Rabu, Januari 28, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

PT PII Dukung Percepatan Infrastruktur Logistik Jawa Barat

SuaraPemerintah.ID – PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) siap mendukung percepatan pembangunan infrastruktur logistik di Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Dukungan tersebut untuk menggerakkan laju perekonomian selama masa pandemi Covid-19 ini.

- Advertisement -

Dengan menggunakan skema pembiayaan kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), maka Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Barat masih dapat difokuskan untuk penanganan Covid-19.

Demikian disampaikan Direktur Utama PT PII M Wahid Sutopo dalam keterangan tertulis, Jumat (20/8/2021).

- Advertisement -

Sutopo menerangkan kebutuhan pembiayaan infrastruktur dan terbatasnya APBN memerlukan investasi swasta lewat skema pembiayaan kreatif salah satunya melalui KPBU. Menurutnya, peran infrastruktur untuk penanganan pandemi Covid-19 semakin vital di seluruh provinsi di Indonesia, termasuk Jawa Barat. Penanganan pandemi di Jawa Barat, salah satunya dilakukan melalui pengembangan rumah sakit pendidikan oleh Universitas Padjajaran.

“Serta pembangunan infrastruktur jalan tol dalam mempercepat waktu tempuh logistik, seperti penyediaan oksigen dari produsen di Jawa Barat dan Jawa Timur menuju ke daerah yang membutuhkan,” ujar Wahid Sutopo.

Pembangunan infrastruktur jalan tol yang didukung PT PII yang berada di kawasan Jawa Barat, lanjut Sutopo, di antaranya adalah Jalan Tol Cileunyi Sumedang Dawuan (Cisumdawu). Jalan tol ini dapat memberikan dampak positif meningkatkan aksesibilitas ke kawasan Rebana Jawa Barat Utara dan mempercepat akses warga Bandung ke Bandara Kertajati.

Kemudian, Jalan Tol Jakarta Cikampek Elevated & Japek II Selatan menjadi opsi akses memperlancar arus penumpang dan barang antara Jakarta dan kawasan industri disepanjang jalan. Selain itu, PT PII sedang memproses dukungan penjaminan untuk Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap yang akan membuka bottleneck akses menuju Jawa Barat bagian Selatan (Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, dan Cilacap).

“Melalui skema pembiayaan kreatif KPBU dan berbagai upaya strategis diatas, diharapkan KPBU dapat menjadi opsi bagi Pemerintah Daerah di Jawa Barat dalam membangun infrastruktur yang diperlukan masyarakat sebagai sarana pemulihan ekonomi Jawa Barat,” terang Wahid Sutopo.

Untuk melakukan percepatan pembangunan infrastruktur logistik di Jawa Barat, Sutopo menegaskan PT PII tidak dapat bekerja sendirian. Melainkan melakukan kerja sama dengan universitas melalui kegiatan bersama dengan Unpad BUMN Center of Excellence, ITL Trisakti, dan University Network for Indonesia Infrastructure Development (UNIID).

“Kerja sama ini akan terus didorong untuk membantu Pemerintah Daerah Jawa Barat dan instansi terkait dalam hal peningkatan kapasitas dan pemahaman tentang skema pembiayaan kreatif dan pengembangan potensi proyek infrastruktur daerah,” jelas Wahid Sutopo.

Salah satu kegiatan yang sudah dilaksanakan, ungkap Sutopo, adalah kegiatan seminar nasional infrastruktur forum Infrastruktur Forum-Road to West Java Investment Summit dengan tema Dukungan Infrastruktur Logistik untuk Peningkatan Daya Saing dan Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat yang dilaksanakan secara daring pada 14 Agustus 2021 lalu.

Kegiatan ini digelar oleh Pusat Unggulan BUMN Center Universitas Padjadjaran dan Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat.

“Kegiatan infrastruktur forum ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendiskusikan langkah yang dibutuhkan agar rencana percepatan pembangunan infrastruktur terimplementasikan dengan baik serta berdampak pada perekonomian dan kemajuan Jawa Barat,” tutur Wahid Sutopo.

Ditambah lagi, sambungnya, kegiatan ini juga merupakan bentuk perhatian dari seluruh stakeholder di Jawa Barat tentang bagaimana upaya mengakselerasi pengembangan infrastruktur serta bersama-sama bersinergi dalam pengembangan infrastruktur di Tatar Priangan, serta mensinergikan antara Jabar utara dan Jabar selatan.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang turut hadir dalam kegiatan seminar tersebut, mengatakan kontribusi pertumbuhan ekonomi Jawa Barat adalah salah satu yang terbesar di Indonesia.

Diungkapkan Ridwan Kamil, dalam investasi infrastruktur, Provinsi Jawa Barat sedang membutuhkan 28 proyek Rumah Sakit baru untuk rasio pelayanan yang lebih baik, 18 proyek Sumber Daya Air, 9 proyek Instalasi Pengolahan Air Kawasan, Jalan Tol 10 dalam pembangunan dan 7 dalam perencanaan, 18 proyek Transportasi, 26 Proyek Energi serta 5 proyek Instalasi Pengolahan Limbah Padat.

“Kita mempunyai konsep bahwa dalam membangun Jawa Barat tidak bisa hanya mengandalkan APBD, karena kita mempunyai 8 pintu yang harus kita kejar yaitu APBD Kabupaten/Kota, APBD Provinsi, APBN, Pinjaman Daerah, CSR, Obligasi Daerah dan kita sedang mendorong skema KPBU/PPP seluas-luasnya seperti di Legok Nangka serta pembangunan Rumah Sakit dan lain-lainnya serta Dana Keumatan,” terang Ridwan Kamil.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru