Selasa, Juli 23, 2024
spot_img
spot_img

BERITA UNGGULAN

Kementan Tingkatkan Budidaya Padi di Lahan Tadah Hujan dan Kering

SuaraPemerintah.ID – Curah hujan yang merata di beberapa wilayah di Indonesia memiliki nilai positif bagi petani di lahan kering. Walaupun kondisi pertanaman di Indonesia sudah tebangun irigasi-irigasi yang baik untuk penanaman padi tapi ada beberapa daerah yang masih belum memiliki atau belum tersedia irigasi yang baik sehingga pengembangan padi lahan kering dan tadah hujan perlu dioptimalkan.

Dalam acara Bimbingan Teknis dan Sosialisasi (BTS) Propaktani Episode 603 Rabu (30/8/2022), Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menuturkan pengembangan padi tadah hujan dan lahan kering mendukung ketahanan pangan merupakan antisipasi dari ancaman krisis pangan global. Kementerian Pertanian (Kementan) mengoptimalkan segala potensi lahan untuk dilakukan penanaman padi.

- Advertisement -

“Arahan dari Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo seluruh potensi lahan jangan nganggur harus digunakan. Lahan hutan boleh, lahan perkebunan boleh apapun disitu ada petani harus bergerak. Semua potensi kita gunakan. Kalau terbatas budget constraint-nya ya pake KUR, ini peluang lagi, KUR masih ada 20 Triliunan,” ucap Suwandi.

Koordinator Padi Tadah Hujan dan Lahan Kering Direktorat Serealia, Kementan, Hasnul Fajri menambahkan Kementan memiliki kebijakan pengembangan padi lahan kering. Yakni stimulan bantuan pemerintah budidaya padi lahan kering dari tahun ke tahun terus ditingkatkan.

- Advertisement -

“Diharapkan terus berkembang lagi di daerah-daerah sehingga semangat petani yang kita bantu dapat fokus mengembangkan padi lahan kering di wilayahnya masing-masing,” ungkapnya.

Bersamaan, Direktur Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial, Catur Endah Prasetiani menuturkan adanya peluang pengembangan padi di lahan kehutanan. Masyarakat Desa yang berada di sekitar/dalam kawasan hutan mempunyai ketergantungan terhadap keberadaan kawasan hutan dapat memanfaatkan kawasan hutan untuk pengembangan padi yaitu salah satunya dengan skema Perhutanan Sosial namun varietas padinya adalah tadah hujan atau padi gogo.

“Memperhatikan juga kesesuaian lahan untuk padi di Kawasan hutan. Lokasinya di fungsi hutan produksi blok pemanfaatan dengan pola penanaman Agroforenstry karena prinsip utamananya adalah menjaga kelestarian hutan atau mencegah deforestasi,” tutur Endah.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekt@suarapemerintah.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,720PelangganBerlangganan

TERPOPULER

Terbaru