Suarapemerintah.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meningkatkan kesiapan untuk mencegah dan menangani kemungkinan penyebaran Virus Corona atau Novel Coronavirus (nCov) ke wilayah Indonesia. Kemenkes telah menyiapkan rumah sakit hingga kantor kesehatan pelabuhan di bandara dan sejumlah pelabuhan.
“Kemenkes sudah menyiapkan semua daerah secara berjenjang dari provinsi, kabupaten/kota, rumah sakit, laboratorium, termasuk kantor kesehatan pelabuhan (KKP) yang ada di pintu masuk negara, baik itu dari bandara, pelabuhan maupun pos lintas darat negara,” kata Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes R. Vensya Sitohang, di kantornya, Jakarta, Rabu (22/1) dikutip dari Antara.
Ia mengatakan Direktorat Jenderal Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Ditjen Fasyankes) Kemenkes telah mengingatkan 100 rumah sakit yang sudah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan untuk penyakit infeksi emerging agar membuat kesiapan penanganan.
Pihaknya juga menyiapkan 860 set alat pelindung diri, 12.322 masker N95, dan 35 ribu health alert card.
Selain itu, Kemenkes juga mendukung perlindungan terhadap para petugas di pintu masuk negara dari kemungkinan penularan virus tersebut.
“Mereka juga harus dilindungi dengan berbagai alat, jangan sampai mereka menjaga negara, tetapi terkontaminasi,” katanya.
Kemenkes sudah melakukan pemeriksaan di pintu masuk yang ada penerbangan langsung dari Tiongkok, baik melalui pergerakan darat, laut dan udara.
General Manajer PT Angkasa Pura II Bandara SMB II Palembang Fahroji mengatakan pihaknya mengaktifkan alat pendeteksi panas atau thermal scanner dan termometer inframerah di setiap pintu kedatangan internasional di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Pelabuhan Boom Baru Palembang, dan Sungai Lumpur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Alat thermal scanner ini, kata dia, dapat mendeteksi suhu tubuh para penumpang yang datang dari luar negeri. Apabila penumpang terdeteksi memiliki suhu tubuh melebihi batas normal, pihaknya akan memeriksanya terlebih dahulu dan memasukkannya ke ruang isolasi sebelum diperbolehkan masuk ke Palembang.
“Alat ini sistemnya tracking, bukan mendeteksi per satu orang. Jadi thermal scanner ini nantinya menembak secara computerized dan langsung di-tracking. Sejak diwaspadai, hingga saat ini belum ada yang terdeteksi,” ujar Fahroji, Rabu (22/1).
Sementara itu Kepala KKP Palembang Amelia berujar pintu kedatangan internasional di Palembang setiap harinya kedatangan penumpang dari Singapura dan Malaysia.
Thermal scanner, kata dia, sejauh ini selalu diaktifkan di pintu kedatangan internasional meskipun tidak ada kewaspadaan terhadap virus yang mewabah di negara lain.
Kemenkes Siapkan RS, Bandara dan Pelabuhan Tangkal Corona
- Advertisement -
Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]


.webp)

















