SuaraPemerintah.ID –Â Dalam upaya pengendalian banjir di DKI Jakarta salah satunya diakibatkan luapan air Sungai Ciliwung, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melanjutkan proyek terowongan dari Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT). Proyek ini dilanjutkan tahun 2021, dimana teroeongan Ciliwung sepanjang 549 meter, sehingga total panjangnya 1,26 kilometer.
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan sodetan ini dapat mengalirkan air sebesar 60 m3/detik ke Kanal Banjir Timur, saat Sungai Ciliwung meluap pada perkiraan debit banjir ulang 25 tahunan sebesar 508 m3/detik.
“Sehingga Insya Allah akan mengurangi risiko banjir pada beberapa kawasan di hilir Sungai Ciliwung, misalnya Kampung Melayu dan Manggarai,” tutur Basuki, saat melakukan kunjungan, Rabu (4/8/21).
Menurutnya, pembangunan lanjutan sodetan Ciliwung mengalami perubahan trase sehingga memotong panjang terowongan sampai 113 meter dari panjang semula 662 meter menjadi 549 meter saja.
Kini proyek akan berjalan dan menyisakan pembebasan 6 bidang tanah seluas 10.494 m2 akan dieksekusi oleh Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat.
“Kalau pembebasan lahan sudah selesai, maka berdasarkan pengalaman sebelumnya, konstruksinya bisa selesai lebih cepat” ujar Basuki.
Pada 2015 silam, proyek ini sudah rampung sepanjang 550 meter. Kemudian dilanjutkan tahun 2015-2017 dengan pembangunan permanen outlet dan dinding penahan tanah Kali Cipinang. Pada TA 2021, Kementerian PUPR menyambungkan proyek sodetan Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur sepanjang 714 meter. Proyek penyambungan ini terdiri dari Zona A berupa bangunan permanen inlet open channel 165 meter dan normalisasi Sungai Ciliwung, Zona B berupa terowongan ganda sodetan dari inlet ke arriving shaft 549 meter, dan dan Zona D normalisasi Kali Cipinang dan KBT.
Proyek ini dilakukan oleh kontraktor PT. Wijaya Karya- PT. Jaya Konstruksi, KSO dan konsultan supervisi PT. Virama-Supra-TAA, KSO dalam jangka waktu Agustus 2021-Agustus 2023. Alokasi anggaran untuk konstruksi sodetan (terowongan) dan galian alur untuk menambah kapasitas tampung sungai Cipinang sebesar Rp 683,9 miliar.
Pembangunan ini merupakan bagian dari rencana induk sistem pengendalian banjir (flood control) Ibu Kota Jakarta dari hulu hingga hilir. Di bagian hulu, Kementerian PUPR sedang merampungkan pembangunan 2 bendungan kering (dry dam) di Kabupaten Bogor yakni Bendungan Ciawi dengan kapasitas tampung 6,05 juta m3 dan Bendungan Sukamahi berkapasitas tampung 1,68 juta m3. Progres kedua bendungan ini sudah di atas 75% dan ditargetkan selesai November 2021.
Selanjutnya pada bagian tengah sedang dilakukan normalisasi Sungai Ciliwung sejak tahun 2013 hingga 2017 sepanjang 16,2 km dari total 33,7 km. Mulai tahun 2021 dilanjutkan pekerjaan normalisasi Kali Ciliwung sepanjang 1,2 km dan pengadaan tanah. Kemudian pembangunan Stasiun Pompa Ancol Sentiong kapasitas 50 m3/detik dilaksanakan tahun 2020 – 2022 dengan biaya Rp. 437,6 miliar serta pembangunan sodetan Sungai Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur sepanjang 1,26 km yang sudah kontrak sejak 30 Juli 2021.
Dalam mengurangi risiko banjir wilayah Jakarta bagian hilir, telah dibangun Tanggul Pantai untuk pantai dan muara sungai yang kritis sepanjang 46,2 km. Tanggul yang telah dikerjakan sepanjang 13 km dan rencananya akan dikerjakan sepanjang 33,2 km yang terbagi menjadi 2 yakni Kementerian PUPR (10,8 km) dan Pemprov DKI Jakarta (22,4 km). Tahun 2021, Kementerian PUPR mengerjakan tanggul sepanjang 3,8 km.


.webp)


















