurnya akan dibiayai negara,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pembangunan dapur dapat dilakukan oleh pesantren, investor, masyarakat, maupun yayasan, selama memastikan kelancaran penyediaan makanan bergizi bagi santri.

Nanik juga menyampaikan bahwa koordinasi lintas kementerian akan terus diperkuat. “Minggu depan akan kami lanjutkan. Wamen akan membawa tim untuk urusan MBG pondok pesantren dan madrasah,” ujarnya.

Pertemuan ini menjadi langkah awal penguatan sinergi antara Kemenag dan Badan Gizi Nasional dalam mempercepat pemenuhan gizi santri dan peserta didik madrasah di seluruh Indonesia. Semangat kolaborasi ini diharapkan memperluas pemerataan akses makan bergizi di lingkungan pendidikan keagamaan.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Sonny T Danaparamita Ajak Petani di Bondowoso Tanam Pohon Buah

Memperingati Hari Pahlawan 10 November 2025, anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Sonny T Danaparamita, melalui Rumah Aspirasi Setretanan Dhibik (STD), menyalurkan bibit tanaman produktif unggulan kepada sejumlah kelompok tani di berbagai kecamatan di Kabupaten Bondowoso.

Koordinator Rumah Aspirasi STD, Dedy Faizal Ali menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kepahlawanan dengan menghadirkan aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

“Kegiatan ini menjadi cara kami memaknai semangat para pahlawan, yakni dengan melakukan langkah yang memberikan manfaat jangka panjang bagi warga. Selain mendukung penghijauan, program ini juga bertujuan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Dedy, Rabu (19/11/25).

Dedy yang juga Wakil Ketua Bidang Hukum, HAM, dan Perundang-undangan DPC PDI Perjuangan Bondowoso itu menambahkan, bibit tersebut didistribusikan ke lima kecamatan, yakni Jambesari, Maesan, Binakal, Tapen, dan Botolinggo.

Adapun jenis bibit yang dibagikan meliputi durian, alpukat, pete, dan kelengkeng, yang dikenal memiliki nilai ekonomi tinggi dan cocok dibudidayakan di wilayah Bondowoso.

“Alhamdulillah, pada momentum Hari Pahlawan ini kami mewakili Bapak Sonny T Danaparamita bisa menyalurkan bibit tanaman produktif kepada warga. Tanaman ini tidak hanya bermanfaat untuk penghijauan dan memperbaiki kualitas udara, tetapi juga memberi peluang ekonomi bagi warga saat nanti mulai panen,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Sonny T Danaparamita menegaskan, bahwa kegiatan pembagian bibit ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi langkah konkret untuk melanjutkan spirit perjuangan para pahlawan dalam membangun negeri.

“Pahlawan telah memberikan teladan tentang pengorbanan dan perjuangan. Hari ini kita melanjutkan semangat itu melalui aksi nyata yang berdampak pada lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Program pembagian bibit ini adalah komitmen kami untuk masa depan yang berkelanjutan, sebagaimana para pahlawan memikirkan masa depan generasi setelah mereka,” ujarnya.

Antusiasme warga tampak dalam kegiatan tersebut. Jumadi, salah satu penerima bibit, menyampaikan rasa syukur atas bantuan bibit tersebut.

“Program ini sangat membantu kami. Selain menambah penghijauan, ke depan juga bisa menjadi sumber tambahan penghasilan bagi keluarga,” tuturnya.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Indonesia Serukan Aksi Kolektif Memperluas Solusi Kebakaran Melalui Global Fire Management Hub

Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menegaskan komitmen Indonesia dalam aksi global penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui panggilan bersama Call to Action on Integrated Fire Management and Wildfire Resilience. Komitmen ini disampaikan oleh Thomas Nifinluri, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, dalam sesi “From Call to Action to Implementation: Scaling Fire Solutions through the Global Fire Management Hub” yang diselenggarakan FAO dan Pemerintah Brasil sebagai bagian dari COP30 Presidency’s Action Agenda, di Belem Brasil, (17/11/2025).

