SuaraPemerintah.id – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mendorong perluasan ekspor produk sarang burung walet ke Benua Amerika dan Eropa. Indonesia selama ini masih menguasai pangsa pasar ekspor produk sarang burung walet ke China.
Hal ini diungkapkan oleh Syahrul Yasin kepada wartawan, saat meninjau produsen sarang burung walet PT Surya Aviesta di Jalan Kertajaya Indah Timur Surabaya, Jumat, 12 Maret 2021.
“Selama ini, kita masih menguasai pangsa pasar ekspor untuk produk sarang burung walet ke negeri China, sehingga perlu didorong ke Benua Amerika dan Eropa,” katanya.
Menurutnya, produk sarang burung walet adalah komoditas ekspor yang sangat diminati dunia. Indonesia masih tetap menjadi negara penghasil sekaligus eksportir utama sarang burung walet di dunia dan bahkan volume ekspornya terus meningkat walau ada pandemi COVID-19.
Hal ini senada dengan pendapat Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga yang mengatakan bahwa berdasarkan trademap tahun 2019, ekspor sarang burung walet Indonesia berkontribusi 48,16 persen dari total ekspor sarang burung walet dunia.
Untuk itulah di sela kunjungan kerjanya di Jawa Timur, dia menyempatkan untuk meninjau perusahaan PT Surya Aviesta yang dikenal sebagai salah satu produsen sarang burung walet terbesar di Tanah Air. Ia memastikan bahwa pemerintah siap mendukung penuh PT Surya Aviesta dan juga seluruh produsen sarang burung walet yang tersebar di berbagai daerah Tanah Air agar dapat berkembang lebih besar lagi. Terutama dalam memenuhi permintaan dari berbagai negara, selain China.
“Contohnya di PT Surya Aviiesta ini, produksinya berasal dari Kalimantan, Sulawesi sampai Papua. Kita akan dukung secara maksimal agar terus berkembang. Kalau pasar ekspor China sudah mereka kuasai. Tetapi Amerika dan Eropa juga sangat terbuka untuk produk ini,” paparnya.
Dalam kunjungannya ke PT Surya Aviesta, Syahrul menyaksikan sendiri bahwa produsen sarang burung walet adalah perusahaan padat karya. Perlu pengembangan dan perluasan pasar ekspor agar banyak masyarakat yang bekerja.
“Maka dengan semakin dikembangkan dengan memperluas pasar ekspor, semakin banyak pula masyarakat yang bisa dipekerjakan di perusahaan ini,” ucapnya. (red/pen)






