Sunday, May 9, 2021

Menteri LHK Tegaskan Perlindungan Potensi Keragaman Genetik Indonesia dari Pihak Asing

SuaraPemerintah.id – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menegaskan pentingnya perlindungan sumber daya genetik dan keanekaragaman hayati Indonesia di tengah ancaman pencurian sumber daya genetik atau biopiracy.

Potensi keragaman genetik Indonesia harus kita jaga dan dicegah agar tidak beralih kepada pihak asing tanpa sepengetahuan atau persetujuan pemerintah.

Hal ini diungkapkan oleh Siti dalam diskusi berjudul Geopolitik dan Perlindungan Sumberdaya Genetik di Indonesia, dipantau dari Jakarta pada Selasa, 23 Maret 2021.

“Sangat jelas tidak dapat dianggap enteng, karena dinamika tersebut berkaitan langsung dengan geostrategi dan geopolitik Indonesia serta geoekonomi,” kata Siti.

Siti menyoroti geoekonomi Indonesia adalah strategi ekonomi yang menetapkan seluruh sumber daya Indonesia berupa bumi, air, udara dan semua kekayaan di dalamnya sebagai satu kesatuan dan kedaulatan ekonomi yang menjadi milik seluruh rakyat dan dikuasi negara serta digunakan untuk kemakmuran masyarakat.

Modal dasar atas semua itu adalah kekayaan alam yang berada dalam bentang alam di wilayah Indonesia.

Siti menegaskan bahwa Indonesia adalah negara dengan megadiversitas hayati yang memiliki banyak flora dan fauna endemik di darat dan lautnya. Dengan contohnya telah teridentifikasi 133.693 spesies di ekosistem laut.

Keanekaragaman Indonesia tersebut dapat ditemukan pada level spesies sampai genetik, dengan genetik menyimpan potensi luar biasa sebagai sumber pangan dan obat-obatan. Hal tersebut menjadi ancaman dan tantangan jika Indonesia tidak mampu mengelola keanekaragaman tersebut.

“Keanekaragaman hayati dan sumber daya genetiknya yang dimiliki Indonesia selain memiliki potensi luar biasa untuk menyejahterakan masyarakat Indonesia juga memikat negara-negara yang tidak lagi memiliki sumber daya tetapi memiliki teknologi untuk memanfaatkannya,” tegas Siti.

Dia memastikan beberapa langkah telah dilakukan untuk menghindari ancaman biopiracy itu salah satunya dengan meratifikasi Protokol Nagoya yang mengatur akses pada sumber daya genetika dan pembagian keuntungan yang adil dari pemanfaatannya.

“Potensi keragaman genetik Indonesia harus kita jaga dan dicegah agar tidak beralih kepada pihak asing tanpa sepengetahuan atau persetujuan pemerintah. Kita mencatat bahwa telah terjadi beberapa kasus pencurian sumber daya genetik atau biopiracy antara lain publikasi peneliti asing tanpa izin,” ujarnya.

Siti memberi contoh salah satu publikasi tanpa izin seperti penemuan spesies baru tawon raksasa Megalara Garuda yang hanya ditemukan di pegunungan Makongga, Sulawesi Tenggara, dengan nama peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tidak dicantumkan dalam publikasi tersebut. (red/pen)

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email suarapemerintah.id@gmail.com

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

HOT NEWS

10,523FansLike
419FollowersFollow
22FollowersFollow
308SubscribersSubscribe

Terpopuler

Suara Rilis

GPR Milenial

Suara Tokoh