BerandaPemerintahKabinetHasil Lawatan Menko Luhut-Erick Tohir, Jepang Investasikan USD4 Miliar Untuk Dukung SWF...

Hasil Lawatan Menko Luhut-Erick Tohir, Jepang Investasikan USD4 Miliar Untuk Dukung SWF Indonesia

Suarapemerintah.id – Menko Maritim dan Investasi Luhut Panjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir melakukan lawatan ke Jepang untuk mencari dukungan pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF). Hasilnya adalah komitmen Jepang untuk menanamkan investasi melalui Japan Bank for International Cooperation (JBIC) sebesar USD4 miliar atau sekitar Rp57 triliun untuk mendukung SWF.

Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia atau dikenal dengan Nusantara Investment Authority (NIA) merupakan lembaga yang dibentuk melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang diberi kewenangan khusus guna mengelola dana investasi.

- Advertisement -

Seperti diberitakan KBRI Tokyo, dalam pertemuan tersebut Luhut Panjaitan mengatakan bahwa tujuannya ke Tokyo adalah mengundang Jepang untuk meningkatkan investasi melalui lembaga SWF yang akan dibentuk berdasarkan amanat UU Omnibus. Nusantara Investment Authority (NIA) akan memberikan fleksibilitas bagi investor untuk menanamkan investasi dalam bentuk equity atau aset dengan pengelolaan yang transparan dan profesional.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers di Wisma Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, menjelaskan Gubernur JBIC Maeda Tadashi memastikan adanya dukungan pendanaan untuk SWF Indonesia.

“JBIC siap mendukung pendanaan SWF Indonesia sebesar USD4 miliar (Rp57 triliun). Ini dua kali lipat lebih besar dari yang disampaikan the US International Development Finance Corporation (DFC) – Lembaga pembiayaan asal Amerika Serikat yang siap menyuntik USD2 miliar,” kata Luhut Binsar Pandjaitan, Jumat (4/12/2020).

Selain dengan JBIC, Luhut memastikan adanya dukungan dari 20 perusahaan investor potensial Jepang bidang finance dan energi yang ia temui bersama Menteri BUMN Erick Thohir dan Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi dalam lawatan di Tokyo sejak Kamis (3/12/2020) hingga Sabtu (5/12/2020).

“Angka USD4 miliar ini baru yang dari Pemerintah Jepang (JICB). Dari private sector Jepang (swasta) belum tahu ada berapa yang akan masuk. Jadi saya bilang jangan ke pemerintah saja tapi langsung ke private sector. Dan itu terbukti. Mereka tadi malah ngejar kapan kami mulai masuk,” tegas Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut mengapresiasi kerja keras Dubes RI untuk Jepang Heri Akhmadi bersama tim KBRI Tokyo yang bekerja keras mengatur sejumlah pertemuan dengan pihak pemerintah dan investor Jepang.

Sementara itu Dubes RI untuk Jepang Heri Akhmadi dalam kesempatan yang sama mengatakan hingga Februari 2021 mendatang KBRI Tokyo akan melakukan pendekatan ke para investor di luar Tokyo untuk sosialisasi SWF Indonesia.

“Indonesia akan segera menindaklanjuti komitmen JBIC dengan mempersiapkan detail teknis, dengan harapan investasi tersebut bisa terealisasi pada kuartal pertama tahun 2021,” terang Heri.

Luhut mengatakan bahwa pemerintah Indonesia menargetkan akan menyuntikan dana sebesar USD20 miliar ditambah total aset BUMN sebesar USD600 miliar-700 miliar di kuartal pertama 2021.

“Taruhlah dari total semua investasi yang masuk dari mulai Amerika Serikat, Jepang, Uni Emirat Arab & Arab Saudi, kita bisa dapat US D10 miliar hingga USD30 miliar. Belum termasuk dari kita sendiri,” ungkap Luhut.

Menteri BUMN Erick Thohir menambahkan bahwa pemerintah akan mengeluarkan aturan detail tentang SWF pada pertengahan Desember ini.

”SWF ini kami harapkan dapat menjadi partner bagi investor asing untuk berinvestasi di sektor-sektor yang atraktif dan prioritas di Indonesia, antara lain jalan tol, airport dan pelabuhan. Kita ingin aset-aset yang dimiliki BUMN dapat dioptimalisasikan nilainya,” jelas Erick.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM