Rabu, Januari 28, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Pelajar SD Marsudirini Curhat Ke Ganjar Soal PPKM Darurat

SuaraPemerintah.id – Salah satu siswa SD Marsudirini, Ichels, menceritakan isi hatinya kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengenai ayahnya yang tidak dapat mengais rezeki akibat adanya pemberlakuan PPKM Darurat ini. Curahan hati itu itu diungkapkan Ichels saat mengikuti acara penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara berani yang dihadiri oleh Ganjar.

Awalnya Gubernur Jateng yang menyapa pelajar SD Marsudirini meminta bagi siswa yang mengikuti forum untuk menulis pertanyaan dan pernyataan yang mau diungkapkan. Nah disaat itulah Ichels menulis pesan dan menceritakan isi hatinya.

- Advertisement -

“Ayahku korban PPKM. Selesai PPKM-nya kapan, Pak?” ketik Ichels di saat zoom metting, Jumat (16/7/21).

Pesan yang Ichels sampaikan tidak terlewat dari pandangan Ganjar yang membaca keseluruhan isi pesan anak-anak. Ganjar langsung merespon ketika melihat pesan dari Ichels dengan menanyakan orang tua Ichels dan memberikan penjelasan.

- Advertisement -

“Ichels orangtuanya kerja apa? Kapan selesai PPKM-nya setelah nanti Covidnya sudah turun, saat ini masih tinggi. Sekarang dijaga dulu agar tidak berkeliling dan berkerumun,” tutur Ganjar.

“Kerja jualan pulsa, Pak. Sudah dua minggu tidak jualan, di rumah terus,” jawab Ichels.

Mendengar curahan hati Icels, Ganjar langsung perintahkan stafnya untuk mengirim bantuan kepada keluarga Ichels.

“Ayahmu suruh jualan pulsa pakai medsos dulu. Ichels di rumah masih bisa makan kan? Setelah ini Pak Gubernur kirim beras ke rumah biar Ichels bisa makan yang banyak,” bales ganjar merespons curhatan Ichels.

Dalam virtual ini Ganjar berpesan kepada seluruh wali murid untuk saling membantu apabila ada yang mengalami kesulitan disaat pandemi Covid-19. Menurut Gubernur Jateng, membantu antar wali murid merupakan bentuk pengajaran terhadap anak-anak dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

“Ini juga mengajarkan, wali murid bisa bertanya kepada wali murid lainnya untuk saling membantu. Ini cara kita mendidik anak-anak untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. Jadi yang punya rezeki lebih bisa membantu yang lainnya,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Ganjar memberikan penjelasan untuk anak-anak yang merindukan suasana belajar bersama di sekolah. Ada juga penjelasan terkait vaksinasi untuk anak-anak yang masih harus diteliti lebih lanjut.

“Ini ada yang nulis rindu belajar di sekolah. Tetap semangat ya, sekarang belajarnya di rumah dulu karena covid yang ini nyebarnya gampang banget . Untuk vaksin nunggu usia 12 tahun, untuk anak-anak di bawah 12 tahun tunggu dulu ya karena masih harus diteliti lagi vaksinnya,” tutupnya.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru