SuaraPemerintah.ID– Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kementerian Perdagangan Kasan, memaparkan alasan Indonesia menjalin kesepakatan LCS dengan China. Karena volume transaksi perdagangan Indonesia dengan China cukup besar.
“China tentu ini menjadi satu pertimbangan jauh lebih besar dari nilai dan volume transaksinya,” ungkap Kasan, Kamis (5/8/21).
Kasan memaparkan, dalam 5-10 tahun terakhir volume perdagangan Indonesia dengan China terus mengalami peningkatan, baik dari sisi ekspor maupun impornya. Di mana pangsa pasar ekspor Indonesia-China mencapai lebih dari 20 persen.
“Saat ini China adalah negara tujuan ekspor kita terbesar, dengan pangsa cukup signifikan lebih dari 20 persen, tapi sumber impor juga cukup besar,” jelas Kasan.
Infomasi didapat, Bank Indonesia (BI) secara resmi teken Memorandum of Understanding (MoU) dengan China gunakan mata uang lokal atau local currency settlement (LCS) pada transaksi perdagangan maupun investasi. Sekedar informasi, Indonesia sudah setuju dengan kerangka kerja LCS empat negara, yaitu: China Jepang, Malaysia, dan Thailand.
Tahun 2020, transaksi ekspor dan Impor Indonesia dengan China meningkat cukup besar diangka USD 71,4 miliar. Meski tahun lalu Indonesia masih tetap mengalami defisit, tetapi defisit tahun 2020 sudah tinggal setengahnya dari defisit terjadi di 2019, sebelum adanya pandemi corona.
“Tahun 2020 sebenarnya transaksi dari ekspor dan impor kita dengan China meningkat cukup besar karena mencatat USD 71,4 miliar. Karena catatan kita miliki, misalnya tahun 2019 lalu kita defisit dengan China hampir USD 17 miliar. kemudian tahun 2020 defisit kita dengan China USD 7,8 miliar,” urai Kasan.
Bahkan, di satu semester tahun 2021 ini, Indonesia sudah mencatatkan transaksi ekspor dan Impor dengan China mendekati USD 50 miliar.
“Artinya ini sudah naik dibandingkan dengan 2020 yang lalu. Artinya, investasi dari China ke Indonesia ini juga menjadi salah satu catatan penting dari adanya LCS nanti bagaimana dampaknya terhadap trade maupun investasi maupun hal yang lainnya,” tutup Kasan.


.webp)

















