Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang turut ambil bagian dalam Puncak Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran Mahkota Ajeg Ki Sunda yang digelar di Kota Bandung, Sabtu (16/5) malam. Kehadiran rombongan Pemkab Sumedang menjadi salah satu perhatian masyarakat dengan menampilkan beragam kesenian khas daerah di sepanjang rute kirab budaya.
Ribuan warga memadati jalur kirab yang dimulai dari Kiara Artha Park hingga berakhir di Gedung Sate. Dalam kegiatan tersebut, rombongan Kabupaten Sumedang tampil menggunakan Kereta Kencana yang ditumpangi langsung oleh Dony Ahmad Munir bersama M Fajar Aldila dan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Tuti Ruswati.
Penampilan kesenian Kuda Renggong dan Seni Genggong yang dibawakan tim seni Kabupaten Sumedang turut memeriahkan suasana kirab budaya. Atraksi budaya khas Sumedang tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memadati sepanjang rute kegiatan.
Bupati Dony Ahmad Munir mengatakan, keikutsertaan Pemkab Sumedang dalam Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran Mahkota Ajeg Ki Sunda merupakan bentuk komitmen daerah dalam melestarikan budaya Sunda sekaligus memperkenalkan kekayaan seni tradisional Sumedang kepada masyarakat luas.
“Alhamdulilah kami mengikuti Kirab Milangkala Tatar Sunda. Dari Kiara Artha ke Gedung Sate Sumedang mengirimkan tim keseniannya,” kata Dony.
Menurutnya, kirab budaya tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai budaya Sunda sekaligus menjaga warisan sejarah agar tetap dikenal generasi muda. Kehadiran Kabupaten Sumedang dalam kegiatan budaya tingkat Jawa Barat itu juga menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya daerah di tengah perkembangan zaman.
Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran Mahkota Ajeg Ki Sunda sendiri merupakan bagian dari rangkaian perjalanan Mahkota Binokasih yang sebelumnya diarak melintasi berbagai daerah di Jawa Barat. Kegiatan tersebut melibatkan 27 kabupaten/kota dengan menampilkan seni dan budaya khas masing-masing daerah.
Melalui partisipasi dalam kirab budaya tersebut, Pemkab Sumedang berharap budaya lokal seperti Kuda Renggong dan berbagai kesenian tradisional lainnya dapat terus lestari serta semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






