Jumat, September 17, 2021
spot_img

Ada Hutan Bambu Di Warung Bongkok

SuaraPemerintah.ID– Akhir pekan, saya mengunjungi Hutan Bambu pinggir Kali Cikarang di Kampung Jayaraga, Warung Bongkok RT 05/RW 07, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat. Di lokasi disebut Hutan Bambu ini saya bertemu dengan beberapa penggiat dari Komunitas Save Kali Cikarang belakangan sedang giat melakukan aksi kerja bakti secara gotong royong, membersihkan DAS Kali Cikarang di lingkungan Kampung Jayaraga, hingga Warung Bongkok.

Untuk menyalurkan rasa ingin tahu, hampir 1 jam menyusuri bantaran Kali Cikarang, lebat ditumbuhi pohon bambu. Pohon-pohon bambu tumbuh secara alami dan memenuhi bantaran kali Cikarang ini berfungsi sebagai pengikat tanah agar tidak longsor saat banjir.

Saat menyusuri bantaran kali, kadang kita harus merundukkan badan untuk menghindari ranting-ranting saling bertemu di antara rumpun bambu, rapatnya jalinan ranting ini membuat kita berpikir, pantas saja lokasi ini disebut sebagai Hutan Bambu.

Selain segarnya pemandangan alami, di mana-mana terlihat gundukan-gundukan daun bambu kering, sempat khawatir bakal ada kemungkinan hewan reptil, seperti ular, biawak bersembunyi dan mengintai.

Tapi banyaknya pemancing ikan di tepian kali meyakinkan bahwa lokasi ini cukup aman untuk disusuri, bahkan saya sempat bertemu dengan beberapa orang sedang memikat burung (penagngkap burung, ayam-ayaman, burung plicir). Lokasi ini buat saya seperti “dunia lain” setelah melewati bangunan kota, kegiatan bisnis, dan padatnya lalu lintas dari Babelan ke Warung Bongkok. Setelah sampai lokasi, terbayar sudah lelah selama di perjalanan tersebut. Ya, pemandangan hutan bambu yang tidak ada di pusat perkotaan.

Setelah puas berkeliling dan melihat-lihat lingkungan di sekitar Hutan Bambu Warung Bongkok, saya sempatkan ngobrol bersama salah satu penggiat Komunitas Save Kali Cikarang, Bang Eko Djatmiko, saat itu datang bersama keluarga besarnya.

Bang Eko menyampaikan bahwa lokasi ini aman dan nyaman untuk wisata keluarga, dan nyatanya bukan hanya Bang Eko mengajak anggota keluarganya ke Hutan Bambu Warung Bongkok Cikarang ini, setidaknya saya melihat beberapa ibu-ibu bertamasya dengan membawa bekal dari rumah untuk digelar makan bersama-sama.

Dari obrolan mengenai wisata yang ada di Bekasi, salah satunya wisata kali bantaran sungai, Bang Eko kemudian menceritakan visi komunitasnya untuk menjaga kebersihan bantaran Kali Cikarang dan melestarikan keberadaan Hutan Bambu yang teduh ini agar menjadi ruang terbuka hijau.

Lebih jauh Bang Eko menceritakan dirinya sempat datang ke Hutan Bambu yang ada di pinggiran kali irigasi Kota Bekasi untuk studi banding, lantaran memiliki kesamaan karakter lingkungan dengan hutan bambu warung bongkok. Dari sana Ia belajar banyak mengenai penataan lokasi dan pelestarian bambu.

“Saya berandai-andai, Hutan Bambu ini menjadi nyaman bukan saja bagi warga di wilayah lingkungan sini, tapi bisa menjadi oase segar untuk warga Cikarang dan Bekasi. Saat ini kami masih berupaya dengan menggandeng banyak pihak untuk membersihkan sampah-sampah dan merapikan lokasi ini agar nyaman buat siapa saja. Selain itu potensi Kali Cikarang ini juga bagus untuk wahana uji nyali dengan olah raga arung jeram,” ucap Bang Eko.

