Kamis, Desember 9, 2021
spot_img

Generasi Kedua Liem Sioe Liong Lakukan Ekspansi, Borong Saham Triliunan Rupiah

SuaraPemerintah.ID-Sejak awal tahun, Grup Salim terus gencar melakukan ekspansi usaha, mulai masuk ke saham bank mini alias bank dengan modal inti di bawah Rp 3 triliun, sampai membeli saham emiten data center.

Dalam aksi borong sahamnya, Grup Salim masuk baik menggunakan kendaraan investasi perusahaan atau kepemilikan langsung oleh sang taipan, Anthoni Salim, generasi kedua keluarga Sudono Salim (Liem Sioe Liong).

Konglomerasi Grup Salim juga memiliki gurita bisnis di berbagai sektor mulai dari sektor konsumer, jasa keuangan, perkebunan hingga teknologi.

Sebagai salah satu konglomerasi usaha terbesar di Tanah Air, menarik untuk melihat bagaimana kinerja emiten yang bernaung dalam bendera Grup Salim.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga penutupan perdagangan Rabu (3/11) kemarin, dari 11 emiten yang tergabung dalam Grup Salim, lima di antaranya ditutup di zona merah, empat emiten menguat dan dua lainnya stagnan.

Pada penutupan perdagangan Rabu kemarin (3/11/21), saham emiten data center, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) memimpin kenaikan sedangkan saham emiten produsen Indomie, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) merupakan yang paling tertekan.

Adapun duo emiten kelapa sawit dan CPO milik Grup Salim tercatat mengalami nasib yang cukup berbeda, dengan PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) mampu menguat 0,35 persen, sedangkan induknya, PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) lebih mengurusi di bidang perdagangan malah turun 0,80 persen.

Emiten konsumer lain milik Grup Salim juga tercatat mengalami pelemahan pada penutupan perdagangan kemarin dengan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan pengelola jaringan Indomaret, PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET), masing-masing mengalami pelemahan 0,40 persen dan 0,31 persen.

Dalam tiga bulan terakhir mayoritas emiten Grup Salim mengalami penguatan, dengan hanya DCII dan emiten bank mini milik grup, PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA), yang harganya mengalami penyusutan masing-masing sebesar -18,98 persen dan -26,27 persen.

Sedangkan kenaikan tertinggi dicatatkan oleh PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) yang dalam tiga bulan terakhir sahamnya menguat 62,33 persen.

Secara total, 11 emiten yang tergabung dalam Grup Salim tersebut memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp 380 triliun, dengan DCII, ICBP, INDF dan DNET merupakan empat yang terbesar.

Berdasarkan estimasi Tim Riset CNBC Indonesia, dari 380 triliun total kapitalisasi pasar tersebut, yang dimiliki oleh Grup Salim diperkirakan mencapai Rp 160 triliun dikutip daari cnbc indonesia.

Akan tetapi karena porsi kepemilikan yang berbeda-beda di setiap perusahaan tersebut, kapitalisasi pasar Grup Salim paling besar berada di ICBP dan INDF.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email suarapemerintah.id@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

HOT NEWS

10,502FansSuka
419PengikutMengikuti
22PengikutMengikuti
1,840PelangganBerlangganan

Berita GPR

Special Interview

Suara Olah Raga

Suara Loker

Terpopuler

GPR Milenial

Suara Tokoh