SuaraPemerintah.ID –Â Karman tak menyangka akan disambangi orang nomor satu di Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Dalam pertemuan ini tanpa disengaja ketika ia bersama keluarganya sedang menjemur tembakau di pinggir jalan.
Karman berprofesi sebagai petani tembakau asal Wonosobo. Karena cuaca di daerahnya tidak mendukung, ia rela mengangkut tembakaunya untuk dijemur di pinggir jalan Temanggung-Parakan yang panasnya cukup Wonosobobagus.
Saat asyik menjemur, rombongan mobil berwarna hitam tiba-tiba berhenti di pinggir jalan tempat ia berjemur tembakau. Dari dalam mobil, keluar seorang pria berambut putih membuat karman tercengang.
Gubernur Ganjar hari itu memang sedang mengecek sejumlah gudang tembakau di Temanggung. Ia ingin memastikan tembakau petani terbeli saat musim panen ini.
“Lho Pak Ganjar,” sapa Karman sambil terkejut.
“Lagi napa niki pak (sedang apa ini pak), niki mbakone sampeyan (ini tembakaunya bapak),” jawab Ganjar kepada petani tembakau.
Lalu Ganjar langsung jongkok melihat tembakau milik Karman sembari mengobrol, diikuti beberapa keluarga Karman yang ada di belakangnya.
“Kula saking Wonosobo Pak (saya dari Wonosobo), niki nunut njemur mbako (ini numpang menjemur tembakau),” ucap petani asal Wonosobo itu.
“Lha kok adoh men (kok jauh sekali). Di sana ndak ada panas ya,” tanya Ganjar kepada pria asal Wonosobo tersebut.
Ganjar pun berbincang mengenai informasi tembakau pada Karman. Ia bertanya tentang hasil panen, harga jual hingga berapa penghasilan dari bertani tembakau.
Tak hanya ngobrol, Ganjar juga menyempatkan diri menengok gubuk sederhana yang dibangun Karman untuk istirahat. Gubuk itu dibuat dari anyaman bambu tempat menjemur tembakau yang digelari terpal di bagian bawah. Di dalam gubuk itu, Ganjar menemukan perbekalan Karman dan juga lintingan.
“Wah iki, bisa nglinting dhewe. Niki nggih mbakone njenengan Pak? Wah mbakone dhewe diudut dhewe (tembakaunya sendiri dirokok sendiri). Lha iki bontote wis telas pak, sampun dahar to (ini bekalnya sudah habis, sudah dimakan ya),” tuturnya, sambil membuka rantang perbekalan Karman.
Cukup lama Ganjar ngobrol dengan Karman di tempat itu. Obrolan dan candaan antara Ganjar dan Karman membuat suasana jadi ger-geran. Sebelum pamit melanjutkan perjalanan, Ganjar memberikan hadiah untuk Karman berupa masker, vitamin, dan kaos.
“Nggih sampun kula ajeng lanjut, kula doake panjenengan sehat, mbakone payu (saya doakan bapak sehat, tembakaunya laku). Tetap jaga prokes njih,” katanya.
Karman mengaku sangat terkejut dengan kedatangan Ganjar. Ia tak menyangka, Ganjar mau mendatanginya saat sedang menjemur tembakau. Apalagi, Ganjar mau duduk lesehan di gubuk sederhananya.
“Nggak tahu, kaget banget. Kok ada Pak Ganjar di sini. Nggak nyangka saya, beliau mau mampir,” ujarnya.
Saat ngobrol bersama tadi, Ganjar lanjut Karman bertanya soal tembakau. Kepada Ganjar, Karman mengatakan jika harga tembakau masih jauh dari harapan petani.
“Saya nanam 2.000 batang, harganya sekarang kurang bagus. Tapi tetap bersyukur, dan harapannya bisa laku,” tutupnya.


.webp)

