Untuk meramaikan lokasi Hutan Bambu, Bang Eko dan teman-teman sudah berencana membuat perpustakaan, agar anak-anak bermain di lokasi juga bisa membaca buku. Bisa Berenang di kali. Membaca dan bermain bersama alam.

“Jadi nanti di lokasi ini, anak-anak yang ramai bermain dan berenang di kali itu juga bisa membaca buku, atau belajar apa saja, semoga nantinya ada teman-teman yang mau membantu kami untuk menjadi mentor atau mengajari keterampilan kepada mereka,” paparnya.

Rupanya saat hari menjelang petang, banyak anak-anak sekitar yang datang untuk bermain bersama teman-temannya memenuhi lokasi. Di sisi lain sekitar belasan anak lelaki terlihat asyik terjun ke kali saat itu lumayan jernih dan bersih, airnya hijau kecoklatan memantulkan bayangan pepohonan, terlihat sejuk dan menggoda untuk berendam menyegarkan diri di hari yang terik. Jarang-jarang saya melihat kali di Bekasi yang sejernih ini.

Anak-anak itu tanpa takut berenang hingga ke seberang kali, sebagiannya bermain di pinggiran kali yang lebih dangkal. Sebagiannya yang kebanyakan anak-anak perempuan terlihat hanya menonton dan mengawasi dari bantaran kali. Sementara itu asap pembakaran daun-daun kering memberi efek kabut tipis di lokasi.

Aroma daun yang terbakar membangkitkan kenangan purba. Terlintas kenangan saat kecil, kebiasaan warga membakar sampah atau “nabun” saat sore setelah membersihkan pekarangan yang juga ternyata berfungsi untuk mengusir nyamuk saat malam.

Terlihat ada beberapa kelompok anak-anak bermain di bawah teduh dan rindangnya pepohonan. Melihat saya asyik memotret anak-anak yang sedang mandi di kali, sebagian dari mereka yang tidak berenang meminta saya untuk memotret mereka juga setelah bertanya berapa biayanya.

“Boleh, tapi bayarnya pakai kopi, 1 gelas saja,” canda saya.

Di luar dugaan, anak-anak itu berunding dengan cepat mengenai bagaimana membeli kopi yang lumayan jauh karena tidak ada warung atau penjual kopi di lokasi, lalu kemudian dengan ceria mereka mengatur pose masing-masing.

“Hahaha saya cuma bercanda, kopi saya saja belum habis kok di saung sana,” kata saya setelah memotret mereka dengan berbagai gayanya.

Seperti Bang Eko sampaikan, area Hutan Bambu Warung Bongkok pinggir Kali Cikarang ini memiliki potensi untuk dijadikan tempat rekreasi keluarga oleh masyarakat sekitar. Jika areal ini sudah bersih dan rapi, ada perpustakaan, ada wahana arung jeram Kali Cikarang dan lain-lain, saya kira lokasi ini akan menjadi tempat yang asri dan nyaman untuk saya menghabiskan waktu senggang bersama keluarga.

Semoga visi dan misi Komunitas Save Kali Cikarang akan cepat terwujud sehingga Cikarang, atau khususnya wilayah Hutan Bambu Warung Bongkok di Kampung Jayaraga Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat ini akan menjadi pengingat, bahwa tidak 10 persen benar bahwa Cikarang adalah Kota Industri, di sana masih ada ruang terbuka hijau asri, tempat rekreasi keluarga yang ramah dan kental rasa kekeluargaan seperti Hutan Bambu Warung Bongkok ini, dan mungkin saja masih ada tempat lain seperti ini di sekitaran Cikarang yang belum saya ketahui.

Semoga Pemerintah Daerah kabupaten Bekasi, pihak terkait, pemilik pabrik, perusahaan di sekitar sana ikut membantu terwujudnya cita-cita Komunitas Save Kali Cikarang ini, baik dengan CSR atau dukungan lainnya untuk memanjukan wisata hutan bambu warung bongkok.

(Bisot)

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email suarapemerintah.id@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

HOT NEWS

10,502FansSuka
419PengikutMengikuti
22PengikutMengikuti
1,350PelangganBerlangganan

Special Interview

Suara Olah Raga

Suara Loker

Terpopuler

GPR Milenial

Suara Tokoh

close