SuaraPemerintah.id – Pembangunan Jalan Tol Semanan-Sunter akan dimulai pada Januari 2022. Pembangunan fisik konstruksi Proyek Strategis Nasional (PSN) bernilai investasi Rp11,06 triliun ini diperkiraan waktu pengerjaan selama 32 bulan. Pemerintah tengah menyelesaikan pembebasan lahan di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat
Hal ini katakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen Pengadaan Tanah Jalan Tol Ruas Semanan-Sunter Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, Hartono di Jakarta, Senin, 15 Maret 2021. Pihaknya menjelaskan saat ini pemerintah tengah menyelesaikan pembebasan lahan di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.
Khusus di Jakarta Pusat, pembebasan lahan sudah selesai dilakukan di Kampung Delta Serdang, begitu juga di wilayah Kelurahan Kebon Kosong. Sementara itu, pembebasan lahan di Duri Pulo, Gambir, masih terus diupayakan. Hartono menjelaskan bahwa pembebasan lahan akan menggunakan sistem ganti rugi yang dibayarkan pemerintah dengan skema appraisal, atau di atas Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).
“Setelah (pembongkaran) itu selesai, mulai konstruksi. Jadwal konstruksi tahun 2022 dimulai bulan Januari,” kata Hartono.
Pembangunan jalan Tol Semanan-Sunter berdampak juga pada dua sekolah dasar (SD) di Jakarta Pusat yang harus direlokasi yang saat ini masuk dalam tahap musyawarah untuk tanah pengganti. Saat ini Pemerintah Kota melakukan persiapan musyawarah bentuk kerugian dengan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
“Ada dua SD yang saat ini kami sedang melakukan musyawarah untuk tanah pengganti, yaitu untuk SD 07 Kebon Kosong dan SD 02 Kebon Kosong,” jelasnya.
Ada pun untuk pembebasan lahan di Kelurahan Kebon Kosong, terdapat lahan berstatus HPL milik Sekretariat Negara seluas empat hektare yang dikelola oleh Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (PPKK), tetapi telah dibayarkan ke PPKK sejak tahun 1990. Sehingga perlu hati-hati agar tidak terjadi dua kali pembayaran.
“Kebon kosong itu harus hati-hati karena di sana tanahnya PPK Kemayoran, di mana tahun 90 kena pembebasan tapi tidak ditindaklanjuti, sekarang jual beli lagi. Kita harus hati-hati supaya tidak ada duplikasi pembayaran,” kata dia.
Selain itu Hartono menambahkan bahwa kendala lainnya dalam pembangunan Tol Semanan-Sunter juga terdapat perubahan trase di Kelurahan Duri Pulo, Gambir. Oleh karena itu, Kementerian PUPR selalu pelaksana konstruksi masih menunggu jadwal pengukuran trase dari Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Provinsi DKI Jakarta.
Seperti diketahui, Tol Semanan-Sunter membentang sepanjang 20,23 kilometer dengan nilai investasi Rp11,06 triliun. (red/pen)


.webp)












