Sunday, May 9, 2021

KAI Resmi Tidak Menambah Jumlah Perjalanan KAJJ 6-17 Mei

SuaraPemerintah.idPT KAI (Persero) resmi tidak menambah jumlah perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) jelang larangan mudik pada 6 Mei hingga 17 Mei 2021 untuk beberapa Daerah Operasional (Daop) Jakarta dan Divisi Regional Sumatera. Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa memaparkan, KAJJ Daop 1 Jakarta terpantau kondusif dengan penerapan protokol kesehatan.

Seiring dengan itu, KAI dari area Daop 1 Jakarta memutuskan tidak menambahkan jumlah perjalanan sebagai bentuk terhadap komitmen pengentasan penyebaran virus Covid-19.

Menurutnya, pekan lalu hingga kini jumlah perjalanan pada masa pandemi tidak mengalami penambahan. Operasional KAJJ dari wilayah Daop 1 Jakarta untuk akhir pekan ini berkisar antara 17 sampai 20 perjalanan per Stasiun Keberangkatan seperti Stasiun Gambir atau Pasar Senen.

“Jumlah tersebut rata sama dengan pekan sebelumnya. Adapun untuk penerapan prokes, pembatasan volume penumpang dengan kuota maksimal 70 persen juga diberlakukan untuk seluruh rangkaian yang berangkat,” ungkapnya melalui keterangan resmi yang diterima Bumninc.com, Senin (3/5/2021).

Terkait ketersediaan tempat duduk (TD) terhitung hingga hari ini, Senin (3/5/2021), dari Stasiun Pasar Senen terdapat 20 KA yang berangkat dengan TD sekitar 10.500. Dari jumlah ketersediaan TD tersebut sekitar 7.000 diantaranya telah dipesan.

Sementara dari Stasiun Gambir terdapat 17 KA yang berangkat dengan ketersediaan tempat duduk sebanyak 5600 dan sekitar 4000 diantaranya telah dipesan.

“Data ketersediaan TD yang telah dipesan menjadi angka rata-rata volume calon pengguna jasa yang berangkat,” paparnya. Total ketersediaan tempat duduk di Stasiun Gambir dan Pasar Senen merupakan jumlah yang telah dibatasi dengan kuota maksimal 70 persen.

Data volume penumpang merupakan data pemesanan tiket sementara yang bersifat dinamis. KAI Daop 1 Jakarta menghimbau seluruh pengguna jasa yang akan berangkat menggunakan KAJJ agar memastikan seluruh persyaratan khususnya terkait protokol kesehatan terpenuhi, seperti diantaranya surat pemeriksaan Covid 19 dan kondisi sehat dengan suhu tubuh normal.

“Jika salah satu dari ketentuan terkait protokol kesehatan tidak dapat dipenuhi maka dipastikan calon penumpang tidak dapat melanjutkan perjalanan,” jelasnya.

Disampaikannya pula, untuk masa pengetatan hingga 5 Mei 2021 serta 18 – 24 Mei 2021 seluruh calon pengguna masih diwajibkan memiliki surat keterangan pemeriksaan Covid 19 Hasil Negatif dengan masa berlaku 1×24 jam. Pengguna dapat memilih salah satu jenis pemeriksaan yakni PCR, GeNose Tes atau Rapid Antigen.

Sementara itu, terkait detail operasional perjalanan KA di masa larangan mudik tanggal 6 s.d 17 Mei 2021 akan diinformasikan selanjutnya. Saat ini detail operasional KAJJ pada masa larangan mudik masih dalam pembahasan bersama.

“PT KAI akan selalu mendukung seluruh langkah pemerintah dalam upaya penanganan Covid 19. Hingga kini tiket perjalanan untuk tanggal 6 s.d 17 Mei 2021 belum dijual atau belum dapat dilakukan pemesanan,” terangnya.

Senada dengan itu, PT KAI Divisi Regional III Palembang pun telah mengonfirmasi tidak menjual tiket Kereta Api (KA) jarak jauh Kertapati-Tanjung Karang ataupun Kertapati-Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Manager Humas PT KAI Divre III Palembang Aida Suryanti di Palembang, Minggu, mengatakan pihaknya tidak membuka penjualan tiket secara daring untuk perjalanan pada tanggal tersebut. “Masyarakat hanya dapat mengakses penjualan tiket kereta api sampai dengan 5 Mei 2021. KAI bakal kembali menjual tiket pada 18 Mei 2021,” kata dia, dikutip Antara, Senin (3/5/2021).

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email suarapemerintah.id@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

HOT NEWS

10,523FansLike
419FollowersFollow
22FollowersFollow
308SubscribersSubscribe

Terpopuler

Suara Rilis

GPR Milenial

Suara Tokoh