Kamis, Desember 8, 2022
spot_img

BERITA UNGGULAN

JAHE JULAK BAKA

  

JAHE JULAK BAKA
Oleh DAVID KUSUMA.
Indonesia memiliki berbagai macam suku, budaya, bahasa, dan adat istiadat. Indonesia juga diberkahi dengan kekayaan alam yang luar biasa. 350 tahun negera kita dijajah, Belanda jadi kaya raya karena semua kekayaan alam kita diambil oleh mereka. Bahkan banyak warga Negara kita yang keturunannya dulu dibawa ke Belanda kini menjadi warga Negara belanda dan membangun Negara itu. 350 tahun tentu saja bukan waktu yang singkat. Tapi tentu saja kita tidak akan membahas masalah penjajahan itu. Di tulisan ini kita akan fokus dengan kekayaan alam Indonesia yang menjadi primadona seluruh dunia. Rempah khas Dayak Kalimantan Tengah sangatlah beragam.

- Advertisement -

Masyarakat Dayak mempercayai kekayaan bumbu rempah dapat meningkatkan imun tubuh. Sejumlah rempah seperti jahe, serai, bawang merah, bawang putih, lengkuas, kemiri, dan merica merupakan bumbu rempah pada umumnya. masyarakat Dayak sangat kuat untuk ketahanan pangan, karena dimanjakan dengan hasil alam yang bisa diperoleh dari hutan. Ketahanan pangan masyarakat dayak sangat kuat karena kedekatan masyarakat lokal dengan hutan serta alam yang melimpah setiap musim. Rempah-rempah indonesia yang begitu kaya dengan berbagai macam jenis dan khasiatnya.


Salah satunya yang akan kita bahas kali ini adalah produk rempah-rempah jahe merah yang dikemas dengan nama Julak Baka. Rempah Jahe yang diolah menjadi Produk UMKM Julak Baka ini, merupakan hasil Karya UMKM dari Desa Kina, Kecamatan Batang Kawa, Kabupaten Lamandau yang adalah salah satu kabupaten pemekaran yang ada di provinsi Kalimantan tengah. Sedikit mengenai Kabupaten Lamandau adalah salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Tengah. Ibu kota kabupaten ini terletak di Nanga Bulik. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 6.414,00 km² dan berpenduduk sebanyak 62.776 jiwa (hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010) dan bertambah menjadi 97.610 jiwa pada tahun 2021. Lamandau adalah salah satu kabupaten baru hasil pemekaran dari Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) berdasarkan UU No. 5 Tahun 2002, yang di resmikan pada tanggal 4 Agustus 2002 dengan ibu kota Nanga Bulik. Kabupaten ini merupakan satu-satunya kabupaten pemekaran yang berawal dari sebuah kecamatan atau tidak melalui perubahan status Kabupaten Administratif.Kabupaten ini sebelumnya merupakan bagian dari Kabupaten Kotawaringin Barat, pada tanggal 10 April 2003 dikeluarkan Undang-Undang No. 5 Tahun 2003 tentang Pengukuhan/Pemekaran 8(delapan) Kabupaten, maka Kabupaten Kotawaringin Barat dipecah/dimekarkan dan ditambahkan dengan Lamandau dan Sukamara. Kabupaten Lamandau terkenal dengan Babukung yang masuk dalam calendar event pariwisata indonesia dan Festival Balayah Lanting.

- Advertisement -

Jahe merupakan salah satu tanaman rempah-rempah yang saat ini sedang didorong Pemerintah Kabupaten Lamandau untuk menjadi tanaman unggulan yang dibudidayakan masyarakat. Keseriusan masyarakat Lamandau akan budidaya tanaman jahe terlihat dengan adanya olahan jahe serbuk atau jahe instan kemasan yang di produksi oleh masyarakat Desa Kina kecamatan Batang Kawa. Jahe Unggulan Laman Kina Batang Kawa atau JULAK BAKA itu. Hasil panen jahe tersebut diolah dan dikemas menjadi minuman jahe serbuk dengan nama “Julak Baka” (Jahe Unggulan Laman Kina Batang Kawa) dengan komposisi jahe murni tanpa bahan pengawet dan kimia. Produk jahe instan Julak Baka dan Kopi Mantir ini diharapkan dapat menjadi komoditas unggulan Kabupaten Lamandau yang dapat bersaing di pasaran. Disamping itu produk – produk ini diharapkan dapat menginspirasi dan memacu bagi desa-desa lain untuk berinovasi menggali potensi yang ada di wilayah masing-masing.

 Upaya ini adalah implementasi dari visi Kabupaten Lamandau yakni Bergerak Cepat Membangun Kabupaten Lamandau Dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Menuju Kabupaten Lamandau Juara (Jujur, Unggul, Adil, Religius dan Aman).Sebagai upaya perwujudan dari visi tersebut yang selanjutnya dituangkan dalam misi, “Memperkuat kemandirian ekonomi berbasis sektor unggulan dan kelestarian lingkungan hidup dengan sasaran meningkatnya daya saing perekonomian daerah berbasis sektor unggulan merupakan langkah kita dalam meningkatkan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat,”.

Sedikit cerita, Desa Kina Kecamatan Batang Kawa Batang Kawa adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, Indonesia. Terdapat beberapa desa di kecamatan ini: Kinipan, Ginih, Batu Tambun, Benakitan, Liku, Mengkalang, Karang Mas, Kina, Jemuat.Saat ini Kecamatan Batang Kawa dipimpin oleh Camat Bapak Loren O.Tahan. Kecamatan batang kawa beribukota di Desa Kinipan, Kecamatan ini memiliki luas wilayah hampir kurang lebih ±685 km2 dengan jumlah penduduk kurang lebih 2800 jiwa. Memiliki 9 desa, 25 fasilitas pendidikan, fasilitas perdagangan, kemudian terdapat satu pasar rakyat dan satu puskesmas. Ada Juga objek wisata perbukitan, air terjun, riam,spot memancing, dan wisata adat budaya.

Prestasi lain yang pernah diraih oleh Kecamatan Batang Kawa, Kabupaten Lamandau, antara lain Desa Benakitan kecamatan Batang Kawa, pernah meraih penghargaan piagam penghargaan dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 atas prestasinya sebagai peserta Desa Binaan Kemenparekraf RI dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. Salah satu inovasi yang dilakukan oleh Kecamatan Batang Kawa, dalam hal ini Desa Kina melalui produk serbuk Jahe Julak Baka ini menggunakan Jahe merah sebagai bahan utamanya. Jahe merah memiliki aroma dan rasa yang lebih pedas dari jahe biasa. Sejumlah manfaat jahe merah adalah meningkatkan imunitas dan mencegah diabetes. Dirangkum dari katadata, manfaat jahe merah antara lain menambah stamina,menghambat jamur, preda rasa sakit,mengurangi resiko penyakit jantung,menjaga kesuburan,mencegah bakteri pada mulut, menurunkan berat badan,menjaga kesehatan jantung, mencegah diabetes, meredakan mual, meningkatkan imunitas.

Jahe merah Kina dipanen melalui kebun yang diusahakan oleh warga masyarakat Desa Kina, diolah secara alami dengan peralatan yang masih tradisional untuk menghasilkan produk jahe yang sehat dan aman dan layak untuk dikonsumsi. Jahe ini dikelola oleh Kelompok Tani Tanti BO asal Desa Kina, kecamatan Batang Kawa, Kabupaten Lamandau. Komposisi produk julak baka ini terdiri dari jahe merah dan gula, Terdapat 2 variasi, Instan Jahe Murni (40 gr) dan Instan Jahe plus Gula (100gr). Jahe yang sudah dibersikan,dihaluskan,kemudian jahe direbus sampai kering dan menjadi bubuk. Produk Rempah Jahe Julak Baka ini Dapat dibeli di shopee, tokopedia,Rumah Kreatif UMKM Lamandau, dan Lamandau Store. Pemberdayaan masyarakat desa melalui produk UMKM ini juga merupakan bentuk visi-misi G20 recover Together dan Recover together. UMKM sebagai mana kita ketahui adalah tonggak perekonomian desa.

Sisliana Delki yang merupakan salah satu pencetus ide UMKM Julak Baka menyampaikan sedikit mengenai sejarah produk Julak Baka,. Produk ini merupakan inisiatif dari Sisliana Delki, warga desa Kina yang bertujuan untuk mengangkat rempah-rempah khas Indonesia terutama produk rempah Khas UMKM buatan kabupaten lamandau. Awalnya beliau mengikuti Mengikuti Pelatihan Pembuatan Keripik Pisang & Serbuk Jahe yang diadakan oleh pihak WWF wilayah Kalimantan Tengah di desa Kina pada pertengahan tahun 2020 . Kemudian Warga Desa Kina memiliki ide untuk mengangkat produk rempah mereka sebagai salah satu UMKM yang akan mengangkat nama desa dan perekonomian warga. warga Desa Kina kemudian membuat produk Serbuk Jahe, yang diberi nama “Jahe Merah Cap SWD Kina”. Pada Tanggal 25 Februari 2021, di desa Kina diadakan acara Panen Raya Jahe yang dilakukan secara langsung oleh Bupati Lamandau, Yang Terhormat Bapak H. Hendra Lesmana dan Kelompok Tani binaan Desa Kina ikut berpartisipasi dengan memamerkan produk serbuk jahe yang telah berganti nama menjadi “Mahkota Jahe Merah”.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

HOT NEWS

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,150PelangganBerlangganan

TERPOPULER

Terpopuler PRAHUM

Spesial Interview