BerandaPemerintahMenaker Ingatkan Atnaker Pekerja Migran Bukan Lagi sebagai Obyek Penempatan

Menaker Ingatkan Atnaker Pekerja Migran Bukan Lagi sebagai Obyek Penempatan

SuaraPemerintah.ID – Menteri Ketenagakerjaan atau Menaker Ida Fauziyah, mengingatkan Atase Ketenagakerjaan (Atnaker), Staf Teknis Ketenagakerjaan, dan Kepala Bidang Tenaga Kerja bahwa salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) adalah mengubah paradigma, yakni PMI bukan lagi sebagai obyek, melainkan merupakan subyek penempatan.

“Dengan perubahan paradigma, PMI merupakan tenaga kerja yang profesional dan kompeten sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI),” ujar Menaker saat membuka Rapat Koordinasi Atase Ketenagakerjaan, Staf Teknis Tenaga Kerja dan Kepala Bidang Tenaga Kerja Tahun 2022 di Jakarta, Senin (12/12/22) malam.

- Advertisement -

Menaker Ida berpendapat penugasan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kemnaker sebagai Atase Ketenagakerjaan/Staf Teknis Ketenagakerjaan di luar negeri, merupakan upaya Pemerintah Indonesia dalam memberikan pelindungan kepada PMI di negara tujuan penempatan. Bahkan peran dan kewenangnnya lebih dipertegas dan diamanatkan di pasal 22 dalam UU No.18 Tahun 2017 tentang PPMI.

Kepada Atnaker, Menaker Ida menekankan kembali empat peranan utama Atnaker agar hubungan pemerintah dengan negara penempatan tetap terjalin harmonis.

“Yakni memberi pelindungan kepada PMI di negara penempatan; memberi masukan dalam penyusunan kebijakan; membangun hubungan baik dengan stakeholder negara penempatan; dan mempromosikan bidang ketenagakerjaan sekaligus mencari peluang pasar kerja di negara penempatan,” tuturnya.

Ida Fauziyah mengungkapkan data penempatan PMI hingga bulan Oktober 2022, ada 146.955 PMI yang di tempatkan. Jumlah terbanyak PMI berada di Hongkong yakni sebanyak 48.599 PMI, disusul Taiwan sebanyak 36.430 PMI dan Malaysia dengan 24.932 PMI.

“Mayoritas PMI di tiga negara tersebut didominasi oleh jabatan House Maid (Asisten Rumah Tangga) dan Caregiver (penjaga jompo),” katanya.

Menaker Ida berharap melalui Rakor dapat meningkatkan kinerja Atase Ketenagakerjaan/ Staf Teknis Ketenagakerjaan dan Kepala Bidang Tenaga kerja serta dapat memberikan masukan yang bermanfaat bagi peningkatan pelayanan penempatan dan pelindungan PMI serta Perluasan Pasar Kerja Luar Negeri.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM