Ketua Tim Kerja Imunisasi dan Anak Kementerian Kesehatan RI, dr Gertrudis Tandy mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk bersama-sama menyukseskan program imunisasi. Langkah itu dilakukan, untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal memperoleh hak, atas perlindungan dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
“Pada prinsipnya, program imunisasi bertujuan agar semua anak Indonesia mendapatkan imunisasi dan tidak ada yang tertinggal. Pemerintah sudah menyiapkan layanan, sehingga yang dibutuhkan adalah peran orang tua untuk mengantarkan anak ke fasilitas pelayanan imunisasi,” ujarnya, pada sosialisasi program imunisasi di Gedung KUD Mina, Kecamatan Kragan, Kamis (30/7/2026).
Disampaikan, keberhasilan program imunisasi tidak hanya bergantung pada kesiapan fasilitas kesehatan, tetapi juga dukungan seluruh elemen masyarakat. Tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga keluarga diharapkan ikut mengajak dan memastikan anak-anak datang ke lokasi pelayanan imunisasi.
Menurut Gertrudis, capaian imunisasi di Jawa Tengah selama ini tergolong baik, dan termasuk salah satu provinsi dengan cakupan tinggi di Indonesia. Sementara itu, Kabupaten Rembang juga menunjukkan perkembangan positif, dengan capaian imunisasi yang telah melampaui 50 persen.
“Capaian Kabupaten Rembang sudah lumayan bagus, karena sudah di atas 50 persen. Namun, target akhir tahun harus mencapai lebih dari 95 persen, sehingga masih perlu kerja sama semua pihak, agar target tersebut bisa tercapai,” katanya.
Sementara itu, lanjutnya, sebagian besar program imunisasi pemerintah masih difokuskan pada bayi, balita, dan anak usia sekolah. Karena itu, masyarakat diminta mempersiapkan anak-anak menjelang pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), yang akan berlangsung pada Agustus mendatang.
“Nanti, petugas akan datang ke sekolah-sekolah memberikan layanan imunisasi. Orang tua diminta menyiapkan anak sejak dari rumah, memastikan kondisinya sehat, sudah makan, dan tidak sedang demam, agar bisa menerima imunisasi dengan baik,” jelasnya.
Selain kesiapan fisik, Gertrudis juga mengingatkan pentingnya memberikan dukungan psikologis kepada anak. Orang tua diimbau tidak menakut-nakuti anak tentang suntikan, melainkan memberikan pemahaman agar mereka lebih tenang, saat mengikuti imunisasi di sekolah.
“Dukungan orang tua sangat penting, karena anak usia sekolah biasanya lebih sensitif secara psikologis. Persiapkan mereka dengan baik agar tidak takut saat mengikuti imunisasi,” pungkasnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, dr M Rehulina menyampaikan, capaian imunisasi di Kabupaten Rembang rata-rata sudah lebih dari 50 persen dari target. Meskipun sudah terbilang bagus, sejumlah tantangan sering dihadapi di lapangan.
“Masih dijumpai sebagian orang tua yang enggan mengimunisasikan anaknya karena kekhawatiran reaksi pascaimunisasi (KIPI) ringan, seperti demam, rumor negatif seputar bahan vaksin, atau faktor keyakinan tertentu (agama), isu kehalalan vaksin, dan lainnya. Penjangkauan kelompok khusus (ATS dan kelompok rentan), pada program BIAS/HPV memerlukan kerja ekstra, karena sasaran tidak berada dalam wadah institusi sekolah formal,” ungkapnya.
Selain itu, lanjutnya, kendala pendataan karena banyak bayi mendapatkan imunisasi di fasilitas swasta atau dokter/bidan praktik mandiri. Kondisi tersebut tidak dibarengi dengan koordinasi pelaporan dan sweeping data ke Puskesmas pembina wilayah, atau belum sepenuhnya terintegrasi secara otomatis.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