Dalam forum strategis yang dihadiri puluhan negara tersebut, Thomas menegaskan bahwa pendekatan Indonesia terhadap mitigasi kebakaran sangat sejalan dengan prinsip Integrated Fire Management (IFM) yang diusung Global Fire Management Hub. Ia menyampaikan bahwa, hingga saat ini, telah terdapat 4 (empat) negara di ASEAN yang mengendorse Call to Action yaitu Indonesia, Malaysia, Myanmar dan Filipina. Harapannya akan lebih banyak lagi negara ASEAN yang mendukung Call to Action sehingga implementasi IFM di ASEAN akan semakin kuat.

Thomas menjelaskan bahwa pengalaman Indonesia menunjukkan adanya tiga faktor fundamental dalam upaya pengurangan risiko karhutla. “Terdapat tiga faktor penting dalam mitigasi karhut berdasarkan pengalaman dari Indonesia yaitu kolaborasi antar para pihak baik di level nasional maupun regional, menjalin koordinasi yang baik lintas sektor dan regional serta mendorong partisipasi dari masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Indonesia menekankan bahwa ASEAN telah memiliki fondasi penting yang mendukung implementasi IFM. Thomas menegaskan, “ASEAN memiliki ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (AATHP) yang telah disepakati bersama sejak tahun 2002 yang menjadi sebuah instrumen yang tepat untuk meningkatkan komitmen negara ASEAN di dalam menghadapi permasalahan karhutla.”

Ia juga menjabarkan berbagai inisiatif ASEAN yang sudah selaras dengan Call to Action, antara lain: adanya perubahan paradigma dari pemadaman ke pencegahan, penguatan Kerjasama internasional, mempromosikan praktik Community-based Fire Management (CBFiM), pengembangan portal di ASEAN (ASEAN Haze Portal) sebagai wadah pertukaran pengetahuan dan data, perbaikan kualitas data luas kebakaran dengan penyusunan Guideline on burnt area mapping and estimation, peningkatan kapasitas dengan dukungan mitra internasional dan perguruan tinggi, pengembangan ASEAN Investment Framework for Haze Free Sustainable Land Management (AIF-HFSLM), dan dokumen untuk pengelolaan lahan gambut berkelanjutan berupa ASEAN Peatland Management Strategy, dan dokumen acuan untuk mitigasi kabut asap akibat karhutla melalui ASEAN Haze Free Roadmap 2023–2030.

Lebih jauh, Thomas menegaskan langkah strategis Indonesia dalam memperkuat tata kelola pengendalian asap lintas batas. “Indonesia saat ini sedang dalam persiapan pendirian ASEAN Coordinating Center for Transboundary Haze Pollution Control (ACCTHPC) dengan host oleh Indonesia. Center ini merupakan center ASEAN yang dimandatkan oleh AATHP untuk koordinasi dan fasilitasi kerja sama dalam penanganan kabut asap akibat karhutla. Semoga ACCTHPC ini ke depan dapat menjadi hub dalam implementasi IFM di regional ASEAN dan dapat berkontribusi dan berkolaborasi dengan Global Hub Fire Management,” jelasnya.

Sesi ini juga ditekankan oleh para pemimpin global sebagai momentum penting untuk memperkuat kolaborasi internasional. Welcome Remarks FAO mencatat bahwa Call to Action yang diluncurkan pada 6 November 2025 telah didukung oleh 62 negara dan 4 organisasi internasional, mencerminkan komitmen global yang semakin kuat.

Dengan semakin meluasnya dukungan dunia terhadap Call to Action, Indonesia menegaskan kesiapan untuk berperan sebagai bagian dari solusi global. Melalui kolaborasi di ASEAN dan kontribusi di bawah Global Fire Management Hub, Indonesia menempatkan penguatan pencegahan, peningkatan kapasitas, dan integrasi pengetahuan lokal sebagai pilar penting menuju tata kelola kebakaran hutan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Indonesia Tegaskan Komitmen Penguatan Hak Tanah Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal pada COP30 di Belem, Brasil

Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen kuat untuk mempercepat pengakuan dan perlindungan hak-hak Masyarakat Adat dan komunitas lokal (Indigenous Peoples and Local Communities/IPLCs) dalam High-Level Meeting Advancing Indigenous Peoples, Local Communities, and Afro-descendant Communities Land Tenure yang diselenggarakan oleh Forest Tenure Funders Group–Forest Chain Leaders Partnership (FCLP) di COP30 Belem, Brasil (17/11/2025).

Pertemuan tingkat tinggi ini menekankan pentingnya peningkatan hak atas tanah bagi IPLCs sebagai strategi efektif dalam menurunkan laju deforestasi serta memperkuat peran masyarakat sebagai penjaga hutan. Pada forum tersebut, Indonesia bersama Brazil, Kolombia, Kongo, Ekuador, Peru, serta Gordon and Betty Moore Foundation menyerukan Territorial Commitment untuk mengakui dan memperkuat 160 juta hektare lahan masyarakat hingga 2030. Komitmen tersebut disertai upaya mobilisasi pendanaan sebesar USD 1,8 miliar dalam lima tahun melalui mekanisme blended finance, dengan alokasi minimal 20% pendanaan diberikan langsung kepada IPLCs.

Dalam sesi pertemuan, Indonesia menegaskan kembali langkah nyata pemerintah melalui percepatan pengakuan 1,4 juta hektare Hutan Adat dalam empat tahun mendatang. Arah kebijakan tersebut diwujudkan melalui tiga strategi utama:

Pembentukan Satgas Khusus Kementerian Kehutanan. Satgas ini bertugas memastikan percepatan pengakuan HA dengan pendekatan kolaboratif bersama NGO/CSO, akademisi, pemerintah daerah, dan mitra strategis lainnya;
Penyusunan Peta Jalan (Road Map) Percepatan Hutan Adat. Road Map akan menjadi panduan komprehensif untuk mencapai target pengakuan HA sekaligus memastikan perlindungan hak-hak Masyarakat Adat dan komunitas lokal; dan
Pengembangan Mekanisme Pembiayaan Kolaboratif. Mekanisme ini akan mendukung percepatan pengakuan HA, pengembangan sistem informasi berbasis HA, penyusunan direktori pengetahuan IPLCs, serta peningkatan mata pencaharian masyarakat melalui tata kelola kawasan, ekonomi, dan sosial.
Indonesia juga menyampaikan kesediaan untuk mengambil peran kepemimpinan dalam memperkuat kolaborasi antarnegara dan mitra pembangunan. Pemerintah menyambut baik kerja sama dengan negara-negara sahabat, CSO, dan berbagai pihak guna meningkatkan keterlibatan IPLCs dalam pengelolaan hutan dan lahan, memperluas jejaring pemberdayaan, serta mendorong integrasi kebijakan pada tingkat regional hingga tapak.

Di akhir pertemuan, negara-negara peserta mencapai kesepakatan untuk memastikan keterlibatan penuh IPLCs dalam implementasi kebijakan, mempermudah akses pendanaan, serta menjamin partisipasi mereka dalam pengambilan keputusan melalui mekanisme Free, Prior, and Informed Consent (FPIC) atau Padiatapa.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Menhut Raja Antoni Resmikan Pilot Bioethanol Aren di Kamojang: Aren Jadi Pilar Bahan Bakar Hijau Pemerintahan Prabowo

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meresmikan Pilot Bioethanol Aren di lingkungan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Kamojang. Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam upaya mempercepat pengembangan bioenergi hijau berbasis aren, sejalan dengan agenda transisi energi Presiden Prabowo Subianto.

Menhut Raja Antoni menegaskan bahwa pilot ini bukan sekedar proyek teknis, melainkan bukti bahwa kekayaan hutan Indonesia mampu menjadi energi bersih yang bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat.

“Hari ini saya sangat gembira, karena apa yang kita bicarakan dan pikirkan bisa dilaksanakan. Terima kasih kepada teman-teman semua yang sudah bekerjasama membantu. Langkah besar bahwa kekayaan hutan Indonesia dapat menghasilkan energi bersih yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Menhut Raja Antoni, di Kamojang, Rabu (19/11/25).

Menhut Raja Antoni mengatakan keunggulan aren sendiri telah menjadi perhatian sejak lama oleh Presiden Prabowo. Menhut Raja Antoni mengatakan ketahanan energi menjadi salah satu program penting Presiden Prabowo yang perlu diwujudkan dengan kerjasama seluruh pihak.

“Pak Presiden cukup clear menyampaikan cita-cita beliau tentang pentingnya ketahanan energi. Geopolitik yang semakin tidak stabil pada ujungnya bila terjadi yang tidak diinginkan oleh kita bersama pada akhirnya masing-masing bangsa akan berpikir untuk dirinya sendiri. Oleh karena itu ketahanan energi menjadi program pasti yang harus dilaksanakan terutama oleh pihak yang memiliki kewajiban mengimplementasikan program Pak Prabowo ini” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa proses produksi bioetanol aren, mulai dari penyadapan nira, pengolahan, hingga penggunaan bahan bakar bioethanol kini benar-benar dapat diuji dan dimanfaatkan. Menhut Raja Antoni menegaskan bahwa aren adalah salah satu komoditas paling potensial untuk menopang kebutuhan bioetanol nasional, sebab aren juga dapat tumbuh baik di bawah tegakan hutan mampu hidup di lereng yang tidak cocok untuk tanaman lain.

“Dengan produktivitasnya yang tinggi dan ketersediaannya yang stabil, aren dapat menjadi salah satu pilar pemenuhan kebutuhan bioetanol nasional. Ketika nilai ekonominya meningkat, masyarakat akan memiliki insentif kuat menjaga tutupan hutan dan mencegah alih fungsi lahan,” ujar Menhut Raja Antoni.

Menhut Raja Antoni juga menyebut keberhasilan bioetanol aren sangat ditentukan oleh masyarakat. Pilot ini mengolah nira aren dari kelompok Perhutanan Sosial dan koperasi desa, sehingga rantai pasok energi hijau ini langsung menguntungkan masyarakat.

Di acara ini, Menhut juga melakukan pengisian bahan bakar dengan kandungan Bioethanol Aren ke mobil yang telah disiapkan. Menhut lantas langsung mencoba mengendarai mobil yang telah terisi Bioethanol Aren tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Menhut Raja Antoni juga berharap kegiatan ini dapat dilanjutkan dengan adanya Training for the Trainers Program Percepatan Aren untuk menyiapkan infrastruktur nasional dari berbagai provinsi. Program ini bekerja sama dengan Pertamina, PNRE, PGE, BRIN, BP2SDM Kemenhut dan tim percepatan aren yang dipimpin Penasehat Utama Menhut Willie Smits yang juga ahli konservasi dan mikrobiologi.

Dalam kegiatan ini Menteri Kehutanan juga melakukan penanaman pohon bersama masyarakat di wilayah tersebut, acara penanaman ini juga disertai penyerahan bibit pohon produktif MPTS dan buah-buahan sebanyak kurang lebih 26.000 bibit, dengan penanaman ini diharapkan Daerah Aliran Sungai (DAS) akan terjaga, hutan lestari dan masyarakat mendapatkan kesejahteraan dari buah yang dihasilkan oleh bibit-bibit produtif itu nantinya. Acara juga dilanjutkan dengan pelepasliaran Elang Alap-alap Besra (Tachyspiza virgata) sebagai simbolisasi upaya konservasi dan perlindungan keanekaragaman hayati yang terus dijaga di wilayah Kamojang.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News