BerandaEkonomi & BisnisPertumbuhan Positif Bukalapak Naik 56 Persen Kuartal Kedua di 2021

Pertumbuhan Positif Bukalapak Naik 56 Persen Kuartal Kedua di 2021

SuaraPemerintah.ID-PT Bukalapak.com Tbk (Bukalapak, BUKA atau perseroan) hari ini mengumumkan kinerja keuangan untuk kuartal kedua berakhir pada 30 Juni 2021.

Bukalapak terus menunjukkan pertumbuhan yang positif dimana Total Processing Value (TPV) selama kuartal kedua tahun 2021 (2021) tumbuh sebesar 56 persen dan semester pertama tahun 2021 (1H21) tumbuh 54 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, masing-masing menjadi Rp 29,4 triliun pada 2021 dan Rp 56,7 triliun pada 1H21.

- Advertisement -

Pertumbuhan TPV perseroan didukung oleh kenaikan jumlah transaksi sebesar 15 persen dan kenaikan sebesar 34 persen pada Average Transaction Value (ATV) sepanjang semester I tahun 2020 (1H20) sampai dengan semester I tahun 2021 (1H21).

Sebanyak 75 persen TPV Perseroan selama semester pertama tahun 2021 (1H21) berasal dari luar daerah Tier 1 di Indonesia, di daerah dimana penetrasi all-commerce dan tren digitalisasi warung warung kecil ritel terus menunjukan pertumbuhan yang kuat.

Mitra Bukalapak adalah penggerak utama pertumbuhan perseroan; dimana TPV Mitra pada 2021 dan 1H21 masing-masing meningkat sebesar 237 persen menjadi Rp 14,2 triliun dan 227 persen menjadi Rp 23,9 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kontribusi Mitra terhadap TPV perseroan meningkat dari 22 persen pada 2Q20 menjadi 48 persen pada 2021.

ATV Mitra pada 2021 meningkat sebesar 98 persen dibandingkan kuartal yang sama tahun 2020. Hal ini ditopang oleh kenaikan pada jumlah produk dan jasa yang ditawarkan oleh Bukalapak kepada para Mitra. Pada akhir Juni 2021, jumlah Mitra yang telah terdaftar mencapai 8,7 juta, naik dari 6,9 juta pada akhir Desember 2020.

Pendapatan Bukalapak pada 2021 tumbuh sebesar 37 persen dari tahun sebelumnya, menjadi Rp 440 miliar, dan pendapatan 1H21 tumbuh 35 persen menjadi Rp 864 miliar. Dibandingkan periode sama tahun 2020, pendapatan Mitra Bukalapak pada 2021 tumbuh sebesar 292 persen menjadi Rp 145 miliar, sementara pendapatan pada 1H21 untuk Mitra Bukalapak naik sebesar 350 persen menjadi Rp 290 miliar. Kontribusi Mitra Bukalapak terhadap pendapatan perseroan meningkat dari 12 persen pada 2020 menjadi 33 persen pada 2021.

Perseroan terus memfokuskan strateginya untuk mencapai pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan, diiringi dengan pengelolaan yang baik terhadap biaya operasional. Biaya operasional pada 2021 turun sebesar 9 persen YoY, sementara biaya operasional pada 1H21 turun 5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Rasio biaya operasional terhadap TPV berkurang dari 4,8 persen pada 2020 menjadi 2,8 persen pada 2Q21. Sejalan dengan hal ini, rasio biaya operasional pada 1H21 terhadap TPV tercatat 2,7 persen, turun dibanding 4,4 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Margin kontribusi Mitra Bukalapak setelah beban penjualan dan pemasaran naik dari -1,0 persen terhadap TPV pada FY20 menjadi 0,5 persen terhadap TPV pada 1H21. Sejalan dengan hal ini, rasio kerugian operasional Mitra terhadap TPV membaik dari 1,2 persen pada FY20 menjadi 0,6 persen pada 1H21.

Margin kontribusi Marketplace setelah beban penjualan dan pemasaran meningkat dari -0,1 persen terhadap TPV pada FY20 menjadi -0,08 persen dari TPV pada 1H21 dengan rasio kerugian operasional terhadap TPV membaik dari 2,5 persen pada FY20 menjadi 1,9 persen pada 1H21.

Bukalapak juga terus berhasil menekan kerugian Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA)-nya. Kerugian EBITDA pada 2Q21 sebesar Rp 407 miliar mencerminkan adanya perbaikan sebesar 31 persen dibandingkan pada 2020, sementara kerugian EBITDA pada 1H21 membaik sebesar 27 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Rasio kerugian EBITDA terhadap TPV membaik dari 3,1 persen pada 2020 menjadi 1,4 persen pada 2021, sementara rasio kerugian EBITDA pada 1H21 terhadap TPV juga membaik menjadi 1,2 persen dibandingkan dengan 2,6 persen
pada periode yang sama tahun lalu.

Bukalapak mampu menekan kerugian operasionalnya sebesar 24,9 persen menjadi Rp 776 miliar pada 1H21 dari Rp 1.03 triliun pada 1H20. Pada 1H21, perseroan berhasil mengurangi kerugian bersihnya sebesar 25,7 persen menjadi Rp 763 miliar dari Rp 1,03 triliun pada 1H20.

Di samping peningkatan efisiensi diiringi dengan angka pertumbuhan yang kuat, Bukalapak juga memiliki posisi modal yang kuat dengan posisi kas perseroan sebesar Rp 2,7 triliun pada akhir Juni 2021, sebelum memperhitungkan hasil dari penawaran umum perdana saham perseroan sebesar Rp 21,3 triliun pada Agustus 2021.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM