BerandaBUMN / BUMD / BUM DesaCek di Sini, 24 Lokasi Stock Point Minyak Goreng Curah di Pasar...

Cek di Sini, 24 Lokasi Stock Point Minyak Goreng Curah di Pasar Tradisional Jabodetabek

SuaraPemerintah.ID – Holding BUMN Pangan atau ID FOOD sediakan stock point atau pom minyak goreng curah di 24 pasar tradisional di Jabodetabek. Kapasitas per masing-masing stok point ini bisa mencapai 3.000 liter di setiap pasar.

Direktur Komersial Holding Pangan ID FOOD, Ardiansyah Chaniago menyebut, langkah ini sebagai upaya penyediaan pasokan minyak goreng bagi masyarakat. ID FOOD meyediakan dalam bentuk toren penampung.

- Advertisement -

Stock point ini merupakan cara ID FOOD Group untuk menjamin ketersediaan minyak goreng curah di pasar, Pom minyak goreng ini berkapasitas hingga 3.000 liter minyak goreng,” kata dia, mengutip keterangan resmi, Kamis (7/07) seperti ditulis dari liputan6.com.

Ardiansyah meminta masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan minyak goreng. Ia akan memastikan suplai oleh ID FOOD group setiap harinya ke stock point yang tersedia di beberapa pasar tradisional.

“Setiap pedagang di pasar bisa membeli minyak goreng dengan volume 200 liter dari stock point ID FOOD Group yang dikelola anggota Holding, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, sedangkan konsumen bisa membeli dari pedagang maksimal 10 kg perhari dengan menggunakan KTP atau aplikasi PeduliLindungi,” terangnya.

Ia menargetkan sekitar Ratusan Pom minyak goreng atau stock point yang bertujuan untuk memudahkan para mitra membeli minyak goreng curah rakyat atau MGCR.

“Tujuannya untuk memudahkan para mitra pedagang dan konsumen, stock point yang kami sediakan di pasar-pasar tradisional ada 2 tipe, Pertama dalam bentuk toren layaknya pom minyak goreng tradisional, kedua dalam bentuk kios yang berisikan jerigen-jerigen minyak goreng,” katanya.

Adapun lokasi stock point minyak goreng dalam toren penampung minyak goreng yang di wilayah Jakarta saat ini sudah mulai terpasang puluhan stock point di pasar-pasar tradisional Jabodetabek, di antaranya :

  1. Pasar Tomang Barat
  2. Pasar Palmerah
  3. Pasar Minggu
  4. Pasar Cengkareng
  5. Pasar Rawamangun
  6. Pasar Perumnas Klender
  7. Pasar Cakung
  8. Pasar Pulogadung
  9. Pasar Klender
  10. Pasar Rawa Badak
  11. Pasar Rumput
  12. Pasar Enjo
  13. Pasar Palmeriam
  14. Pasar Pademangan
  15. Pasar Cipinang
  16. Pasar Kramat Jati
  17. Pasar Ciracas
  18. Pasar Rawasari
  19. Pasar Serdang
  20. Pasar Cibubur
  21. Pasar Cijantung
  22. Pasar Ciplak
  23. Pasar Kombongan
  24. Pasar Cengkareng.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan atau Mendag Zulkifli Hasan kembali melakukan kunjungan ke pasar tradisional dalam rangka memantau ketersediaan minyak goreng.

Mendag Zulhas menegaskan, kerja nyatanya selama dua pekan telah membuahkan hasil di mana kini ketersediaan minyak goreng di pasaran aman dengan harga sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah.

“Saya hari ini ke pasar lagi, memastikan ketersedian minyak goreng rakyat di pasaran aman dengan harga sudah sesuai HET Pemerintah, maksimal Rp14.000 per liter. Setelah berdialog dengan pedagang serta masyarakat, saya senang karena sesuai ikhtiar kita, belum satu bulan Jawa dan Bali sudah aman,” ujarnya di Pasar Ciracas, Jakarta, Selasa (5/07).

Berdasarkan pantauan harian Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan di 216 pasar seluruh Indonesia, harga minyak goreng curah secara rata-rata untuk Jawa-Bali sudah di bawah HET.

Per 1 Juli 2022, rata-rata harga minyak goreng curah sudah Rp13.900 per liter, turun 11 persen jika dibandingkan bulan lalu.

“Ini tersedia di 15.375 pengecer mitra pemerintah yang tersebar di 241 kabupaten/kota di 25 provinsi,” jelas Mendag Zulkifli Hasan.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM