spot_img

BERITA UNGGULAN

Menteri PPPA Ajak Kader Muslimat NU Waspadai Kekerasan Online terhadap Perempuan dan Anak

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengajak seluruh kader Muslimat NU untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekerasan berbasis online yang semakin marak dan mengancam perempuan serta anak-anak di era digital saat ini.

Ajakan tersebut disampaikan Menteri PPPA saat menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat NU bertema “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian dan Meneduhkan Peradaban” yang digelar di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPPA menekankan pentingnya peran orang tua, khususnya ibu, dalam meningkatkan literasi digital di lingkungan keluarga guna melindungi anak dari berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi di ruang digital.

“Kejahatan berbasis online saat ini tidak hanya mengancam anak-anak, tetapi juga memengaruhi pola asuh, moralitas, dan ketahanan keluarga. Orang tua perlu meningkatkan literasi digital dan memahami aktivitas anak di ruang digital agar anak terhindar dari berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi daring,” ujar Menteri PPPA saat berbicara di depan ribuan jamaah pada peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat NU dengan tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian dan Meneduhkan Peradaban, di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Jawa Timur.

Menurut Menteri PPPA, perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru dalam pengasuhan anak serta perlindungan perempuan di ruang digital. Karena itu, keluarga memiliki peran strategis dalam membangun lingkungan yang aman, sehat, dan berkualitas bagi tumbuh kembang anak.

“Perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru bagi keluarga, terutama dalam pengasuhan anak dan perlindungan perempuan di ruang digital. Ibu-ibu juga harus belajar menggunakan media sosial secara bijaksana karena jika tidak digunakan dengan baik, dampaknya sangat besar bagi anak-anak dan keluarga. Ibu adalah pendidik pertama bagi anak-anaknya. Ketahanan keluarga harus kita jaga bersama,” ujar Menteri PPPA.

Menteri PPPA juga mengapresiasi kontribusi Muslimat NU yang selama ini aktif dalam pembangunan masyarakat melalui pendidikan keluarga, perlindungan perempuan dan anak, serta pemberdayaan masyarakat hingga tingkat akar rumput.

Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa turut mengapresiasi kiprah Muslimat NU di Jawa Timur yang dinilai aktif memberikan pelayanan sosial dan pendidikan kepada masyarakat.

Menurut Khofifah, Muslimat NU memiliki kontribusi besar melalui pengelolaan taman pendidikan Al-Qur’an (TPQ), panti asuhan, hingga layanan kesehatan melalui rumah sakit dan klinik yang tersebar di berbagai daerah.

“Ini menjadi bagian dari kekuatan Muslimat NU dalam menjaga pendidikan, pelayanan sosial, dan tradisi Ahlusunnah Waljamaah di tengah masyarakat, termasuk bagi warga Indonesia di luar negeri,” ujar Gubernur Jawa Timur.

Khofifah juga menyebut peran Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Muslimat NU di sejumlah negara seperti Malaysia, Jepang, Hongkong, dan Inggris menjadi bukti bahwa kiprah organisasi perempuan Nahdlatul Ulama tersebut terus berkembang hingga tingkat internasional.

Peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU menjadi momentum penguatan peran perempuan dalam menjaga ketahanan keluarga, pendidikan, serta perlindungan perempuan dan anak di tengah tantangan perkembangan teknologi digital yang semakin kompleks.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekt@suarapemerintah.id

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru