SuaraPemerintah.ID-Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas hari ini menerima kedatangan Pendeta Gilbert Lumoindong. Keduanya berdiskusi tentang pentingnya dialog keagamaan, baik antar maupun inter umat beragama. Hadir mendampingi, Dirjen Bimas Kristen Thomas Pentury.
“Dialog salah satu cara yang bisa diambil untuk mengurai perbedaan, mencari titik temu untuk kemanusiaan dan kemaslahatan,” kata Menag Yaqut di Jakarta, Rabu (15/9/21).
Menag menyampaikan, Indonesia bukan negara agama. Namun, nilai-nilai agama sangat berpengaruh dalam dalam setiap laku kehidupan masyarakatnya.
“Agama menjadi faktor penting dalam bernegara,” jelas Menag Yaqut.
Pendeta Gilbert Lumoindong sependapat dengan pandangan Menag, bahwa dialog keagamaan penting dalam rangka menumbuhkan sikap saling memahami dan menghargai atas setiap perbedaan.
“Saatnya orang waras jangan ngalah. Saatnya bersuara. Perbedaan itu boleh. Tetapi dalam perbedaan, dialog harus dibangun,” ujar Pendeta Gilbert Lumoindong.
Pendeta Gilbert Lumoindong  menyampaikan bahwa bangsa yang kaya akan perbedaan ini, harus mewariskan keindahan bagi generasi pendatang. “Yang waras ojo ngalah, harus bersuara,” pungkasnya.


.webp)














