SuaraPemerintah.id – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan bantuan sosial tunai (BST) tidak mungkin disunat oleh oknum tak bertanggung jawab. Sebab, dana BST langsung disalurkan ke masing-masing rekening penerima.
“Jadi, tidak mungkin ada pemotongan karena itu langsung ke ATM masing-masing dan tidak berkurang satu perak pun,” ujar Ahmad Riza di Balai Kota DKI, Jumat (12/3/2021).
Ahmad Riza mengatakan, BST dipilih agar mencegah adanya pemotongan. Dengan BST, kata Ahmad Riza, warga dapat menerima utuh Rp 300.000 per keluarga. Ditegaskan, tidak ada potongan biaya transportasi dan pengepakan jika bantuan sosal (bansos) berbentuk sembako.
“Sekali lagi, tidak mungkin bansos dipotong, kenapa? Karena yang menjadi kewajiban kami pemprov, kami sampaikan APBD melalui Bank DKI langsung masuk ATM,” ujar Ahmad Riza.
Ahmad Riza mempersilakan masyarakat yang menemukan adanya pemotongan BST untuk melapor. Namun, Ahmad Riza mengingatkan perlunya data atau dokumen sebagai bukti pendukung.
“Silakan buktikan kalau ada yang disampaikan DKI dipotong. Silakan protes,” ucap Ahmad Riza.
Ahmad Riza juga berjanji akan memberikan sanksi yang berat kepada petugas-petugas yang terbukti melakukan pemotongan BST. Menurut Ahmad Riza, tidak ada alasan untuk membenarkan dilakukan pemorongan BST.
“Kalau ada aparat kami potong di Bank DKI, kita akan beri sanksi yang berat,” tegas Ahmad Riza.
Sebelumnya, kabar disuntanya BST dilontarkan oleh Ketua Fraksi Gerindra di DPRD DKI.
Rani Mauliani mengaku banyak menerima laporan dari warga soal pemotongan BST.
Dana BST yang mestinya diterima warga sebesar Rp 300.000 ternyata menjadi Rp 200.000. Namun, Rani tidak memerinci lokasi dan jumlah warga penerima.
“Banyak laporan ke kami juga memang masih banyak oknum dari pihak wilayah RT dan RW yang melakukan pemotongan dana BST ini,” ujar Rani kepada wartawan, Jumat (12/3/2021).
Rani memang keheranan dengan laporan itu. Pasalnya, BST disalurkan secara tunai.
“Nah, di lapangan masih ada yang diberikan dalam bentuk tunai dengan memanggil kepala keluarga sebagai penerima dikarenakan proses pembagian ATM-nya masih berjalan,” tutur Rani.


.webp)















