spot_img

BERITA UNGGULAN

PLN Perluas Jangkauan Electrifying Agriculture di Jatim

SuaraPemerintah.id – PT PLN memperluas pelanggan sektor agrikultur untuk mendukung bangkitnya perekonomian di tengah pandemi Covid-19.

Di Jawa Timur, hingga Mei 2021, PLN telah melistriki 11.558 pelanggan sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, hingga sektor pengolahan produk hasil pertanian dengan total daya tersambung sebanyak 49,39 MVA. Sampai akhir tahun 2021 ini, total proyeksi penambahan sektor agrikultur sebanyak 2.153 pelanggan dengan daya sebesar 24,78 MVA.

Senior Manager General Affairs PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur A Rasyid Naja mengatakan, Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Madiun menjadi unit dengan jumlah pelanggan sektor agrikultur terbanyak, yakni 38.363 pelanggan hingga Mei 2021.

Pelanggan tersebut menggeluti bidang perikanan, perkebunan, pertanian dan peternakan. Adapun terbanyak kedua adalah UP3 Ponorogo dengan jumlah pelanggan 2.343.

“Mereka notabene berasal dari pertanian, pembibitan dan budidaya perikanan, budidaya ternak, perkebunan hingga hortikultura sayur ataupun buah,” kata Rasyid, di Surabaya, Selasa (29/6/2021).

Untuk mendukung pengembangan sektor pertanian, PLN UID Jawa Timur memiliki program KUR Electrifying Agriculture, yakni Kredit Usaha Rakyat (KUR) bekerjasama dengan Bank Mandiri.

Program ini ditujukan untuk pelanggan PLN dalam rangka mendukung program layanan penyambungan tenaga listrik untuk sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan serta tidak terbatas pada jenis usaha pengelolaan irigasi, penggilingan padi, budidaya buah naga, budidaya hewan ternak dan perikanan.

“Hingga Mei 2021 program ini diikuti sebanyak 8.463 pelanggan dengan daya 33.421.700 VA,” ujarnya.

Rasyid menambahkan, program Electrifying Agriculture juga telah dinikmati petani buah naga di Banyuwangi.

Program “Listrik untuk Sang Naga” telah mendorong peningkatan perekonomian petani karena panen dapat dilakukan sepanjang tahun, dimana untuk 1 hektar lahan dengan penyinaran dapat menghasilkan buah naga sebanyak 77 ton tiap tahunnya dengan harga per kilo berkisar antara Rp 4.000 hingga Rp 30.000. Tercatat sekitar 1.362 hektare lahan buah naga yang tersebar di daerah Pesanggaran, Siliragung, Tegaldlimo, Bangunrejo dan Purwoharjo sudah teraliri listrik.

Selain itu, elektrifikasi ini juga melahirkan gagasan Agro Wisata Petik Jeruk dan Naga Listrik yang menyuguhkan pertanian buah naga disinari lampu-lampu LED di Pesanggaran yang menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap pengunjung.

Mereka dapat menikmati sensasi berkunjung ke ladang buah naga sambil memetik sendiri buah naga maupun jeruk yang ada di area wisata tersebut. Pada malam hari pengunjung dapat merasakan pengalaman untuk mengawinkan buah naga secara langsung.

“Dihiasi lampu-lampu yang cantik, wisatawan juga bisa berfoto di ladang cahaya dari atas ketinggian spot foto yang disediakan di tempat ini. Tempat wisata ini telah dikunjungi sekitar 4.000 wisatawan baik lokal maupun domestik,” pungkas Rasyid.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekt@suarapemerintah.id

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru